5. Membujuk

Azura menatap Hafiz dengan tatapan penuh tanya, Ia masih berdiri di ambang pintu dengan kondisi pintu yang sedikit terbuka.

"Aku calon suami mu"Ucap Hafiz dengan penuh percaya diri

"HAH"Sontak saja Azura terkejut, Ia secara reflek menutup pintu dan menatap tajam Laki-laki tengil di hadapannya ini

"Aku Calon suami kamu,Hafiz"Ucap Hafiz

"Duduk, Ada yang mau aku bicarakan sama kamu"Ucap Hafiz layaknya pria dewasa

"Idih"gumam Azura

"Duduknya jangan dekat-dekat aku ya"Ucap Hafiz kembali

"Siapa juga yang mau dekat-dekat kamu, PD banget jadi orang"Ucap Azura dengan nada bicaranya yang sedikit ketus

Azura pun duduk di hadapan Hafiz, Ia masih menatap Hafiz dengan tatapan yang sulit diartikan, Mata Azura menyisiri Hafiz dari ujung kaki hingga ujung kepala.

"Celana sobek, rambut acak-acakan, Penampilan seperti preman ini calon suami ku, Yang benar aja"Batin Azura

"Aku tau pasti kamu bingung kan aku tau tempat kerja ku darimana, Hmm semua tentang mu aku tau semuanya shdah terekam disini" ucap Hafiz ia meletakkan Jari telunjuknya di kepala

"Mau apa kamu kesini"Ucap Azura

"Kamu tau kan berita soal pernikahan kita yang akan di selenggarakan minggu depan"Ucap Hafiz

"Sembarangan, Aku gak pernah setuju ya soal perjodohan ini, Jadi jangan kegeeran"Ucap Azura

"Tapi sayang sekali perjodohan ini gak bisa kamu tolak"Ucap Hafiz ia mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tas ranselnya

"Apaan ini"Tanya Azura yang terkesan jutek

"Oh ini bukan apa-apa, Hanya beberapa lembar foto diri mu yang gak sengaja aku abadikan, Lihat Bukankah ini sangat menarik"Ucap Hafiz memperlihatkan foto Azura yang tengah menyantap Segelas alkohol dan Rokok

"Sialan, Kamu dapat darimana ini semua"Ucap Azura yang merasa kesal

"Sudah aku bilang kan, Aku tau semua tentang kamu, sekarang kita negosiasi saja gimana, Waktu ku gak lama nih soalanya harus ke jakarta siang ini"Ucap Hafiz

"Aku gak tanya"Ucap Azura

"Hm"

"Aku nerima perjodohan ini bukan karna aku suka sama kamu ya jadi jangan ke pdan"Ucap Hafiz

Azura tidak menggubris ucapan Hafiz ia hanya memutar bola matanya dan tersenyum simpul.

"Waktu ku gak lama cepat sampaikan apa yang kamu mau"Ucap Azura

"Sok sibuk banget"Ucap Hafiz

"Memang sibuk, memangnya kamu"Jawab Azura dengan nada nyolot

"Kita Nikah tapi tidak ada hubungan suami istri, Hanya sebatas suami istri didepan keluarga dan media, Setelah hak waris perusahaan berpindah ke tangan ku, Kita cerai dan menjalani hidup masing-masing"Ucap Hafiz

"Aku gak setuju, Pernikahan dan perjodohan ini apa pun itu"Ucap Azura

"Jadi kamu mau semua foto ini aku serahkan ke Keluarga mu, Setau aku di keluarga kamu terkenal sangat kalem"Ucap Hafiz

"Terserah,Itu foto lama sudah lama aku berhenti melakukan itu"Ucap Azura

"Sialan ini cewek lebih bernyali ternyata"Batin Hafiz

"waktu mu sudah habis,Silahkan pergi saya mau lanjut bekerja"Ucap Azura ia berdiri dan meninggalkan Hafiz

Hafiz yang merasa kesal pun meremas foto-Foto Azura,Ia benar-benar tak pernah kepikiran lawannya saat ini bernyali tinggi dan sangat sulit di taklukan.

Hafiz mengeluarkan ponselnya dari saku celana dan menghubungi seseorang.

"Beritahu Papa wanita itu menolak perjodohan"Ucapnya dengan cepat dan segera mengakhiri panggilan

Azura berjalan memasuki ruangannya dengan mulutnya yang tak henti menggerutu

"Memang ya dia siapa berani-beraninya mengancam ku,dasar bocil"Ucap Azura

Hafiz meninggalkan kantor Azura dan bergegas menuju Bandara, Seperti perjanjiannya dengan sang Kakak, Hari ini ia harus menghadap Dosen pembimbing, Sementara dua kawannya baru saja menyelesaikan skripsi dan sudah bersiap untuk sidang.

Handoko menerima laporan mengenai penolakan Azura, Ia mencoba menanggapi dengan santai dan tenang.

"antarkan aku kerumah Bambang"Ucap Handoko pada Bayu sang Asisten

Siang itu Handoko mengunjungi Rumah Bambang, ia menyampaikan maksud dan tujuannya.

Handoko juga menyampaikan penolakan Azura terhadap perjodohan yang sudah keduanya rencanakan.

"Jadi Hafiz dan Azura sudah bertemu Bang?"Tanya Bambang

"Iya sudah pagi tadi"Jawab Handoko

"Sebenarnya aku sudah mencoba membujuk Azura, Tapi anak itu masih kekeh untuk menolak"Ucap Bambang

"Lalu apa yang harus kita rencanakan biar Anak mu menerima, Aku sudah membuat pengumuman pernikahab mereka minggu depan"Ucap Handoko

"Aku sudah dengar soal itu, Coba nanti aku bujuk dia lagi Bang, Aku juga kurang tau alasannya dia menghindari perjodohan ini karna apa"Ucap Bambang

Keduanya diam dalam keheningan.

Sementara itu Hafiz didalam pesawat baru tersasar dengan ucapan sang Kaka, Ia mengutuk dirinya kenapa tidak menggunakan kelemahan Azura untuk membuatnya menyetujui ini.

"Sial Kenapa aku gak kepikiran soal itu"Ucap Hafiz

Tidak ada jalan lain selain menunggu hasil Dari Handoko, Ia hanya bisa pasrah dan berharap Azura dapat diajak kerjasama, Bagaimana pun Hafiz harus berhasil membuat para pemegang saham percaya penuh dengan dirinya.

Hafiz landing di Jakarta tepat pukul 13.00 WIB ia segera menuju kampusnya dan bertemu dengan sang Dosen, Sebagai salah satu Mahasiswa yang sudah tujuh tahun berkuliah membuatnya cukup terkenal di kampus, Bukan hanya sebagai Mahasiswa abadi ia juga terkenal dengan aksinya setiap kali demo, Wajahnya yang tampan cukup di gemari para Mahasiswi. Beberapa Dosen muda pun banyak yang terpesona dengan wajah tampannya.

"saya tunggu Skripsi Bab Satu sampai Bab tiga mu bulan depan"Ucap Sang Dosen yang bernama Ready

"Dua bulan lah Pak waktunya"Tawar Hafiz

"Okey Dua minggu lagi kita ketemu"Ucap Ready yang sontak saja membuat Hafiz terkejut

"Pak satu bulan aja"Ucap Hafiz kembali

"Dua minggu"Ucap Ready dengan tegas dan tak terbantahkan

Hafiz hanya bisa Paarah menerima nasibnya yang harus menyelesaikan Skripsi dalam waktu dua minggu.

Waktu kian beranjak dari siang ke sore dan sore ke malam, Azura yang baru saja tiba di rumah dikejutkan dengan seluruh anggota keluarga yang tlah berkumpul diruang tengah dengan wajah yang cukup serius.

"Ini ada apa?"Tanya Azura yang tampak begitu bingung

"duduk Bapak mau bicara"Ucap Bambang

Azura pun duduk disofa di samping sang Adik.

"Bapak Dan Ibu butuh bantuan mu Ra"Ucap Azura

"Bantuan apa?"Tanya Azura

"Bapak sama Ibu terlilit Hutang yang cukup besar"Ucap Bambang

"HUTANG"ucap Azura yang cukup terkejut dengan penuturan sang Ayah

"Hutang apa?"Tanya Azura

"Hutang sebesar seratus juga untuk biaya kebutuhan kita selama ini, Tapi semua Hutangnya sudah di lunasi sama Om Handoko"Ucap Bambang

"Terus"Ucap Azura dengan matanya yang bulat sempurna

"Bapak Janji akan melunasi Hutang Bapak dengan cara menerima perjodohan mu dengan Hafiz"Ucap Bambang

Mendengar ucapan Bambang membuat Azura tertawa terbahak-bahak hingga membuat Bambang beserta anak dan istrinya saling menatap penuh keheranan

"Ini bukan mengada-ngada kan Pak, Bapak sengaja melakukan ini drama biar Azura nerima perjodohan itu kan, Kemarin Ibu yang tiba-tiba sakit sekarang Bapak yang tiba-tiba punya hutang,Aneh banget"Ucap Azura, Otaknya cerdas memang sangat sulit sekali di tipu

"Bapak serius Ra"Ucap Bambang dengan sedikit menggunakan nada tinggi hingga membuat Azura terdiam

"Pak..."Ucap Azura

"Kamu bisa kan bantu Bapak, Hanya ini jalan satu-satunya"Ucap Bambang

Azura masih terdiam mencoba mencerna semuanya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!