Allan dan Roki memulai pembicaraannya di ruangan milik Allan . Keduanya untuk sejenak saling diam . Mungkin apa yang keduanya pikirkan itu sama .
" Ryan pindah ke apartemen yang tadi nya di tempati oleh gadis tadi " ucap Allan memulai pembicaraannya .
" Kenapa bisa ? " tanya Roki .
" Aku juga tidak tahu . Tapi saat itu mobil ku di tabrak oleh gadis tadi dan aku meminta ganti rugi kepadanya . Dan dia membayar uang ganti rugi itu
" Mungkin Ryan membeli apartemen itu dari gadis itu . Lagian mereka sama sama berprofesi sebagai dokter . Mereka bisa saja akrab . Oh iya berarti dia dokter di rumah sakit lo dong . Kalau lo penasaran dengan gadis itu lo bisa cari tahu tentang gadis itu " ucap Roki dengan semangat .
Roki tahu jika Allan tertarik dengan gadis yang dia temui belum lama ini .
" Jangan asal bicara " ucap Allan tegas .
" Ya ya ya . Lo kan bucin dengan cewek lo itu . Si Mon " ucap Roki .
Tapi Roki yakin jika Allan penasaran dengan gadis itu yang tak lain adalah Embun . Tidak seperti biasanya . Allan akan terlihat tidak peduli dengan lawan jenisnya .
Tapi berbeda untuk beberapa waktu ini . Allan selalu mengajak wanita asing untuk bersamanya .
Allan segera membahas kerja sama mereka . Tidak ingin jika sahabatnya itu akan banyak bicara yang akan semakin menyudutkannya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti yang sudah di katakan oleh papanya . Embun hari ini akan bertemu dengan calon suaminya atau pria yang akan di jodohkan dengannya . Jodoh pilihan sang ayah untuk perkembangan bisnisnya .
Hari ini Embun tampil sederhana namun tetap elegan . Embun memakai gaun yang tidak terlalu terbuka . Tapi tetap menghargai tamunya . Terlebih lagi papa nya akan marah jika dia akan berpakaian tidak sesuai keinginannya .
Sebenarnya papa Eros sudah menyiapkan gaun untuknya . Dan ini untuk pertama kalinya Papa Eros memberikannya baju bagus . Tapi Embun tidak mau memakainya m Dia memakai gaunnya sendiri .
" Ini bagus , Kenapa nggak mau di pakai ?" tanya Sekar
" Enggak . Kalau lo mau buat lo aja " ucap Embun .
" Serius lo ?" tanya Sekar semangat seraya menempelkan baju itu kepada tubuhnya .
" Cantik ya gue pake baju ini . Terus gue pake kemana kalau baju ini buat gue " tanya Sekar yang bingung . Dia tidak pernah pergi ke acara formal , paling jika ada acara di perusahaan dia akan memakai baju seadanya . Tidak sebagus itu .
" Lo bisa pakai kalau gue nikah " ucap Embun tersenyum miris .
" Senyum lo meresahkan . Nusuk di dada gue " ucap Sekar .
" Kok bisa ?" tanya Embun .
" Miris . Gue tahu jalan hidup lo itu sulit. Tapi gue yakin lo bisa jalanin semua itu dengan tetap tersenyum . Gue selalu berdoa semoga kebahagiaan segera menghampiri lo nantinya . Dan gue orang yang akan berada di samping lo sampai kapan pun . Ingat itu sahabat " ucap Sekar .
" Sini peluk gue " ucap Embun .
Keduanya saling menyalurkan rasa sayang mereka terhadap sahabat . Tangis keduanya tak terhindar dari sela sela pelukannya .
" Sudah jadi mewek kan . Nanti gue jelek " ucap Embun .
" Baiklah . Lo hati-hati di jalan , gue mau pulang " ucap Sekar .
Embun lalu tersenyum dan mengangguk
" Bareng gue aja . Searah ini " ucap Embun .
" Oh iya ya . Ngirit ongkos " jawab Sekar cengengesan .
Keduanya lalu tertawa bersama seakan lupa dengan kesedihan Embun .
Embun sudah tidak peduli bagaimana dengan cerita hidupnya dalam waktu beberapa jam ke depan . Tidak peduli dengan siapa nanti yang akan menjadi pasangannya . Biarlah takdir yang menentukan . Meskipun Embun berusaha keras untuk menolak tapi tetap saja semua itu akan tetap seperti jalan cerita yang sudah di tentukan oleh takdir . Begitulah menurut Embun Kalista Margin .
Seperti yang sudah di katakan oleh papanya . Embun berada di sebuah restoran yang di janjikan untuk bertemu .
" Dengan mbak Embun ?" tanya seorang pegawai wanita di sana .
" Iya mbak " jaeab Embun .
" Anda sudah di tunggu , mari saya antar " ucap pegawai tersebut dengan ramah .
" Terima kasih " ucap Embun .
Dengan perasaan sedikit gugup Embun masuk ke dalam ruangan yang memang di pesan oleh Papa Eros .
" Maaf saya terlambat " ucap Embun dengan senyum ramah .
" Tidak apa apa " jawab pria paruh baya yang menatap Embun dengan tatapan kagum .
Embun tersenyum menanggapinya . Namun dalam hatinya bertanya tanya , apakah pria ini yang akan menjadi calon suaminya ? Untuk sesaat Embun merasa ragu dengan keputusannya tapi mundur juga tidak mungkin karena Embun sudah masuk kedalam permainan yang sudah mulai di buat .
Embun segera duduk di samping mamanya yang juga berada di sana . Meskipun Kesehatan Mama Kayla masih belum pulih tapi Mama Kayla memaksa Papa Eros untuk ikut bersamanya . Meski dengan sedikit perdebatan .
" Terima kasih sudah mau untuk membantu ku . Dan juga terima kasih karena mau menerima perjodohan ini " ucap Papa Eros memulai pembicaraan .
" Jangan sungkan seperti itu . Kita kan berteman sudah lama . Lagian , aku sangat menyukai anak mu . Dia terlihat sederhana dan baik . Tidak seperti gadis yang lain " ucap Om Pram tulus . Pria paruh baya tersebut .
" Kamu bisa saja " ucap Papa Eros berusaha untuk tertawa mendengar temannya itu memuji Embun dengan sungguh sungguh .
Mama Kayla menggenggam tangan Embun dengan Erat untuk memberikan kekuatan sang putri . Embun tersenyum hangat menatap mamanya . Mama Kayla juga tersenyum hangat membalas Embun .
Embun sudah tidak tahu harus berbuat apa jika memang benar pria paruh baya di depannya ini adalan pria yang akan fi jodohkan dengannya . Dengan pria yang mungkin usianya sama dengan papa nya .
" Putri mu ini begitu mirip dengan mu ya " ucap Om Pram .
" Tidak . Tidak . Aku rasa dia tidak mirip dengan ku . Dia lebih mirip dengan ibunya " elak Papa Eros secara tegas dengan di selingi tawa supaya terlihat tidak serius di mata Om Pram .
Tapi lain halnya dengan Embun dan Mama Kayla yang meremas tangan satu sama lain . Mereka tahu maksud dari ucapan Papa Eros . Mereka hanya mengalah dan terdiam tidak ingin membuat masalah untuk suaminya . Yang nantinya akan membuat Eros semakin matah kepada mereka .
" Kenapa anakku belum datang ya ?" ucap Om Pram seraya menatap jam tangannya .
" Santai saja Pram , mungkin dia sedang sibuk " ucap Papa Eros
Ada sedikit kelegaan dalam benak Embun . Merasa tenang jika mungkin bukan pria di depannya ini yang akan menjadi calon suaminya . Tapi bisa saja pria paruh baya atau Om Pram ini duda dan sedang meminta ijin untuk menikah kepada anak nya . Pikiran Embun semakin di buat gelisah .
" Selamat malam semuanya, Mohon maaf untuk keterlambatan saya " ucap Seorang pria muda yang terlihat cukup tampan .
Semua yang ada di ruangan itu menatap ke arah sumber suara . Tapi tidak dengan Embun .
" Tidak apa apa nak . Ayo sini " ucap papa Eros begitu terlihat bahagia .
" Baik om terima kasih " pria itu lalu duduk di samping Embun .
Embun hanya menatap kebawah dengan pandangan kosong .
" Ayo kenalan dulu dong " ucap Om pram ketika semuanya terdiam untuk sesaat .
" Nak kenal kan dia anak om . Dia yang akan Om jodohkan dengan kamu . Bukan Om ya " ucap Om Pram dengan nada bercanda seakan tahu apa yang ada di pikiran Embun beberapa menit yang lalu .
" Iy. Iya om " jawab Embun merasa malu karena ketahuan oleh pria yang di panggil Om Pram itu .
" Hlo kamu " ucap Pria di sebelah Embun .
Embun segera menoleh ke arah sumber suara . Sama seperti pria di sampingnya . Embun juga terkejut melihat dia .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
miyura
hadeeh othor...saya penasaran kan jadinya...buruan up nya dong othor...😘😘
2023-06-03
0