Di rumah sakit Embun segera mencari keberadaan mamanya . Bahkan Embun tidak menghiraukan rekan kerjanya yang sedang menatanya bertanya tanya .
" Lo tenang dulu . Nyokap lo pasti baik baik saja " Sekar mencoba menenangkan .
Embun hanya mengangguk . Setelah sambungan ponselnya dengan sang mama waktu itu Embun tidak pernah berhubungan lagi dengan keluarganya .
Hanya sang papa yang terus mengancamnya jika tidak pulang . Namun tetap saja Embun mengabaikannya .
Hingga saat ini . Sang mama berada di rumah sakit . Embun berpikir jika ini karena dirinya .
plak
Tamparan keras mendarat di wajah cantik Embun .
" Lo emang sumber masalah ya . Lo pergi aja tetap aja bikin rumah kacau . Mama sama papa berantem terus . Gue heran sama lo . Jadi anak nggak tahu diri banget . Bisanya cuma bikin susah " ketus Ciara .
Cairan bening itu mengalir tanpa permisi di pipi mulus Embun . Embun tidak bisa lagi berkata kata .
Mungkin ini memang salahnya . Semua masalah terjadi karena dirinya . Begitulah pikiran Embun.
Tapi dari dulu Embun merasa terasingkan di keluarganya sendiri . Apa semua itu juga karena dirinya ? pikir Embun .
" Kakak jangan berbicara seperti itu kepada Embun " ucap Sekar lalu memeluk Embun .
" Heh , Siapa lo . Jangan ikut campur urusan keluarga gue " ucap Ciara ketus .
" Mama dimana kak ?" tanya Embun .
" Mama nggak mau ketemu sama lo . Semua ini gara gara lo . Mending lo pulang deh . Anak nggak bisa balas budi " ucap Ciara .
" Kita pulang dulu yuk . Nanti kalau eyang udah pulang kita kesini lagi . Panas kuping gue . Dengerin dia ceramah " ucap Sekar tanpa peduli kekesalan Ciara .
" Nggak Sekar . Gue mau ketemu nyokap " Embun memelas .
" Lo dengerin gue . Oke . Nanti kita kesini lagi " ucap Sekar .
" Pulang sono . Dari pada mama tambah sakit lihat muka lo" ketus Ciara .
Dengan perasaan tak menentu Embun memilih untuk pulang terlebih dahulu . Jika suasana sudah dingin Dia akan kembali untuk menjenguk mama nya .
...----------------...
Allan yang meras penasaran dengan Embun tanpa sengaja mengikuti mobil yang di tum?angi Embun . Sang mama hanya diam saja tanpa bertanya kenapa Allan menuju rumah sakit . Karena mama Anna berpikir jika Allan akan mampir ke rumah sakit terlebih dahulu .
Tapi melihat mobil Allan yang berhenti sesaat lalu melajukan mobilnya lagi . Membuat mama Anna bingung dibuat oleh Allan .
" Kenapa berputar ?" tanya Mama Anna .
" Hah ? Tidak ada " jawab Allan .
Jika Allan masuk dan mengikuti Embun , sudah pasti Mama Anna akan menertawakannya bahkan tidak akan selesai sampai besok pagi . Jadi , meskipun ingin Allan mengurungkan niatnya . Toh Embun berada di rumah sakit di mana dia bekerja saat ini .
Dalam hati Allan berterima kasih kepada papa William yang telah memberikan rumah sakit itu untuk dia kelola . Jujur saja dalam hati Allan masih penasaran dengan Embun uang sama sekali tidak meresponnya . Yang mungkin jika itu wanita yang sering mengejarnya dengan senang hati jika berada di dekat Allan .
" Kenapa kamu bengong ? Lagi mikirin cewek tadi ? Iya ?" tanya Mama Anna beruntun .
" Mama jangan sok tahu . Mana ada Allan mikirin cewek . Nggak ada waktu . Lagian yang ngejar Allan tuh banyak mah " ucap Allan berusaha mengelak .
" Heleh . Ngatain orang tua sok tahu kamu . Mama itu yang melahirkan kamu . Mama tahu luar dalam kamu . Mau kamu tutupin pakai apapun itu . Nggak mempan " ucap mama Anna .
" Dih , Mama .. Mama bisa liat tembus pandang gitu " Allan lalu menutupi dirinya dengan satu tangannya . Merasa geli dengan ucapan mamanya .
plakk
" Dasar anak nggak bisa bedain harus berjanda sama siapa . Lagian kalaupun mama tahu , dari kecil juga mama sudah pegang punya mu itu . Meskipun sekarang juga masih kecil " ejek mama Anna .
" Maaaa .. " ucap Allan kesal .
" Sudahlah . Bagaimana hubungan mu dengan model absurd itu ? " tanya mama Anna
" Sudah lah ma aku tidak mau membahasnya '" ucap Allan .
" Berhentilah bermain Allan .Usia mu bukan lagi usia untuk bermain . Cari lah yang sungguh sungguh . Mama tahu jika kamu di luar sering berganti pasangan . Mama tidak suka Allan . Mama mendidik mu dengan sungguh sungguh . Penuh kasih sayang , tapi kamu bukan nya tambah pinter malah makin anjlok " nasehat Sang ibunda tercinta mama Anna .
" Baiklah ma . Mama tenang saja . Lagian Allan masih gress mah .. Aman " ucap Allan tanpa di tutupi .
" Mana ada maling ngaku . Tiba tiba pada minta tanggung jawab aja baru sadar " gumam mama Anna .
" Mama kalau doain anak yang bagus dong . Masa doain nya begitu . Jahat nya ibu aku " gerutu Allan .
" Itu juga karena ulah mu sendiri " ucap Mama Anna tak mau kalah .
" Sabar . Sama emak emak nggak akan menang " batin Allan .
Mobil Allan lalu melaju ke rumah kedua orang tuanya . Dan setelah mengantar sang mama . Allan menuju apartemennya yang beberapa hari tidak dia tinggali karena pergi keluar kota .
" Berarti gadis itu tidak akan pulang karena berada di rumah sakit " monolog Allan .
Allan berjalan menuju ke lift lantar dasar . Tapi ketika pintu lift akan tertutup , sebuah kaki menghadang pintu lift . Sehingga pintu lift terbuka kembali .
" Hai bro " Sapa dokter Ryan .
" Lo ngapain di sini ?" tanya Allan dingin .
" Gue tinggal di sini " jawab Dokter Ryan yang hendak menekan tombol namun dia urungkan karena apartemen. Allan dan Ryan di lantai yang sama .
Allan tidak bertanya lagi .
ting
...Pintu lift terbuka ....
Keduanya saling berbincang ringan .
" Lo kok di sini ?Cewek yang Tinggal di situ kemana ?" tanya Allan yang merasa tidak yakin jika gadis yang membuatnya penasaran itu adalah kekasih sepupunya .
" Ada deh " jawab Ryan lalu masuk ke dalam apartemen yang menemaninya beberapa hati ini .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
miyura
semangat othor..up yg banyak dong..
2023-05-22
0