Hafiz... Nama yang setiap hari dan setiap saat selalu menjadi topik pembahasan di kampus ternama disalah satu kota di pulau jawa.
Banyak mahasiswi junior atau pun senior yang jatuh cinta dengan sosok Hafiz yang terkenal cool dan begitu tampan. Tak salah jika banyak wanita yang mengajaknya untuk berpacaran.
Sosok yang menjadi pembicaraan diberbagai kalangan mahasiswi itu tampak begitu santai menyantap Chiki-chiki yang diberikan Dika.
"Lihat noh para senior demen sama kamu semua"Ucap Dika
"Gak tertarik"Jawab Hafiz masih sedia menyantap ciki-ciki
"BRO BRO BRO"Suara angga dari jarak tiga meter membuat Hafiz dan Dika kini menatapnya
"apaan dah nih bocah"Ucap Dika
"Di Gedung utama ada cewek cantik banget...Sumpah"Ucap Angga
"Tapi info utamanya bukan itu"Ucap Angga kembali
"Terus?"Tanya Hafiz
"Itu cewek katanya suka sama lu Fiz"Ucap Angga
"buruan deh minta nomornya ajak kenalan"Ucap Angga
"gak penting"Ucap Hafiz
Hafiz yang enggan menganggapi Angga pun memilih untuk pergi dan mencari hiburan, Sementara Angga dan Dika justru dengan jahilnya membagikan nomor telpon Hafiz kepada dua gadis yang yang sejak tadi sudah memperhatikan Hafiz.
"Tiga ratus ribu"Ucap Angga
Dua Gadis itu pun masing-masing memberi Angga
"Bisnis menguntungkan"Ucap Angga dan Dika keduanya tertawa bahagia lalu pergi menyusul Hafiz yang entah kemana
Kehidupa perkuliahan Hafiz berjalan biasa saja, Layaknya mahasiswa pada umumnya, Hafiz pun selain terkenal dengan ketampanannya ia juga terkenal sebagai mahasiswa yang sering absen.
Namun hal itu tak menjatuhkan kepopulerannya di kalangan para mahasiwi, Semakin banyak berita miring perihal Hafiz justru semakin banyak yang menggilai dirinya.
Kini Hafiz tampak bersantai di kantin kampus dengan menyantap Gorengan yang ia pesan beberapa menit lalu, Hafiz cukup terkejut saat membuka ponsel yang begitu banyak sekali pesan masuk dari nomor yang tak ia kenal, Sebagian pesan menganjak Hafiz untuk makan siang, Sisanya hanya berisi pesan-pesan say hi yang menurut Hafiz sangat menyebalkan.
"Sialan siapa yang bocorin nomor Ku"Umpat Hafiz , Ponselnya tak henti menerima pesan masuk bahkan beberapa panggilan masuk
Satu pesan yang menarik perhatian Hafiz dari ratusan pesan lainnya.
+6208714568xxxx : aku dapat nomor kamu dari Angga dan Dika dengan membayar 300ribu, Nama Ku Donita satu tahun diatas mu, Aku menyukai mu, Dan ingin bertemu kamu, aku tau pasti saat ini kamu banyak menerima pesan dari para gadis-gadis, tapi aku berharap pesan ku yang kamu balas.
"Sialan Dua Kunyuk itu menjuak nomor ku"Ucap Hafiz dengan rahang yang mengeras, Bagaimana tidak ia merasa dimanfaatkan oleh kedua sahabatnya itu
Hafiz tak membalas pedan Donita, Ia justru bergegas meninggalkan kantin dan mencari keberadaan Angga dan Dika, Baru saja beberapa menit mereka berpisah, Namun Angga dan Dika sudah berhasil menjual nomor Hafiz ke puluhan Mahasiwi di kampus ini.
Hafiz mencoba menghubungi Angga atau pun Dika namun keduanya sepakat untuk tidak mengangkat panggilan Hafiz, Dan masih setiap menjual nomor Hafiz.
"Urusan Hafiz belakangan yang penting duit terkumpul"Ucap Dika
"Ini bisnis bermanfaat"Sahut Angga
Hafiz masih mencari keberadaan Kedua sahabatnya yang sangat menyebalkan itu ke seluruh penjuru kampus, Hingga akbirnya ia mendapatkan informasi keberadaan Angga dan Dika, Tanpa berpikir lama Hafiz segera menuju ke tempat dimana kedua sahabatnya itu berada.
Hafiz memantau pergerakan Angga dan Dika dari jarak kurang lebih lima belas meter, Angga dan Dika tampak begitu sibuk bertukar informasi dengan kumpulan para Gadis.
"Apa yang disuka sama Hafiz?"tanya salah satu dari mereka
"Hafiz suka rendang sama buah semangka"Jawab Dika
"Sejak kapan aku suka rendang sama semangka"Sahut Hafiz yang mendadak membuat Angga dan Dika diam mematung
"Sialan"Ucap keduanya
"RUN"Teriak Angga yang berlari lebih dulu meninggalkan Dika
"FIZ INI DEMI HIDUP KITA SELAMA SEBULAN"Ucap Dika yang berusaha menghindari amukan Hafiz
"BACOT KALIAN"Ucap Hafiz yang berlari mengejar Angga dan Dika
"Fiz, please Ini demi kebaikan kita bersama kok"Ucap Dika yang tak henti berlari
"Kalian berdua Stop"Teriak Hafiz
Ketiganya tampak tak henti saling kejar mengejar di lapangan Kampus yang disaksikan seluruh mahasiwa mahasiswi bahkan sebagian dari mereka mengabadikan keributan ketiganya
"GEMESSSS"Teriak para mahasiwi
"Fiz, Sorry aku Sama Dika minta maaf, Please jangan marah"Mohon Angga
"Iyaa fiz, Lagian kita jual cuma nomor mu aja kok bukan alamat rumah"Ucap Dika
"Kalian lihak akibat ulang kalian hp aku gak berhenti bunyi"Ucap Hafiz menunjukkan puluha notif yang ia terima
"Kan bisa mamu blok"Ucap Dika
"Ini bukan masalah Blok Cok, Ini Privasi"Sahut Hafiz yang merasa gemas dengan jawaban Dika ia pun berlari mendekati Dika dan Ya...Ia berhasil menangkap Dika dan memberinya sedikit jitakan di kepala dan Kuncian yang membuat Dika mengeluh kesakitan
"Angga sialan lu gak setiap kawan"Ucap Dika
"Kalian berdua pulang naik grab"Ucap Angga berlari meninggalkan Hafiz dan Dika
Saat tengah sibuk membuat Dika merasa jera, Seorang gadis dengan tinggi kurang lebih 170an, Menghampiri Hafiz dan Dika, Gadis dengan rambut hitam legam, Dan wajah yang begitu cantik.
"Ini yang suka sama kamu"Bisik Dika
"Diam"Ucap Hafiz
"Kalian seperti remaja smp"Ucapnya
"Donita ya?"Tanya Dika
"Iyaa"Jawab Donita
"Kamu membaca pesan ku tapi kamu gak balas, Jadi ini alasannya aku kemari"Ucap Donita menatap Hafiz Namun Hafiz hanya menatap sekilas
Dika yang menyadari kecuekan Hafiz pun sedikit memberi senggolan kecil agar Hafiz peka.
"Oh iya kenapa tadi?"Tanya Hafiz kembali
"Balas pesan ku, Ini pertama kalinya aku melakukan ini kalau kamu mengabaikan aku sama saja kamu melukai harga diri ku"Jelas Donita
"Aa maaf, Nanti aku balas urusan ku sekarang sama Dika bukan sama kamu"Jawab Hafiz yang justru membuat Donita merasa tersinggung
"Apa aku kurang cantik sampai-sampai ini cowo ngomong begini"Gumam Donita
"Ayok ikut aku, Urusan kita belum selesai"Ucap Angga menarik Dika pergi dan membiarkan Donita membeku dengan kekesalan yang memuncak
"Aku pastikan kamu akan bertekuk lutut di bawah ku"Ucap Donita kesal
"Wahh seorang donita aja di tolak apalagi Kita yang kaya rempahan rengginang gini"Ucap Salah satu gadis
"Aku sih bakal tetap berjuang"Sahut Kawannya
Beberapa hari berlalu, Hafiz masih menerima pesan dan panggilan dari nomor yang tak ia save.
"Aku mau ganti nomor"Ucap Hafiz
"Loh jangan....Masih banyak yang belum menghubungi kamu termasuk Donita sejak kamu cuekin dia, dia gak pernah lagi muncul di kampus"Ucap Angga
"Terus aku harus apa"sahut Hafiz yang terdengar cukup menyebalkan
"BALAS"Ucap Dika dan Angga dengan nada yang cukup tinggi
Donita memang tak pernah henti mengirimi dirinya pesan, Apa pun hal yang dilakukan Donita selalu ia laporkan kepada Hafiz padahal Hafiz tak pernah minta. pesan - pesan Donita memang berbeda dengan pesan gadis-gadis lainnya.
" ***aku lagi di mall cari makan"
" Ini bagus kan? ( mengirim foto tas )
" Fiz, Lain kali jalan bareng yok "
" bingung ya mau balas chatnya siapa efek terlalu banyak yang chat "
" bisa kali kita jadi bestie"
"Kata Dika kamu Sakit, Mau makan apa biar aku Bojekin"
" eh lihat deh ada film baru, Nonton yok***"
Hafiz yang merasa kasian dengan Donita pun pada akhirnya merespon pesan-pesan yang Donita kirimkan.
" *Okey, Besok kita nonton " Balas Hafiz yang berhasil membuat Donita berteriak tanpa sadar ia berteriak pada saat jam perkuliahan berlangsung ya g membuatnya harus meminta maaf pada yang dosen dan kawan kelas lainnya
"Sorry, Aku kelepasan"Ucap Donita*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments