Papa Eros merasa kesal dengan apa yang di lakukan Embun . Gadis yang biasanya akan selalu menurutinya kini sudah berubah .
" Anak itu seperti itu karena kamu selalu memanjakannya !" teriak Papa Eros kepada Mama Kayla .
Teriakan Papa Eros terasa nyaring di setiap sudut ruangan persegi namun luas itu .
Mama Kayla terus menangis . Mengingat betapa menyedihkannya anaknya . Yang tidak pernah menerima keadilan .
" Apa kamu tidak menyadari itu karena kamu sendiri ? " ucap Mama Kayla penuh penekanan .
" Anak perempuan mu bahkan dari kemarin tidak pulang . Dan dia selalu mengatakan tidur di rumah temannya apa kamu percaya itu ?" tanya Mama Kayla dengan air mata yang terus mengalir . Mama Kayla mengumpulkan keberanian untuk melawan suaminya yang selalu mendominasi keluarga .
plak
" Tutup mulut mu itu . Jangan pernah menuduh putri ku " teriaknya lagi .
Mama Kayla tersenyum sinis .
" Apa Embun bukan putri mu ? Dia juga putri mu , tapi kamu tidak pernah menjadikannya layak sebagai putri mu . Kamu selalu membedakan nya dengan anak mu dari wanita simpanan mu " teriak Mama Kayla yang sudah tidak tahan dengan perilaku suaminya .
" Apa aku pernah membedakan antara Ciara maupun Embun . Tidak .. Apa kamu begitu mencintai wanita itu hah ? ! Jawab aku ! " teriak Mama Kayla .
plak plak
Isak tangis mama Kayla semakin terdengar .
" Jangan pernah berteriak kepada ku . Mengerti ! " teriak papa Eros lalu meninggalkan Mama Kayla yang sedang menangis .
Papa Eros lalu menuruni anak tangga . Dia melihat Ciara yang baru pulang setelah 2 hari tidak pulang .
" Dari mana saja kamu ?" tanya Papa Eros dingin .
Ucapan istrinya masih terngiang di kepalanya . Apa anak perempuan kesayangannya itu benar tinggal di rumah Winda atau dimana . Pikiran Papa Eros semakin bercampur aduk .
" Aku dari rumah Winda pa . Aku ke atas dulu pa . Aku lelah semalam banyak tugas yang harus aku kerjakan " ucapnya lalu meninggalkan sang papa begitu saja .
Papa Eros hanya menghela nafasnya kasar . Dia lalu menghubungi orang suruhannya untuk mengikuti kemana pun Ciara pergi . Ternyata perkataan istrinya mampu membuatnya gelisah .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" Tante maaf saya terlambat tadi ada pasien yang datang " ucap Embun ketika sudah berdiri di depan meja Mama Anna .
" Iya tidak masalah Embun . Tidak apa kan kalau tante panggil nama kamu " ucap Mama Anna .
" Iya tante nggak apa apa kok . Biar lebih akrab " ucap Embun .
Keduanya lalu memakan makan malamnya dengan di selingi obrolan ringan .
Setelah selesai mereka lalu memutuskan untuk pulang hari sudah semakin larut juga .
" Apa kamu sudah punya kekasih ?" tanya Mama Anna
Embun yang tiba tiba mendapatkan pertanyaan seperti itu tiba tiba dia terdiam dan bengong .
" Hahahha saya bercanda . Masa dokter cantik seperti kamu tidak punya pacar . Ya sudah Tante pulang dulu , kamu juga hati hati ya " pamit Mama Anna kepada Embun .
" Baik tante . Tante juga hati hati " ucap Embun lalu menuju mobilnya .
" Embun " teriak seseorang yang di kenal oleh Embun .
" Sekar ? Kok kamu bisa ada di sini " tanya Embun .
" Iya aku habis lembur tadi di kantor " ucap Sekar .
" Kamu dari mana ?" tanya Sekar .
" Aku habis di traktir sama ibu yang waktu itu aku tolong " ucap Embun apa adanya .
Kesederhanaan Embun membuat Sekar tidak tahu jika Embun dari keluarga berada . Karena Embun kalau ke sekolah hanya menggunakan bis kadang juga taksi dan mobil pun hanya mobil biasa .
" Ini mobil kamu waktu SMA ?" tanya Sekar .
" Iya . Masih awet kan " ucap Embun .
" Mau akau antar ? " tanya Embun .
" Boleh dong . Kamu sekarang kerja di mana ?" tanya Sekar .
" Aku di rumah sakit swasta Mari Sehat " ucap Embun .
" Alhamdulillah . Tidak sia sia dulu kamu menentang kedua orang tua mu yang memintamu untuk belajar bisnis . Tapi kamu justru memilih menjadi dokter " ucap Sekar .
" Iya kamu benar . Saat itu adalah hal yang menjengkelkan . Dan aku tidak mau membicarakan nya lagi " ucap Embun .
" Ya , Sorry " ucap Sekar .
Sekar tahu jika Embun selalu di bedakan dengan kakaknya . Bahkan selalu di salahkan atas kesalahan sang kakak .
Sekar juga tidak tahu di mana rumah Embun . Karena Embun tidak mau Sekar melihat betapa menyedihkan dirinya jika di rumah . Justru Embun yang akan menginap di rumah Sekar .
" Apa kamu mau menginap ?" tanya Sekar ketika mobil Embun sudah terparkir di depan rumahnya .
" Mungkin lain kali saja " jawab Embun lembut
" Baiklah kamu hati hati " ucap Sekar .
Embun hanya menganggukkan kepalanya lalu meninggalkan rumah Sekar .
Betapa kesalnya Embun ketika lagi lagi dia di hadapkan dengan pertunjukkan yang begitu menggelikan di mata Embun . Pasangan pria dan wanita tengah bercumbu di dalam lift .
Embun lalu menutup pintu lift itu lagi .
" Dasar tidak tahu malu " kesal Embun .
Sedangkan pria itu melihat Embun namun dia tidak peduli .
" Apa mereka tidak punya tempat untuk melakukannya . Ais apa yang aku pikirkan " kesal Embun .
" Mengotori otak ku saja " kesalnya lagi .
ting
lift kembali terbuka .
" Masuklah " ucap Seorang pria .
Embun masuk namun tidak melihat kebelakang dia lalu masuk dan menekan tombol 43 yang menunjukkan dimana Embun tinggal .
Setelah pintu lift terbuka Embun lalu melangkahkan kakinya keluar .
" Tunggu " ucap pria itu yang tak lain adalah Allan .
Embun tetap berjalan tidak menghiraukan pria cabul tadi .
Allan lalu memegang tangan Embun .
" Mana ganti ruginya " tanya Allan .
Embun segera menghempaskan tangannya yang di sentuh oleh Allan .
" Mana reg mu aku akan trf " ucap Embun .
" Tapi aku cicil " lirih Embun .
" Hah apa aku tidak mendengar mu " ucap Allan sedikit mendekat .
" Tapi aku cicil " ucap Embun sedikit meninggi .
Allan lalu menggosok telinganya yang berdengung .
" Tidak masalah . Tapi berbunga " ucap Allan .
Allan suka sekali menggoda wanita di depannya ini . Selain Embun tidak tahu siapa Allan . Embun juga orang yang tidak terpesona dengan seorang Allan .
" Ck . Dasar bandot " gumam Embun .
" sayang ayo masuk " ucap Mona .
Ya , wanita yang bersama Allan itu Mona .
Allan tidak menggubris perkataan mona .
" Wanita yang beda lagi " sinis Embun .
Mona yang mendengar ucapan Embun merasa kesal .
" Mana nomor ponselmu " ucap Allan .
" Aku tidak punya ponsel " ucap Embun lalu berbalik meninggalkan Allan .
" Tidak semudah itu nona " ucap Allan lalu mengambil ponsel Embun menulis nomor ponselnya lalu menghubungi ke nomor ponselnya . Sehingga nomor Embun akan tersimpan .
" Dasar pencuri " Embun lalu merebut ponselnya dan meninggalkan keduanya .
Melihat wajah kesal perempuan yang bersama Allan , Embun merasa lucu saja .
" Wajah perempuan itu seperti kucing kelaparan " ucap Embuh lalu tersenyum mengejek .
Allah yang melihat Embun juga berada di apartemen yang sama dan melihat kalau dia juga tinggal di lantai yang sama merasa mendapat mainan baru .
Allan lalu meninggalkan Mona begitu saja .
" Sayang tunggu aku " teriak Mona tidak terima .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Rahma Inayah
lnjut ..
2023-04-25
1