*malam dokter Embun . Ini saya dokter Ryan . Bisa kirim saya rekening dokter Embun.
isi pesan dari Dokter Ryan untuk Embun .
*ting
maaf dok saya lupa . saya akan segera kirim .
no reg **********************************
sudah ya dok . Terima kasih sebelumnya* .
Balas Embun .
**Sama sama Embun . Em apa boleh jika di luar saya memanggil mu hanya dengan Embun saja ?
Ryan
ting
boleh dok .. Ini juga di luar lingkungan kerja .
Oh iya , apartemennya sudah saya rapikan . Kalau dokter mau segera menempati bisa kok* .
balas Embun lagi
* *Oke terima kasih .
Lalu di mana kamu tinggal sekarang ?
Ryan
Saya tinggal di dekat rumah sakit dok .
balas Embun .
*Dimana itu ?
Ryan*
Tapi tidak ada lagi balasan dari Embun . Embun sedang merapikan kontrakan. yang sudah dua hari dia tinggali . Sekar juga menemaninya seperti saat ini . Sekar memilih untuk menginap di kediaman baru Embun . Menemani sahabatnya yang baru berada di tempat baru . Sekaligus memastikan sahabatnya itu aman .
" Kita besok berbelanja ya . Sepertinya stok sayuran mu habis " ucap Sekar yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka .
" Iya kemarin aku baru membelinya sedikit " sahut Embun lalu membantu Sekar .
" Mau belanja sekarang ? " tanya Sekar .
" Besok saja .Besok Weekend " ucap Embun .
" Oke "
Sesuai apa yang mereka rencanakan . Weekend kali ini mereka gunakan untuk berbelanja kebutuhan rumah baru Embun . Meskipun terlihat kecil dan tidak mewah . Namun Embun merasa nyaman daripada harus tinggal di rumah mewah orang tuanya .
Untuk sesaat jika memang Embun bukan anak dari Papa Eros lalu siapa papa kandungnya . Tapi pertanyaan itu semua dia tepis . Embun tidak ingin terlalu memikirkan hal yang membuatnya beban . Sedari kecil hidupnya sudah cukup rumit dan tidak mendapat keadilan dari orang tuanya .
" Jangan bengong . Pagi pagi udah melamun ntar kesambet cowok tampan baru seneng lo " ucap Sekar yang kini duduk di dekat Embun .
" Mau berangkat jam berapa ?" tanya Embun .
" Ntar Lah jam sepuluh aja kali ya . Sekalian kita makan di luar . Makan enak " ucap Sekar
" Oke .. " ucap Embun .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Eros uring-uringan di rumahnya . Hari ini sebenarnya adalah rencananya untuk bertemu dengan sahabatnya . Mereka akan membahas perjodohan antara anak mereka . Namun Embun mematikan ponselnya . Bahkan kemana Embun berada mereka tidak tahu . Eros menyalahkan semua nya kepada istrinya .
Kayla ,mama Embun hanya bisa menangis tidak bisa melawan suaminya yang selalu menyalahkannya .Kenzo yang masih kecil dan juga anak bungsunya itu lah yang bisa menenangkan hati nya .
" Mama jangan menangis . Nanti kalau Kenzo sudah besar , Kenzo pasti bawa mama dan kak Embun pergi dari rumah ini " ucap Kenzo yang masih polos itu .
" Sayang jangan seperti ini . Doa juga papamu " ucap Mama Kayla mengelus lembut rambut Kenzo .
" No ma . Papa selalu jahat sama mama dan kak Embun " ucap Kenzo apa adanya .
" Sudah , minum susunya lalu bermainlah " ucap Mama Kayla .
Kenzo lalu turun dari tempat duduknya dan mengambil susunya .
Ciara hari ini juga berada di rumah . Biasa nya dia selalu keluar dengan temannya . Atau menginap dan tidak pulang .
Kenzo yang berpapasan dengan kakak sulungnya itu seakan tidak peduli dengan kakaknya .
" Dasar bocil " desis Ciara .
Kenzo hanya menatap tajam Ciara lalu meninggalkan Ciara .
" Mama aku lapar " rengek Ciara .
" Semuanya sudah ada di atas meja makan nak " jelas Mama Kayla .
" Mama tidak makan ?" tanya Ciara
" Tunggu papa mu sebentar " jawab Mama Kayla .
Suaminya itu tengah berbicara melalui sambungan ponselnya dengan sahabatnya yang akan Papa Eros jadikan besan itu . Sahabatnya meminta untuk bertemu malam ini , karena sekarang sedang berada di negara yang sama . Jika lain waktu ia akan pergi ke luar negeri .
Semua itu semakin membuat Papa Eros frustasi . Sedangkan Embun saja masih belum di ketahui keberadaannya .
" Baiklah aku usahakan . Soalnya putri ku ini sedikit pemalu " ucap Papa Eros .
Brak
" Sialan . Anak tidak tahu diri itu melarikan diri. Tidak semudah itu . Aku harus mencari cara supaya anak itu pulang dengan sendirinya " ucap Papa Eros kepada dirinya sendiri .
Papa Eros segera turun mencari keberadaan istrinya .
" Ma aku tidak mau tahu anak itu harus mau aku jodohkan dengan anak sahabat ku " ucap Papa Eros .
" Kenapa harus Embun yang papa jodohkan . Dia sudah cukup menderita sedari dia kecil " ucap Mama Kayla memberanikan diri .
plak
" Tutup mulut mu . Ini semua juga karena ulah mu sendiri . Ingat itu ! " teriak Papa Eros .
" Aku tidak melakukannya sungguh " isak tangis Mama Kayla kembali terdengar .
Ciara yang sedang memakan sarapannya sudah biasa dengan keributan yang terjadi di rumahnya . Terkadang dia sendiri memilih untuk tidak pulang karena tidak ingin mendengar keributan diantara kedua orang tuanya .
" Apa kalian tidak merasa lelah setiap hari bertengkar ?" tanya Ciara yang biasanya tidak mau ikut campur dengan masalah kedua orang tuanya .
" Jangan ikut campur kamu Ciara " ucap Papa Eros .
" Aku sudah lelah mendengar kalian selalu bertengkar " ucap Ciara .
" Kenapa tidak Ciara saja yang papa jodohkan dengan teman papa . Kenapa harus Embun yang terus terusan berkorban " ucap Mama Kayla .
" Maaa.. Aku sudah punya kekasih " ucap Ciara .
" Iya . Kekasih yang membuatmu menjadi lupa rumah . Kamu selalu beralasan menginap di rumah teman mu yang nyatanya mungkin kamu tidak berada di sana " ucap Mama Kayla .
" Jangan menuduh Ciara sembarangan kamu Kayla . Dia tidak akan mengikuti jejak mu yang seperti itu " ucap Papa Eros .
" Tapi nyatanya anak kesayangan mu itu selalu pulang malam dan sering tidak pulang ke rumah . Apa kamu tidak berpikir bahwa dia bermalam dengan teman prianya ?" ucap Mama Kayla .
" Mama dari dulu hanya bisa diam . Kalian selalu mengkambing hitamkan Embun untuk setiap kesalahan Ciara . Tapi jika aku memang salah , salahkan aku saja . Jangan menyalahkan Embun yang tidak tahu apa apa " ucap Mama Kayla .
" Mama tega ya menuduh aku seperti itu " sinis Ciara .
" Mulai sekarang kamu tidak mama ijinkan untuk keluar rumah kecuali kamu benar benar bekerja Ciara . Mama akan mengawasi mu " ucap Mama Kayla dengan mata yang memerah .
" Mama jangan keterlaluan dong . Ciara bukan anak kecil yang bisa mama atur sesuka hati . Ciara sudah dewasa ma . Pah , lihat mama . Mama tidak boleh melakukan ini kepada Ciara pa " rengek Ciara kepada sang papa .
" Jangan kamu pikir mama tidak bisa memberi mu aturan Ciara . Mama yang melahirkan kamu . Tapi kamu tidak pernah mengaggap omongan mama . Tidak pernah mendengarkan ucapan mama " teriak Mama Kayla yang benar benar menumpahkan semua isi hatinya .
" Cukup !" teriak Papa Eros . Kedua wanita di depannya itu membuatnya semakin pusing .
" Kamu tidak berhak memberi aturan kepada Ciara . Kamu sendiri saja tidak tahu mana yang baik dan buruk . Kamu tidak tahu jika sudah bersuami tidak bisa bermain dengan lelaki lain . Jika bukan karena ibu ku aku tidak mau mempertahan kan mu " teriak Papa Eros .
Mama Kayla membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan suaminya . Padahal dia sudah berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk anak dam juga suaminya . Bersedia di jodohkan dengan Papa Eros yang memang bukan pilihannya .
" Tega sekali kamu pa mengatakan semua itu " ucap Mama Kayla lalu terjatuh dan pingsan .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Noor Siela
lanutanya kog lama banget sihhhh....
2023-05-13
0
miyura
lanjut aku menunggu othor..
2023-05-12
0