Keputusan yang di ambil oleh Embun untuk menjual apartemennya segera dia lakukan . Semua itu dia lakukan untuk segera menyelesaikan urusannya dengan orang asing tersebut . Dan Embun ingin segera hidup dengan nyaman tanpa di ganggu oleh kedua orang tuanya lagi . Kejadian semalam sudah membuatnya tidak ingin lagi ikut campur dalam keluarganya . Tapi dalam hati kecilnya dia sebenarnya tidak ingin melakukan semua itu . Dia juga tidak bisa meninggalkan sang ibu meskipun ibunya kerap berperilaku tidak adil kepadanya . Tapi setidaknya sang ibu masih mau memberinya uang untuk kuliah , meskipun dengan cara sembunyi sembunyi .
" Dokter lagi ngapain ?" tanya Hani yang masuk ke dalam ruangan Embun .
" saya mau menjual apartemen saya Han . Kamu mau beli ?" tanya Embun seraya menatap Hani yang kini telah duduk di depan mejanya .
" Enggak lah dok . Mana ada uang saya . Tapi nanti kalau ada saya kasih tahu . Kalau tidak salah, Dokter Ryan mau beli apartemen dok . Coba dokter tanya ke Dokter Ryan . Siapa tahu masih cari " ucap Hani .
" Saya tidak enak lah Han . Saya posting aja siapa tahu ada yang minat " ucap Embun .
" Iya dok . Jaman sekarang tinggal posting tinggal duduk manis . Nanti pembeli berdatangan " ucap Hani .
" Semoga " jawab Embun .
" Oh iya dok . Dengar-dengar besok pemimpin baru kita sudah di sini . Anak semata wayang dari pemilik rumah sakit ini . Dan katanya lagi anaknya itu tampan " ucap Hani penuh antusias .
" Iya kemarin waktu kita kumpul juga membahas itu . Kalau kamu nanti ketemu dokter Ryan tolong tanyain ya . Kamu Kan sudah lama di sini " pinta Embun .
" Tenang ada persenan kok " ucap Embun .
" Bukan masalah itu nya dok . Tapi di sini itu fans nya dokter Ryan itu cukup banyak " bisik Hani .
" Termasuk kamu gitu " sahut Embun menatap Hani serius .
Untuk sesaat Hani terkejut dengan ucapan Embun yang seperti paranormal bisa tahu dengan hanya melihat .
" Hahaha , Aku hanya bercanda . Tapi kalau iya kan ini kesempatan bagus " ucap Embun lalu meninggalkan Hani .
Hani hanya terbengong melihat tingkah dokter cantik itu .
" Apaan sih dokter Embun " ucap Hani dengan pipi yang sudah mulai memerah .
Embun mulai memeriksa setiap pasiennya sebelum pulang kerja . Dan pasien anak lelaki yang masih duduk di bangku SMA itu juga masih di sana bersama sang ibu yang selalu bersedia menunggu sang putra .
" Dokter Embun " sapa ibu tersebut setelah Embun memeriksa putranya
" Iya ibu . Ada apa ?" tanya Embun ramah .
" Terima kasih bu dokter . Terima kasih " ucap ibu iyu seraya menggenggam tangan Embun dengan air mata yang mulai deras .
" Ibu kenapa menangis ?" tanya Embun mencoba untuk biasa saja .
" Saya tahu dokter sudah melunasi biaya rumah sakit untuk anak saya . Saya sangat berterima kasih untuk itu . Nanti kalau rumah saya sudah laku terjual pasti saya akan menggantikannya " ucap Ibu itu bersungguh sungguh .
" Ibu tidak perlu mengganti . Itu semua untuk ibu . Rumahnya kalau bisa tidak usah di jual . Nanti mau tinggal di mana . Yang penting ibu dan anak ibu bisa menjaga kesehatan itu saya sudah berterima kasih " ucap Embun tulus .
" Tapi dok ...
" Sudah ibu tidak usah memikirkan semua ini . Yang penting ibu menjaga anak ibu supaya lekas sehat " ucap Embun lalu meninggalkan ibu tersebut
" Terima kasih dok . Terima kasih " lirih ibu itu .
Tidak sengaja Mutia dan Via melihat kejadian itu . Dan juga beberapa perawat lain tak kecuali Hani yang bersama Embun .
" Dia mau jadi pahlawan di rumah sakit ini " ucap Via .
" Ck " ucap Mutia lalu berlalu dari sana .
" Besok jadi dia mau ke sini ?" tanya Via kepada Mutia .
" Iya . Aku mau pulang terus perawatan buat menyambut calon suami " ucap Mutia dengan centil .
" Dokter Ryan mau pulang ?" sapa Via kepada Ryan yang berpapasan dengannya .
" Iya dok " jawab Ryan dingin .
Dokter Ryan memang terkenal ramah jika dengan yang lain tapi tidak dengan Via .
" Kamu sombong amat sih Ryan kalau sama aku " ucap Via yang mulai bicara non formal .
" Aku duluan ya " ucap Ryan lalu meninggalkan ke dua dokter muda itu .
" Ih .. Selalu aja dia kayak gitu " kesal Via .
" Semangat " ucap Mutia lalu merangkul sahabatnya itu .
Via lalu mengerucutkan bibir nya merasa kesal .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Embun kembali ke apartemennya . Dia akan menginap di sana sebelum apartemen itu terjual . Embun juga masih mencari tempat tinggal yang bisa dia tempati nantinya . Namun ketika Embun hendak masuk ke apartemennya . Pria yang memiliki mobil yang di tabrak oleh Embun juga baru tiba di sana . Kali ini dia sendiri tidak bersama dayang dayangnya .
" Kapan lo bisa ganti rugi ? " ucap Allan berdiri di samping Embun lalu menyandarkan tubuhnya di dinding .
" Tunggu kalau saya punya uang . Saat ini saya tidak punya " ucap Embun apa adanya .
Allan mengangguk .
" Mau ONS sama gue ?" tanya Allan menatap Embun dari atas sampai bawah .
" Nanti hutang lo lunas " ucap Allan lagi .
" ONS ? Apa anda mengira saya wanita penghibur ?" ucap Embun tidak menyangka pria di depannya itu mengatakan hal tidak masuk akal itu bagi Embun . Tapi mungkin bagi pria di depannya ini adalah hal biasa .
" Beri saya waktu satu minggu untuk mengganti rugi atas kerusakan mobil anda Tuan " ucap Embun lalu hendak masuk namun di hentikan oleh Allan .
Embun menghempaskan tangannya yang di sentuh Allan .
Allan lalu mengangkat kedua tangannya .
" Oke , 3 hari dari sekarang . Saya tunggu . Jika tidak maka , kamu tahu sendiri " ucap Allan lalu berlalu dari sana .
Embun menatap tak percaya dengan pria di depannya itu .
" Dasar pria mesum . Apa dia kekurangan wanita ?" lirih Embun penuh kekesalan .
Embun merapikan barang-barangnya yang di apartemennya . Tidak terlalu banyak . Tapi Embun harus bersiap dari sekarang . Jika nanti sudah ada pembeli maka dia tinggal pindah .
drt drt drt
" Lo dimana ?" tanya Sekar langsung pada intinya .
" Gue di apartemen " jawan Embun sedikit menjauhkan ponselnya dari telinganya akibat suara teriakan dari Sekar .
" Gue kirain lo tidur di kolong . Ya udah " ucap Sekar lalu mematikan ponselnya . Setelah memastikan sahabatnya dia baik baik saja .
" Lah gitu doang " ucap Embun dengan dirinya sendiri .
drt drt drt
" Apaan lagi sih ?" ucap Embun .
" Pulang ke rumah sekarang juga ! Kamu sudah saya jodohkan dengan anak teman saya . Ini sebagai balas budi setelah aku memberi mu tumpangan tempat tinggal dan sekolah mu " teriak sang papa .
Embun tidak melihat terlebih dahulu siapa yang menghubunginya . Doa mengira bahwa itu adalah Sekar .
" Jika kamu tidak mau pulang aku akan menyeret mu saat ini juga " ucap nya lagi lalu mematikan sambungan telponnya .
Embun hanya membuang nafasnya kasar . Dia sudah meras putus asa dengan hidupnya .
" Apa yang harus gue lakukan ?" ucap Embun .
Tidak mau banyak berpikir Embun memilih untuk melanjutkan merapikan barang barangnya . Embun harus segera pindah dari apartemen ini sebelum sang papa menemukannya .
" Percuma juga . Dia tahu di mana aku bekerja " desis Embun . Dia lalu tersenyum kecut .
*ting
" Bantu mama kali ini saja sayang " isi pesan dari sang mama* .
Ingin rasanya Embun berteriak sekencang kencangnya . Embun tak habis pikir jika mamanya juga akan memintanya untuk menikah .
" Miris memang " ucap Embun .
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 119 Episodes
Comments