Sudah 2 hari semenjak perjanjian Embun kepada Allan untuk melunasi hutang atas kerusakan mobil Allan . Dan belum ada yang minat untuk membeli apartemen Embun . Sedangkan Embun sudah pindah tempat ke rumah kontrakan yang tak jauh dari rumah sakit .Tadinya Sekar menawarinya untuk tinggal bersamanya . Atau mencari tempat tinggal yang dekat dengan Sekar namun tidak ada dan mendapatkan di dekat rumah sakit .
" Apa apartemen dokter belum laku ?" tanya Hani .
Embun hanya bisa menggeleng .
" Apa kamu sudah bertanya kepada dokter Ryan ?" tanya Embun .
" Belum . Dokter Ryan seperti nya saat ini sibuk " Ucap Hani lesu ..
" Huhh " Embun menghela nafasnya kasar .
" Anak pemilik perusahaan kenapa sih kemarin tidak jadi ke sini . Bikin kita kecewa saja " ucap Hani lesu . Hani meletakkan kepalanya di atas meja .
" Kamu saja yang kecewa aku tidak " jawab Embun .
Hani mengerucutkan bibirnya merasa kurang puas dengan jawaban Embun .
tok tok tok .
" Ya silahkan masuk " jawab Embun
" Dokter Ryan " ucap Hani .
" Mau makan bareng " tanta Dokter Ryan .
" Emm . Boleh sama Hani juga belum makan " ucap Embun yang tidak ingin di musuhi oleh rekan kerjanya .
Raut wajah dokter Ryan awalnya terlihat kecewa karena Embun mengajak Hani . Namun Dokter Ryan mencoba untuk memaksakan senyumnya dan mengiyakan permintaan Embun .
Ketiganya menuju kantin di rumah sakit itu . Awalnya dokter Ryan meminta untuk makan di luar tapi Embun memilih untuk ke kantin saja .
" Ya hallo " jawab dokter Ryan melalui sambungan ponselnya .
" *Di mana lo ?"
" Gue di kantin " jawab dokter Ryan
" Gue di rumah sakit jadi gantikan bokap " ucapnya dari seberang telpon .
" iya nanti gue ke sana " ucap dokter Ryan lalu memutuskan sambungan ponselnya*
" Sorry ya . Sepupu saya dia jadi menggantikan ayahnya " ucap Dokter Ryan .
" Kemarin di tunggu nggak jadi datang . Sekarang datang dengan sendirinya " gumam Hani.
Dokter Ryan dan Embun yang mendengar gumaman Hani menatap Hani .
" Hehe ternyata itu emm masih saudara ya dok ?" tanya Hani yang tidak enak .
" Iya . Kita sepupu . Dia anak dari kakaknya mama saya " ucap Dokter Ryan .
" Aku juga pernah denger sih . Tapi ini denger secara langsung jadi lebih akurat gosipnya " ucap Hani .
" Dasar tukang gosip " jawab Embun .
Setelah selesai makan . Hani dan Embun sebenarnya mau menanyakan kepada Ryan apakah dia jadi untuk membeli apartemen nya atau tidak .
" Ada apa ? Sepertinya ada yang ingin kalian katakan ?" seakan tahu dari gelagat keduanya yang nampak ragu untuk mengatakan .
Embun dan Hani saling melirik .
" Sudah tanyakan saja ?"ucap Ryan lalu melipat tangannya di perut .
" Jadi begini dok , saya mau menjual apartemen saya di apartemen citra . Saya dengar dokter mencari apartemen " ucap Embun .
Ryan yang sebenarnya sudah mendapatkan apartemen yang ingin dia tinggali pun mencoba untuk tidak memberitahu jika dia tidak jadi membeli .
" Iya . Itu apartemen sama seperti sepupu saya juga tinggal di sana " ucap Dokter Ryan .
" Kamu yakin mau jual ? di sana apartemen yang kebanyakan di cari kebanyakan orang hlo " tanya dokter Ryan memastikan .
Apartemen dengan fasilitas ter baik dan terlengkap semua ada di sana .
" Iya dok . Kalau dokter tidak jadi mencari atau sudah dapat juga tidak apa apa kok . Saya hanya bertanya . Siapa tahu dokter bersedia " ucap Embun
" Saya akan membelinya . Saya juga belum dapat kok . Kamu kirim nomor rekening kamu di sini ya " ucap Ryan berbohong .
Embun tersenyum lega mendengar ucapan dokter Ryan . Embun segera memberikan nomor ponselnya kepada Ryan .
Ryan juga tersenyum senang bisa mendapatkan nomor ponsel Embun .
" Nanti saya kirim dok . Soalnya saya tidak membawa ponsel " ucap Embun .
" Oke " jawab Ryan segera menyimpan nomor ponsel Embun .
Hani yang melihat senyum manis Ryan merasa terhipnotis dengan ketampanannya . Tapi Hani juga dapat melihat ada rasa berbeda ketika dokter Ryan menatap Embun . Hani mencoba menepis pikirannya itu . Embun memang dokter yang cantik dan lembut pikir Hani .Embun juga termasuk rekan kerja yang baik dan juga teman yang baik bagi Hani .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di Ruangan Direktur utama kini Dokter Ryan berada . Sepupunya itu kelak yang akan menggantikan sang papa . Awalnya Dia menolak , karena dia kurang menyukai bidang ini . Tapi karena suatu hal , dia bersedia untuk menggantikan papanya .
" Permisi Tuan , Maaf mengganggu " ucap Dokter Ryan masuk ke dalam ruangan direktur utama .
Ryan masuk ketika anak dan papa sedang berdebat
" Masuk Ryan . Tolong kasih tahu sepupu mu ini " ucap William robert .
" Aku mau membantu tapi bukan berarti menggantikan papa sepenuhnya . Papa tetap menjadi presdir disini " kekeh Allan .
Ya pria itu Allan yang akan menggantikan papa nya di karenakan suatu hal .
" Papa pulang dulu . Mama mu dari tadi sudah menghubungi papa " ucap William lalu meninggalkan ruangan itu .
Allan merasa di bohongi oleh papanya . Tadinya Allan menyetujui untuk ikut kerumah sakit hanya untuk sementara . Tapi nyatanya sang papa mempermainkannya .
" Sudahlah Allan , ini sudah menjadi takdirmu . Makanya kalau tidak mau menanggung semua sendiri , minta di buatkan adik oleh om dan tante " goda Ryan .
" Yang benar saja . Yang ada seharusnya mereka menimang cucu bukan menimang anak bayi mereka " kesal Allan .
" Maka segeralah menikah " ucap Ryan .
" Nanti kalau sudah ada yang pas " jawab Allan asal .
" Apanya ?" tanya Ryan .
" Semuanya . Sudahlah pergilah jangan menggodaku " ucap Allan tak ingin berdebat .
" Oh iya . Aku mau beli apartemen di tempat mu juga . Tadi ada yang menawari aku " ucap Ryan seraya menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang kerja Allan .
" Terserah " jawab Allan .
" Baiklah aku mau keluar . Di sini bau bau kesibukan " ucap Ryan lalu meninggalkan Allan .
" Oh iya . Rapat direktur besok pagi pukul sepuluh " ucap Ryan ketika melihat ponselnya yang mendapatkan info dari group nya .
Allan tak menghiraukan ucapan Ryan . Dia di sibukkan dengan beberapa kertas di hadapannya .
" Apa papa betul bekerja ? Kenapa semua ini belum selesai di kerjakan ?" tanya Allan frustasi .
Allan memutuskan untuk segera menyelesaikan berkas di depannya itu . Meskipun terlihat kadang suka bermain tapi Allan adalah pria yang bertanggung jawab dengan pekerjaannya . Dia begitu detail dengan setiap apa yang dia kerjakan .
tok tok tok .
" Masuk " jawab Allan .
" Permisi Tuan . Ini laporan akhir bulan kita dan besok jam sepuluh pagi ada rapat bersama dewan dan pemegang saham " ucap sekertaris William yang kini menjadi sekertaris Allan .
" Hem " jawab Allan tanpa mengalihkan pandangannya .
" Saya permisi " pamit sekertaris yang bernama Sita .
Dengan menahan kekesalannya Sita keluar dari ruangan direktur barunya itu . Sudah dandan dengan maksimal dan secantik mungkin tapi tidak di lirik sama sekali .
" Sialan sudah cantik gini tapi nggak di lirik . Tapi its oke lah . Pak direktur ganteng banget deh " ucap Sita kegirangan .
" Ngapain lo senyum sendiri ?" tanya Mutia yang berada di sana .
" Tidak ada dok " ucap Sita lalu merubah ekspresi wajahnya .
Mutia segera berlalu dari sana tanpa tahu jika direktur utama nya sudah di gantikan oleh anaknya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments