“PTANG!!! PTING!! CLANG!! PTANG!!"
Sudah 17 menit berlalu. Fathian dan Arck bertarung tanpa henti, entah apa yang ada dipikiran mereka, mereka sangat menikmati pertarungannya.
“Kau hebat! Baru kali ini aku bertemu dengan calon yang hebat! Sepertimu~" Ujar penguji tes.
Dia adalah Tuan Arck, penguji yang bertarung melawan Fathian. Juga, sekaligus petualang Rank B. dia adalah petualang berpengalaman diantara petualang lainnya, di Kota Iris.
“Kau juga!" Fathian balas memuji.
Oh, ya. Dalam susunan peringkat, tingkatan petualang dibagi menjadi beberapa tingkatan. Dimulai dari yang terbawah hingga teratas.
Yang pertama, adalah F. Peringkat ini biasanya dipegang oleh petualang kelas paling rendah dan lemah. Meski begitu, petualang ini patut diapresiasi, karena keberaniannya sebagai petualang.
Lalu naik keatas, yaitu E dan D. Biasanya, petualang ditingkatan ini adalah petualang yang normal pada umumnya. sekaligus paling banyak, diantara populasi para petualang.
Ini dikarenakan, bakat mereka yang cukup rata-rata. Meski begitu, petualang seperti mereka sangat dibutuhkan diwaktu kapanpun.
Lalu, naik ketingkat berikutnya. Diposisi yang cukup tinggi, ada C dan B. Petualang ditingkatan ini, adalah petualang yang sangat dibutuhkan bagi negara.
Alasannya, bakat yang mereka punya adalah bakat yang jarang dimiliki kebanyakan orang. Petualang seperti ini, adalah petualang yang paling direkomendasikan oleh Guild.
Tidak heran, petualang Rank C atau B, sering direkrut masuk oleh kesatria. Demi keamanan menjaga Kota maupun Negara.
Lalu ketingkat berikutnya, ada A. Biasanya, petualang ditingkatan ini adalah petualang terkuat. Bahkan kemampuannya bisa menyaingi kapten kesatria atau bahkan setara Pahlawan.
Lalu yang terakhir, ada S. Sangat jarang dalam sejarah petualang, yang bisa mencapai tingkatan ini. Ini dikarenakan, posisi tersebut dapat menandingi kekuatan Pahlawan.
Bahkan sudah tidak aneh lagi, seorang raja yang dulunya adalah mantan petualang Rank S. Mungkin saat ini, hanya sedikit orang saja yang bisa mencapai tingkatan tersebut.
Kembali ke pertarungan, Fathian vs Arck. Kali ini Fathian berencana untuk bertarung melawan Arck, semaksimal mungkin.
Namun, inti dalam pertarungan ini adalah, bukan siapa yang akan menang, melainkan bertarung dengan sungguh-sungguh.
Alasannya, penguji tidak menilai calon petualang, dari kemenangan yang mereka dapat. Melainkan dari cara mereka, bertarung, tekad, dan tidak mudah menyerah.
“Hat!!! Hiah!!! Ptang!" Fathian mengayunkan pedangnya.
“Hup!!! Haat!! Ptang!!!" Arck menangkis serangan Fathian.
“Bocah ini ... dari awal aku tidak bisa menebaknya, dia seperti mayat hidup!" Arck kesulitan membaca raut wajah Fathian.
“uhuk!" Fathian batuk.
“Huh? Dia batuk?" Batin Arck.
Melihat hal itu, Arck mulai menyimpulkan. Kalau, kondisi Fathian saat ini mulai melemah. Stamina yang dimiliki Fathian saat ini belum cukup, untuk menyaingi dirinya.
“Hm? ... sepertinya dia tidak akan bisa mempertahankan ekspresi datarnya lebih lama lagi." Arck tersenyum.
Disaat Fathian beradu serangan, Fathian mulai sadar staminanya tidak cukup. Yang akhirnya, Fathian memutuskan untuk menjauh dan menjaga jarak terlebih dahulu.
“Ptang!! Hup! Hiap!" Fathian melompat mundur, setelah menangkis serangan Arck.
“Gawat ... Jika begini terus, aku bisa dipojokkan, padahal aku sudah menggunakan mana untuk memperkuat tubuhku, meski begitu ... Aku belum terbiasa menggunakan mana, dalam waktu selama ini!" Batin Fathian.
Fathian terus memikirkan rencana di kepalanya. Demi mencari celah, agar bisa mengalahkan Arck.
“Tidak ada pilihan la—" (kalimat Fathian terputus).
“PRANG!" Suara benda dijatuhkan.
“Huh? Apa yang dia lakukan?" Tanya Fathian dalam batinnya.
Arck menjatuhkan senjatanya, entah apa alasannya dia melakukan itu. Namun, kali ini Arck bermaksud untuk mengurangi kekuatannya.
“Nak, sepertinya Aku akan bertarung dengan tangan kosong, kali ini~" Ujar Arck.
“Hm ... jadi itu tujuannya? Sebenarnya Aku bisa saja mengikuti apa yang dilakukannya, tapi ... Di dunia ini, aku harus membiasakan diri dengan teknik pedang." Batin Fathian.
Arck mulai mengepalkan kedua tangannya, lalu memasang sikap bertarung. “Yosh~ mari kita mulai."
Tidak mau kalah, Fathian mulai memasang sikap bertarungnya. Ya, meski kali ini bukan silat, melainkan pedang, jadi Fathian berusaha menyesuaikan dirinya.
“...."
“...."
Suasana di arena menjadi hening. Hanya ada hembusan angin yang melewati mereka. Tatapan mereka berdua saling berlawanan.
Menandakan, bahwa mereka siap meluncurkan serangannya.
“... Aku datang! Hahhh!!!!! Bhussss!!!!!" Arck meluncur dengan sangat cepat, ke arah Fathian.
“HMM!!! WHOSSSHH!! SWORD AURA!!!" Pedang Fathian mengeluarkan cahaya.
Kali ini, Fathian bermaksud untuk menghindari serangan Arck. Alasannya, jika Fathian mencoba menangkis atau menahannya, maka bisa dipastikan Fathian akan kalah.
“Terima ini!!" Arck melesat seperti kilat, ke arah Fathian.
“Hm!! Haah!!!! Whossshhh!!!" Fathian melempar pedangnya ke arah Arck.
Tujuan Fathian melempar pedangnya adalah, untuk memperlambat pergerakkan Arck. Ya, meskipun tidak berefek sempurna, tapi setidaknya Fathian lolos dari jangkauan serangan Arck.
“Dia pikir, pedangnya bisa mengalahkan Aku? Boleh juga~ TAPI!!" Arck melayangkan pukulan.
“PRANG!! DHUARRRR!!"
Dimomen tersebut, Fathian terkejut. Bagaimana tidak, pedang yang dilempar Fathian tadi, hancur berkeping-keping.
Dalam kejadian itu, Fathian terhempas, sampai ke sisi arena. “Huh!? Ugh!!! Yang bener aja!"
Lalu diwaktu yang sama, Arck berhenti sejenak dari pertarungannya, lalu melirik Fathian.
“Dia melempar pedangnya, hanya untuk memperlambatku? ... Meski efeknya tidak seberapa, tapi itu adalah pilihan terbaik jika dalam kondisi tertentu." Batin Arck.
“Bukan hanya itu saja ... Dia bahkan menggunakan Sword Aura." Batin Arck.
Sword Aura, adalah sebuah Skill sejati dari pedang. Biasanya kemampuan ini hanya digunakan oleh orang-orang yang sudah memahami betul tentang pedang.
Seperti contohnya Fathian, yang memfokuskan aliran mananya pada pedang. Sehingga, pedang itu memiliki energi dan bercahaya.
Namun yang Fathian gunakan saat ini, adalah tingkatan tertingginya. Agak sulit dijelaskan, namun yang pasti, Skill ini sangat berguna bagi para pengguna pedang.
“Hmh~ Sepertinya Aku harus menam— Huh!? EHH!? OY BOCAH!!" Arck terkejut melihat Fathian pingsan, di sisi arena.
Melihat hal itu, Arck langsung meminta bantuan pada staff Guild untuk membawa Fathian ke ruang perawatan.
****
“... Ugh ... Emh ... Uhh ... Huh?" Fathian terbangun dan membuka kedua matanya.
Saat ini, Fathian berada di atas kasur. Dengan kondisinya yang terbaring lemas. Namun, karena Fathian sudah sadar, akhirnya dia bangun.
“Ugh ... Kepalaku kok pusing ya? Aduh ... Hm? Rain?" Fathian terkejut, melihat Rain tidur disebelahnya.
Rain duduk dikursi, bersebelahan dengan kasur Fathian. Namun karena Fathian belum bagun, akhirnya Rain ketiduran.
“Rain, bangun! Rain!" Fathian berusaha membangunkan Rain.
“Ugh ... Ehmm ... Huh? Fathian!?" Rain terbangun lalu berdiri dari kursinya.
“Syukurlah, aku tadi sempat Khawatir, ku kira Aku tid—"
“Hushh! Jangan aneh-aneh, kamu mau bilang Aku mati?" Ujar Fathian.
“Sudahlah, yang penting aku sudah bangun, lalu sekarang ... Bagaimana tes yang kau jalani?" Tanya Fathian pada Rain.
“Oh, tentu saja Aku lulus, oh! satu hal lagi, Fathian, kau juga lulus," Ujar Rain.
“Begi— HAH!? APA!?"
Setelah mereka berdua selesai menjalankan tes, mereka berdua diperintahkan untuk pergi ke kantor Guildmaster. Entah apa alasannya, tapi yang pasti, ini ada hubungannya dengan tes masuk Guild.
****
Sesampainya di kantor Guildmaster. Fathian dan Rain memasuki kantor.
Baru saja Fathian dan Rain melangkah masuk ke dalam, seorang pria yang duduk di kursi kantor, langsung menyambut mereka.
“hmm? Oh, sudah datang ya~ selamat datang, Calon baru." Pria itu menyambut Fathian dan Rain, sambil tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments