Disuatu tempat, ruang Guild Master.
“Tap tap tap ...." Vetra berjalan mondar-mandir.
“Hmmm ... kenapa anak itu seperti membenciku? apa Aku punya salah padanya?" Pikir Vetra kebingungan.
Anak yang dimaksud Vetra, adalah Fathian.
“Tap tap tap ...." Vetra menghentikan langkahnya.
“sepertinya tidak ada cara lain, Aku harus segera menyelesaikan kesalahpahaman ini secepat mungkin." Batin Vetra.
Malam itu Vetra berniat untuk menyelesaikan masalahnya, dengan Fathian. Namun sebelum ia bertanya, Vetra terus berpikir apa yang telah ia perbuat pada Fathian.
Ya meskipun sebenarnya tidak ada hal yang serius. Karena pada kenyataannya, Fathian sendirilah yang tidak ingin terlibat lebih jauh dengan Vetra.
“Sudah kuputuskan, besok, Aku akan datang mencari Fathian," Ujar Vetra.
Setelah itu, Vetra mulai pergi ke kamarnya dan tidur menunggu hari esok.
****
Sementara itu di kamar penginapan.
Fathian melihat pemandangan kota melalui jendela kamarnya.
“... Indahnya~ inikah ... dunia fantasi yang sering kulihat di komik maupun film ...." Fathian melihat ke arah luar jendela.
Sambil melihat bintang-bintang, Fathian juga sesekali mencoba menggapai bintang dengan tangannya.
Disaat Fathian mengangkat tangannya ke arah bintang, Terkadang Fathian memikirkan kehidupan sebelumnya.
“Aku ... Apa Aku memang ditakdirkan seperti ini? Mati, lalu terlempar ke dunia ini?" Batin Fathian.
“Orang tuaku ... ku kira ...." Fathian menatap langit.
Disaat Fathian memikirkanya, tanpa disadari Fathian meneteskan air mata. Bukan tanpa sebab, melainkan air mata itu adalah tanda kerinduannya terhadap orang tua.
“Bu ... Bapak ... sepertinya ... Aku belum bisa menyusul kalian~" Fathian tersenyum menatap langit sambil meneteskan air mata.
Di malam itu, Fathian menahan tangisnya. Namun meski begitu, ia tetap tidak bisa menahan emosinya.
Kecintaannya yang dalam pada orang tua yang telah tiada, membuat dirinya tak kuasa menerima semua cobaan yang dihadapinya.
****
Keesokan harinya, ditempat penginapan.
“Tok tok tok!" Suara ketukan pintu.
“Tok tok tok!"
“Apa tidak ada orang? Permisi pak, apa kamar ini ada orangnya?" Suara samar dari luar pintu.
“Oh? Tuan ingin bertemu seseorang?"
“benar sekali"
Suara samar terdengar dari balik pintu kamar seseorang.
Suara ketukan pintu itu, berasal dari pintu luar kamar Fathian. Sepertinya, seseorang datang untuk menemui Fathian.
“Ehm~ ugh ... Huaah~" Fathian bangkit dari tidurnya.
“Uhm~ ada apa di luar sana ...." Tanya Fathian yang baru bangun.
Fathian kemudian melihat ke arah jam di kamarnya. “Emm ... Ini masih terlalu ... duh! ada apa sih, sebenarnya!? Huah~"
Disaat Fathian terbangun, Suara samar dari luar pintu masih terdengar ditelinga Fathian.
“Oh? Anda adalah pemilik penginapannya? kalau begitu tolong buka pintu kamar ini." Suara samar dibalik pintu.
“Itu tidak bisa, Tuan! Aku menghargai privasi setiap kamar." Suara samar dibalik pintu.
Mendengar suara yang cukup ribut, Fathian agak kesal dan langsung bergegas menuju pintu kamar.
Namun sebelum Fathian melihat, Fathian mencoba mengamati terlebih dahulu dari balik pintu.
“Aku Vetra, Guild Master dari kota Iris." Suara samar dibalik pintu.
“Hmm? suara ini ... Kok kayak Guild Master?" Batin Fathian.
“Meski anda bilang begi—"
Tanpa pikir panjang, Fathianpun memilih membukakan pintunya. Fathian yang baru bangun langsung dihadapkan oleh seseorang di depan kamarnya.
“Ckrek!" Suara pintu terbuka.
“Halo? Ada ap— Guild Master!?" Fathian berakting seolah terkejut.
“Oh? Fathian~ boleh Aku masuk?" Vetra tersenyum.
“Nak, Fathian? kamu kenal orang ini?" Tanya pemilik penginapan.
“hmm." Fathian melirik Vetra.
“Aku kenal, paman." Jawab Fathian.
Setelah keributan kecil tadi, akhirnya Fathian mulai mengajak Vetra untuk berbicara di tempat lain. Namun sebelum itu, Fathian berniat untuk mengajak Rain pergi ikut dengannya.
****
Lalu disuatu tempat.
“Baiklah, sepertinya di sini sudah aman," Ujar Fathian.
“Whosshh~" Angin berhembus.
Fathian mengajak Vetra dan Rain ke atas bukit, yang lokasinya tidak jauh dari kota.
“Luar biasa ... dari atas sini Aku bisa melihat kota Iris ...." Rain yang takjub, melihat lampu kota yang menyala.
“Hm~ bukit ini bagus, tapi ... Ctak!" Vetra menjentikkan jarinya.
Vetra menjentikkan jarinya, dan kemudian sebuah cahaya bulat muncul menerangi bukit.
“Dengan begini, tempatnya menjadi terang," Ujar Vetra.
“Iya, terang ... SETELAH KAU DATANG MENGUNJUNGIKU! JAM TIGA MALAM!!" Tegas Fathian.
Fathian agak kesal, atas kunjungan Vetra yang mendadak. Bayangkan saja, Fathian yang masih terbaring nyaman diatas ranjang dengan tenang.
Tiba-tiba seseorang datang mengunjunginya, di jam 3 malam.
“Ahahaha~ apa boleh buat, Aku terus memikirkan masalah kemarin, jadi ... Aku sebaiknya segera datang mengunjungimu.
“Huuh! Gusti!! lagi tidur Juga, hah~" Keluh kesah Fathian.
“Ahaha~ maaf soal it—"
“jadi, Ada apa Anda datang mengunjungiku?" Tanya Fathian.
“...."
“Ini ... soal kemarin." Jawab Vetra.
suasana di atas bukit berubah menjadi hening. Kali ini, Topik yang dibahas oleh Fathian dan Vetra, membuat suasana pembicaraan menjadi serius.
Fathian menghadap ke bawah, sekaligus memandang kota iris dari atas bukit. sembari membelakangi Vetra, Fathian juga melipat tangannya.
“Apa ini, soal naik rank?" Tanya Fathian.
“Benar, Aku akan langsung saja, Aku ingin menaikkan kalian berdua ... ke rank C.
“Rank C!? bukankah itu terlalu berlebihan!?" Batin Rain.
Fathian kemudian terdiam sejenak. “... Hah ... Aku sudah menduganya, tapi meski begitu, kami ini masih pe—"
“Pemula~ Aku tau, tapi, memangnya ada? Pemula yang mengalahkan 7 ekor kerbau tanduk besi ... dalam sehari?" Vetra menatap tajam.
“Uh!? mata Guild Master ... untung saja Fathian tidak mengeluarkan sisanya." Batin Rain.
“...." Fathian terdiam sejenak.
“Hmh~" Fathian tersenyum.
Melihat Fathian tersenyum, Vetra mulai merasa menikmati pembicaraannya
“Sudah kuduga~" Ujar Vetra.
“Normalnya, habitat kerbau tanduk besi itu sulit ditemukan, bahkan petualang rank A sekalipun membutuhkan waktu sekitar seminggu untuk mencarinya," Ujar Vetra.
Melihat Vetra yang begitu penasaran, Fathian hanya bisa tersenyum. Lalu setelahnya, Fathian meminta Rain untuk menjelaskan kejadian sebenarnya.
“... Rain! jelaskan padanya." Panggil Fathian.
“Ah? Baiklah, biar kujelaskan semuanya," Ujar Rain.
Setelah itu, Rain mulai menjelaskan detail dari quest kerbau tanduk besi. dengan penjelasan yang rapi tanpa terbata-bata, Vetra mulai memahami apa yang dijelaskan Rain.
“17!? Kalian berdua!?" Vetra yang terkejut.
“Tunggu!? kalian bilang ... kalian menemukan beberapa kerbau tanduk besi, bukan?" Tanya Vetra.
“Benar, kami menemukannya di padang rumput sebelah utara dari kota," Ujar Rain.
“Tunggu ... kalau begitu, itu artinya ... masih ada kawanan lain dari mereka!" Ujar Vetra.
“Kawanan la— tunggu! Jangan bilang ... Kerbau yang kami bunuh itu hanya tim pemburu yang diutus oleh kawanannya?" Ujar Fathian.
Mendengar ucapan Fathian, Vetra mulai tersadar. Kerbau yang dibantai oleh Fathian hanya kerbau pencari makan yang diutus kawanan kerbau lainnya.
“Gawat!! kerbau-kerbau itu pasti sedang berhibernasi!" Vetra mulai panik.
Mendengar pendapat Fathian tadi, Vetra mulai berencana untuk pergi membuka Guild secepat mungkin. Kali ini Vetra ingin mengajak para petualang untuk segera bersiap.
“Aku harus pergi membuka Guild! Ini darurat!!" Ujar tegas Vetra.
“Kalo begitu, Aku akan keluar untuk mencari sekaligus mengintai, sementara Guild Master, Anda pergi melaporkan kejadian ini pada pihak Guild dan petualang lainnya!," Ujar Fathian.
Tidak mau tinggal diam , Fathianpun turut ikut membantu Vetra. Bersama Rain, Fathian berencana pergi keluar kota untuk mencari kawanan kerbau.
“Fathian! Aku ikut denganmu!" Ujar Rain.
Setelah itu, mereka membubarkan diri dan melaksanakan tugas masing-masing.
****
Sementara itu disuatu tempat, di kediaman pemimpin kota. Terdapat mansion megah yang terletak di tengah-tengah kota.
“Hmm, sudah pagi ya ... Sepertinya aku telah lama bergadang, huah~ ... sekarang, Aku akan beristirahat ...," Ujar seseorang di dalam ruang kantor.
Orang itu itu adalah Velix Von Gerardo, atau bisa di panggil Velix. Dia adalah bangsawan sekaligus pemimpin kota Iris.
Velix disini, digambarkan memiliki ciri fisik kulit putih, rambut coklat panjang kuncir kuda, tubuh tinggi, mata kuning keeamasan, serta memiliki wajah yang berwibawa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments