20. Hafiz Pov ( 2 ) End

Sejak Hari itu Hafiz dan Donita sering menghabiskan waktu bersama hingga membuat keirian dihati para penggemar hafiz atau pun penggemar Donita.Bahkan Hafiz pun mulai jarang menghabiskan waktu bersama Angva dan Dika.

Donita memberikan segala perhatian dan kasih sayang untuk Hafiz, Yang tanpa sadar hal itu membuat Hafiz jatuh hati pada sosok wanita yang berusia satu tahun lebih tua darinya ini.Hafiz bahkan merelakan segalanya untuk kebahagian Donita, waktu bahkan uang semua ia korbankan. Bagi Hafiz hubungannya dengan Donita hal yang harus ia pertahankan dan perjuangkan.

Hubungan Hafiz dan Donita pun sudah sampai ditelinga keluarga besar Handoko, Mengetahui sang pewaris menjalin hubungan dengan wanita cantik tentu saja membuat kehebohan dari berbagai kalangan.

Handoko yang tengah menyelesaikan pekerjaannya pun tak lagi terkejut setiap kali berita mengenai Hafiz dan Donita tayang di berbagai stasiun televisi.

"Anak itu apa tidak bisa menjaga batasan"Gumam Handoko dengan tangannya yang tak henti menandatangani dokumen.

"Ini Laporan pengeluaran rekening Hafiz Pak"Ucap seorang sekretaris Pribadi Handoko bernama Susi

Handoko membaca laporan mutasi rekening Hafiz yang tlah menghabiskan ratusan juta hanya kurun waktu satu minggu.

"Tugaskan seseorang untuk mencari tahu riwayat keluarga dan kehidupan Donita"Ucap Handoko

"Baik Pak"Jawab Susi ia pun kembali keruangannya

Handoko memijat keningnya yang terasa begitu sakit, Memikirkan pekerjaan saja sudah membuatnya lelah ditambah lagi ia harus menghadapi Hafiz yang sikap dan tindakannya selalu di luar kontrol.

Kehidupan perkuliahan Hafiz hanya di habiskan untuk bersenang-senang. Hingga suatu hari, Hari yang tidak pernah terlintas didalam benak Hafiz akan ia alami. Hari yang mungkin nantinya akan mengubah dirinya lebih sekarang ini.

"Fiz gimana vila yang di labuan bajo bisa kita pakai buat party?"Tanya Dika

"Ini lagi usaha, sabar"Jawab Hafiz ia masih berkutik dengan ponselnya dengan wajahnya merah padam

Merasa pesan-pesannya yang tak pernah mendapatkan jawaban dari Sang Ayah, Membuat Hafiz merasa benar-benar kesal, Ia pun segera menelpon Handoko tanpa tau Sang Ayah sedang apa.

Hafiz terus menelpon meskipun tak ada satu pun panggilan yang dijawab oleh Handoko.

Handoko yang tengah memimpin Rapat memang terkenal dengan sikapnya yang displin dan bertanggungjawab, kebiasaannya setiap rapat tidak pernah membawa ponsel. Itu sebabnya ia tak merespon satu panggilan atau pun satu pesan dari sang anak bungsu.

Setelah menyelesaikan Rapat, Handoko baru menyadari panggilan dan pesan yang ia terima, ia pun segera menghubungi Hafiz kembali.

"***Papa lupa yaa punya anak laki-laki"Ucap Hafiz yang terdengar begitu kesal

"Aku gak mau tau Mau Papa merestui hubungan ku sama Donita atau tidak, Aku akan tetap sama-sama dia"

"Satu lagi aku mau Villa di Labuan Bajo dikosongkan, Minggu besok Hafiz mau Party sama teman-teman***"

"Gak ada Party-Party, Fokus kuliah dan cepat gantikan posisi Papa"Jawab Handoko

"Aku tunggu Transferan uangnya lima puluh juta, sekarang kalau Papa gak kirim jangan harap Aku mau jadi pewaris"Ancam Hafiz, Sebelum ia menutup panggilan

"Anak ini benar-benar keterlaluan"Ucap Handoko penuh penekanan

"Apa yang dia pikirkan sampaj-sampai senakal ini, Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan agar anak itu berubah"Ucap Handoko dengan suara lirihnya.

Party yang di adakan Hafiz pun mulai masuk tahap persiapan, Segala kebutuhan yang ia minta Secara paksa di wujudkan oleh Handoko, Teman-teman Kuliah Hafiz dan Donita ikut andil dalam Party yang diadakan Hafiz.

Bahkan Hafiz menyewa seorang DJ handal yang sangat terkenal di tanah Indonesia, Yang membuat Party terasa lebih berwarna dan mewah.

Donita Yang sejak Awal berhubungan dengan Hafiz tak pernah satu kali pun merasakan sentuhan hangat dari Hafiz, Terkadang ia sangat ingin bagaimana rasanya Jika Hafiz berhasil membuatnya terlena dan terbuai. Namun segala cara sudah Donita lakukan tak juga membuat Hafiz Goyah. Laki-laki ini benar-benar pandai menjaga batasan Diri.

"Sayang, Sekali aja kita lakukan"Ucap Donita ia mengalungkan kedua tangannya di tekuk Hafiz

"Kamu jangan nakal" Ucap Hafiz ia tak lupa memberikan satu kecupan di dahi Donita

"Aah kamu katanya sayang, Kalau sayang lakukan seperti pasangan yang lain Hafiz, Aku ini Pacar kamu sudah seharusnya kamu minta hal itu ke aku"Ucap Donita yang merasa kesal dengan sikap Hafiz yang terkesan kuno

"Sayang justru karna aku sayang sama kamu, Aku menjaga kamu"Jawab Hafiz

"Kalau kamu sayang, Ayo lakukan *** sama aku Hafiz Apa aku masih terlihat kurang menggoda di mata mu"Ucap Donita

"Sangat memggoda, Tapi aku bisa menahannya"Ucap Hafiz

"kamu menyebalkan Fiz"Ucap Donita ia memilih meninggalkan Hafiz dam bergabung dengan para pria lain

Hafiz hanya memperhatikan Donita dari kejauhan, setiap pergerakan Donita tak luput dari sorot mata Hafiz.

"Kamu sangat menggoda Sayang, Tapi aku gak mau merusak mu"Batin Hafiz

Malam semakin larut, Donita masih menikmati malamnya bersama para Pria ia bahkan tak menghiraukan Hafiz yang sejak tadi memintanya untuk kembali ke Villa.

Merasa tak di hiraukan, Hafiz memilih kembali ke Villa lebih dulu, Sementara Donita semakin larut akan pesta, Tak terhitung sudah berapa gelas alkohol yang ia minum namun masih mampu membuatnya tersadar.

Malam semakin larut namun namun Donita tak kunjung kembali, Membuat Hafiz merasa khawatir dan resah. Apalagi kondisu Villa yang diluar dugaan, bagaimana bisa Empat villa ini masih dalam kondisi disewakan oleh pengunjung lain, Yang seharusnya dikosongkan untuk dirinya.

Tindakan Handoko memang selalu di luar perkiraan Hafiz.

Hafiz memutuskan untuk menjemput Donita, Ia berjalan melewati para pengunjung lain, Sorot mata Hafiz menangkap Sosok Donita yang tengah bermesraan dengan Pria Bule, membuat Api Cemburu membara di diri Hafiz, Bahkan Donita tak sungkan memberikan Ciuman Hotnya untuk sang Pria bule yang semakin membuat Hafiz marah, Ia pun tanpa berpikir lama segera menghampiri Donita dan menariknya menjauh dari Pria Bule yang sudah tak mengenakan Pakaiannya dengan baik, Bahkan Hafiz memberikan satu pukulan di wajah pria itu hingga membuat sudut bibirnya berdarah, Saat hendak membalas pukulan Hafiz, Donita justru menahan tangan Pria bule itu dan menatap intens.

"Apa yang kamu lakukan Sayang,Kamu mencium Pria asing bukan aku"Ucap Hafiz

"HAHAHAHAHA"Donita justru tertawa mendengar ucapan Hafiz

"Dia kekasih ku, Aku sudah dua tahun menjalin hubungan sama dia, Sementara kamu, Kamu hanya selingkuhan yang aku manfaatin"Jawab Donita

"Apa maksud mu, Apa kamu sengaja melakukan ini karna aku gak bisa kasih apa yang kamu mau"Ucap Hafiz

"Hahaha Jika iya, Apa kamu mau melakukan satu malam panas bersama ku, Pasti tidak kan"Ucap Donita

Pria Bule itu pun membisikan sesuatu kepada Donita yang membuatnya tersenyum picik.

"Kita selesaikan ini kamar"Ucap Donita dengan suaranya yang lembut

"she is mine"Ucap Hafiz menatap tajam Pria Bule itu

Donita membawa Hafiz kedalam kamar dan menguncinya, Ia menatap Hafiz dengan tatapan tajam yang menggoda.

"Tinggalkan pria itu"Ucap Hafiz

"Aku Gak bisa meninggalkan Dia sayang"Ucap Donita

Donita mendorong Tubuh kekar Hafiz hingga ia terjatuh di ranjang, Yang semakin membuat Hafiz berkeringat Dingin.

"Apa yang mau kamu lakukan Sayang"Ucap Hafiz

"Aku penasaran apa yang membuat mu Selalu menolak ajalan *** ku, apa kamu pria impoten"Ucap Donita

"Bukan sayang, Ini salah kita gak seharusnya seperti ini"Ucap Hafiz ia selalu menepis tangan Donita yang hendak membuka kancing kemejanya

"Lalu apa yang harus kita lakukan"Bisik Donita yang membuat tubuh Hafiz menegang.

"Lihat aku hanya berbisik tapi reaksi tubuh mu meminta lebih"Ucap Donita

"Aku pernah melihat Mami ku melakukan ini dengan pria lain selain papa, Karna hal itu mereka bercerai dan aku kehilangan sosok ibu diusia muda, Aku gak bisa melukan ini Donita"Ucap Hafiz

"Aaaa Rupanya kamu Trauma, Kamu takut aku meninggalkan kamu atau justru kamu takut dengan hal yang lain"Ucap Donita kini tangannya mulai nakal membelai lembut wajah Hafiz yang semakin membuat Hafiz semakin tak tenang, Bahkan Juniornya pun mulai bergerak dan menegang yang semakin membuat Donita tersenyum senang.

"Aku harus menikmati tubuh mu ini"Ucap Donita tanpa berpikir panjang ia segera melepaskan seluruh pakaiannya

Beberapa kali Hafiz selalu menolak namun ia benar-benar dibuat tak berdaya oleh Donita.

***

Keesokan Paginya Hafiz terbangun dengan tubuh yang masih polos, Ia masih ingat jelas bagaimana Donita memaksa dirinya untuk melakukan Hubungan badan, dan ia masih ingat dengan jelas berapa banyak sper*a yang ia tumpahkan di atas perut dan di dalam rahim Donita.

Perbuatannya semalam membuatnya merasa khawatir, Ia takut kehilangan Orang-orang yang ia cintai hanya karna satu kesalahan, Se*.

Hafiz menatap sekeliling Kamar namun tak menemukan Sosok Donita, Ia justru menemukan secarik kertas yang ditinggalkan untuk dirinya

"Terimakasih untuk semalam, aku harap kamu selalu mengingat setiap moment yang sudah kita lakukan, Sentuhan mu akan selalu aku ingat, Thank you untuk Mobil Dan uang tunai dua ratus jutanya, Jangan mencari ku!" Tulis Donita

Hal itu justru membuat Harga diri Hafiz jatuh, Hafiz benar-benar marah dengan tindakan Donita yang sangat merendahkan dirinya sebagai seorang Pria. Ia meremas kertas itu dan melemparkan kesembarang Arah.

"Wanita murahan"Ucap Hafiz

"Aku akan membalas mu Donita Loberto"Ucap Hafiz

***

Dua tahun berlalu Hafiz hidup dengan rasa trauma yabg sangat besar, Ia tak henti melakukan pemeriksaan dengan seorang psikiater tanpa sepengetahuan keluarga, Ia menutup segala kekurangan dirinya.

Bahkan selama dua tahun juga Hafiz tak pernah menjalanin hubungan serius dengan para wanita, Hafiz hanya akan berkencan satu atau dua kali lalu pergi tanpa kabar.

Kehilangan Sang Mama ketika kecil dan Merasakan pengkhiatan ketika ia dewasa benar-benar membuat Jiwanya terguncang.

" Tidak ada wanita yang bisa dipercaya, Dan tidak ada hubungan yang membahagiakan, Tidak ada Se* tidak ada wanita aku akan tetap menjadi Hafiz "Ucap Hafiz

Meski pun sang Dokter menyarankan Agar Hafiz melakukan Terapi, Namun hasilnya selalu tidak memuaskan, Hafiz masih mengalami Gemetaran dan tubuh berkeringat dingin setiap kali melakukan kontak Fisik dengan wanita.

***

***Ternyata Rasa marah, Dan kecewa yang begitu dalam bisa membuat seseorang menjadi trauma

Untuk kita jangan berhenti melakukan hal positif yaa biar kita gak jadi luka untuk orang lain, Justru menjadi obat untuk orang lain***

Terpopuler

Comments

Nurmawati Sari

Nurmawati Sari

lnjut lgi thoor

2023-06-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!