Beruntungnya Azura meminta sang adik untuk mengantar Motor matic kesayanganya, jadi mempermudah dirinya untuk pergi-pergi keluar, Seperti saat ini berbekal google maps Azura mencari tempat makan, motor matic Azura berhenti disalah satu rumah makan sederhana yang memberikan beberapa menu masakan rumahan.
Azura memilih beberapa menu seperti lontong sayur, Lalapan Ikan Nila, Soto Lamongan dan Sate madura.
Azura membeli beberapa menu dan menyantapnya dengan lahap, Untuk Soto lamongan Azura memilih untuk di bungkus saja.
tinggal di lingkungan yang baru membuat Azura harus beradaptasi kembali dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Sepanjang jalan perumahan tak ada satu pun rumah yang terlihat penghuninya,Rumah-rumah besar ini terlihat begitu sepi meskipun ada beberapa kendaraan yang terparkir di halaman rumah.
"Rumah orang kaya memang gini ya"ucap Azura
Azura kembali kerumah setelah dua jam meninggalkan rumah, Hafiz tampak menunggu dirinya,ia berdiri di ambang pintu dengan tatapan yang tajam dan mematikan.
"Darimana aja kamu?"Tanya Hafiz, Laki-laki yang baru saja menjadi suaminya ini benar-benar terlihat berbeda, Wajahnya begitu serius hingga membuat Azura tak bisa bergemih.
"Tau gak kamu udah keluar rumah berapa lama?"Tanya Hafiz
"Aku cari makan"Jawab Azura
"Ada orang cari makan sampai dua jam lebih"Ucap Hafiz
"Heiii....Aku keluar berapa lama pun itu hak ku,Kenapa jadi kamu yang atur-atur ingat yaa kita menikah karna apa, Jangan sampai kamu lupa, Lebih baik kamu selesaikan Skripsi mu, selesaikan urusan mu dan akhirin Perjanjian ini tepat waktu"Ucap Azura dengan nada kesalnya
"Hei kamu juga jangan lupa ya, Posisi mu disini numpang, Jadi lakukan tugas mu dengan benar bukan malah jalan-jalan gak tau waktu"Ucap Hafiz
Azura tak habis pikir dengan sifat Hafiz yang berubah-ubah, Selain menyebalkan Dimata Azura kali ini Hafiz sosok yang lebih kejam dari ibu Tiri.
Bagaimana tidak lihat sajaa saat ini ia tengah sibuk membersihkan Toilet, Sementara Hafiz tampak begitu sibuk dengan ponsel dan laptopnya.
"Aaaaaaaaaghhhh"Teriak Azura yang merasa frustasi dengan sikap Hafiz
"Bisa diam gak"Ucap Hafiz yang entah sejak kapan sudah berdiri di ambang pintu hingga membuat Azura cukup terkejut
"Kamu tau gak aku lebih tua dari kamu,Jadi bersikap sopan"Ucap Azura
"Kamu harus ingat yaa, Ini rumah aku dan kamu cuma numpang jadi harus bersikap baik sama majikan"Ucap Hafiz
"****"umpat Azura
Hafiz meninggalkan Azura yang masih terus mengoceh, Setelah lima belas menit membersihkan toilet tiba saatnya Azura beristirahat dan menghirup udara segarIa duduk sofa yang menghadap Jendela hingga udara luar menusuk tulang-tulangnya.
Hafiz baru saja menyelesaikan skripsinya,Otaknya yang cerdas baru kali ini ia gunakan dengan baik sesuai fungsinya. Rasa pegal dan linu menjalar di lehernya dan juga punggung. Duduk lama seperti ini memang membuat seluruh nadan terasa pegal.
Hafiz pun meregangkan otot-otot tubuhnya.
"Akhirnya selesai"Ucapnya
Hafiz melihat keadaan rumah yang terasa begitu sepi, Keberadaan Azura pun seperti tak terlihat dari sorot matanya.
"AZURA"Teriak Hafiz layaknya seorang majikan meneriaki pembantunya
Azura yang baru saja hendak tidur, terpaksa mengurungkan niatnya dan bergegas keluar kamar, ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam.
"BISA SOPAN GAK KALAU MANGGIL"Ucap Azura tak kalah berteriak
"Aku lapar, Buatkan aku makan malam"Ucap Hafiz
"Apa kamu bilang?Lapar....Heiiii kalau kamu lapar bisa jofood gak usah manja"Ucap Azura
"Kamu gak lupa kan..."Sahut Hafiz
"Ya Tuhan....."Ucap Azura yang merasa benar-benar frustasi
Azura teringat dengan makanan yang ia beli siang tadi, tanpa berpikir panjang Azura pun memilih memanasi soto lamongan tersebut dan menghidangkannya diatas meja.
Membiarkan Hafiz menyantap makan malam seorang diri, Dan memilih untuk beristirahat.
***
Malam yang sunyi tlah berganti menjadi pagi yang cerah, Burung camar terlihat beterbangan kesana kemari, Suara siulan Yang terdengar begitu merdu, Azura yang baru saja selesai mandi,Mencoba mencari udara segar, dengan ditemani secangkir Susu dan satu piring Biskuit Azura menikmati seorang diri di halaman rumah.
"sudah kaya orang kaya saja aku ini"Gumam Azura
Brak
Suara Benda terjatuh membuat Azura bergegaa berlari kesumber suara,Ia melihat Hafiz yang tengah berjongkok dengan kepala menunduk hingga nyaris menempel dengan lantai.
"Ngapain?"Tanya Azura
"Hp ku jatuh"Ucap Hafiz
"Awas"Ucap Hafiz menghusir Azura agar sedikit bergeser
Tangannya merogoh kolong sofa,Dan keluar dengan membawa sebuah ponsel lipat.
"Untung gak pecah"Gumam Hafiz
"Buatka aku sarapan, Ini uangnya buat belanja"Ucap Hafiz memberikan Azura uang seratus ribu beberapa lembar
"Buruan,Jam sepuluh aku harus ke bandara"Ucap Hafiz layaknya seorang majikan
Azura berusaha untuk sabar menghadapi tingkah Hafiz, Dengan senyuman yanh dipaksakan Azura memgambil uang pemberian Hafiz dan melangkah keluar.
Menunggu Azura yang masih keluar diisi Hafiz dengan membaca informasi terupdate, Hanya beberapa menit kemudian Azura tlah kembali dengan kantong kresek yang penug dengan belanjaan.
Untungnya saja didekat komplek ada warung sayur,jadi mempermudahkan dirinya untuk belanja dalam waktu singkat, meskipun tidak terlalu lengkap.
Azura bukan wanita yang pandai memasak,Hanya saja ia tau sedikit soal bumbu-bumbu masakan, seperti pagi ini ia memilih membuatkan Hafiz menu Nasi telur kecap yang ia sering lihat di Youtube.
Hafiz menunggu Hasil masakan Azura dengan bersantai diruang tengah dengan menonton televisi.
Beberapa kali ia menoleh kedapur setiap kali mendengar suara gaduh dari dapur yang di sumberkan dari Azura.
"Aaaa Minyak bisa diam gak"Ucap Azura yang merasa takut setiap kali minyak gorengan telur itu meletup-letup
"Jangan meletuppppp....."Teriak Azura
"kacau....dia gak bisa masak"Ucap Hafiz
Sepuluh menit berlalu setelah berperang dengan minya dan api akhirnya Azura menyelesaikan masakannya.
Hafiz tampak ragu dengan masakan Azura terlebih ia melihat kondisi dapur yang sangat berantakan benar-benar membuatnya naik darah,Hanya dengan satu tarikan nafas Hafiz berhasil membuat Azura terdiam.
"AZURAAAAA"Ucap Hafiz
"Hehehe"Ucapnya tak bisa berkata-kata lagi
"Yang penting kamu makan"Ucapnya setelah mendapatkan tatapan tajam dari Hafiz
Seumur hidup Hafiz tak pernah bertemu dengan wanita seperti Azura,Baru saja mereka menikah satu hari lalu sudah membuat kondisi rumah Hafiz benar-benar seperti kapal pecah.
"Bersihkan segera"Ucap Hafiz yang terdengar seperti perintah
"Nanti.... Aku mau mandi"Jawab Azura
"BERSIHKAN SEKARANG"Ucap Hafiz dengan nada penuh penekanan
"AAARGGGHHH"Ucap Azura yang merasa frustasi
"INI MAKANAN APA, ASIN BANGET KAMU MAU BUAT AKU MATI"Ucap Hafiz
"HADUHHH CEREWET BANGET SIH"Jawab Azura yang tak kalah berteriak
Azura dan Hafiz kini saling memberikan tatapan tajam
"Kamu berani melawan ku?"Tanya Hafiz
"Iya, Kamu itu hanya anak kecil dimata"jawab Azura
"Kamu gak lupa sama perjanjian dan aturan tinggal disini kan"Ucap Hafiz dengan nada yang rendah namun berhasil membuat Azura tersadar dan menggerutu kesal.
Ia pun memilih mengurungkan niatny untuk mandi, Dan seger merapikan Dapur yang benar-benar berantakan.
"Aku rasa dia bukan ibu tiri tapi suami tiri"Gumamnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments