Embun masih tidak mengerti kenapa sang papa begitu tidak menyukainya . Apa begitu benci papanya terhadap Embun ? Sampai sekarang masih saja Embun yang harus terus berkorban untuknya . Jika tidak menganggap anak kenapa harus dia . Kenapa bukan Ciara ? Kakak yang selalu di sanjung dan di jadikan putri oleh papanya . Bahkan kesalahannya pun tidak berarti apa apa . Kesalahan hanya terletak pada Embun . Apapun yang di lakukan Embun semua itu tidak pernah terlihat dimata papa nya .
" Lo lagi di rumah sakit , nanti kalau ada yang lihat nggak enak " ucap Sekar yang menemani Embun sebelum dia bekerja .
" Baiklah pa . Aku mau di jodohkan . Jadi tolong ijinkan aku untuk bertemu mama " ucap Embun dengan air mata yang mengalir di pipi cantiknya .
Sekar menatap tak percaya dengan ucapan Embun . Begitu pula dengan papa Eros yang merasa terkejut juga merasa puas dengan jawaban Embun .
" Begitu kan lebih baik . Dari awal seharusnya kamu menurut tidak usah melawan " ucap Papa Eros .
" Masuklah . Mama mu sudah menunggu mu " Ucap Papa Eros lagi .
" Embun lo ..." ucap Sekar tidak tahu dengan sahabatnya itu .
" Lo berangkat kerja aja . Makasih udah di temenin . Lagian bentar lagi gue juga kerja . Gue nggak papa " ucap Embun meyakinkan Sekar .
Sekar lalu memilih untuk pergi karena dia juga harus bekerja . Meski pikirannya campur aduk , memikirkan Embun yang memilih untuk menerima perjodohan yang telah di tentukan sang papa yang sedari dulu tidak pernah menganggapnya .
" Kasian sekali kamu Embun " gumam Sekar
Di sisi lain ....
bruk
" Kalau jalan pake mata dong " ucap seorang wanita .
Sedangkan kedua pria itu hanya diam tanpa ada yang menjawab .
Setelah menatap siapa yang dia tabrak gadis itu lalu berubah 360°.
" Ups .. Sorry , gue jalan nggak liat jalan " ucap nya lagi .
Namun kedua pria itu sama sekali tidak peduli . Mereka menatap kearah di mana Embun berada , namun di sana sudah tidak ada orang di sana . Keduanya lalu memutuskan untuk meninggalkan gadis di depannya itu .
" Hai , kenalin nama gue Ciara " Ciara lah gadis yang menabrak Allan dan Roki .
Ciara menghadang jalan Allan dan Roki .
" Sorry kita permisi " ucap Roki lalu meninggalkan Ciara dengan raut wajah yang kesal .
" Gue harus dapatin dia " ucap Ciara dengan penuh percaya diri .
Di dalam ruangan mama Kayla , mama dari Embun ..
" Mama " ucap Embun dengan air mata yang sudah membasahi pipinya .
" Embun " mama Kayla segera meraih tubuh putrinya . Putri yang selalu terasingkan karena kesalahannya .
Menyesal , karena tidak bisa menghentikan suaminya yang tidak pernah berperilaku adil terhadapnya .
" Mama maaf kan Embun " ucap Embun .
" Mama tidak apa apa . Ini bukan salah kamu sayang . Mama seperti ini karena mama kecapekan " ucap Mama Kayla .
" Mama sudah makan ? Dan obat nya sudah di minum ?" tanya Embun .
" Sudah " Mama Kayla tak bisa menahan rasa sedihnya melihat putrinya ini .
" Ma , Embun harus bekerja dulu . Nanti Embun ke sini lagi " ucap Embun setelah berbincang sejenak dengan Mama Kayla .
" Iya sayang " jawab Mama Kayla
" Nanti sore kamu harus bertemu dengan calon suamimu . Papa sudah memberitahu mereka " ucap Papa Eros .
Embun hanya mengangguk lalu meninggalkan ruangan sang mama .
" Pah ,
" Jangan ikut campur . Anak itu pantas mendapatkan semuanya " ucap Papa Eros
" Terserah . Lakukan semau mu . Aku berharap suatu hari nanti kamu tidak akan menyesal " ucap Mama Kayla lalu memunggungi suaminya .
Embun sudah tidak peduli lagi dengan dirinya . Sekalipun dia ingin sekali menjauh dari keluarganya . Nyatanya dia tidak sanggup . Di sana ada mama dan juga adik yang selalu membuatnya tersenyum .
Dengan memakai stelan jas putihnya , Embun bersiap untuk menyambut pasiennya . Di temani Hana yang selalu bersama nya . Sikap Hana yang sederhana sama seperti Sekar , membuat Embun merasa nyaman bersama Hana .
" Dokter hari ini jadwal anda " ucap Hani yang berusaha profesional jika di rumah sakit .
" terima kasih Hani " ucap Embun dengan tersenyum .
Hana melihat mata Embun yang sedikit bengkak dan merah seperti habis menangis , tapi Hana tidak ingin menanyakan nya . Karena itu hal pribadi Embun . Kecuali jika Embun menceritakannya sendiri . Hana takut jika Embun akan tidak nyaman nantinya .
" Pasien ini bukannya kemarin harusnya sudah boleh pulang ya " ucap Embun .
" Iya bu , tapi katanya mau bertemu dokter dulu . Baru mau pulang " ucap Hani apa adanya .
" Kenapa ?" tanya Embun .
" Saya tidak tahu dok , katanya ibu dari pasien mau berbicara sama dokter " ucap Hani .
" Baiklah mari kita ke sana " ucap Embun .
Embun segera menuju ruangan pasien yang saat itu di bantu oleh Embun . Seorang ibu yang akan menjual rumah untuk anaknya .
" Selamat pagi ibu , selamat pagi agus " sapa Embun kepada pasien. anak Sma itu .
" Selamat pagi dok " ucapnya bersamaan .
" Bukannya kemarin sore Agus sudah di perbolehkan pulang ya ibu " ucap Embun .
" Iya dok . Agus mau bertemu dokter dulu . Katanya mau berterima kasih sama dokter " ucap sang ibu .
" Itu sudah kewajiban saya bu , Agus . Nanti Agus harus jaga kesehatan . Di jaga juga ibu nya " ucap Embun yang tahu kalau keduanya hanya tinggal berdua saja .
" Baik bu dokter . Terima kasih sudah membantu kami . Saya tidak akan melupakan kebaikan dokter Embun " ucap bocah SMA itu .
" Saya tahu itu " ucap Embun .
" Baik bu dokter kami permisi dulu . Sekali lagi terima kasih " ucap Ibu Minah , ibu dari Agus
" Baik . Ibu hati-hati " ucap Embun ramah .
Hani tersenyum melihat begitu baiknya Embun . Bahkan kepada orang yang dia kenal .
" Hani , sore nanti apa saya ada jadwal lain ?" tanya Embun .
" Tidak dok . Kosong sepertinya " ucap Hani .
" Baiklah " ucap Embun menerawang jauh .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
miyura
lanjut othor...
2023-06-03
0