Hari itu, di malam hari. Suasana Guild sedang kacau karena kesalahan salah seorang staff Guild yang ceroboh dalam bekerja.
“Ingat!! Sekarang kita harus mencari orang bernama Fathian!" Tegas Vetra kepada semua petualang yang hadir.
“URYAAAA!!!! AYOOO!!!" Para petualang yang bersemangat.
Namun, disaat para petualang bersemangat untuk bersiap, Fathian datang secara diam-diam dan menepuk bahu Vetra dari belakang.
“Tap tap tap ...." Suara langkah kaki menghampiri.
“Misi pak, ini kenapa orang-orang mau mencariku, ya?" Tanya Fathian kebingungan.
“Ah? Fathian! akhirnya kau datang! kita sedang mencar— tunggu? ... EHHH!!!!?"
Vetra terkejut saat melihat Fathian yang muncul di belakangnya. Bagaimana tidak, orang yang sedang dicari tepat muncul di hadapannya saat ini.
“Fathian!!? kau tidak papa!!?" Vetra memeriksa setiap inci tubuh Fathian.
“Aku gak papa, tapi ... Ini ricuh ada apa ya?" Tanya Fathian.
“Ah ... Sebenarnya ...." Vetra ragu untuk memberi tahu.
“Sebelum menceritakan semuanya, tolong lepas dulu tangan Anda, Guild Master," Ujar Fathian.
“Hm? Ah? maaf! Aku terlalu panik tadi, ahaha~" Vetra melepas tangannya dari Fathian.
Setelah itu, Vetra mulai menjelaskan kejadian detailnya secara rinci, dari awal sampai akhir.
****
“Begitulah yang terjadi," Ujar Vetra.
Mendengar penjelasan dari Vetra, Fathian terdiam sejenak. Sambil memikirkan apa yang sudah terjadi, Fathian mulai menenangkan dirinya kembali.
“Huf~ Aku sudah menduga ini ... Gusti~" Fathian mengelus dada.
“Maaf soal itu ...." Vetra merasa bersalah.
“Yah, lupakan soal itu, sekarang Aku ing— loh? Rain ke mana?" Fathian menoleh ke kanan dan ke kiri.
Rain saat ini sedang berada di meja resepsionis. Kali ini, Rain ingin menyerahkan hasil buruannya untuk di jual.
“Permisi, Aku ingin menjual hasil buruanku," Ujar Rain ke meja resepsionis.
Rain mengeluarkan semua yang ada di tasnya. dimulai dari tanduk, kepala, kuku dan bagian tubuh lainnya, yang di pisah dari Kerbau Tanduk Besi.
“Baiklah, tunggu seb— KYAAAA!!!! APA-APAAN INI!!!?" Resepsionis yang tetkejut.
Suara teriakkan itu, menarik perhatian seisi Guild. Bagaimana tidak, isi tas sihir yang dikeluarkan oleh Rain membuat resepsionis itu terkejut.
Melihat banyak sekali potongan-potongan tubuh dari Kerbau Tanduk Besi, yang membuat resepsionis terkejut hampir pingsan.
“I—ini!? Aku harus memberitahu Guild Master!" Ujar resepsionis kepanikkan.
Teriakkan itu membuat Vetra penasaran, lalu menghampiri suara teriakkan tadi. “Aku di sini, apa ada yang bisa dibantu?"
“Ah!? Guild Master! Lihat ini! jumlah ini sangat banyak!" Ujar resepsionis sambil menunjuk-nunjuk.
Vetra melirik ke arah hasil buruan yang di keluarkan Rain. “Hmm, hah ... Pastinya ini akan mengejutkan semua oran—"
Tiba-tiba, rombongan petualang datang menghampiri Vetra. “Guild Master! Kami semua sudah siap!!!!"
“WWWOOOHHHHH SPARTA!!!!" Teriakkan semangat dari para petualang.
“...." Vetra terdiam sejenak.
“Guild Master? Anda tidak pap—"
Lalu dengan cepat, Guild Master menggunakan senyum ramahnya dan berkata lembut. “hhhhmm~ sepertinya ... misinya dibatalkan, toh, orangnya selamat."
“...."
“Apa? selamat? ...."
“...."
“EEEEHHHH!!?"
Pada akhirnya, misi penyelamatan dibatalkan. Fathian dan Rain berhasil kembali dengan selamat. Meskipun begitu, dalam lubuk hati para petualang yang lain, mereka merasa kecewa.
Bayangkan saja, Jiwa petarung yang selama ini mereka pendam, malah tertanam kembali dalam kegelapan.
“Yaelah~ padahal aku sudah membawa pedang sakral ini," Ujar salah seorang petualang yang kecewa.
“Aku juga, Aku sudah menggunakan semua armorku, dan ini adalah armor yang ku siapkan di saat-saat seperti ini." Keluh kesah salah seorang petualang.
“Sudah-sudah~ kalian sekarang boleh bubar, karena ini sudah malam, ada baiknya kalian pulang ke rumah masing-masing," Ujar Vetra.
Mendengar ucapan Vetra, para petualang langsung membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.
“Baiklah, nasalah yang disini sudah selesai, dan sekarang ...." Vetra melirik Rain.
“Hhhhmm~" Vetra tersenyum.
“Kenapa Guild Master melihatku seperti itu?" Rain merinding.
“Rain cepat! kita harus pergi! Aku mau tidur." Panggil Fathian.
“Ohoho~ tunggu sebentar, sebelum itu ... kalian harus ke ruanganku terlebih dahulu." Vetra menatap Fathian.
“...."
“Hmh! Sungguh merepotkan," Ujar Fathian.
****
Lalu di ruangan Guild Master.
Fathian dan Rain terpaksa mengikuti ajakan Vetra. Jika mereka menolak, maka itu akan sangat tidak sopan. Karena yang mengundang mereka saat ini adalah Guild Master itu sendiri.
“hhhmm~ silakan duduk, Aku akan menyiapkan teh, atau ... Kalian ingin minum apa?" Vetra duduk di kursinya sambil tersenyum.
Fathian dan Rain saling melirik satu sama lain, seolah-olah mereka saling memberi kode.
“Rain, lain kali, tunggu perintahku sebelum mengeluarkan isi tasmu." Bisik Fathian.
“Maaf ... Aku tidak tau akan jadi seperti ini ...." Rain yang merasa bersalah.
Mereka berdua kemudian duduk di sofa yang telah disediakan.
“Baiklah~ sebelum it—"
“Langsung saja, Guild Master." Fathian duduk sambil melipat tangannya.
“Hm? Kalian tidak mau min—"
“Rain, kapan jadwal kita ketempat lain?" Fathian mengalihkan pembicaraan.
“Ah? Soal itu, Mungkin minggu depan." Jawab Rain dengan cepat.
“Begitu ya." Fathian bernafas lega.
Vetra yang duduk saling berhadapan dengan Fathian dan Rain, hanya bisa tersenyum dan menahan emosi.
“Ehm! baiklah, kalau begitu Aku akan langsung ke intinya," Ujar Vetra.
“Hmm, silakan ... Guild Master." Fathian menunggu Vetra berbicara.
“... Huf~ baiklah, apa kalian berdua ... ingin naik rank?" Tanya Vetra.
Mendengar hal tersebut, Fathian langsung memasuki mode serius, begitupun juga Rain.
“Naik rank, ya ... itu memang menggiurkan, tapi ... itu juga menambah resiko kami." Jawab Fathian.
“Itu benar, kami hanya beruntung bisa membunuh kerbau tanduk besi," Ujar Rain.
“Fyuh~ untung yang di keluarin Rain cuma sedikit, kalo tadi aku ikut mengeluarkan seperti Rain ... ugh, pasti bakal repot." Batin Fathian.
“... Meski begitu, kalian dapat mengalahkan kerbau tersebut, jadi, Aku berspekulasi bahwa ... kalian berdua, berada di atas kemampuan rata-rata petualang rank E," Ujar Vetra.
Di dalam ruangan itu, suasana menjadi cukup serius. Sorot mata Vetra yang menjadi tajam, menandakan bahwa dia sedang tidak main-main.
“...." Fathian terdiam sejenak.
“...." Rain menunggu jawaban Fathian.
“hhhmm~" Vetra tersenyum kecil.
Naik rank, itu artinya seorang petualang rank E bisa saja naik tingkat menjadi petualang rank D, tergantung keputusan pihak Guild ataupun Guild Master itu sendiri.
Tapi saat ini, bagi Fathian, ini hal yang rumit. Bagaimana tidak, jika Fathian dan Rain naik rank, itu artinya mereka berdua akan bertemu quest yang lebih sulit lagi.
Bukan berarti Fathian tidak mau. melainkan dengan kemampuannya saat ini, Fathian merasa dia belum mampu menghadapi quest baru yang lebih sulit.
Apalagi, setelah pertarungannya melawan Kerbau Tanduk Besi. Dengan kondisi mana dan keahlian yang dimiliki saat ini, belum tentu menjamin Fathian selamat kedepannya.
“Dia pikir melawan kerbau itu mudah, hah? kalau Aku gak ada Sword Aura, Aku dan Rain pasti sudah mati!" Batin Fathian.
“Fathian ..." Batin Rain.
“Bagaima—"
“Anda ingin kami naik ke rank apa?" Fathian menyergah ucapan.
“Ho~ menurutmu Aku akan menaikkan rankmu sampai mana?" Tanya Vetra sambil tersenyum.
Lalu dengan cepat, Fathian bangun dari sofanya dan pergi meninggalkan ruangan.
“Aku pergi, Rain! ayo!" Fathian berjalan menuju pintu keluar.
“Baiklah, kalau begitu kami permisi, Guild Master," Ujar Rain.
“Tu—tunggu, hey! tunggu sebentar!" Vetra berusaha memanggil.
Namun sayangnya, Fathian dan Rain tetap mengabaikan Vetra. Mereka berdua, bergegas pergi keluar dari Guild.
****
“Hah~ akhirnya kita keluar juga dari sana, Rain, keja bagus," Ujar Fathian.
“Hmh~ Aku tidak mengira kau bisa bersikap seperti itu," Ujar Rain.
“Dia hanya ingin memperpanjang pembicaraan, jadi apa boleh buat~ Aku tidak suka basa-basi." Fathian yang kesal.
“Itu ... ahahaha~ apa boleh buat kalau itu memang dirimu, Fathian." Rain tertawa kecil.
Lalu setelah itu, Fathian dan Rain pulang kembali ke penginapan. Mereka juga berencana untuk pergi ke suatu tempat, besok, sepagi mungkin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments