" Apa kamu tidak akan pulang hah ?!!" teriak Eros kepada Embun .
" Tidak " jawab Embun tegas .
Tidak di sangka ketika Embun sedang berada di sebuah kafe untuk bertemu dengan Sekar dia bertemu dengan papa nya .
plak
Sebua tamparan keras mendarat tepat di pipi Embun .
Embun tersenyum miris . Papa nya tega menamparnya di depan umum . Beruntung saat itu Sekar tidak melihatnya .
" Sudah puas ?" tanya Embun .
" Dasar anak kurang ajar kamu . Ayo ikut papa pulang " Eros segera menarik tangan Embun dengan kuat . Embun mencoba untuk memberontak . Namun hasilnya tetaplah sia sia .
" Aku tidak mau " teriak Embun seraya mencoba untuk melepaskan tangannya .
Sekar yang telah sampai di kafe tersebut mencari dimana Embun berada. Biasanya Embun tidak pernah telat jika memiliki janji . Tapi berbeda dari kali ini . Sekar mencoba untuk menghubungi ponsel Embun namun tidak ada . Dan mobil Embun juga tidak ada di sana .
" Tumben sekali dia tidak mengangkat telpon ku . Apa dia ada acara lain ? Tapi kenapa tidak menghubungi terlebih dahulu " ucap Sekar kepada dirinya sendiri.
" Lebih baik pulang sajalah "
Sekar lalu memilih untuk pulang terlebih dahulu . Seraya menunggu Embun untuk menghubunginya .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di kediaman Papa Eros . Embun masih memberontak untuk tidak masuk ke dalam rumah itu .
" Jangan mencoba melawan dasar anak kurang ajar " teriak Papa Eros .
" Sudah cukup pa . Kasian Embun pa . Lepaskan dia pa " isak tangis Mama Kayla pecah melihat putri nya di tarik paksa oleh sang papa .
" Jangan ikut campur kamu " teriak Papa Eros lalu mendorong tubuh istrinya hingga tertabrak oleh meja .
" Mama " teriak Embun yang melihat sang mama kesakitan .
" Jika kamu tidak ingin ibu mu tersakiti maka menurut lah . Jangan membantah . Aku menjodohkan mu dengan pria kaya . Dia berpendidikan dan mapan . Ini juga membantu bisnis kita " jelas Papa Eros menjelaskan kepada Embun .
" Kenapa bukan kak Ciara saja . Bukankah fia putri kesayangan papa . Kenapa harus aku pa ? Kenapa ? Kenapa selalu aku yang harus di korbankan . Bukan kak Ciara . Apa sebenarnya aku bukan anak papa . Hah ! " ucap Embun yang sudah tidak bisa menahan lagi rasa kesalnya .
" Kalau itu hanya mama mu yang tahu " Cibir Papa Eros .
" Pah .. " teriak Mama Kayla seraya menahan rasa sakitnya .
" Kenapa kamu takut mengakuinya ? Lagian anakmu ini sudah besar , dia berhak tahu siapa ayahnya yang sebenarnya " ucap Papa Eros lagi .
Embun yang mendengar ucapan sang papa merasa lemas dan tidak tahu harus berbuat apa .
" Papa !!!" teriak Mama Kayla dan menangis semakin menjadi .
" Lo tuh anak dari selingkuhan mama " ucap Ciara uang baru saja muncul .
" Apa benar itu ma ?" tanya Embun dengan air mata yang sudah tidak bisa dia tahan lagi .
Jadi ini yang membuat papanya selalu membedakan dirinya dengan sang kakak dan adik . Ternyata ini jawabannya . Dia bukan anak dari Eros Margin . Lalu siapa ayah nya .
" Sayang , dengar penjelasan mama nak " isak tangis Mama Kayla semakin menjadi . Melihat putri yang sedari dulu tidak pernah mendapat keadilan dari suaminya .
Embun tidak tahu harus berbuat apa .
" Jadi ini yang membuat papa dari dulu selalu membedakan aku dengan kak Ciara ? Jadi selama ini kalian selalu menjadikan aku korban dan aku harus mengakui setiap kesalahan yang di lakukan kak Ciara karena aku bukan anak papa . Aku tahu sekarang " ucap Embun tersenyum kecut mengingat masa kecilnya dulu yang selalu di nomor terakhir di keluarganya .
" Tidak sayang tidak . Semua itu tidak benar " tangis Mama Kayla masih terdengar.
" Sudahlah ma . Dia sudah tahu jadi tidak perlu menutupinya lagi " ucap Papa Eros tanpa peduli dengan perasaan Embun .
" Jadi sebagai balas budi mu kepada ku . Bantu bisnis ku untuk lebih berkembang lagi . Jadi menikahlah dengan rekan kerja ku " ucap Papa Eros apa adanya .
Embun tidak bisa mengeluarkan sepatah kata apa pun . Saat ini ucapan sang papa cukup membuatnya terkejut .
Embun segera lari dari rumah megah itu tanpa peduli dengan teriakan sang mama .
" Jangan pergi kamu !"teriak Papa Eros .
Dengan tangis yang semakin menjadi Embun berjalan tanpa menghiraukan orang di sekitarnya .
Tujuan Embun saat ini berada di rumah Sekar . Sahabat sederhananya yang tidak pernah mengeluh meskipun hidup dalam kekurangan . Itu yang membuat Embun begitu suka berteman dengan Sekar . Dari Sekar Embun bisa belajar untuk sabar dan ikhlas .Nyatanya dirinya hidup dalam keluarga berada tidak membuatnya untuk hidup nyaman dan terjamin .
Untuk fasilitas Embun jauh dari Ciara yang akan selalu di berikan kemewahan oleh sang papa . Sedangkan dirinya harus berhemat dan terkadang Embun harus bekerja di sebuah kafe hanya untuk menambah uang saku .
" Jadi ini alasannya ? Tapi kenapa ? Kenapa mama harus melakukan hal serendah itu " ucap Embun dengan air mata yang tak bisa berhenti untuk menetes .
Embun berjalan jauh hingga tak terasa dia berada di depan rumah Sekar .
tok tok tok
Embun mengetuk pintu rumah Sekar hingga berkali kali . Hingga dia terduduk lemas di depan pintu rumah sekar .
Embun menatap jam di pergelangan tangannya menunjukkan pukul 11 malam hampir tengah malam .
Sekar yang samar mendengar isak tangis dan ketukan pintu mencoba memastikan jika itu benar benar orang . Apalagi Sekar hanya tinggal sendiri sedangkan kedua orang tuanya berada di kampung neneknya .
Sekar berjalan perlahan menuju pintunya dan dia melihat dari jendela rumahnya . Betapa terkejutnya dia melihat Embun yang sedang terduduk dengan penampilan yang sudah tidak rapi lagi . Pikiran Sekar sudah tidak menentu .
" Embun . Kamu Embun Kan? " tanya Sekar memastikan .
Embun menatap Sekar lalu memeluk Sekar dengan kuat.
Sekar merasa heran dengan sahabatnya itu . Dulu sewaktu sekolah dia juga pernah sekali melihat dia menangis tapi tidak seperti saat ini . Setau Sekar Embun adalah gadis yang kuat
" Lo kenapa ?" tanya Sekar seraya membalas pelukan Embun .
" Ayo masuk dulu . Nggak enak di lihat orang dikirain gue mau ngapa-ngapain lo lagi " ucap Sekar mencoba mencairkan suasana . Apalagi melihat penampilan Embun yang berantakan dan lusuh .
Sekar memapah Embun lalu membawanya untuk duduk di ruang tamu minimalisnya .
" Gue ambilkan minum dulu . Setelah itu lo mandi . Kalau lihat penampilan lo kayak gini nggak bakalan ada cowok yang mau .. Yang ada langsung kabur " ucap Sekar .
Embun hanya tersenyum samar .
Di sinilah tempat ternyaman Embun , Sekar . Sekar yang sederhana ini selalu bisa membuat dirinya merasa memiliki keluarga .
Sekar kembali menghampiri Embun dengan segelas teh hangat dan membawakan Embun sebuah handuk .
" Tenangkan diri lo dulu . Di minum terus mandi oke " ucap Sekar .
Embun hanya mengangguk dan tersenyum tapi air matanya kembali mengalir . Merasa beruntung memiliki Sekar sebagai sahabat .
" Terima kasih . Lo udah mau temenan sama gue " ucap Embun lirih lalu memeluk Sekar Erat .
" Iya . Gue tahu gue emang baik " jawab Sekar .
" Ya udah gue mandi dulu " ucap Embun .
" Boleh . Tapi jangan nangis di kamar mandi . Kasian tetangga ke ganggu , berisik denger suara tangisan lo " ucap Sekar .
Embun hanya tersenyum lalu berlalu ke kamar mandi . Embun tahu Setiap kata yang Sekar ucapkan itu supaya dirinya tidak lagi larut dalam kesedihannya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments