BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM

Semakin lama aku mendengarkan apa yang terekam di alat perekam yang ada punggung Sumadi, aku merasa semakin merinding, karena ruang tamu itu rasanya sangat ramai sekali.

Selain berisik dengan suara yang campur aduk dan tidak jelas, aku juga mendengar suara lain yang lebih menonjol dan lebih jelas daripada yang lainnya. Suara seperti sesuatu yang sedang memukul mukul…

Dug…dug….dug. Seperti suara benda yang tidak keras memukul benda yang keras…. Dan suara itu bercampur aduk dengan suara berisik.

“Perhatikan suara yang sebentar lagi ini No. kamu akan terkejut”

“Suara memukul mukul itu kah Di?”

“Bukan itu No, selain suara pukulan pukulan yang aneh ada suara lagi, sebentar lagi dengarkan aja” jawab Sumadi

Aku terus mendengarkan apa yang Sumadi katakan….

Perlahan-lahan dan akhirnya aku mendengar suara yang menonjol dari pada suara yang lainnya.

…..PERGI!....

Hanya satu kata pergi, dan suara itu terdengar sedikit serak dan agak bergema…. Pokoknya suara jenis itu berbeda apabila diucapkan oleh manusia normal.

Aku semakin merinding ketika mendengar satu kata yang menurutku seperti disuarakan di alam lain yang sangat jauh..

“Gimana menurutmu No…. satu buah kata yang berarti penolakan, yang artinya kita diusir dari tempat itu”

“Iya… memang itu pengusiran Di, tapi kita kan jelas, yang namanya makhluk astral itu kan juga punya rumah, dan ketika kita secara langsung masuk ke dalam rumahnya, pasti mereka nggak suka kan, yang ada adalah pengusiran”

“Mereka kira kita sebagai manusia hanya mempunyai satu tujuan untuk mendatangi tempat yang angker, para mahluk astral pasti mengira kita sedang meminta sesuatu, bisa juga mereka mengira kita akan mengusir mereka, atau bisa juga kita menantang ilmu dengan mereka”

“Jadi Di, menurut aku  kita tetap ada disana saja, dan kita harus bisa bicara bahwa kita ke sana tidak untuk hal-hal yang menjadi kebiasaan manusia apabila datang ke tempat yang sakral atau mengerikan”

“Hmmm ya, masuk akal juga apa yang kamu omongkan No, mungkin mereka akan membiarkan kita apabila kita datang kesana tanpa ada maksud tertentu selain hanya silaturahmi dan merasakan apa yang ada disana”

“Sekarang suara dug…dug …dug itu No, gimana menurutmu?”

“Itu suara benda yang tidak keras dipukulkan ke permukaan benda keras, coba kamu pikirkan Di”

“Heheh permukaan tangan yang mengepal dipukulkan ke tembok rumah No hehehe, sederhana saja kan “ jawab Sumadi

“Iya benar, tangan yang mengepal Di. itu juga dugaanku tadi”

“Sedangkan yang dipukulkan adalah bagian dari telapak tangan yang tidak ada tulangnya, berarti bagian sisi samping yang sebaris dengan kelingking, kemudian dikepalkan dan dipukulkan ke arah tembok”

“Bisa jadi seperti itu No, dan itu masuk akal juga”

“Tapi kayaknya untuk malam ini kita gak kesana dulu Di, badanku kayaknya tidak sehat, kita harus cari klinik, aku ingin minta vitamin dan periksakan rasa pusing di kepalaku ini”

“Tolong kamu email ke lolokcicing, setelah apa yang kita rekam kamu edit, laporkan segera ke dia. Setelah itu katakan untuk hari ini kita ingin istirahat dulu untuk memulihkan kesehatan kita”

“Sekalian katakan bahwa kita perlu extend kamar di hotel ini, karena eksplorasi kita baru saja sampai di kamar utama. Bahkan di kamar utama itu kita belum selesai”

“Ok akan aku emailkan ke mereka sekalian apa yang kita dapatkan akan kita sampaikan ke mereka lagi No”

“Di, alat perekam ketika kita ada di kamar utama bagaimana?”

“Nanti kamu dengarkan bersama saja apa yang terekam di kamar itu…karena aku belum sempat mendengarkan yang selanjutnya, soalnya dari tadi aku kan hanya menganalisa video dan mendengarkan hanya sebagian yang ada di ruang tamu dulu”

“Mungkin kayaknya yang ada di kamar utama akan lebih seru lagi hehehe”

Sumadi memperdengarkan lagi alat perekam yang dia gantung di bagian punggung…

Sejauh ini tidak ada yang aneh di ruang tamu, yang ada hanya suara berisik saja hingga kemudian suara ku berkata bahwa kami akan masuk ke dalam kamar.

Ketika aku dan Sumadi masuk ke dalam kamar, tiba-tiba alar perekam itu hening, yang terdengar hanya suara nafas Sumadi dan suaraku yang sedang menjelaskan ada apa saja di dalam kamar itu.

Kemudian ada suaraku yang kaget karena ada benda yang melayang ke atas…

Setelah itu tidak ada suara apa-apa lagi selain suaraku yang berusaha menjelaskan keadaan udara di sekitar sini yang semakin dingin, tetapi setelah penjelasanku, ada suara yang aneh…

“Coba ulang lagi Di, sepertinya ada suara langkah kaki ya…”

“Hmm sebenar No, aku ulang lagi ya….

Ketika Sumadi memperdengarkan lagi alat perekam yang ada di punggungnya,  ternyata benar, aku mendengar suara langkah kaki yang samar.

Aku yakin suara itu tidak berasal dari kamar ini.

“Iya No, itu suara langkah kaki, dan bukan dari kamar itu No…. “ kata Sumadi

“Apa mungkin dari arah ruang tamu Di?”

“Kalau dari ruang tamu pasti suaranya tidak akan sepelan ini, dan kalau dari luar jelas tidak mungkin, karena di luar kan hanya tanah saja, dan tidak akan menimbulkan suara langkah kaki”

“Bener asumsimu Di, suara ini menurutku berasal dari ruangan lain atau di bawah kamar ini ada ruangan lain hehehe”

“Gini aja Di, persetan dengan kesehatan, malam ini kita kembali ke sana, tetapi kita datang kesana jam sepuluh atau jam sebelas gitu, gimana Di?”

“Jam sepuluh saja kita start dari pom bensin, nanti kita tetap ada di kamar utama dulu atau kita eksplorasi ruangan lainya?”

“Jangan ke ruangan lain, kita di kamar utama dulu, aku kepingin kasih penjelasan bahwa kami datang ke sana itu tidak ada niat apa-apa selain ingin berinteraksi dengan penghuni yang ada disana”

“Ayo lanjutkan apa yang ada di alat perekam itu hingga selesai Di”

Sumadi memperdengarkan lagi apa yang terekam di alat perekam yang digantungkan di punggungnya.

Tidak ada suara apapun yang aneh, kecuali suara ku yang sedang menggambarkan situasi dan suasana di kamar utama, hingga beberapa menit tidak ada yang aneh, ketika aku dan Sumadi mulai merasa kesakitan, dan aku mulai merasa bahwa di depanku ada sesosok makhluk yang besar.

Tapi ketika aku dan Sumadi mengerang kesakitan, tiba-tiba alat perekam yang sedang memperdengarkan apa yang ada di kamar utama itu diam…

Silent….

Tidak ada suara apapun baik itu suaraku, suara nafas Sumadi atau detak jantung Sumadi.. Sepi sunyi, seperti ada yang mematikan alat perekam itu.

“Di kok mati… apa alat perekam itu dimatikan”

“Nggak No, lihat ini masih berputar, tetapi hening. Kalau seandainya alat ini dimatikan, pasti akan skip kejadian yang ada disini, tapi ini masih berputar kan, hanya saja tidak ada suaranya sama sekali” kata Sumadi

“Iya benar Di, seandainya waktu kita ada di kamar utama alat perekam ini dimatikan, maka pasti sekarang tidak akan memperdengarkan keadaan hening seperti ini kan, bahkan suara nafasmu aja gak ada Di”

Terpopuler

Comments

Bunda Titin

Bunda Titin

mba'e bisa banget bikin kita deg2 blas tp tetep maksa baca trs soale penasaran..........tak ksh 3 jempol untuk mu..........👍👍👍🙏😊

