" Dari aku " ucap nya .
Embun dan Mama Kayla menoleh ke arah sumber suara .
" Kenzo " lirih Embun .
" Kakak " ucap Kenzo segera memeluk tubuh sang kakak yamg dia rindukan .
" Aku kangen kakak " di sela sela pelukannya san juga isak tangisnya .
" Kakak juga kangen " ucap Embun juga menangis .
" Kok kamu bisa tahu kalau kakak tinggal di sini ?" tanya Embun .
" Waktu itu aku melihat mobil kakak . Lalu aku meminta supir mengikuti kakak . Dan aku tahu kalau kakak ada di sini . Kanapa kakak tidak pulang saja . Apa karena Papa ?" tanya Kenzo sendu . Merasa kasian melihat sang kakak .
" Tidak . Kakak tinggal di sini karena rumah sakit tempat kakak bekerja dekat jika dari sini " jelas Embun .
" Tapi nanti kakak pulang ya " ucap Embun .
" Oke .. Nanti kakak pulang . Sekarang kita makan ya . Kakak belum makan dari tadi " ucap Embun yang tidak ingin merasa sedih .
Kenzo mengangguk patuh .
Mama Kayla terharu melihat begitu kuatnya Embun menjalani semua ini dari kecil . Kenzo juga terlihat begitu menyayangi Embun .
Sudah 2 jam mereka saling mengobrol dan bermain . Bahkan Kenzo tidak masuk sekolah karena ingin bertemu Embun . Kakak yang selalu dia rindukan .
" Kakak harus bekerja . Nanti kita main lagi , oke " ucap Embun kepada Kenzo yang tidak ingin pulang dan ingin bersama Embun .
" Kakak bekerja . Bukan untuk bermain . Apa kamu mau nanti di suntik sama kakak kamu ? " ucap Mama Kayla kepada Kenzo . Pria itu sangat takut dengan jarum suntik .
" Tidak . Baiklah aku pulang sama mama . Tapi , kakak harus janji untuk bermain sama Kenzo nanti " ucap bocah kecil itu .
" Janji " ucap Embun seraya menunjukkan jari kelingkingnya .
" Janji " ucap Kenzo menautkan jari kelingkingnya ke jari Embun .
Embun mencium wajah Kenzo dengan gemas .
" Hati hati di jalan . Oh ya , Kenzo harus janji . Tidak boleh bilang ke siapa pun kakak tinggal di sini oke " ucap Embun .
" Kenzo janji . Kenzo sayang kakak " ucap Kenzo lalu memeluk sang kakak penuh kasih sayang .
" Kakak juga sayang Kenzo " ucap Embun .
" Mama Enggak nih ?" ucap mama Kayla terharu melihat kedua anaknya saling perhatian satu sama lain .
" Sayang dong " ucap Embun dan Kenzo bersamaan .
Mereka lalu saling memeluk satu sama lain . Menyalurkan rasa sayang mereka satu sama lain .
" Baiklah kakak harus segera berangkat . Mama sama Kenzo pulangnya hati hati " ucap Embun .
Mereka lalu mengendarai mobil mereka masing masing .
Embun bersyukur karena masih ada yang menyayanginya . Setidaknya dia tidak merasa sendiri .
" Selamat pagi bu dokter cantik " sapa dokter Rizal yang juga batu saja tiba di rumah sakit .
" Selamat pagi pak dokter " balas Embun .
" Gantengnya mana ? Padahal saya sudah bilang cantik hlo biar saya juga di bilang ganteng " gurau Rizal .
Tawa Embun pecah .
" Saya minta maaf pak dokter ganteng " ucap Embun dengan tawanya .
Keduanya berjalan saling melempar gurauan ..
Cantik . Rizal
" Dia memang cantik " ucap Ryan yang melihat Embun bersama Rizal dari kejauhan .
Hingga keduanya saling berpapasan .
" Selamat pagi dokter Ryan " sapa Rizal .
" Selamat pagi dokter Embun dan dokter Rizal " sapa Ryan tapi matanya tertuju kepada Embun .
" Saya yang nyapa duluan tapi yang di sapa ya yang cantik dulu . Cewek lebih utama " Rizal pura pura merajuk .
" Selamat pagi " jawab Embun .
" Makanya kamu jadi perempuan " ucap Ryan .
Rizal lalu bergaya layaknya perempuan . Seakan membenarkan rambutnya .
Tawa Embun pecah melihat tingkah lucu rekan kerjanya itu .
Lagi lagi kedua pria itu terpana oleh tawa cantik Embun . Embun tidak menyadari jika kedua pria di depannya itu tengah mengagumi dirinya .
" Hem " Embun tersadar jika kedua pria itu tengah menatapnya .
" Cantik " ucap kefua pria itu bersamaan .
" Hah ?" ucap Embun.
" Hemm " dehem Ryan .
" Saya permisi dulu " pamit Rizal .
" Aku ke sana dulu " ucap Ryan sedikit salah tingkah .
Embun mengangguk dengan tersenyum .
Rekan kerja yang melihat kedekatan Embun dengan dua dokter yang terkenal tampan di rumah sakit merasa iri .
" Dokter Embun memang cantik "
" Beruntung sekali dia "
" Seandainya aku jadi dia, pasti aku langsung nembak dokter Ryan "
" Mati dong " jawab rekannya
Hani yang melihat Embun datang segera menyapanya . Hani merasa beruntung bisa mengenal Embun . Selain cantik dan terkenal ramah kepada pasien maupun rekan kerjanya .
" Selamat pagi bu dokter " sapa Hani ketika sudah berada di ruangan Embun .
" Selamat pagi hani " jawab Embun .
" Di rumah sakit sekarang topiknya lagi dokter Embun . Dokter Embun cantik ya , Dokter Embun baik ya sama pasien , Dokter Embun ramah banget " ucap Hani menirukan rekan kerja nya yang terlebih pria .
" Hahaha .. Kamu itu bisa aja . Pasien yang habis di operasi kemarin sudah pulang ya " tanya Embun .
" Iya dok "
" Dokter dokter dokter "
Terdengar suara teriakan dari seorang ibu ibu
Embun dan Hani segera keluar untuk melihat keluar ruangan .
" Dokter tolong anak saya " ucap ibu lagi dengan isak tangisnya .
" Kenapa ?" tanya Embun .
" Anak saya bermain sepeda tapi tiba tiba jari nya masuk kedalam rantai jarinya dok jarinya " ucap ibu itu .
Anak kecil itu terus menangis karena merasakan sakit .
" Tolong panggil dokter Ryan " ucap Embun .
" Baik " ucap Hani berdiri hendak memanggil dokter Ryan .
" Saya di sini " ucap Dokter Ryan .
Dokter Ryan segera melihat jari anak itu karena jari itu patah .
" Kita harus melakukan operasi " ucap Dokter Ryan .
" Lakukan dok . Tolong anak saya " isak tangis ibu itu pecah tak kuasa melihat dua jari anaknya terluka .
" Tolong siapkan ruangan untuk saya " ucap Dokter Ryan kepada hani .
" Saya bantu hani " ucap dokter Embun .
Dokter Ryan lalu mengganti bajunya untuk melakukan operasi .
Setelah beberapa waktu operasi itu pun berakhir .
" Bagaimana dok ?" tanya ibu itu .
" Beruntung jari anak ibu masih bisa di sambung " ucap dokter Ryan .
" Terima kasih dok " ucap nya .
" Sama sama ibu . Itu juga karena ibu segera membawa anak ibu ke rumah sakit " ucap Dokter Ryan .
" Terima kasih " ucapnya lagi .
Embun kembali dengan rutinitasnya melihat pasiennya terlebih dahulu .
" Sudah merasa lebih baik bapak ?" tanya Embun seraya melihat selang infus pasiennya .
" Sudah dok . Ini karena dokter ya cantik dan hebat jadi cepat sembuh " tutur bapak itu .
" Dokter sudah punya pacar atau calon ?" tanya bapak tersebut .
Embun terdiam untuk sesaat .
" Belum dok " jawab Embun sedikit senyum .
" Saya punya anak laki laki dok . Tapi sayang masih kecil . Kalau sudah besar bisa saya jodohkan untuk dokter " ucap bapak tersebut .
" Jodoh itu urusan yang di atas bapak . Tidak ada yang tahu " ucap Embun menerawang .
Ryan yang mendengar jawaban Embun jika belum memiliki calon hatinya sedikit tersentuh . Tapi mungkin semua ini terjadi begitu cepat . Wajar jika Embun masih belum memantapkan hatinya pikir Ryan .
Embun tak sengaja melihat dokter Ryan berada di pintu . Untuk sesaat mereka saling tatap lalu dokter Ryan tersenyum dan berlalu meninggalkan ruangan itu .
maaf . Embun
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
tyas Ayu
terima kasih dukungannya .. 🥰
2023-06-10
0
miyura
kenapa juga jodohnya embun si allan yg playboy othor..ganti aja tapi judulnya embun untuk allan... hadeeh lanjut ajalah..
2023-06-10
0