Tapi ya aneh juga, aku merasa aneh di depan rumah ini….
Apabila kita duduk di halaman rumah dan menghadap ke luar, yang nampak pertama adalah pohon beringin di sebelah kiri rumah dan setelah itu ada semacam tanah yang lebih tinggi, dimana tanah yang lebih tinggi itu adalah kuburan.
“Sepi sekali ya Di, tidak ada orang yang berjalan ke sini”
“Ya iyalah No, kan jalan setapak itu hanya untuk menuju ke rumah ini”
Sumadi sedang sibuk dengan catatanya, dia berusaha menggambarkan dengan caranya keadaan di rumah ini, dia pun kadang membuat semacam sketsa tentang keadaan di tempat yang kami kunjungi.
Selain itu dia akan memfoto bagian-bagian dari rumah atau daerah yang kami datangi.
Kadang kalau dia malas menulis, dia memakai alat perekam untuk menjelaskan apa saja yang sudah kita lewati dan lalui.
Kulihat dulu Sumadi melakukan tugasnya sebelum aku buka pintu rumah yang katanya mengerikan ini.
Aku lihat di plafon luar rumah, sebuah bohlam yang tidak begitu terang masih menyala, ini artinya pemilik rumah masih peduli dengan rumah kosong ini, dan dia masih ingin rumah ini kalau malam tidak gelap gulita.
Dengan adanya bohlam ini artinya di rumah ini ada aliran listriknya, sehingga kami tidak akan begitu ketakutan.
Kulihat Sumadi masih sibuk dengan buku notesnya, aku akan melangkah ke tahap selanjutnya apabila dia selesai dengan tulisanya. Yah seperti itulah kebiasaan kami.
“Ok, selesai No… ayo kita buka rumah ini. Tapi tunggu dulu, aku siapkan handycam untuk video kamu ketika membuka pintu rumah ini” kata Sumadi setelah selesai dengan apa yang dia tulis
Kuambil anak kunci yang aku kantongi tadi, aku berjalan pelan menuju ke pintu rumah, pintu rumah ini permukaanya khas, karena di sebagian daun pintu yang kayunya terbuat dari kayu keras ini terdapat ukirannya.
Kemudian dengan deg deg an aku buka pintu rumah untuk pertama kalinya di siang hari ini.
Tidak ada yang aneh, ruang tamu dengan perabotan meja kursi yang terlihat mahal berukir ini sempat menyita penglihatanku karena begitu indahnya ukirannya.
Lantai rumah ini terbuat dari keramik biasa, ada debu tipis di lantai yang mungkin sudah agak lama tidak dibersihkan. Dinding rumah ini terbuat dari tembok yang dilapisi dengan wallpaper dengan corak bunga-bunga yang tidak begitu tajam warnanya.
Kesan soft dan tenang bisa dihasilkan dari wallpaper bunga yang ada di dinding rumah ini, sehingga mungkin penghuni rumah ini akan merasa tenang dan kerasan.
Sumadi sibuk dengan handycam dan tulisanya, dia harus bisa menulis menggambarkan secara tulisan keadaan ruangan yang akan kita masuki satu persatu sebelum kami melangkah lebih jauh.
“Eh Di, kayaknya kita stop dulu deh, kita makan dulu saja, dari pada nanti kita sakit karena gak sempat makan sama sekali”
“Iya No, sebentar aku foto dulu ruang tamu ini, setelah itu kita makan. Aku sudah lapar sekali soale No hihihi”
Akhirnya Sumadi selesai juga dengan pekerjaanya, untuk pertama kali kami duduk di kursi berukir yang ada di ruang tamu, tapi tentu saja kami permisi dulu, yah sebagai ijin kalau kami akan duduk dan menggunakan perabotan disini.
Bukan apa-apa sih, yah kita harus percaya dengan yang namanya ghaib, siapa tau di kursi itu ada ghaib yang juga sedang duduk.
Jadi ada baiknya kita minta ijin dulu sebelum duduk atau melakukan apapun disini.
Kami makan makanan yang seharusnya kami makan dari tadi, tidak ada yang aneh ketika kami sedang makan, aku dan Sumadi menikmati makanan khas tempat ini yang berupa nasi campur ayam
Siang hari ini cuaca di luar cukup panas, tetapi tidak di sekitar rumah ini, disini sejuk bisa dikarenakan pohon beringin yang ada di depan rumah, atau bisa juga karena tempat ini ada di semacam lembah pinggir sungai.
“Ayo sekarang kita keliling lagi Di, tapi kayaknya rumah ini hanya ini saja, bukan rumah yang besar dan mewah gitu”
“Kita mulai dari kamar depan itu saja No, kamu buka kamar itu, aku akan video ketika kamu buka kamar, setelah itu aku akan foto satu persatu apa yang ada di dalam kamar” kata Sumadi
Kamar pertama yang kami masuki adalah kamar depan atau kamar utama, ketika aku buka, bau pengab menyeruak keluar…. Hanya kamar biasa dengan tempat tidur berukir yang indah, serta ada satu lemari pakaian dan satu meja rias.
Perabotan di dalam kamar ini seluruhnya terbuat dari kayu karas dan berhias ukiran yang indah. Tetapi ternyata di dalam kamar ini ada kamar mandinya.
“Kamar mandi Di, sudah kamu foto dan kamu tulis kan?”
“Tenang aja No, video, foto, dan tulisan sudah aku bikin, tinggal nanti di hotel bisa kita lihat satu persatu” jawab Sumadi
“Hmm kamar mandi yang cukup mewah dengan shower dan ada bathupnya juga Di”
“Memang kayaknya rumah ini mungkin rencananya akan disewakan bagi turis mancanegara, karena turis lokal jelas gak mau kalau disuruh nginap di vila kayak gini hehehe”
Sumadi tidak menjawab perkataanku, dia sibuk dengan barang bawaannya… dia sibuk untuk merekam kamar mandi ini dengan camera video yang dia bawa
Ketika kami akan keluar dari kamar mandi, tiba-tiba aku mendengar suara BRAAAK!… seperti pintu yang tertutup dengan keras.
Seketika kami berdua terdiam di dalam kamar yang ada kamar mandinya ini, telinga kami berusaha mendengarkan lebih jauh lagi, siapa tau ada suara-suara lain yang menyusul.
“Kamu tadi dengar kan Di, suara pintu tertutup itu kayaknya tidak dari rumah ini, karena dari tadi kan yang terbuka hanya kamar ini dan pintu depan saja, bahkan pintu depan sudah kita tutup dari tadi kan”
“Eh aku kok lupa ya No, apa benar pintu depan sudah kita tutup?”
“Suara tadi itu bukan berasal dari sini No, tapi suara itu terdengar dekat dari sini” kata Sumadi lagi
“Iya… tapi yang tadi itu kayaknya suara pintu yang ditutup kan?”
“Iya benar No, dan suara itu tidak jauh dari sini. Ayo kita cari asal suara itu”
“Di, tadi suara itu kamu rekam nggak”
“Ya mungkin masuk ke rekaman video, tadi kan aku sedang gunakan video untuk mengambil gambar yang ada di dalam kamar mandi”
“Ya sudah.. Kita anggap itu suara pintu depan yang belum kututup…anggaplah aku lupa menutup pintu dan pintu itu terkena angin”
“Siang ini kita selesaikan observasinya saja dulu, nanti malam kita ke sini untuk penyelidikan hari pertama”
Tidak ada gangguan lagi macam pintu yang tertutup dengan sendirinya, kini kami ada di bagian tengah rumah, atau ruang tengah atau ruang keluarga.
Di ruang tengah ini ada sebagian dinding yang terbuat dari kaca yang luasnya hampir memakan luasnya dinding di ruang tengah ini.
Sepertinya sebagai jendela yang luas untuk melihat bagian belakang rumah. Jadi di balik dinding kaca itu ada semacam balkon untuk menikmati bagian belakang rumah yang berupa tebing sungai.
Untuk diketahui di sekitar kota ini, kebanyakan ketika kita melewati jembatan, aliran sungai dibawah jembatan itu tidak lebar, dan keadaan sungai itu pasti jauh di bawah bibir sungai, jadi sungai itu seperti jurang, tidak seperti sungai kebanyakan di kota tempat kami tinggal.
Jadi di kota ini keadaan sungai itu selalu jauh dibawah, pokoknya persis jurang lah, perkiraanku kalau dari permukaan atas tebing hingga ke dasar sungai sekitar tiga hingga lima meter, dan di dasar sungai itu kebanyakan berbatu.
Nah perkiraanku posisi rumah ini dibangun antara di permukaan bibir sungai atas hingga ke sisi tebing jurang sungai, jadi memang menawarkan keindahan alam di tebing dan dasar sungai… benar-benar artistik.
Dinding kaca itu hanya ditutup oleh gorden tipis. Ketika gorden ini aku singkap, baru kelihatan bagian belakang rumah. Bagian rumah ini bisa dibilang indah dan juga mengerikan.
Posisi rumah ini ada di tebing sungai, jadi rumah ini dibangun di sisi tebing sungai yang mirip jurang, karena aliran sungai itu ada sekitar tiga meter di bawah rumah.
Aku tidak keluar ke bagian belakang rumah, tetapi dari dinding kaca ini aku bisa lihat sungai yang ada di bawahnya, sungai itu sama sekali tidak besar, dan bisa dibilang sungai yang kecil, tetapi kondisi air sungai itu jernih….
Masalah sungai aku rasa bukan masalah yang signifikan, sungai itu indah titik!
Tetapi yang jadi perhatianku adalah tebing dari sungai ini, tebing yang banyak ditumbuhi berbagai tanaman dan pohon, bahkan ada sebuah pohon beringin yang cukup besar di sisi seberang sungai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
RY22
khas sekali, terimakasih thor, sehat selalu
2023-05-02
5
Isnaaja
sampai chapter ini belum bisa menyimpulkan
2023-05-01
4