2024-08-06

0

Kasih

Kasih

q baca sendiri ikhh merinding 😄😄😄

2024-03-15

0

Isnaaja

Isnaaja

kalau aku gak akan balik lagi ke rumah itu,,takut🏃🏃

2023-05-10

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2 BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3 BAB 03. BERANGKAT
4 BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5 BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6 BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7 BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8 BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9 BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10 BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11 BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12 BAB 12. KENAPA AKU?
13 BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14 BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15 BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16 BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17 BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18 BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19 BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20 BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21 BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22 BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23 BAB 23. WAJAH PUCAT
24 BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25 BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26 BAB 26. SUMADI KEMBALI
27 BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28 BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29 BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30 BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31 BAB 31. KASIHAN SUMADI
32 BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33 BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34 BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35 BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36 BAB 36. KEDATANGAN HERA
37 BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38 BAB 38. BU TINA
39 BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40 BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41 BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42 BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43 BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44 BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45 BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46 BAB 46. IKUTI SAYA!
47 BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48 BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49 BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50 BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51 BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52 BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53 BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54 BAB 54. SUMADI PARAH
55 BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56 BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57 BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58 BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59 BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60 BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61 BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62 BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63 BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64 BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65 BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66 BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67 BAB 67. DALAM BAHAYA
68 BAB 68. PINDAH KAMAR
69 BAB 69. TERCEKIK
70 BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71 BAB 71. PERGI DARI SINI?
72 BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73 BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74 BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75 BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76 BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77 BAB 77. USUL PAK WAYAN
78 BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79 BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80 BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81 BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82 BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83 BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84 BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85 BAB 85 . WARDIONO
86 BAB 86. SAYA WARDIONO
87 BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88 BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89 BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90 BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91 BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92 BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93 BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94 BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95 BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96 BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97 BAB 97. BAGAIMANA INI
98 BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99 BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100 BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101 BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102 BAB 102. GUSTIN
103 BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104 BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105 BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106 BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107 BAB 107. SATU PERSATU
108 BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109 BAB 109. JADI ANEH GINI
110 BAB 110.MAKIN ANEH
111 BAB 111. ANDA SIAPA?
112 BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113 BAB 113. SEBUAH TANDA
114 BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115 BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116 BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117 BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118 BAB 118. PAK SUDIRAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2
BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3
BAB 03. BERANGKAT
4
BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5
BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6
BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7
BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8
BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9
BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10
BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11
BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12
BAB 12. KENAPA AKU?
13
BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14
BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15
BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16
BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17
BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18
BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19
BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20
BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21
BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22
BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23
BAB 23. WAJAH PUCAT
24
BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25
BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26
BAB 26. SUMADI KEMBALI
27
BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28
BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29
BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30
BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31
BAB 31. KASIHAN SUMADI
32
BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33
BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34
BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35
BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36
BAB 36. KEDATANGAN HERA
37
BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38
BAB 38. BU TINA
39
BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40
BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41
BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42
BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43
BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44
BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45
BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46
BAB 46. IKUTI SAYA!
47
BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48
BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49
BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50
BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51
BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52
BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53
BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54
BAB 54. SUMADI PARAH
55
BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56
BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57
BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58
BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59
BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60
BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61
BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62
BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63
BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64
BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65
BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66
BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67
BAB 67. DALAM BAHAYA
68
BAB 68. PINDAH KAMAR
69
BAB 69. TERCEKIK
70
BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71
BAB 71. PERGI DARI SINI?
72
BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73
BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74
BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75
BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76
BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77
BAB 77. USUL PAK WAYAN
78
BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79
BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80
BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81
BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82
BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83
BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84
BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85
BAB 85 . WARDIONO
86
BAB 86. SAYA WARDIONO
87
BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88
BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89
BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90
BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91
BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92
BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93
BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94
BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95
BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96
BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97
BAB 97. BAGAIMANA INI
98
BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99
BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100
BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101
BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102
BAB 102. GUSTIN
103
BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104
BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105
BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106
BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107
BAB 107. SATU PERSATU
108
BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109
BAB 109. JADI ANEH GINI
110
BAB 110.MAKIN ANEH
111
BAB 111. ANDA SIAPA?
112
BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113
BAB 113. SEBUAH TANDA
114
BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115
BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116
BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117
BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118
BAB 118. PAK SUDIRAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!