Episode 3 Pertandingan

Hari ini adalah hari dimana para pesilat menunjukan kehebatan mereka. Puluhan sampai ratusan petarung dari provinsi di Indonesia berdatangan, demi mencapai kemenangan dan mempopulerkan perguruan mereka.

“HYAHHH!!! HATTT!!!" Seseorang yang sedang bertarung di Arena.

“Ayo!!! Kalahkan dia!!" Sorak gumuruh dari kursi penonton.

Perlombaan dimulai sejak pukul 08.45 pagi hari. Semua peserta mulai bersiap menunggu giliran untuk memasuki Arena.

Di samping itu, Fathian sedang duduk menonton pertandingan anak-anak yang lain. Fathian juga memantau jam sembari melihat daftar list nama peserta dari Provinsinya.

“Karena kita di stadion ... Ada berapa Arena yang digunakan disini?" Tanya Fathian.

“Hmm, karena Stadion yang digunakan adalah Stadion yang cukup besar, itu artinya ... Mungkin sekitar 4 sampai 5 Arena, oh! Dan juga masih ada Arena lain yang ditempatkan di luar stadion." Jawab Doni sambil ngemil keripik singkong.

“Hmm, I see ... Kalau begitu baiklah, Aku mau pergi ke toilet dulu sebentar," Ujar Fathian.

“Oke! Tapi lu jan lama-lama, entar giliran lu sehabis tiga orang lagi." Doni memperingati Fathian.

Fathian pun pergi ke toilet.

****

3 menit setelah Fathian dari toilet.

“fyuh~ Akhirnya~ Kalo gini kan lega jadinya." Fathian yang menghela nafas lega.

Fathian berjalan keluar dari toilet pria, dan bersiap kembali untuk memantau pertandingan. Namun, secara tak terduga Fathian mendengar suara di sekitaran toilet pria dan wanita.

“minggir! Jangan halangin Aku!!"

“Kak ikut kita yuk"

Terdapat sebuah kejadian, di mana satu gadis yang dikerumuni oleh laki-laki. Fathian melihat apa yang mereka lakukan dari kejauhan.

Namun, bukan berarti Fathian tidak akan menolong gadis tersebut, melainkan Fathian memiliki rencana pencegahan, sebelum beraksi.

“Kak, kalo bisa, boleh minta nomor kakak gak? Itung-itung kita bisa deket." Laki-laki itu seakan memaksa gadis tersebut untuk meminta nomornya.

“Kalian apaan sih! Awas minggir, aku mau lewat!" Gadis itu berusaha untuk keluar dari kerumunan laki-laki tersebut.

“Eits! Kak, mau kemana? Jangan pergi dulu lah, kita kan cuman pengen kenal sama kakak," Ujar salah seorang laki-laki sambil menghalangi.

Laki-laki yang berjumlah sekitar lima orang tersebut, menghalangi gadis itu agar tidak pergi. Tapi tak disangka-sangka ....

“Kak, kakak cantik banget~ kakak bukan peserta di sini ya? Kalo gitu yuk ikut Aku." Laki-laki itu menarik tangan si gadis dengan paksa.

“Aw!! Kamu mau ajak Aku kemana sih!? Lepasin!!"

Gadis itu seakan tidak berdaya, namun sesekali dia berusaha melepasakan diri dari genggaman tangan laki-laki tersebut.

Namun sayangnya, teman-teman dari laki-laki itu berusaha menghalanginya, agar gadis tersebut tidak bisa kabur dan pergi.

Lalu tiba-tiba, tanpa disadari sebuah serangan yang dilesatkan dari tendangan, mengarah ke salah seorang gerombolan laki-laki yang bersama gadis tadi.

“BUAGHHH!!" Suara hantaman yang keras.

“Apa itu!!?" Semua terkejut.

Mendengar suara hantaman tadi, tanpa disangka ternyata salah satu teman dari si laki-laki tersebut terhempas sampai ke ujung koridor.

“Woy!? Lu gak pap—"

“BUAGHH!"

Laki-laki yang memegang tangan perempuan itu pun ikut terhempas.

“Arghhh!! Anjir sakit banget!!!" Laki-laki itu terhempas dan jatuh dengan tanda bekas sepatu di wajahnya.

Sementara tiga sisanya, mereka terkejut melihat Fathian yang berdiri di belakang mereka.

“Hey ... Kalian mau mati?" Tatap tajam Fathian.

“A-AMPUN BANG!!!"

Melihat hal itu, tiga dari mereka lari terbirit-birit keluar dari area toilet pria dan wanita.

“kalian berdua ini Pesilat, kan? Ngapain kalian di sini? Udah gitu pake baju pangsi hitam segala lagi, kalian udah malu-maluin perguruan kalian sendiri, loh." Fathian yang berjalan mendekati laki-laki yang dihempaskan tadi.

“Duh, Bang! Gimana nih? Mampus kita!" Salah satu teman dari laki-laki yang mengganggu gadis tersebut, ketakutan.

“ugh ... Udah lu diem aja! Dan juga Lu berani ngelawan gue bang? Lu belum tahu kalau lu gak ada buk—"

Fathian kemudian melesatkan tendangannya ke arah bahu si laki-laki tersebut.

“AGGHHHH!!!!! ANJ*NG!!!!"

“Kayaknya kamu yang mimpin temen kamu tadi, ya? Aku sebenernya kurang suka lo~ kalo ngeliat kejadian tadi." Tatap tajam Fathian.

Laki-laki itu berteriak kesakitan sambil sesekali mengucapkan kata-kata kotor. Namun, itu tidak akan ada gunanya.

Jika dia sudah berhadapan dengan Fathian, maka beda lagi ceritanya.

“Kamu mau bilang bukti, kan? Kalau soal itu gampang." Fathian mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan video yang dia rekam beberapa menit yang lalu.

Melihat hal itu, laki-laki tersebut mulai panik dan kebingungan.

Setelahnya, Fathian mulai membawa laki-laki tadi bersama temannya, untuk diamankan petugas. Sementara tiga sisanya, Fathian bisa meminta keamanan untuk mencarinya lewat video yang Fathian rekam.

“Sip, kalo gitu~ selamat menjalankan hukuman~" Fathian tersenyum ramah.

akhirnya setelah kejadian itu, para panitia dan petugas keamanan mulai memperketat penjagaan.

Sementara untuk sekumpulan remaja tadi, mereka diamankan sekaligus di diskualifikasi dari perlombaan.

****

Setelah itu Fathian Akhirnya kembali menunggu di Kursi penonton, dan mulai memantau giliran selanjutnya.

“Gila Fathian, lu keren banget! Tadi, Berasa jadi pahlawan lu." Doni yang kagum.

“Bukan pahlawan, tapi penolong"

“Yehh sama aja! Lu tu udah kaya pahlawan"

Sambil menunggu berbicara panjang lebar dengan Doni, Fathian kemudian mulai dipanggil untuk memasuki Arena pertandingan.

****

“Fathian, kamu harus inget, denger arahan saya, oke?" Pak Sanjaya menepuk bahu Fathian.

“Siap pak"

Fathian bersiap di sudut biru Arena sambil mendengarkan kata-kata Pak Sanjaya.

Pak Sanjaya juga memberi arahan dan semangat kepada Fathian sambil berdoa agar dilancarkan segala aktivitasnya.

“Sip! Maju Fathian!"

“Oke pak! Doain saya!" Fathian berbalik dan maju.

Fathian memasuki Arena, dengan wajah yang serius dengan tatapan tajam yang bisa membuat lawan ketar-ketir melihatnya.

Tak lupa memberi salam hormat kepada guru, wasit dan juri. Setelah itu menampilkan gerakan pembuka dari perguruannya.

Setelah itu Fathian menuju ke tengah Arena, lalu bersalaman dengan lawannya.

Sebelum pertarungan dimulai, Wasit menanyakan kondisi kesehatan kepada petarung sekaligus membuat pernyataan.

Pernyataan tersebut adalah ‘apabila salah satu pihak ada yang kalah, maka pihak yang kalah tidak boleh menyimpan rasa dendam dan kebencian.'

Wasit juga menjelaskan aturan-aturan dan sebagainya.

“Baik! Sudut biru dan sudut merah, apa kalian siap!?" Tanya Wasit kepada Fathian dan lawannya.

Mereka berdua pun menjawabnya bersama.

“siap!"

Fathian kemudian bersiap dan memasang sikap bertarungnya, begitupun juga lawannya. Fathian merasa Lawan yang akan dia hadapi kali ini sepertinya bukan lawan sembarangan.

Disaat wasit bersiap meniupkan pluit, Fathian dan lawannya, mereka tidak melepaskan pandangan mereka satu sama lain.

Kecuali ....

Apa yang ada dihadapan mereka saat ini.

“Priiitt!!" Bunyi Pluit.

Pertandingan pun dimulai.

****

Sementara itu, Mita yang menonton dari kejauhan.

“Kak Fathian ...." Mita menonton pertandingan Fathian.

Lalu, disaat Mita sedang menonton pertandingan Fathian, Doni pun datang menghampiri Mita yang sedang duduk di kursi penonton.

“Mit, lagi ngapain?" Tanya Doni.

“Eh? Kak Doni, ini ... Aku cuman nonton Kak Fathian doang kok," Jawab Mita sambil tersenyum.

“He~ gitu, ya? hmm ... kalau dipikir-pikir, menurut gue sendiri, Lo gak usah khawatir sama Fathian, dia pasti bakalan menang kok, gue jamin," Ujar Doni.

“Kalau itu Aku udah tau, Kak, yang jadi masalahnya adalah, apa kak Fathian bisa sampai ke final atau nggak?" Ujar Mita dengan rasa khawatirnya.

“Hm? Pfttt! HAHAHAHA!! apa tadi lo bilang? HAHAHA! aduuuh~, lo sampai segitunya khawatir sama Fathian!? Hahaha!" Doni yang tertawa lepas.

“Ih Kak! Aku serius, kalau misal Kak Fath—"

“Dia gak bakalan kalah, tenang aja~ lagi pula ... dia lebih kuat darik—tidak, bahkan dia lebih kuat jauh melampaui murid di perguruan Garuda Hitam." Doni menatap tajam ke arah Fathian yang sedang bertanding.

Mendengar hal itu, sontak Mita langsung terkejut. “A-APA!?"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!