BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN

Setelah cukup lama ada di ruang tamu, sekarang sudah waktunya ke ruangan berikutnya yaitu kamar utama, aku agak nderedeg masuk ke kamar ini, karena mengingat hasil kamera Sumadi yang ngeblur.

“Pukul sepuluh lima puluh menit kami masuk ke kamar utama” kataku sambil melihat jam tangan digitalku

“Sekarang pengamatan kami akan lanjut ke bagian kamar… sebuah kamar yang artistis karena baik dipan maupun lemari semuanya menggunakan ukiran khas daerah sini, sebentar akan saya buka dulu pintu kamar yang tadi siang saya tutup itu”

Sumadi selalu siap dengan kamera videonya,  yang sekarang menyorot ke pintu yang aku sedang buka….

Perlahan lahan pintu kamar aku buka, bersamaan dengan senter yang menyorot bagian dalam kamar…..

“Allahuakbar!....” desisku

Tiba-tiba cahaya senter menyorot sekelebat sesuatu, hanya sekelebatan saja dan sesuatu itu langsung menghilang.

Kaget…. tentu saja!

“Kamar ini saya buka, dan tadi saya sempat dikejutkan oleh sinar cahaya senter saya yang menyinari sekelebat benda atau entah apa itu yang langsung menghilang ke atas”

“Saya tidak tau apa itu, tetapi yang pasti itu adalah sesuatu yang patut kami catat”

“Kamar utama….kamar utama ini tidak seberapa besar, namun cukup unik karena perabotannya yang khas. Dan mungkin dengan perabotan ini cocok untuk wisatawan mancanegara”

“Untuk saat ini saya sedang membiasakan diri atau sedang merasakan apakah di dalam kamar ini sama dengan keadaan di ruang tamu”

“Sejauh ini masih sama, gelap dan pengab, belum ada sesuatu yang berubah hingga beberapa menit saya dan teman saya berdiri di sini”

“Hmmm tapi perlahan-lahan saya merasakan adanya perbedaan…”

“Perbedaan apa ya,...... seperti ada perasaan yang perlahan-lahan berubah menjadi mencekam dibanding dengan ketika saya dan teman saya masuk kesini beberapa menit tadi tadi”

“Suhu udarapun rasanya sekarang juga berubah menjadi lebih dingin daripada tadi… saya rasa ada yang sedang ada di sekitar kami”

“Sumadi coba arahkan ke tangan saya kamera videomumu, coba perhatikan kulit lengan saya yang mulai merinding… bagaimana dengan kamu Sumadi?”

“Sama No, saya juga merasa udara disini lebih dingin daripada ketika tadi kita pertama kali masuk ke kamar ini”

“Dan ini kulit lengan saya konturnya sudah mulai berubah… seperti nya kita ada di lingkup sesuatu yang tak kasat mata” kata Sumadi sambil menyorot kameranya ke lengannya

“Ya… saya dan Sumadi sepakat bahwa kita ada di antara makhluk tak kasat mata…”

“Dan saya harus tetap terlihat bersahabat bagi mereka panghuni kamar ini”

“Tapi…. Ada yang berubah lagi, setelah kami merasakan adanya perbedaan aura dan hawa di sekitar kami……sekarang telinga saya rasanya berdengung”

“Seperti ada yang menekan gendang telinga, berdengung seperti kalau kita naik secara tiba-tiba ke ketinggian yang tinggi, atau secara tiba-tiba kita turun dari ketinggian ke tempat yang rendah.. Nah seperti itu yang saat ini saya rasakan dengan telinga saya”

“Aaahh sakit juga rasanya!, bagaimana dengan kamu Sumadi, apakah merasa seperti yang saya rasakan?” aku nggak tau apa yang harus aku perbuat, selain terus menerus menutup kedua telingaku dengan telapak tangan

“Iya sama Paino, telinga saya rasanya berdengung seperti ada yang menekan gendang telinga saya” kata Sumadi yang masih kuat memegang kamera handycamnya.

“Uuugh kami masih ada di dalam kamar tidur utama, tetapi entah kenapa saya merasakan gangguan, eh mungkin bukan gangguan, mungkin bisa juga merupakan gesekan antara makhluk tak kasat mata dengan kami yang kasat mata….”

“Saya uughh saya tidak mengatakan ini aarrhgg sebagai gangguan, tetapi bisa saja akibat dari energi dari makhluk yang ada disini aarrgh sakit sekali.. Dimana energi mereka tidak sinkron dengan kami”

“Saat ini pukul uugh sebelas lewat lima belas malam.. Dan kami merasa bahwa tubuh kami mengalami penolakan…”

“Bersamaan  uughhh dengan telinga saya yang masih sakit, sekarang yang bisa saya rasakan adalah rasa mual yang luar biasa……”

“Sumadi.. Bagaimana,.... kita hentikan sampai disini atau tetap lanjut dengan apa yang kita rasakan di sini?” aku mulai tidak tahan dengan gangguan yang menyakitkan tubuh kami

“Malam ini kita explorasi kamar dan kamar mandi yang ada disini saja dulu No, hingga kita paham apa yang sedang ada bersama kita, apabila sudah kita rasa cukup, baru kita beranjak ke lokasi berikutnya yang ada di rumah ini”

Sebenarnya aku sudah tidak kuat dengan yang aku alami ini, selama aku melakukan eksplorasi di tempat-tempat yang mengerikan, baru kali ini aku dan Sumadi mendapat penolakan yang mengakibatkan tubuh kami kesakitan.

Aku tau ini adalah penolakan, tetapi aku tetap berusaha berkata bahwa ini masalah energi yang tidak sinkron dengan kami berdua.

Dan sekarang…. kamar ini semakin mencekam, aku bisa merasakan,..... bukan melihat dengan panca indera penglihatanku, tetapi aku bisa merasakan ada yang sedang mengawasi kami.

“Kami akan bertahan di kamar ini dulu, dan untuk diketahui kami tidak ada maksud untuk menantang atau ingin melakukan pengujian kekuatan” aku lanjutkan dengan bicara di alat perekamku

“Kami bertahan disini karena kami ingin agar penghuni tak kasat mata yang ada di kamar ini tau bahwa kami datang kesini tidak untuk melakukan hal yang jahat, kami hanya ingin bertamu dan hanya ingin berinteraksi secara baik kepada yang ada disini”

Aku harus tetap bicara pada alat perekam yang tergantung di leherku, padahal aku sudah tidak kuat, dengungan yang ada di telingaku semakin menekan gendang telinga, dan mengakibatkan keseimbanganku mulai terpengaruh.

Tanganku yang memegang senter mulai gemetar.. Cahaya senter yang aku pegang bergerak gerak sendiri… aku tidak tau apakah memang aku sendiri yang menggerakan senter ini atau memang ada yang berusaha menggerakan tanganku.

“Kini tangan saya mulai bergerak sendiri…. Di coba arahkan ke tanganku handycam kamu Di, shoot tanganku yang bergerak gerak ini, untuk diketahui saya sama sekali tidak menggerakan tangan kanan saya, saya sudah terlalu lemah untuk menggerakan tangan”

“Aaaahhkkk perut saya semakin mual, telinga semakin berdengung keras, tetapi saya masih bisa bertahan… bagaimana dengan kamu Sumadi,  aaagghhh”

“Saya masih bisa bertahan No, dan beberapa kali saya mendengar ada sesuatu yang seperti sedang bicara di belakang saya, tapi saya rasa itu hanya ilusi saya saja yang sekarang sedang merasakan kesakitan”

Rasa sakit ini memang menimbulkan halusinasi, mungkin apa yang dikatakan Sumadi itu benar, karena aku sekarang juga mulai merasakan hal yang sama.

Aku merasa bahwa aku sedang dikelilingi oleh cahaya samar yang bergerak dengan cepat.

Dan tiba-tiba sekarang  senterku mati dengan sendirinya!.

Sumadi sempat berteriak ketika cahaya senterku mati.

Aku dan Sumadi sekarang ada di sebuah kamar yang gelap gulita!

“Saya masih bisa bertahan, tetapi tiba-tiba senter yang sedang saya bawa mati dengan sendirinya. Saya tidak mematikan senter ini, dia mati dengan sendirinya”

“Kami dalam keadaan gelap gulita, tetapi untungnya Sumadi membawa handycam yang bisa digunakan dalam keadaan gelap. Bagaimana Sumadi… apa kamu masih bisa mengoperasikan handycam itu?”

“M..masi..masih bisa No, t..tetapi saya tidak berani melihat layar monitor handycam ini” jawab Sumadi dengan suara terbata-bata”

Sumadi sedang ketakutan, baru kali ini aku merasa Sumadi begitu ketakutan, tidak seperti biasanya dia tidak merasa takut sama sekali, malah kadang dia menantang ghaib untuk muncul di kamera videonya.

“Ya sudah Di, tenangkan diri dulu”  aku mendekatkan alat perekam suara lagi,  kudekatkan ke mulutku agar aku bisa merekam suara dengan berbisik”

“Untuk malam ini, kami berdua hanya akan ada di kamar ini saja, kami bukan menantang, tetapi kami hanya ingin berkomunikasi dan berinteraksi dengan kalian yang ada disini”

“Kami tidak mempunyai kekuatan apapun, kami sangat lemah….!”

“Kami hanya makhluk ciptaan Tuhan yang hanya ingin tahu apa, siapa, dan mengapa dengan rumah ini” aku tetap berusaha merendah, merendah hanya agar mendapatkan simpati dari penghuni ghaib di kamar ini”

“Kami berdua ijin duduk di lantai kamar ini, kami ulangi lagi bahwa kami tidak ada niatan untuk menantang kalian”

Telingaku masih terasa sakit… sakit yang menekan gendang telinga, tetapi rasa mual yang ada di lambungku berangsur angsur hilang.

Aku nggak tau hilangnya rasa mual ini apa ada hubunganya dengan perkataanku tadi atau memang aku sudah sembuh dari  sakitku.

Terpopuler

Comments

Bunda Titin

Bunda Titin

makin nderedeg...........😱😱

2024-08-06

0

Iin Irmawita

Iin Irmawita

Ikut deg deg an...

2023-06-05

1

MAUT TAK DIUNDANG

MAUT TAK DIUNDANG

duh..kok gitu sih

2023-05-28

3

lihat semua
Episodes
1 BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2 BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3 BAB 03. BERANGKAT
4 BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5 BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6 BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7 BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8 BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9 BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10 BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11 BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12 BAB 12. KENAPA AKU?
13 BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14 BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15 BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16 BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17 BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18 BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19 BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20 BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21 BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22 BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23 BAB 23. WAJAH PUCAT
24 BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25 BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26 BAB 26. SUMADI KEMBALI
27 BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28 BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29 BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30 BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31 BAB 31. KASIHAN SUMADI
32 BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33 BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34 BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35 BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36 BAB 36. KEDATANGAN HERA
37 BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38 BAB 38. BU TINA
39 BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40 BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41 BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42 BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43 BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44 BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45 BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46 BAB 46. IKUTI SAYA!
47 BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48 BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49 BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50 BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51 BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52 BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53 BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54 BAB 54. SUMADI PARAH
55 BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56 BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57 BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58 BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59 BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60 BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61 BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62 BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63 BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64 BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65 BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66 BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67 BAB 67. DALAM BAHAYA
68 BAB 68. PINDAH KAMAR
69 BAB 69. TERCEKIK
70 BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71 BAB 71. PERGI DARI SINI?
72 BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73 BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74 BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75 BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76 BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77 BAB 77. USUL PAK WAYAN
78 BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79 BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80 BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81 BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82 BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83 BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84 BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85 BAB 85 . WARDIONO
86 BAB 86. SAYA WARDIONO
87 BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88 BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89 BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90 BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91 BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92 BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93 BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94 BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95 BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96 BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97 BAB 97. BAGAIMANA INI
98 BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99 BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100 BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101 BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102 BAB 102. GUSTIN
103 BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104 BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105 BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106 BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107 BAB 107. SATU PERSATU
108 BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109 BAB 109. JADI ANEH GINI
110 BAB 110.MAKIN ANEH
111 BAB 111. ANDA SIAPA?
112 BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113 BAB 113. SEBUAH TANDA
114 BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115 BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116 BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117 BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118 BAB 118. PAK SUDIRAN
Episodes

Updated 118 Episodes

1
BAB 01. PERKENALKAN KAMI ADALAH PAINO DAN SUMADI
2
BAB 02. EMAIL MISTERIUS
3
BAB 03. BERANGKAT
4
BAB 04. KECELAKAAN YANG JANGGAL
5
BAB 05. BERTEMU GUNGDE
6
BAB 06. RUMAH YANG DIMAKSUD
7
BAB 07. SAPAAN DI SIANG HARI
8
BAB 08. PERSIAPAN MALAM INI
9
BAB 09. GANGGUAN ATAU PERKENALAN
10
BAB 10. KAMI MULAI KESAKITAN
11
BAB 11. MENCOBA UNTUK BERINTERAKSI
12
BAB 12. KENAPA AKU?
13
BAB 13. HASIL KAMERA VIDEO
14
BAB 14.WAJAH ORANG TUA DENGAN UDENG
15
BAB 15.HASIL DARI ALAT PEREKAM
16
BAB 16. MENDENGARKAN APA SAJA YANG TEREKAM
17
BAB 17. ANAK KEMBAR PEDAGANG NASI BUNGKUS
18
BAB 18. SEDIKIT INFO DARI LOLOKCICING
19
BAB 19. SIANG HARI DI RUMAH ITU
20
BAB 20. PANTULAN DI CERMIN
21
BAB 21. BERTEMU SI KEMBAR LAGI
22
BAB 22. KAMAR MANDI INI…..
23
BAB 23. WAJAH PUCAT
24
BAB 24. KEJADIAN YANG LUAR BIASA
25
BAB 25. DALAM KEADAAN BAHAYA
26
BAB 26. SUMADI KEMBALI
27
BAB 27. AKHIRNYA ADA YANG MENOLONG
28
BAB 28. PENJELASAN GUSTA DAN GUSTIN
29
BAB 29. YANG TERJADI DENGAN SUMADI
30
BAB 30. AAAAHHHH…GANGGUAN LAGI
31
BAB 31. KASIHAN SUMADI
32
BAB 32. PERUBAHAN DI DIRI SUMADI
33
BAB 33. SAYA HERA, ASAL SAYA DARI MEDAN
34
BAB 34. ENERGI APA MASUK KE TUBUH KAMI?
35
BAB 35. PERUBAHAN GUSTA
36
BAB 36. KEDATANGAN HERA
37
BAB 37. HASIL VIDEO KEMARIN MALAM
38
BAB 38. BU TINA
39
BAB 39. SORE HARI DI RUMAH BELAKANG SETRA
40
BAB 40. RUANG BAWAH TANAH
41
BAB 41. HIPNOTIS RUANG BAWAH TANAH
42
BAB 42. DIJEBAK DAN DIPAKSA UNTUK TIDUR
43
BAB 43. RUANGAN YANG ISINYA SAMA PERSIS
44
BAB 44. JANGAN MASUK KE SANA!
45
BAB 45. TERJEBAK…KITA HARUS PERGI DARI SINI
46
BAB 46. IKUTI SAYA!
47
BAB 47. PANGGIL SAYA PAK WAYAN
48
BAB 48. KALIAN DALAM BAHAYA
49
BAB 49. INFORMASI PETUGAS SPBU
50
BAB 50. LUKA DI TUBUH SUMADI
51
BAB 51. DUA ANAK ITU MEMPERHATIKAN AKU
52
BAB 52. BU TINA YANG GUGUP LAGI
53
BAB 53. PERMINTAAN TOLONG YANG TIDAK JELAS
54
BAB 54. SUMADI PARAH
55
BAB 55. SUMADI JANGAN MATI DULU
56
BAB 56. SUMADI BERHASIL SIUMAN
57
BAB 57. HASIL VIDEO YANG SANGAT ANEH
58
BAB 58. OMONGAN PAK WAYAN
59
BAB 59. MENUJU RUMAH BU TINA
60
BAB 60. DUA ANAK ITU LAGI!
61
BAB 61. SUMADI SEMBUH?
62
BAB 62. TERNYATA RUMAH PAK WAYAN
63
BAB 63. BANTU SAYA UNTUK MASALAH RUMAH INI
64
BAB 64. ANEH….SUMADI SUDAH SEMBUH TOTAL
65
BAB 65. MENYUSUN RENCANA
66
BAB 66. INFO YANG DIDAPAT HERA DAN GEK AYU
67
BAB 67. DALAM BAHAYA
68
BAB 68. PINDAH KAMAR
69
BAB 69. TERCEKIK
70
BAB 70. LAKI-LAKI YANG MENCURIGAKAN
71
BAB 71. PERGI DARI SINI?
72
BAB 72. DI TEMPAT KELAHIRAN DUA ANAK KEMBAR
73
BAB 73. BU TINA YANG DATANG
74
BAB 74. BU TINA DATANG BERSAMA HERA DAN GEK AYU
75
BAB 75. TENTANG SIAPA MEREKA BERDUA ITU
76
BAB 76. LANJUTAN CERITA BU TINA
77
BAB 77. USUL PAK WAYAN
78
BAB 78. MALAM HARI YANG TEPAT
79
BAB 79. MELEPAS RAGA HALUS
80
BAB 80 . DI DALAM RUMAH BU TINA
81
BAB 81 . SUAMI BU TINA YANG MENGERIKAN
82
BAB 82 . BERTEMU PAK AGUS SUAMI BU TINA
83
BAB 83 . CERITA PAK AGUS
84
BAB 84 . HUB ORANG INI SAJA
85
BAB 85 . WARDIONO
86
BAB 86. SAYA WARDIONO
87
BAB 87. TUJUAN AGUS YANG SEBENARNYA
88
BAB 88. PEMBUKTIAN PAK WAYAN
89
BAB 89. RUANGAN BAWAH TANAH
90
BAB 90. INFORMASI DARI PAK WAR
91
BAB 91. DI MANA KAMI BERADA
92
BAB 92. PURI TENGAH HUTAN
93
BAB 93. I GUSTI WAYAN SUDARMA
94
BAB 94. TUGAS DARI PAK WAYAN
95
BAB 95. GUSTA, GUSTIN, DAN HASTO
96
BAB 96. KAMU TIDAK AKAN KEMBALI
97
BAB 97. BAGAIMANA INI
98
BAB 98. TENTANG DESA DAN PURI INI
99
BAB 99. MEREKA MERENCANAKAN SESUATU
100
BAB 100. KEDATANGAN AGUS
101
BAB 101. MUNGKIN INI YANG DICARI AGUS
102
BAB 102. GUSTIN
103
BAB 103. MENYELAMATKAN BU TINA, HERA, DAN GEK AYU
104
BAB 104. DIA BUKAN SUAMI SAYA
105
BAB 105. SELAMATKAN DIRI!
106
BAB 106. TIPU DAYA AGUS
107
BAB 107. SATU PERSATU
108
BAB 108. KERIS DAN MBAH SUTINAH
109
BAB 109. JADI ANEH GINI
110
BAB 110.MAKIN ANEH
111
BAB 111. ANDA SIAPA?
112
BAB 112. ADA SESUATU DISANA
113
BAB 113. SEBUAH TANDA
114
BAB 114. MAKIN NGGAK MASUK AKAL
115
BAB 115. BELUM WAKTUNYA!
116
BAB 116. BERTEMU BU TINA DAN ANAKNYA
117
BAB 117. SATU PERSATU DISELAMATKAN
118
BAB 118. PAK SUDIRAN

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!