Pekerjaan yang melelahkan untuk Embun . Hari pertama dia bekerja sudah menangani cukup banyak pasien . Dan yang terakhir dia melakukan operasi pertamanya .
" Hari yang melelahkan " ucap Embun seraya merenggangkan otot tubuhnya .
" Dokter sangat hebat " puji Hani
" Kamu bisa aja . Kamu mau pulang ?" tanya Embun yang melihat Hani sudah bersiap untuk pulang .
" Iya dok " jawabnya .
" Sekalian bareng saya saja yuk . Nggak boleh nolak " ucap Embun lalu menyambar tas dan kunci mobilnya .
Hani hanya tersenyum menanggapi dokter cantik itu .Bisa mengenal Embun yang begitu ramah dan mudah bersosialisasi . Dengan perawat maupun rekannya , dan terlebih lagi terhadap pasien .
Meskipun baru masuk tapi Embun sudah berhasil mendapatkan hati pasiennya .
" Rumah kamu di mana ?" tanya Embun
" Saya kos bu di depan gang sebelah sana " ucap Hani .
" Owh kos .. Kamu aslinya dari mana ?" tanya Embun .
" Saya dari Bandung bu . Dan mendapatkan pekerjaan di sini . Jadi saya kos saja . Pengennya cari kos yang dekat rumah sakit tapi .. Mahal " ucap Hani
" Jangan panggil bu . Saya masih muda . Kalau di panggil bu sepertinya saya sudah tua . Panggil Embun aja . Kalau di area kerja terserah kamu " ucap Embun .
" Baik bu .. eh Embun " ucap Hani .
" Saya turun di sini saja . Masuk dikit juga sudah sampai . Mau mampir dulu nggak ?" tanya Hani ragu .
" Lain kali aja ya . Sudah capek nih badan " ucap Embun .
" Baik terima kasih " ucap Hani .
Embun segera melajukan mobilnya untuk pulang . Sebenarnya Embun ingin sekali pulang ke apartemen yang sudah dia beli sebelum memutuskan untuk pulang . Tapi untuk sementara Embun akan tinggal di sana dulu . Demi sang mama pikirnya .
Embun berjalan gontai menapaki setiap anak tangga . Tubuhnya terasa lelah seharian bekerja tanpa istirahat .
" Aku selalu berdoa semoga semua orang selalu sehat . Amin " ucap Embun lalu memejamkan mat untuk melepaskan rasa lelahnya .
Hari sudah semakin gelap , kini menunjukkan jam delapan malam . Embun tertidur selama hampir dua jam . Bahkan dia belum mengganti bajunya terlebih dahulu .
Mama Kayla lalu menuju kamar anaknya . Ketika melihat mobil putrinya sudah ada di rumah . Kayla segera menghampiri kamar putrinya . Tapi melihat sang putri tertidur dengan pulas , dia tidak jadi membangunkan sang putri .
Tapi malam semakin larut , Embun juga belum keluar dari kamarnya . Mama Kayla kembali menghampiri kamar Embun .
tok tok
" Nak , bangun dulu . Makan , nanti tidur lagi " ucap mama Kayla .
Tapi tidak ada sahutan dari pemilik nama . Mama Kayla lalu membuka pintu kamar Embun .
" Sayang bangun dulu . Bersih-bersih , kamu belum makan juga hlo " ucap Mama Kayla .
emmhtt
Embun mencoba untuk bangun meskipun dia masih ingin melanjutkan mimpinya .
" Jam berapa ma ?" tanya Embun dengan suara seraknya .
" Jam delapan . Ayo bangun . Anak gadis kok jorok sih . Nanti kalau pasien kamu tahu , kamu itu jorok bisa kabur mereka " ledek mama Kayla .
" Biarin yang penting cantik " ucap Embun lalu duduk di tepi ranjangnya . Rasa kantuk memang lebih mendominasi tapi rasa laparnya juga tidak kalah .
" Mandi dulu terus maka . Mama ke bawah dulu " ucap Mama Kayla mencium kening anaknya dengan tulus .
Embun lalu beranjak dan membersihkan tubuhnya .
Tidak memerlukan Waktu yang lama . Kini Embun sudah berada di meja makan segera mengisi perutnya yang sudah minta di isi semenjak tadi .
" Papa mau bicara sama kamu " ucap papa Eros .
" Aku makan dulu " Jawab Embun yang masih fokus dengan makanannya .
Papa Eros tak menjawab . Dia meninggalkan Embun bersama makanannya .
Embun juga tidak mau berpikir banyak dengan apa yang akan papanya sampaikan .
Setelah selesai makan Embun mencari keberadaan papanya . Dan biasanya papanya akan berada di ruang baca .
tok tok tok
Melihat mama nya juga berada di ruangan yang sama . Embun sudah bisa menebak jika pasti akan ada hal yang penting . Embun bukan Embun yang dulu .Itu yang selalu berada di benak Embun . Untuk menguatkan dirinya sendiri .
" Ada apa ?" tanya Embun yang tidak ingin basa basi .
" Embun ..
" Biar papa saja yang ngomong ma " potong papa Eros .
Mama Kayla hanya menatap papa Eros sekilas lalu menatap Embun penuh arti . Entah sebuah isyarat minta maaf atau penyesalan . Itulah yang di lihat Embun .
" Kamu akan papa jodohkan dengan anak sahabat papa " ucap Eros to the point .
" Aku nggak mau " jawab Embun apa adanya .
Ya , dia masih muda . Dia juga baru saja bekerja dan berada pada mode nyamannya .
" Saya tidak butuh penolakan . Mau tidak mau kamu harus menikah " ucap Eros tanpa mau di bantah .
Embun tersenyum sinis .
" Terserah . Kalau anda mau kenapa bukan anda yang menikah kalau tidak putri anda yang anda sayangi " ucap Embun lalu meninggalkan ruangan itu .
" Jangan kurang ajar kamu . Mentang mentang kamu sudah bisa sendiri iya " teriak Eros .
" Embun .." teriak Kayla yang menangis melihat apa yang di lakukan Embun . Gadis itu dulu tidak pernah menentang orang tua . Gadis tumbuh dengan pribadi yang baik .Berbeda dari yang sekarang . Itu Embun ku atau bukan ? pikir mama Kayla
" Itu karena kamu selalu memanjakan " kesal Eros kepada sang istri .
Mama Kayla tidak menanggapi ucapan suaminya . Dia meninggalkan ruangan itu tanpa sepatah katapun .
Embun lalu menyambar kuncinya . Dia juga membawa koper untuk pergi dari rumah itu . Sudah cukup baginya berada dalam rumah yang hanya akan membuatnya menjadi seperti hidup tapi tak hidup .
" Embun mau kemana kamu nak ?" teriak Kayla yang tahu Embun berjalan bersama kopernya .
Embun tetap melangkahkan kakinya dan melajukan mobilnya . Mobil yang dia. miliki dari dia duduk di bangku SMA . Mobil yang masih terlihat bersih karena pak Anto yang selalu merawat mobil nya .
Kayla terus mengejar sang putri .
" Maaf ma . Aku sudah tidak mau mengalah dan diam dengan apa yang kalian lakukan kepada ku " ucap Embun dengan isak tangisnya .
Jika bisa memilih mungkin dia akan memilih untuk tetap tinggal di luar negeri .
Embun menghentikan mobilnya di pinggir jalan . Isak tangis pilu begitu terasa .
" Gue anak siapa sih " isak tangis itu semakin pecah .
Embun lalu melajukan mobilnya setelah merasa lebih tenang . Tapi baru beberapa meter .....
Brakkkkkk
" Ya ampun cobaan apa lagi ini " gumam Embun merasa frustasi .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments