Keesokan harinya, Fathian dan Rain bersiap untuk mengikuti ujian tes Guild. Hari ini adalah hari di mana Mereka berdua menentukan keberhasilan mereka dalam meraih nilai tertinggi.
Sehari sebelum tes dimulai, Fathian dan Rain sudah menyewa kamar penginapan. Jadi, mereka tidak perlu tidur di jalan atau di atas pohon lagi.
Dengan berbekal beberapa kantong koin emas, yang di dapatkan beberapa hari yang lalu (jarahan kereta kuda), Fathian bisa menyewa kamar tanpa kesulitan biaya.
Kembali pada saat ini, Fathian dan Rain bersiap untuk mengikuti tes. Namun mereka saat ini, masih di kamar penginapan.
“Rain! Kau siap?" Fathian menunggu di depan pintu kamar.
“Aku siap." Jawab Rain, yang sedang ganti baju.
Sehari sebelumnya, Fathian dan Rain pergi ke toko senjata dan baju. Kali ini, Fathian dan Rain sudah menggunakan perlengkapan yang lebih bagus.
“Oke, kali ini keuangan kita masih aman, berkat kantong emas yang kita bawa dari hasil jarahan." Fathian mengingatkan Rain.
Dalam dunia ini, mata uang dibagi menjadi beberapa jenis koin. Dimulai dari yang terkecil sampai terbesar, yaitu perunggu, perak, emas dan platinum.
Biasanya 10 koin perunggu, setara dengan satu koin perak. 10 koin perak, setara dengan satu koin emas.
Berbeda halnya dengan platinum, untuk bisa setara dengan satu koin platinum, dibutuhkan setidaknya sekitar 100 koin emas.
Ini disebabkan, karena koin platinum adalah koin istimewa. Biasanya, hanya dimiliki oleh bangsawan tertentu dari kalangan atas.
Kembali kepada Fathian dan Rain. Akhirnya mereka berdua berangkat menuju tempat tes.
“Tuan! Kami berangkat dulu, makasih buat diskon kamarnya!" Fathian berangkat dengan cepat.
“Kami duluan, tuan penginapan." Rain memberi salam.
Mereka berdua pergi meninggalkan penginapan dengan cepat.
“Ya ampun, mereka sangat terburu-buru, hah ... Indahnya masa muda~" Ujar pemilik penginapan.
****
“Tap tap tap tap!" Suara langkah kaki berlari.
“Rain! Sebelum ke tempat tes, kita mampir dulu ke toko roti, kita belum makan akhir-akhir ini." Fathian memberi komando.
“laksanakan, ... Tapi, bukannya lebih baik kita ketempat makan biasa saja, seperti restor—
“Rain, ada kalanya kita menghemat uang," Ujar Fathian.
“... Aku mengerti." Rain menganggukan kepalanya.
Mereka berdua berlari munuju Guild Petualang. namun sebelum itu, mereka harus berbelok ke arah toko roti yang buka lebih awal.
Alasannya adalah, GUILD PETUALANG BUKA JAM TUJUH PAGI. SEMENTARA MEREKA BERDUA BERANGKAT JAM LIMA PAGI.
“Lihat! Toko roti buka jam segini, seperti yang di harapkan dari toko yang buka lebih awal!" Ujar Fathian.
“Fathian, roti apa yang akan kita beli?" Tanya Rain.
“Roti yang bisa dimakan"
Beberapa saat kemudian. Fathian dan Rain memasuki toko roti.
“cklek~ tring ting~" bunyi bel pintu.
“Hm? Oh~ ada pelanggan, selamat datang tuan-tuan." Pelayan toko menyapa dengan ramah.
“Hah ... Hah ... Hah ... Kami mau beli roti ... Yang seharga koin perunggu ... Hah ...." Fathian kelelahan.
Fathian duduk kelelahan, dekat pintu toko, setelah berlari dari penginapan ke toko roti.
“Ba—baiklah, silakan masuk, kalian bisa lihat dibagian rak sebelah sana." Pelayan toko membantu Fathian berdiri.
Fathian berkeliling di dalam toko untuk membeli roti. Sambil memilih roti, Rain menunggu di depan toko sambil bersandar ke tembok.
****
“Apa masih lama? Padahal hanya membeli roti." Rain menunggu di depan toko.
“Yo! Aku seudah membelinya, nih~ makan dulu sebelum tes." Fathian memberi sekantong roti.
“Ini ... Apa tidak terlalu banyak?"
“Tenang, ini rotinya murah kok," Ujar Fathian.
“Baiklah, akan ku makan." Rain memakan roti yang diberi Fathian.
Sembari menunggu Guild petualang buka, Fathian dan Rain duduk dan mengobrol di depan toko.
Sambil ditemani secangkir susu dan roti, Fathian dan Rain tidak kesepian di saat berbincang panjang lebar.
“Untungnya pelayan toko menjual susu hangat, jadi aku tadi meminta dia membuatkan dua gelas susu," Ujar Fathian.
“paman toko roti tadi ... apa tidak sebaiknya kita minta informasi padanya, soal tes petualang?" Rain mengingatkan Fathian soal informasi.
“Kau pikir untuk apa aku datang pagi-pagi buta seperti ini?" Ujar Fathian.
“Jadi ... Kau sudah merencanakannya dari awal?" Rain terkejut karena tidak peka dengan rencana Fathian.
“Begitulah~ melihat hanya toko roti ini yang dekat dengan bangunan Guild, mana mungkin pelayan dan pemilik toko tidak tahu tentang Guild." Fathian menjelaskan alasannya.
“Jadi itu, alasan kau begitu lama tadi?" Tanya Rain.
“Maaf-maaf, sebenarnya paman yang kita temui tadi di awal masuk toko, dia adalah pemilik toko, jadi tanpa sadar ... Aku berbicara terlalu lama dengannya, hahaha." Jawab Fathian.
“Apa dia sendiri?" Tanya Rain.
“Kata dia, anaknya ikut bekerja di sini, dia bilang hanya dia dan anaknya yang bekerja di toko roti ini." Jawab Fathian sambil meminum susu.
“Hanya berdua? Toko sebesar ini ...." Rain menoleh ke arah papan nama toko.
“Mereka luar—"
“Hey! Kalian berdua, apa yang kalian lakukan di depan tokoku," Ujar seorang gadis berseragam toko roti.
Mendengar panggilan gadis tersebut, Fathian dan Rain terkejut.
“Eh ayam! Ayam!" Tanpa sengaja Fathian menjatuhkan susu hangatnya ke tanah.
“... Huh ... Sabar gusti ...." Fathian diam membatu.
“Wah!!! Maaf maaf!! Anu ... Maaf! Aku minta maaf!" Gadis itu terus meminta maaf pada Fathian.
Mendengar Ucapan maaf gadis itu, Fathian hanya diam membatu. seakan ada hal penting darinya yang hilang entah ke mana.
****
Setelah kejadian itu, pemilik toko mengganti susu hangat Fathian yang tidak sengaja tumpah. Alasannya, karena Gadis yang mengejukannya itu, ialah putri dari pemilik toko roti.
“Maaf merepotkan, sebagai gantinya ... Ini, aku menggantinya dengan susu yang baru." Ujar pemilik toko sambil memberikan roti yang baru.
“Ah ... Makasih, padahal Saya tidak memaksa untuk menggantikannya." Fathian menundukan kepalanya.
“Mia, minta maaf padanya, kamu sudah membuat dia terkejut tadi," Ujar pemilik toko.
Gadis itu kemudian meminta maaf kepada Fathian. Karena kesalahannya tersebut, Gadis itu terkena omelan Ayahnya (pemilik toko).
Setelah lamanya Fathian dan Rain menunggu, akhirnya mereka berdua mulai pergi menuju Guild.
“Hm? Sepertinya matahari sudah terbit, kalo gitu Aku dan Rain langung otw." Batin Fathian.
“Kalau begitu, kami permisi, kami harus melakukan tes masuk Guild." Fathian pergi keluar toko.
“Kalau begitu, saya juga pamit." Rain berpamitan ke pemilik toko.
****
Beberapa saat kemudian.
Akhirnya Fathian dan Rain mulai mengikuti tes masuk Guild. Fathian dan Rain, sedang berada di ruang tunggu.
Sambil menunggu giliran dari peserta lain, Fathian dan Rain sesekali bermain, demi menghilangkan rasa bosan mereka.
“Kali ini aku akan menang, BATU GUNTING KER—"
“Fathian! Apa ada nama peserta bernama Fathian!? Giliran selanjutnya Fathian!" Seseorang memanggil Fathian.
“Huh? Sepertinya aku sudah dipanggil." Fathian menghentikan permainannya dan pergi menuju tempat tes.
“Fathian, semoga kau lulus." Rain memberi semangat.
“ ... Hmh~ Kau juga Rain."
****
Lalu di tempat ujian tes. Fathian berada di sebuah tempat, yaitu arena pertarungan. Di mana arena ini adalah tempat para calon petualang baru di uji.
“Hm? Aku sudah ada di arena, tapi mana penguji—"
“Jangan lengah~ anak muda." Seseorang muncul di belakang Fathian tanpa disadari.
“Huh!?"
“DHUAR!!!"
Sebuah ledakan terjadi di tengah-tengah arena tes. Ledakan tersebut terjadi akibat hantaman keras dari seorang penguji tes.
“Hm? Dia menghilang?" Ujar penguji tes.
Penguji tes terkejut, Serangannya dapat dihindari dengan cepat. Fathian yang bergerak cukup cepat, dapat menghindari hantaman tersebut.
“Jadi? Tesnya sudah dimulai ya~" Fathian muncul secara tiba-tiba.
Kemunculan Fathian yang secara tiba-tiba, membuat penguji terkejut. Hal ini karena penguji tidak merasakan hawa kehadiran Fathian.
“Hah? Sejak kapan dia—"
“PTANG!!!"
Fathian mengayunkan pedangnya ke arah penguji dengan cepat. Dalam momen itu, Fathian sudah tahu. Penguji yang menyerang calon baru secara tiba-tiba, itu tandanya tes sudah dimulai.
Senjata mereka saling berbenturan satu sama lain. Namun, perbandingan senjata mereka, cukup jauh. Senjata yang digunakan penguji tes adalah kapak raksasa, sedangkan Fathian, hanyalah pedang tajam pada umumnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments