" Ngapain lo tinggal di sini ?" ucap Allan merasa kesal karena Ryan tidak menjawab pertanyaannya .
" Lo kenapa sih ? Lo suka sama tuh cewek "tanya Ryan penasaran . Baru kali ini saudara sepupunya itu peduli dengan orang lain .
Allan sedikit gelagapan . Iya ya , kenapa dirinya begitu penasaran dengan gadis cantik satu ini .
" Tidak . Tidak ada . Aku hanya bertanya saja . Siapa tahu di di culik " ucap Allan lalu meninggalkan Ryan di apartemennya .
Ryan menggelengkan kepalanya melihat tingkah yang di bipang jarang itu .
" Dasar aneh " ucap Ryan .
Ting .
Bunyi ponsel Allan . Notifikasi ada transferan masuk .
" Dia sudah mengembalikan uangnya . Kenapa Ryan berada di apartemen gadis itu . Apa dia menjual apartemennya untuk membayar hutangnya " gumam Allan .
Ting tong ting tong .
" Sayang , buka pintunya " ucap Mona dari balik pintu .
Dengan malas Allan membukakan pintu untuk Mona .
" Kenapa kodenya di ganti sih ?" gerutu Mona lalu masuk begitu saja .
" Aku tidak ingin berdebat Mona " ucap Allan lalu masuk ke dalam kamarnya dan membersihkan diri .
Mona membawakan makan malam untuk dirinya dan Allan . Mona tidak peduli dengan sikap acuh Allan Bahkan meskipun Allan sering bersama dengan banyak wanita tapi Mona tidak mempermasalahkan itu . Entahlah bagaimana pemikiran Mona tentang cinta .
" Sayang ayo kita makan dulu . Aku sudah menyiapkan makan malam untuk kita . Aku sekarang sudah bisa memasak " ucap Mona penuh semangat .
" Makanlah , aku tidak lapar " ucap Allan .
" Sedikit saja ya . Aku menyiapkan semua ini untuk kamu hloo .. Masa lamu tega sih aku sudah repot bikinnya tapi kamu nggak mau mencicip sedikit aja "ucap Mona tidak mau menyerah .
" Aku tidak memintamu untuk membawakan makanan " Ucap Allan dingin.
" Kamu kenapa sih ? Akhir-akhir ini berubah ? Aku bahkan tidak mempermasalahkan kamu bersama wanita lain . Apa aku melakukan kesalahan ?" tanya Mona sedih .
Allan tersenyum kecut mendengar ucapan Mona , sang kekasih yang sudah 2 tahun terakhir ini menemaninya .
" Kenapa kamu tidak menanyakan pada dirimu sendiri ? " Ucap Allan lalu membuka laptopnya mengabaikan Mona .
Mona terdiam mendengar ucapan Allan . Apa kesalahannya ? Hingga membuat hubungannya dengan Allan merenggang . Bahkan Allan terlihat acuh dan sering terlihat bersama wanita lain dalam beberapa bulan ini .
" Katakanlah jika memang aku memiliki kesalahan . Dan aku meminta maaf untuk kesalahan ku . Oh ya , besok aku ke Paris . Aku ada kerjaan di sana . Aku ke sini hanya ingin mengatakan itu . Makanlah jika kamu sudah merasa lapar . Aku pulang dulu " Ucap Mona lalu meninggalkan Allan sendiri .
Allan sama sekali tak bergeming . Allan tetap fokus pada pekerjaannya .
Terik matahari pagi mulai menyapa . Saat ini Allan masih terjaga di ruang tamunya . Semalam ketika mengerjakan pekerjaannya . Allan tertidur di sofa ruang tamu .
Allan tidak terganggu dengan silaunya matahari pagi . Bahkan dering ponselnya yang sedari tadi berbunyi tidak ia hiraukan .
Lelah . Mungkin itu yang Allan rasakan saat ini . Pekerjaan di perusahaannya dan sekarang dia juga harus mengelola rumah sakit yang memang Allan sama sekali tidak berminat .
Allan juga tidak berniat menanyakan kenapa rumah sakit yang papanya dirikan dari nol kini di berikan kepadanya . Padahal Papa William begitu membanggakan rumah sakitnya itu . Dan ia menyukai profesinya sebagai dokter .
ting tong ting tong
Bunyi bel berbunyi berkali kali . Tidak ada sahutan dari dalam sana .
" Bangun woy " teriak Roki dari luar tak peduli lagi dengan sekitar apartemen sahabatnya .
Salah sendiri tidak mau bangun , pikir Roki .
" Lo apa-apaan sih. Pagi-pagi sudah bikin keributan " kesal Allan dengan mata yang masih sayu ...
" Lo yang tidur kaya orang koid . Ini udah siang lo ada meeting sama perusahaan gue " ucap Roki seraya menuang air putih di gelasnya . Capek teriak-teriak .
" Gue ingat . Udah sono lo pergi dulu . Gue nyusul " ucap Allan .
" Lo kenapa sih ? Lo ada masalah ?" tanya Roki duduk di samping Allan .
" Enggak " jawab Allan lalu menyandarkan tubuhnya di sofa dengan mata terpejam .
" Gue tahu lo bro . Lo itu kalau urusan kerjaan itu gila . Tapi sekarang lo sedikit malas malasan . Kalau ada masalah cerita napa . Kita udah sohib dari orok " ucap Roki .
" Nggak ada . Udah sana gue mau mandi . Kalau lo di dini takut lo ntar ngintip " ucap Allan lalu meninggalkan Roki .
" Sialan lo . Lo kira gue jeruk makan jeruk . Masih doyan gue semangka , apel , melon " teriak Roki .
Setelah bersiap keduanya keluar dari apartemen Allan .
Di dalam lift.
" Gio kemarin berangkat ke paris ada kerjaan katanya . Giliran di ajak proyek bareng alesan mulu . Kalau ngurusin model modelnya nomer 1 " ucap Roki .
Allan terdiam sejenak . Tapi dia tidak ingin berpikiran lebih . Karena bidang Allan dan Roki berbeda dengan Gio yang berjalan di bidang modeling . Ya tentu saja casanova satu ini pasti tergiur dengan dunianya .
" Mona juga kesini . Dia bilang mau ke paris " ucap Allan .
" Oh . Lo sedih karena di tinggal Mono . Ya elah bro . Mona itu udah cinta mati sama lo . Jadi lo nggak usah mikir aneh-aneh " ucap Roki .
Allan tidak menjawab tapi dia tersenyum penuh arti .
" Ryan " teriak Roki .
" Eh , hai " ucap Ryan .
" Ngapain lo ke sini . Gue sama Allan mau pergi lo mau ikut sekalian pak dokter ? " tanya Roki yang mengira jika Ryan akan menemui Allan .
" Dia tinggal di sini " ucap Allan lalu menuju mobilnya .
" Kok bisa ?" tanya Roki .
Setahu dia , apartemen di sini sudah ada pemiliknya semua . Dan tidak ada yang kosong . Fasilitas dan kemewahan semua terpampang nyata di apartemen ini .
" Ceritanya panjang . Gue ceritain sekarang sampe kita punya cicit kaga kelar . Sono lo pergi , bos lo udah pergi " ucap Ryan .
Allan orang yang tepat waktu dan tidak bisa mentolerir jika itu soal pekerjaan . Dan mungkin juga hal lainnya .
Mobil Allan melaju ke rumah sakit nya . Awalnya dia akan meeting di restoran langganannya .Tapi dia urungkan . Allan ingin mengenal rumah sakit itu secara baik . Karena dia bukan lulusan dokter .
" Lo ngapain ngajakin gue ke sini . Kayak nggak ada tempat lain aja " ucap Roki sedikit kesal .
" Mau makan " ucap Allan asal .
Roki lalu yak menyahutinya lagi .
" Bro lihat bukannya itu cewek yang waktu itu ya " ucap Roki menghentikan langkah keduanya .
Di tempat tak jauh dari mereka , Embun sedang berada di ruangan sama mama . Embun ingin menemui mamanya . Namun papa nya tidak memperbolehkan Embun untuk masuk . Kecuali jika Embun mau menikah dengan pria yang dia jodohkan . Terdengar egois memang .
Allan dan Roki dari kejauhan mendengar dan melihat perdebatan dari keduanya . Ingin membantu jika sudah menyangkut keluarga mereka juga tidak bisa meskipun ingin .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
miyura
up nya lama ya othor...semangat...
2023-05-29
0