Embun lalu melajukan mobilnya setelah merasa lebih tenang . Tapi baru beberapa meter .....
Brakkkkkk
" Ya ampun, cobaan apa lagi ini " gumam Embun merasa frustasi
Embun segera keluar dari mobilnya . Melihat apa yang terjadi . Padahal saat ini dia hanya menggunakan baju tidur tipis miliknya .
Pemilik mobil yang di tabrak oleh Embun juga keluar dari mobilnya . Dia melihat mobilnya yang memiliki luka pada bagian belakangnya .
Dengan mata tajamnya . Sang pemilik mobil menatap Embun seakan ingin mengumpatnya habis habisan .
" Apa mata mu buta ?!" sinis pria pemilik mobil itu .
" Maaf Tuan aku tidak sengaja " ucap Embun seraya menundukkan wajahnya merasa bersalah .
" Tidak sengaja ? Apa kamu sudah memiliki ijin pengemudi ? Apa di dalam sana diajarkan jika ada mobil berhenti bisa kamu tabrak " ucapnya dingin .
" Maaf Tuan .Saya akan ganti rugi untuk mobil anda " jawab Embun sungguh-sungguh .
" Baiklah . 1 milyar untuk kerusakan mobil ku ini " ucap Allan . Pria itu adalah Allan .
Embun segera mengangkat kepalanya .
" Apa 1 Milyar . Anda mau merampok saya ?" kesal Embun .
" Buka mata mu . Untuk membeli mobilmu saja bisa dapat sepuluh mungkin lebih " ucap Allan meremehkan .
" Ck . Dasar pria sombong " desis Embun .
" Baiklah . Aku akan mengganti rugi kerusakan mobilmu . Tapi tidak saat ini " ucap Embun tapi melirihkan ucapannya di akhir kalimat .
Allan berjalan mendekat lalu membisikkan sesuatu kepada Embun .
" Kalau kamu tidak bisa , datanglah ketempat ku . Temani aku ..
plak
"" Jaga ucapan anda Tuan . Anda pikir saya perempuan murahan hah " teriak Embun setelah menampar Allan .
" Ck " Allan menyentuh pipinya yang sedikit merasakan sakit dari tamparan tangan seorang wanita .
Apa dia tidak mengenal ku . Berani sekali dia menampar ku .batin Allan .
Allan berjalan semakin mendekat kearah Embun hingga membuat Embun bersandar pada mobilnya .
" Anda jangan macam macam " ucap Embun dengan sedikit gagap .
Apalagi ini di tempat sepi .
Bodoh . Kenapa tadi kamu menamparnya . sesal Embun
" Datanglah ke alamat ini . Kalau tidak saya akan melaporkan mu " bisik Allan .
Suara bas Allan bisa membuat bulu kuduk Embun merinding . Suara yang seksi pikir Embun .
Embun memejamkan matanya sesaat . Mencium aroma tubuh maskulin milik Allan .
Allan tersenyum samar melihat tingkah Embun . Bahkan gadis blasteran di depannya ini terlihat sangat cantik jika di lihat dengan dekat .
" Sayang . Kenapa lama sekali " teriak seorang wanita yang keluar dari mobil Allan .
Allan segera kembali dengan posisinya .
Embun juga mulai tersadar .
" Dasar pria , Sudah memiliki kekasih masih saja menggoda wanita lain " gumam Embun .
Allan menatap Embun lalu berjalan menuju mobilnya .
Kekasih Allan menatap sinis kepada Embun . Wanita itu juga mencium pipi Allan lalu mengajaknya masuk kedalam mobil .
" Dasar perempuan murahan " ucapnya sebelum masuk kembali ke dalam mobil Allan .
Embun tidak menanggapi wanita itu lalu masuk kembali ke dalam mobilnya .
Embun juga melempar kartu nama milik Allan . Seakan tidak peduli dengan ancaman pria itu .
" Dia pikir dia siapa " kesal Embun lalu melajukan mobilnya menuju apartemennya .
Setelah sampai Embun segera membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya . Rasa kantuk nya lebih kuat . Apalagi besok dia harus bekerja .
" Heh di jodohkan . Mereka pikir ini jaman siti nurlaila " ucapnya dengan mata terpejam .
Pagi harinya , dengan malas Embun sudah mulai bangun dan menyiapkan sarapannya sendiri . Beruntung dia semalam menyempatkan diri untuk berbelanja .
Embun lalu berangkat ke rumah sakit setelah menyelesaikan sarapannya . Tapi saat baru keluar dia sudah melihat sosok wanita seksi keluar dari kamar sebelah . Wanita itu memakai pakaian terlalu terbuka menurut Embun .
" Apa dia tidak takut masuk angin sepagi ini sudah berpakaian seperti itu" ucap Embun .
Embun lalu meninggalkan apartemennya .
" Selamat pagi dok " sapa Hani yang juga baru sampai .
" Selamat pagi Han " jawab Embun dengan tersenyum ramah .
" Hari ini sepertinya cukup banyak pasien ya dok " ucap Hani melihat banyak pasien yang menunggu antrian .
" Semangat " ucap Embun .
Hari ini akan menjadi hari yang melelahkan untuk Embun . Embun segera menuju ruangannya .
" Dok ada pasien yang harus di operasi karena usus buntu .Tapi.." ucap Hani .
" Tapi apa ?" tanya Embun seraya mengenakan jas putih miliknya .
" Tapi itu sebenarnya pasien dari dokter Mutia . Dan sekarang dokter Mutia berhalangan hadir " jelas Hani .
" Emm " ucap Embun menganggukkan kepalanya .
" Apa saya ada jadwal yang lain ?" tanya Embun .
" Tidak dok . Ini saya juga baru di beri tahu sama yang di atas ? " jawab Hani .
" Sama sang pencipta ?" ucap Embun Ragu .
" Bukan . Sama direktur maksud saya " jelas Hani
" Ow.. Ya udah . Ayok " ajak Embun untuk melihat pasien dokter Mutia .
" Ini bukan kali pertamanya dokter Mutia berhalangan hadir jika ada operasi . Semenjak saya di rumah sakit ini saya rasa sering " ucap Hani ketika mereka memasuki lift .
" Lalu apa atasan tidak menegur ?" tanya Embun .
" Pemilik rumah sakit ini memiliki anak laki laki . Dia tampan sekali " ucap Hani dengan berbinar .
" Dan dokter Mutia ini kalau tidak salah dia begitu terobsesi kepadanya . Namanya juga dokter Mutia bukan anak orang sembarangan . Kalau nggak salah anak dari pemegang saham di rumah sakit ini juga " jelas Hani .
" Jangan suka bergosip " ucap Embun .
" Saya tahu jelas dengan semuanya . Mereka saksinya " tunjuk Hani kepada gerombolan perawat yang sedang berkeliling entah apa yang mereka lakukan .
" Kalian ini "
" Kalau nggak salah lusa anak dari pemilik rumah sakit ini mau berkunjung ke sini . Dan ini sedang menjadi pembicaraan hangat di rumah sakit " Ucap Hani penuh semangat .
" Kamu sudah punya pacar ?" tanya Embun .
" Belum " jawab Hani lesu .
" Sama . Ya udah kita sudah sampai , jangan ngobrol lagi fokus "ucap Embun .
" Siap bu dokter " jawab Hani dengan tersenyum .
Tak terasa operasi yang di lakukan oleh Embun telah selesai . Semuanya berjalan lancar .
" Bagaimana dok dengan anak saya ?" tanya sang ibu kepada Embun .
" Semua lancar ibu " jawab Embun .
" Terima kasih bu dokter "
" Iya ibu . Itu sudah kewajiban saya " jawab Embun tulus
Embun lalu meninggalkan pasiennya . Ketika berada di lift Embun kembali bertemu dengan seorang ibu yang waktu itu pingsan lalu di tolong olehnya .
Embun hanya menganggukkan kepalanya lalu tersenyum ramah .
" Bu dokter sudah mau pulang ?" tanya ibu itu .
" Sebentar lagi bu . Ada yang bisa saya bantu ?" tanya Embun .
" Saya mau mengajak bu dokter makan sebagai ucapan terima kasih . Karena waktu itu sudah menolong saya "
" Ibu jangan sungkan . Semua itu sudah menjadi kewajiban saya " ucap Embun .
" Tidak . Pokoknya harus mau ya " paksa ibu itu penuh harap .
" Baiklah " jawab Embun dengan tersenyum .
" Oh iya . Siapa nama mu ? Kita kan belum berkenalan " ucap ibu itu sebelum melanjutkan langkahnya .
" Saya Embun bu "
" Saya Anna "
" Baiklah saya tinggal dulu nanti kalau sudah selesai hubungi saya ya . Ini nomor ponsel saya " ucap Anna lalu meninggalkan Embun .
Embun hanya menerima kartu nama itu . Tidak ada penolakan , karena di lihat ibu itu begitu tulus .
Setelah itu Embun kembali melangkahkan kakinya untuk ke ruangannya .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments
Iyah Comel
/Facepalm/
2024-02-11
0