Ketika di depan club xx tersebut Allan kembali melihat Ke dua gadis yang sedang di ganggu oleh pria tadi yang merundungnya .
Tapi Allan tetaplah Allan . Dia tetap melangkahkan kakinya meninggalkan mereka .
" Tolong " teriak Embun yang memang sudah tidak lagi bisa memberi perlawanan karena terlalu banyak pria di sana .
" Maaf Embun . Karena aku , kamu jadi terkena masalah " ucap Sekar merasa bersalah .
" Jangan bicara sembarangan . Yang terpenting kita bisa lepas dari mereka "
" Aku mohon tolong selamat kan kami " teriak Embun lagi .
plak
" Jangan teriak . Diam " ucap Seorang pria dengan perawakan tinggi besar .
Bugh bugh bugh .
Allan akhirnya mendekat lalu menolong ke dua gadis tadi .
Entahlah dari mana Allan memiliki hati untuk menolong .
" Siapa lo jangan ikut campur " teriak pria di dalam club tadi .
Allan tidak menjawab , melainkan terus memberikan perlawanan membabi buta .
" Stop Allan mereka bisa mati " teriak Roki yang saat itu juga memutuskan untuk pergi . Sedangkan Gio dia memilih untuk tinggal bersama wanitanya .
Dengan langkah seribu Roki segera menghentikan aksi Allan . Jika tidak mungkin prema preman itu akan mati di tangan Allan .
" Pergi kalian sebelum nyawa kalian melayang " teriak Roki kepada preman itu .
Semuanya lari kalang kabut melihat apa yang terjadi pada mereka . Meskipun mereka berjumlah banyak dan bertubuh kekar nyatanya tak mampu mengalahkan Allan yang seorang diri .
Setelah itu Allan meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun .
" Terima kasih " ucap Embun kepada Roki .
" Oke . Nggak masalah " Jawab Roki
" Kalian nggak papa ?" tanya Roki lagi .
" Enggak kok " jawab Embun .
" Kenalin gue Roki " ucap Roki yang memang sudah tertarik dengan Embun ketika melihat nya . Hanya sebatas kagum . Karena Roki sendiri juga sudah memiliki kekasih .
" Embun "
" Sekar "
" Kalian pulang naik apa ?" tanya Roki .
" Kita naik bus " jawab Sekar
" Gue antar ya . Udah malam nggak baik cewek cantik malam-malam sendiri . Bahaya " ucap Roki .
" Kita nggak sendiri kok. Kita berdua " jawab Embun .
Roki menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Iya . Pokoknya gue antar . Nggak boleh nolak " ucap Roki .
Mereka lalu menaiki mobil Roki yang terparkir tak jauh dari mereka .
Diam dan hening tidak ada obrolan sedikitpun .
" Kalian ini diam terus . Sariawan ?" canda Roki .
" Nggaklah . Kita takut di culik " sahut Embun .
" Secara , baru kenal . Apalagi gue cantik ya kan " ucap Embun .
" Ya lo emang cantik . Dan tenang gue pria baik-baik ya " ucap Roki
" Ya semoga " jawab Embun .
" Habis gang depan kemana ?" tanya Roki .
" Udah di sini aja . Masih masuk lagi soalnya " ucap Embun .
" Ini malam hlo . Nanti kalau ada cowok genit lagi gimana ?"ucap Roki
" Udah sana . Terima kasih ya " ucap Embun dan Sekar bersamaan.
" Rumah lo di sini juga ?" tanya Roki kepada Embun .
" Iya . Udah Sana .Bye " ucap Embun .
" Dih ngusir . Udah di anterin ngusir lagi . Nggak di suruh mampir pula " gerutu Roki tapi tetap melajukan mobilnya menjauh .
Embun dan Sekar hanya tersenyum menanggapi Roki .
" Gue pulang dulu ya . Bye " ucap Embun .
" Iya hati hati . Lagian tadi di antar babang tampan nggak mau " ledek Sekar .
" Nggak ada ya . Ntar kalau gue di culik mau tanggung jawab ente " ucap Embun .
" Ya udah sana hati-hati " ucap Sekar .
" Lo masih hutang penjelasan sama gue " teriak Embun seraya membalikkan Badannya .
Embun memilih untuk menaiki taksi . Sekar tidak tahu jika sahabatnya itu adalah orang kaya . Selama 5 tahun tidak bertemu , Embun hanya menjelaskan kalau dirinya kuliah di kota lain bersama keluarganya . Dan Sekar kuliah di kota nya sendiri .
Taksi yang di tumpangi Embun telah sampai di depan rumahnya . Embun segera turu. dati taksi lalu masuk kedalam rumah . Namun , baru beberapa langkah Embun menghentikan langkahnya .
" Dari mana saja kamu ?" tanya papa nya Embun , Eros Margin .
Embun hanya berhenti sejenak lalu melanjutkan langkahnya tanpa menjawab pertanyaan papanya
" Mau jadi apa kamu hah ? Perempuan suka keluar malam " teriaknya lagi .
Embun tidak menghiraukan sang papa . Dia lalu masuk ke dalam kamarnya dan membanting tubuhnya di atas ranjangnya .
" Tidur . Besok lo sudah mulai kerja " ucap Embun kepada dirinya sendiri .
Pagi harinya . Embun sudah menggunakan setelan rapi untuk hari pertama kerjanya . Meskipun dengan sedikit polesan Embun terlihat cantik .
Setelah di rasa cukup , Embun keluar dari kamarnya . Suara high heels terdengar di ruangan itu .
" Kakak " teriakan seorang anak laki laki berumur sepuluh tahun menghampiri Embun .
" Hai gantengnya kakak . Kamu Apa kabar ? " tanya Embun .
" Aku baik . Kakak jangan pergi lagi ya " pinta Kenzo .
" Ya . Kakak nggak akan pergi . Tapi kalau kerja boleh dong " ucap Embun .
" Boleh tapi di sini . Jangan di luar negeri " ucap Kenzo .
Kenzo memang sedari kecil selalu dekat dengan Embun .
" Oke jagoan . Kamu tuh ya udah gede tapi masih merengek " ucap Embun .
" Sarapan dulu nak " ajak Mama Kayla .
Sarapan kali ini cukup hening . Hanya suara sendok yang saling bersaut .
" Selamat pagi " sapa seorang gadis yang umurnya lebih tua dua tahun dari Embun . Dia Ciara . Kakak dari Embun .
" Dari mana saja kamu " tanya Eros
" Dari rumah Winda pa . Aku nginep di sana " ucap Ciara .
" Wah rupanya kita kedatangan tamu . Apa kabar Embun ?" tanya Ciara
" Ma, aku berangkat dulu " pamit Embun .
" Kamu hati-hati nak " ucap Kayla .
" Woi , gue nanya malah pergi " kesal Ciara .
Embun lalu mengendarai mobilnya menuju salah satu rumah sakit swasta di kotanya . Embun sengaja pulang dan mencari pekerjaan secepat mungkin .
Di luar negeri Embun sudah lebih dulu menghubungi rumah sakit . Sehingga dia bisa langsung bekerja jika sudah tiba . Apalagi Embun termasuk anak yang cerdas , pasti akan mudah untuknya .
" Selamat pagi pak . Saya Embun Kalista " sapa Embun kepada direktur rumah sakit .
" Ya ya . Kamu adalah murid dari johan kan . Saya sangat berterima kasih kamu bisa bergabung dengan kami di sini . Apalagi kami sedang butuh dokter bedah umum" ucap Direktur tersebut .
" Terima kasih pak " jawab Embun .
" Ruangan kamu biar di antar oleh sekertaris saya " ucapnya lagi .
" Baik , saya permisi " pamit Embun .
Embun berjalan melewati koridor rumah sakit. Lalu tiba tiba ...
Brak..
Seorang wanita paruh baya tiba tiba jatuh dan pingsan .
Embun yang melihat itu bergegas menolong ibu tersebut . Embun juga memberikan pertolongan pertama .
" Ibu sudah sadar ?" tanya Embun kepada ibu tersebut .
" Iya. Kenapa saya di sini ?" tanya ibu
" Tadi ibu pingsan . Ibu harus banyak istirahat ya . Jangan banyak pikiran dulu " ucap Embun .
" Bagaimana nggak banyak pikiran orang mikir anak saya saja sudah bikin pusing "jelasnya .
" Sabar ibu . Namanya juga anak-anak " jawab Embun .
" Kalau begitu saya permisi dulu ibu " pamit Embun .
" Apa saya tidak boleh pulang ? " tanya ibu
" Tunggu sampai ibu lebih baik ya . Nanti boleh pulang kok " jawab Embun ramah .
" Enggak mau . Saya mau disini saja . Biar anak saya mikirin saya " ucap ibu tersebut .
Embun hanya menanggapi dengan senyuman. Dia berpikir itu hanya lelucon biasa . Padahal ibu tersebut bersungguh sungguh .
" Apa ibu tadi pikir rumah sakit ini hotel " ucap Embun .
" Bu dokter bisa aja " jawab seorang perawat bernama Hani .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments