Sementara itu, Doni yang kerepotan mencari Fathian.
“Fathian! Lu dimana!? Aduhh! Kemana sih itu orang?" Doni yang sedang mencari Fathian.
Mendengar suara Doni yang cukup kencang, Fathian kemudian meresponnya.
“Don! Di sini!" Teriak Fathian dari kejauhan.
Doni yang mendengar suara Fathian, kemudian menghampiri asal suara tersebut.
Setalah Doni sampai di tempat Fathian, Doni terkejut melihat Fathian saling berhadapan dengan seorang gadis.
“Hm? Rasanya gak asing itu cewek ... Ah!!! Fathian menjauh!!" Doni memperingati Fathian.
“Ada apa Doni? Apa kamu takut sama dia?" Ucap Fathian.
Tanpa diduga, seorang pria berlari cepat kearah Fathian, sambil melesatkan tendangannya.
“Fathian!!! Di samping lu! Awas!!" Teriak Doni.
Mendengar hal itu, Fathian sama sekali tidak terkejut dengan peringatan Doni, malahan Fathian langsung memasang sikap bertarung dengan mimik wajah datarnya.
“DASH!!!"
Suara kencang dari tendangan yang dilesatkan kearah Fathian, membuat suasana menjadi tegang sekaligus panik.
Bagaimana tidak panik, kalau tendangan yang dilesatkan itu adalah tendangan sabit yang super kuat.
“Fathian! Lu gak pap— eh? Buset!! Ditahan dong!?" Doni terkejut melihat Fathian.
Fathian berhasil menahan tendangan pria itu, dengan tangan kosongnya. Fathian juga berusaha untuk melihat situasinya terlebih dahulu.
Dimulai dari siapa yang menyerangnya dan apa tujuannya.
“Ho, kau hebat juga ya! Aku jadi ingin melawanmu!" Ujar seorang pria yang belum diketahui namanya.
Pria itu adalah Rex, dia juga pesilat sama seperti Fathian, namun bedanya rex memiliki darah keturunan Bule.
“Tendanganmu hebat juga, tapi ...."
Dengan sigap Fathian menggunakan tangan sebelahnya untuk meraih sebuah benda keramat pria tersebut.
“Terima ini! Serangan penegak keadilan!" Fathian berusaha meraih sesuatu dengan tangannya.
“What? Apa yan— hagh!!! GYAAA!!!!! ****!!! lepasin aghhhh!!!!" Rex terkejut sekaligus kesakitan.
Rex nampak kesakitan sekaligus terkejut, karena Fathian berhasil memegang benda keramat milik Rex, dengan genggaman mautnya.
“Berhenti!!! Stop!!! Hentikan!!! Aku tidak kuat!!!" Rex terus berteriak sambil meminta ampun.
****
Tiga menit kemudian, setelah kejadian tadi akhirnya mereka dipisahkan.
“Gila Fathian! Hahahaha tadi itu GG gyahahaha!!!" Doni tertawa lepas karena melihat kejadian tadi.
“ugh ... Aku gak nyangka kamu bakal lakuin itu ...." Ujar salah seorang gadis yang mengarahkan tendangannya ke Fathian tadi.
“Lupakan soal itu, kalian dari perguruan mana?" Tanya Fathian.
“ups, aku lupa kasih tau ya? Uhm! Namaku Siska, aku dari perguruan Merak putih, sekaligus perwakilan dari Jawa Tengah." Siska memperkenalkan dirinya
“And I Rex, From White Dragon! Aku perwakilan dari Sumatra Barat." Rex dengan bangga memperkenalkan dirinya.
“Eh? Serius!!? Dari Naga Putih? Terakhir kali Gue bertanding dengan perguruan itu, sekitar 3 tahun yang lalu," Ujar Doni.
“Don? Kamu ngerti bahasa dia?" Tanya Fathian
“huh? Lu gak ngerti? Makanya~ belajar bahasa Engl— AGHHG!!!!!" Doni ditampar oleh Fathian.
“Ngapain lu tampar gue? Maemunah!!!"
“Anjeun nu mimitian," Ujar Fathian dengan ekspresi datar.
Buat yang belum tahu, Fathian mengucapkan kalimat berbahasa Sunda, yang artinya “Kamu yang mulai duluan," karena Fathian orang sunda, Jadi wajar saja gaya bicaranya tidak seperti anak kota pada umumnya.
Fathian merasa bahwa bahasa anak kota kurang nyaman digunakan untuk dirinya.
“Eh? Kamu orang Sunda? Waw!! Boleh ajarin aku bahasa sunda!?" Siska memohon dengan wajah imut.
“Maaf, Tapi kenapa?" Tanya Fathian.
“ehehe, Aku punya nenek di Sukabumi, jadi kadang aku kalo ngomong sama nenek agak susah." Jawab Siska dengan polos.
“Ah ... Baiklah, nanti aku ajarin, kalau aku ada waktu," Ujar Fathian.
“Yang bener? Asik! Kalo gitu aku minta nomor kamu ya, biar kita bisa chating bareng." Siska tersenyum.
“Nanti aja, aku lagi sibuk sekarang." Tolak Fathian.
Fathian kemudian berbalik dan pergi. “Don! Kita pergi."
“Oke! Kalau dipikir-pikir gue mulai laper nih," Ujar Doni.
“Hey ... Kalian belum memperkenalkan diri kalian!" Ujar Rex.
“Oh! Gue Doni, perguruan Garuda Hitam sekaligus perwakilan Jawa Barat"
“Aku Fathian, sama dengan Doni"
“wah? Serius? Garuda Hitam? Aku gak sabar!" Rex bersemangat.
Kemudian Siska berlari kearah Fathian lalu memegang tangan Fathian. “Eh tunggu! Kok kalian malah langsung pergi? Terus gimana buat belajar bahasa Sundanya?"
“Maaf, kita lagi sibuk," Ujar Doni.
Fathian Dan Doni kemudian pergi meninggalkan Siska dan Rex. Namun, setelah mengalami kejadian yang dialami Fathian tadi, akhinya Fathian mulai mendapatkan Informasi. Walaupun hanya sedikit tapi itu sudah cukup untuknya.
“Fathian, gimana menurut lo tentang mereka berdua? Kalo menurut gue ya, mereka itu lawan yang repot cuy. Gue saranin hati-hati."
Mendengar hal itu, Fathian mulai serius mendengarkan omongan Doni sambil mencari informasi dari perkataan Doni.
“Aku gak sabar, seperti apa hari esok ... Tapi yang jelas aku akan berusaha sebaik mungkin." Batin Fathian.
“Oh? Btw pak Sanjaya menyuruh kita untuk nginap di hotel, kan? Aku gak nyangka panitia pelaksana bisa sekaya itu menyediakan para peserta kamar hotel," Ujar Fathian.
"Namanya juga orang kaya~ kan pertandingan ini bukan cuma disponsori oleh perusahaan besar, tapi juga oleh orang-orang terkenal seperti Wali Kota dan Bupati." Jawab Doni sambil menghela nafas.
“Ya intinya aku harap besok bisa lancar, kita doakan yang terbaik untuk kedepannya," Ujar Fathian.
“iya juga ya ... Okelah kalo gitu, besok kalo lo menang dipertandingan pertama, entar gue traktir lo nasi padang."
“Hmh~ boleh tuh, jangan sampai bohong ya." Fathian tersenyum.
Mereka berdua bercanda sesekali sambil memberi semangat untuk pertandingan dihari esok.
****
Sehari telah berlalu, akhirnya Fathian dan kawan-kawan mulai bersiap untuk mengikuti pertandingan.
Tidak hanya itu, Perguruan-perguruan lain yang menjadi perwakilan Jawa Barat sudah datang. Fathian akhirnya bernafas lega, karena dia khawatir Perguruaan yang lain tidak datang
“Semuanya! Gimana perlengkapan kalian?"
Pak Sanjaya memeriksa perlengkapan anak-anak untuk pertandingan mereka diatas Arena nanti.
“Aman pak! Semuanya sudah kami bawa dan kami siapkan dari pagi tadi," Ujar salah seorang murid Garuda Hitam.
“Baiklah, semuanya berkumpul! Ayo berkumpul!"
Pak sanjaya memanggil anak yang lain untuk berkumpul, termasuk selain Garuda Hitam. Mereka semua mulai bergandengan bahu dan berdempetan.
Dalam suasana tersebut mereka berdoa untuk keselamatan dan kelancaran dalam pertandingan nanti.
“Berdoa selesai! Semuanya go!! Jawa Barat!!?" Teriak pak Sanjaya.
“MAJU! MAJU! MAJU! JAYA SELALU!!" Semua bersemangat.
Sorak semangat dari mereka, membuat suasana di stadion menjadi hebat. Semua yang mendengar sorakkan dari perwakilan Jawa Barat, membuat yang melihatnya takjub sekaligus merinding.
“Baiklah, sekarang kalian duduk santai sambil menunggu giliran, Bapak mau pergi sebentar, buat ketemu temen bapak," Ujar pak Sanjaya.
“Oke, Pak!" Jawab Doni dengan bersemangat.
Pak Sanjaya pun pergi meninggalkan Fathian dan yang lainnya. Sementara pak Sanjaya pergi, Fathian mengambil alih komando untuk sementara.
“Baiklah! dengarkan Aku semuanya! Aku bakal ingetin kalian sekali lagi! ini adalah pertandingan! tidak peduli kalian menang atau kalah! yang penting kalian berusaha semaksimal mungkin! MENGERTI!?" Fathian berbicara lantang dengan aura ketegasannya.
Mendengar hal itu, Teman dan junior Fathian yang ada di sana langsung menjawab. “MENGERTI!!!"
Sementara itu dari kejauhan, di dalam stadion. Seseorang memperhatikan Fathian dan teman-temannya.
“Gila, jadi itu ... perwakilan Jawa Barat? Auranya kerasa sampai ke sini," Ujar pesilat dari perwakilan Jawa timur.
“Hahaha, jangan takut~ mereka cuman bersorak di awal saja, itu belum tentu menentukan ... apakah mereka layak, berdiri di atas Arena?" Tatap tajam dari pesilat perwakilan Jatim lainnya.
Kembali dengan Fathian. saat ini, Fathian tengah memberi motivasi kepada teman dan junior-juniornya. Tujuan Fathian melakukan hal tersebut, tidak lain hanya untuk membuat teman dan juniornya tetap tenang.
“Baiklah kalau begitu, jangan gugup! jangan grogi! dan jangan melihat para penonton, disaat kalian sedang bertanding, mengerti semuanya!?" Tegas Fathian.
“Mengerti!!!" Jawab serentak teman Fathian.
Berkat Fathian, suasana para atlit dari Jawa Barat bisa terkendali. Yang berawal dari ragu, panik, dan tegang, sekarang semua itu sudah hilang dari pikiran mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Rynza
go go fighting
2023-10-13
1