BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI

Tapi ya aneh juga, aku merasa aneh di depan rumah ini….

Apabila kita duduk di halaman rumah dan menghadap ke luar, yang nampak pertama adalah pohon beringin di sebelah kiri rumah dan setelah itu ada semacam tanah yang lebih tinggi, dimana tanah yang lebih tinggi itu adalah kuburan.

“Sepi sekali ya Di, tidak ada orang yang berjalan ke sini”

“Ya iyalah No, kan jalan setapak itu hanya untuk menuju ke rumah ini”

Sumadi sedang sibuk dengan catatanya, dia berusaha menggambarkan dengan caranya keadaan di rumah ini, dia pun kadang membuat semacam sketsa tentang keadaan di  tempat yang kami kunjungi.

Selain itu dia akan memfoto bagian-bagian dari rumah atau daerah yang kami datangi.

Kadang kalau dia malas menulis, dia memakai alat perekam untuk menjelaskan apa saja yang sudah kita lewati dan lalui.

Kulihat dulu Sumadi melakukan tugasnya sebelum aku buka pintu rumah yang katanya mengerikan ini.

Aku lihat di plafon luar rumah, sebuah bohlam yang tidak begitu terang masih menyala, ini artinya pemilik rumah masih peduli dengan rumah kosong ini, dan dia masih ingin rumah ini kalau malam tidak gelap gulita.

Dengan adanya bohlam ini artinya di rumah ini ada aliran listriknya, sehingga kami tidak akan begitu ketakutan.

Kulihat Sumadi masih sibuk dengan buku notesnya, aku akan melangkah ke tahap selanjutnya apabila dia selesai dengan tulisanya. Yah seperti itulah kebiasaan kami.

“Ok, selesai No… ayo kita buka rumah ini. Tapi tunggu dulu, aku siapkan handycam untuk video kamu ketika membuka pintu  rumah ini” kata Sumadi setelah selesai dengan apa yang dia tulis

Kuambil anak kunci yang aku kantongi tadi, aku berjalan pelan menuju ke pintu rumah, pintu rumah ini permukaanya khas, karena di sebagian daun pintu yang kayunya terbuat dari kayu keras ini terdapat ukirannya.

Kemudian dengan deg deg an aku buka pintu rumah untuk pertama kalinya di siang hari ini.

Tidak ada yang aneh, ruang tamu dengan perabotan meja kursi yang terlihat mahal berukir ini sempat menyita penglihatanku karena begitu indahnya ukirannya.

Lantai rumah ini terbuat dari keramik biasa, ada debu tipis di lantai yang mungkin sudah agak lama tidak dibersihkan. Dinding rumah ini terbuat dari tembok yang dilapisi dengan wallpaper dengan corak bunga-bunga yang tidak begitu tajam warnanya.

Kesan soft dan tenang bisa dihasilkan dari wallpaper bunga yang ada di dinding rumah ini, sehingga mungkin penghuni rumah ini akan merasa tenang dan kerasan.

Sumadi sibuk dengan handycam dan tulisanya, dia harus bisa menulis menggambarkan secara tulisan keadaan ruangan yang akan  kita masuki satu persatu sebelum kami melangkah lebih jauh.

“Eh Di, kayaknya kita stop dulu deh, kita makan dulu saja, dari pada nanti kita sakit karena gak sempat makan sama sekali”

“Iya No, sebentar aku foto dulu ruang tamu ini, setelah itu kita makan. Aku sudah lapar sekali soale No hihihi”

Akhirnya Sumadi selesai juga dengan pekerjaanya, untuk pertama kali kami duduk di kursi berukir yang ada di ruang tamu, tapi tentu saja kami permisi dulu, yah sebagai ijin kalau kami akan duduk dan menggunakan perabotan disini.

Bukan apa-apa sih, yah kita harus percaya dengan yang namanya ghaib, siapa tau di kursi itu ada ghaib yang juga sedang duduk.

Jadi ada baiknya kita minta ijin dulu sebelum duduk atau melakukan apapun disini.

Kami makan makanan yang seharusnya kami makan dari tadi, tidak ada yang aneh ketika kami sedang makan, aku dan Sumadi menikmati makanan khas tempat ini yang berupa nasi campur ayam

Siang hari ini cuaca di luar cukup panas, tetapi tidak di sekitar rumah ini, disini sejuk bisa dikarenakan pohon beringin yang ada di depan rumah, atau bisa juga karena tempat ini ada di semacam lembah pinggir sungai.

“Ayo sekarang kita keliling lagi Di, tapi kayaknya rumah ini hanya ini saja, bukan rumah yang besar dan mewah gitu”

“Kita mulai dari kamar depan itu saja No, kamu buka kamar itu, aku akan video ketika kamu buka kamar, setelah itu aku akan foto satu persatu apa yang ada di dalam kamar” kata Sumadi

Kamar pertama yang kami masuki adalah kamar depan atau kamar utama, ketika aku buka, bau pengab menyeruak keluar…. Hanya kamar biasa dengan tempat tidur berukir yang indah, serta ada satu lemari pakaian dan satu meja rias.

Perabotan di dalam kamar ini seluruhnya terbuat dari kayu karas dan berhias ukiran yang indah. Tetapi ternyata di dalam kamar ini ada kamar mandinya.

“Kamar mandi Di, sudah kamu foto dan kamu tulis kan?”

“Tenang aja No, video, foto, dan tulisan sudah aku bikin, tinggal nanti di hotel bisa kita lihat satu persatu” jawab Sumadi

“Hmm kamar mandi yang cukup mewah dengan shower dan ada bathupnya juga Di”

“Memang kayaknya rumah ini mungkin rencananya akan disewakan bagi turis mancanegara, karena turis lokal jelas gak mau kalau disuruh nginap di vila kayak gini hehehe”

Sumadi tidak menjawab perkataanku, dia sibuk dengan barang bawaannya… dia sibuk untuk merekam kamar mandi ini dengan camera video yang dia bawa

Ketika kami akan keluar dari kamar mandi, tiba-tiba aku mendengar suara BRAAAK!… seperti pintu yang tertutup dengan keras.

Seketika kami berdua terdiam di dalam kamar yang ada kamar mandinya ini, telinga kami berusaha mendengarkan lebih jauh lagi, siapa tau ada suara-suara lain yang menyusul.

“Kamu tadi dengar kan Di, suara pintu tertutup itu kayaknya tidak dari rumah ini, karena dari tadi kan yang terbuka hanya kamar ini dan pintu depan saja, bahkan pintu depan sudah kita tutup dari tadi kan”

“Eh aku kok lupa ya No, apa benar pintu depan sudah kita tutup?”

“Suara tadi itu bukan berasal dari sini No,  tapi suara itu terdengar dekat dari sini” kata Sumadi lagi

“Iya… tapi yang tadi itu kayaknya suara pintu yang ditutup kan?”

“Iya benar No, dan suara itu tidak jauh dari sini. Ayo kita cari asal suara itu”

“Di, tadi suara itu kamu  rekam nggak”

“Ya mungkin masuk ke rekaman video, tadi kan aku sedang  gunakan video untuk mengambil gambar yang ada di dalam kamar mandi”

“Ya sudah.. Kita anggap itu suara pintu depan yang belum kututup…anggaplah aku lupa menutup pintu dan pintu itu terkena angin”

“Siang ini kita selesaikan observasinya saja dulu, nanti malam kita ke sini untuk penyelidikan hari pertama”

Tidak ada gangguan lagi macam pintu yang tertutup dengan sendirinya, kini kami ada di bagian tengah rumah, atau ruang tengah atau ruang keluarga.

Di ruang tengah ini ada sebagian dinding yang terbuat dari kaca yang luasnya hampir memakan luasnya dinding di ruang tengah ini.

Sepertinya sebagai jendela yang luas untuk melihat bagian belakang rumah. Jadi di balik dinding kaca itu ada semacam balkon untuk menikmati bagian belakang rumah yang berupa tebing sungai.

Untuk diketahui di sekitar kota ini, kebanyakan ketika kita melewati jembatan, aliran sungai dibawah jembatan itu tidak lebar, dan keadaan sungai itu pasti jauh di bawah bibir sungai, jadi sungai itu seperti jurang, tidak seperti sungai kebanyakan di kota tempat kami tinggal.

Jadi di kota ini keadaan sungai itu selalu jauh dibawah, pokoknya persis jurang lah, perkiraanku kalau dari permukaan atas tebing hingga ke dasar sungai sekitar tiga hingga lima meter, dan di dasar sungai itu kebanyakan berbatu.

Nah perkiraanku posisi rumah ini dibangun antara di permukaan bibir sungai atas hingga ke sisi tebing jurang sungai, jadi memang menawarkan keindahan alam di tebing dan dasar sungai… benar-benar artistik.

Dinding kaca itu hanya ditutup oleh gorden tipis. Ketika gorden ini aku singkap, baru kelihatan bagian belakang rumah. Bagian rumah ini bisa dibilang indah dan juga mengerikan.

Posisi rumah ini ada di tebing sungai, jadi rumah ini dibangun di sisi tebing sungai yang mirip jurang, karena aliran sungai itu ada sekitar tiga meter di bawah rumah.

Aku tidak keluar ke bagian belakang rumah, tetapi dari dinding kaca ini aku bisa lihat sungai yang ada di bawahnya, sungai itu sama sekali tidak besar, dan bisa dibilang sungai yang kecil, tetapi kondisi air sungai itu jernih….

Masalah sungai aku rasa bukan masalah yang signifikan, sungai itu indah titik!

Tetapi yang jadi perhatianku adalah tebing dari sungai ini, tebing yang banyak ditumbuhi berbagai tanaman dan pohon, bahkan ada sebuah pohon beringin yang cukup besar di sisi seberang sungai.

Terpopuler

Comments

RY22

RY22

khas sekali, terimakasih thor, sehat selalu

2023-05-02

5

Isnaaja

Isnaaja

sampai chapter ini belum bisa menyimpulkan

2023-05-01

4

lihat semua
Episodes
1 BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2 BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3 BAB 03. BERANGKAT
4 BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5 BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6 BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7 BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8 BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9 BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10 BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11 BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12 BAB 12. KENAPA AKU?
13 BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14 BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15 BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16 BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17 BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18 BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19 BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20 BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21 BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22 BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23 BAB 23. WAJAH PUCAT
24 BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25 BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26 BAB 26. SUMADI KEMBALI
27 BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28 BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29 BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30 BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31 BAB 31. KASIHAN SUMADI
32 BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33 BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34 BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35 BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36 BAB 36. KEDATANGAN HERA
37 BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38 BAB 38. BU TINA
39 BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40 BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41 BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42 BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43 BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44 BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45 BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46 BAB 46. IKUTI SAYA!
47 BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48 BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49 BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50 BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51 BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52 BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53 BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54 BAB 54. SUMADI PARAH
55 BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56 BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57 BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58 BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59 BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60 BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61 BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62 BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63 BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64 BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65 BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66 BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67 BAB 67. DALAM BAHAYA
68 BAB 68. PINDAH KAMAR
69 BAB 69. TERCEKIK
70 BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71 BAB 71. PERGI DARI SINI?
72 BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73 BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74 BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75 BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76 BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77 BAB 77. USUL PAK WAYAN
78 BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79 BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80 BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81 BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82 BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83 BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84 BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85 BAB 85 . WARDIONO
86 BAB 86. SAYA WARDIONO
87 BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88 BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89 BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90 BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91 BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92 BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93 BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94 BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95 BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96 BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97 BAB 97. BAGAIMANA INI
98 BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99 BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100 BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101 BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102 BAB 102. GUSTIN
103 BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104 BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105 BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106 BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107 BAB 107. SATU PERSATU
108 BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109 BAB 109. JADI ANEH GINI
110 BAB 110.MAKIN ANEH
111 BAB 111. ANDA SIAPA?
112 BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113 BAB 113. SEBUAH TANDA
114 BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115 BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116 BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117 BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118 BAB 118. PAK SUDIRAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2
BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3
BAB 03. BERANGKAT
4
BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5
BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6
BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7
BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8
BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9
BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10
BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11
BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12
BAB 12. KENAPA AKU?
13
BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14
BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15
BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16
BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17
BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18
BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19
BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20
BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21
BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22
BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23
BAB 23. WAJAH PUCAT
24
BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25
BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26
BAB 26. SUMADI KEMBALI
27
BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28
BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29
BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30
BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31
BAB 31. KASIHAN SUMADI
32
BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33
BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34
BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35
BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36
BAB 36. KEDATANGAN HERA
37
BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38
BAB 38. BU TINA
39
BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40
BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41
BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42
BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43
BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44
BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45
BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46
BAB 46. IKUTI SAYA!
47
BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48
BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49
BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50
BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51
BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52
BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53
BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54
BAB 54. SUMADI PARAH
55
BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56
BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57
BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58
BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59
BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60
BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61
BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62
BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63
BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64
BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65
BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66
BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67
BAB 67. DALAM BAHAYA
68
BAB 68. PINDAH KAMAR
69
BAB 69. TERCEKIK
70
BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71
BAB 71. PERGI DARI SINI?
72
BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73
BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74
BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75
BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76
BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77
BAB 77. USUL PAK WAYAN
78
BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79
BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80
BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81
BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82
BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83
BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84
BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85
BAB 85 . WARDIONO
86
BAB 86. SAYA WARDIONO
87
BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88
BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89
BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90
BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91
BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92
BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93
BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94
BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95
BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96
BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97
BAB 97. BAGAIMANA INI
98
BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99
BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100
BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101
BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102
BAB 102. GUSTIN
103
BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104
BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105
BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106
BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107
BAB 107. SATU PERSATU
108
BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109
BAB 109. JADI ANEH GINI
110
BAB 110.MAKIN ANEH
111
BAB 111. ANDA SIAPA?
112
BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113
BAB 113. SEBUAH TANDA
114
BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115
BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116
BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117
BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118
BAB 118. PAK SUDIRAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!