4. Penawaran

Hafiz terus menangisi kepergian sang Mami, Ia bahkan mengabaikan niatan orang baik disekelilingnya yang berniat untuk mengantarnya pulang.

Angel pun demikian ia tak henti menangisi sang buah hati, Namun bukan Burhan namanya jika ia tak dapat meluluhkan Angel.

Burhan Tak henti memainkan tangannya di dua gunung yang menjadi favorite dirinya, Remasan dan tekanan yang ia berikan mampu membuat Angel tak henti mendesah, Tangisan pun hilang dan berganti suara *******.

"Kita ke Hotel"Ucap Angel dan Burhan pun segera menancap pedal gasnya, Keduanya tiba disalah satu Hotel dan segera melakukan pemesanan kamar, Didalam kamar hasrat kedua manusia beda generasi ini sudah menggebu-gebu.

"Lupakan Anak dan keluarga mu dan hidup bersama ku"Ucap Burhan yang kini berada diatas Angel

"Bahagiakan aku, dan puaskan aku makan semua keinginan mu akan ku penuhi"Jawab Angel yang mulai tak dapat menahan gairahnya

Berita mengenai kepergian Sang Istri sudah didengar oleh Handoko, Ia yang sudah lama mengetahui perselingkuhan sang istri tidak begitu terkejut, Seperti biasa Handoko hanya bersikap santai dan tenang, Ia bahkan masih mampu melanjutkan pekerjaannya sementara seluruh orang kepercayaannya memikirkan bagaimana nasib dirinya dan anak-anak.

"Tidak usah diambil pusing, Seluruh harta ku ini atas nama ku Angel tidak akan dapat sepersen pun dari aku"Ucap Handoko kepada sang asisten

"Tapi Pak, Yang membuat kami khawatir karna Nyonya pergi tidak membawa Hafiz"Ucap Angga

"Maksud kamu?"Tanya Handoko

"Cepat kerahkan seluruh pengaawal dan Cari keberadaan Angel"Ucap Handoko yang mulai naik Darah

"aku benar-benar bodoh, Bagaimana bisa aku melupakan anak bungsu ku"Ucap Handoko

suara persatuan antara wanita dan pria memenuhi kamar hotel, Bahkan keduanya tak memperdulikan suara ponsel ya g terus bergetar.

"Angel sialan"Umpat Handoko yang merasa geram dengan tingkah Angel

Hafiz masih setia menunggu sang Mami, Ia bahkan tak peduli dengan tatapan orang-orang yang merasa kasihan dengan dirinya.

"Mami"Ucap Hafiz

"Mami kemana, Kenapa Mami pergi bersama om itu"Ucapnya kembali

"Sepertinya Orangtuanya berselingkuh dan dia ditelantarkan"Bisik-bisik para Pengunjung

Handoko yang berada di Balikpapan tidak bisa melakukan apa pun selain memerintahkan para pengawalnya untuk mencari Hafiz dan Angel.

"Seluruh Mall dan Hotel di Balikpapan tidak ada jejak Nyonya Dan tuan Hafiz Pak"Ucap Angga

"Kemana Angel membawa Hafiz"Gumam Handoko

"tapi Pak..salah satu pegawai Ada yang melihat Nyonya pergi ke Bandara pagi tadi"Ucap Angga

"Sial, Kenapa kamu baru bilang"Teriak Handoko

"Maa...Maaf Tuan Saya Pikir tuan tau soal ini"Ucap Angga

"Aku hanya tau mereka pergi ke Mall tidak tau soal Angel yang membawa Hafiz pergi dari Balikpapan"Ucap Handoko

"Kalian dapat informasi darimana soal Angel bersama Pria itu"Tanya Handoko

"Dari sini Pak"Ucap Angga memperlihatkan Berita disalah satu media sosial yang memperlihatkan foto Angel bersama Pria

"hubungi Cabang Jakarta dan perintahkan seluruh pengawal untuk mencari Hafiz, Aku tau Laki-laki itu tidak akan membawa Hafiz bersamanya"Ucap Handoko

Kehebohan yang terjadi tlah menjadi konsumsi Publik, berita perselingkuhan Istri CEO perusahaan terbesar di Indonesia bersama Pria Muda tak henti di beritakan, Angel yang tlah mendengar berita itu pun memilih tak menghiraukan

Hafiz di temukan seorang pengawal setelah mendapatkan informasi dari media mengenai anak hilang di Salah satu Mall terbesar di Jakarta, Mendengar berita membuat Agus bergegas mencari tahu, Dan benar saja Tuan kecilnya sedang berjongkok dengan air mata yang tak henti membasahi pipinya.

"Tuan Muda"Teriak Agus sang pengawal

"Mami....Mami meninggalkan Hafiz Om"Ucap Hafiz ia mengenali sang pengawal hanya dari pin yang dikenakan oleh Agus, Pin lambang perusahaan sang Ayah.

"Kita pulang sekarang ya Tuan"Ucap Agus

"Mami...Mami harus jemput Hafiz"Ucap Hafiz

"Hari ini Om Agus yang menjemput tuan Hafiz"Ucap Agus

"Aku benci Mami, Hafiz tidak akan mau melihat Mami, Hafiz benci Mami, Hafiz gak akan mendengarkan Siapa pun, Hafiz benci"Ucap Hafiz yang mulai menangis histeris

Sejak kejadian itu Hafiz menjadi anak yang nakal, Tidak pernah menurut dengan perintah siapa pun, ia bahkan bersekolah sesuai Mood meskipun nilai-nilai sekolahnya tak pernah Turun, Namun Hafiz bukan Anak yang penurut seperti sebelumnya.

Hafiz terbangun dari tidurnya, Ia merasakan seluruh kakinya yang terasa amat pegal.

Suara ketukan pintu membuatnya terpaksa bangun dari kasur dan membuka pintu, Ia melihat sang Kakak yang sudah berdiri di depannya dengan tatapan yang penuh marahan

Brug

Satu pukulan berhasil mendarat di punggung Hafiz hingga membuatnya meringis kesakitan

"Sakit mba"Ucap Hafiz

"Kamu...Kenapa kamu biarkan Mami pergi dari sini"Protes Raisa

"Mami sudah mati"Ucap Hafiz

" Tutup mulut Mu Hafiz, Bagaimana pun dia, Dia yang sudah melahirkan kamu"Ucap Raisa

"Aku gak peduli"Ucap Hafiz berjalan menuju Kasurnya dan diikuti oleh Raisa

"Mba Tau trauma mu, tapi mba mohon selamatkan Rumahsakit"Ucap Raisa ia memyampaikan keinginannya

"Apa yang aku dapat kalau Aku menuruti peritah Papa?"Tanya Hafiz ia menatap tajam Raisa

"Fasilitas mu akan kembali seratus persen, dan kamu akan me jabat sebagai CEO muda di indonesia asalkan Kuliah mu selesai tahun ini"Jawab Raisa

"aku gak tertarik"Jawab Hafiz

"Lebih baik Mba keluar dari kamar ku"Ucapnya kembali

"Mba punya penawaran buat kamu"Ucap Raisa dengan wajahnya yang serius

"Pemawarannya mudah saja"Ucapnya kembali

"Apa maunya Mba"Ucap Hafiz

"terima perjodohan ini, Dan Mba akan membantu mu menemukan apa yang kamu cari selama ini"Ucap Raisa

"Mba tau apa tentang ku"ucap Hafiz

"Tentu saja mba tau banyak tentang kamu, Mba tau kamu mencari keberadaan Donita kan? Mantan kamu yang sudah merenggut keperjakaan mu itu secara paksa"Ucap Raisa yang berhasil membuat Hafiz terdiam seribu bahasa.

"Mba tau selama ini kamu melakukan pengobatan untuk menghilangkan rasa takut mu dengan wanita"Ucap Raisa

"selamatkan Perusahaan, dan Mba yang akan membantu mu"Ucap Raisa kembali

"Wanita yang kamu nikahi memiliki latar belakang yang sama dengan mu"Ucap Raisa kembali

"Jangan sok tau"Ucap Hafiz

"Mba gak sok tau"Ucap Raisa

"Pikirkan baik-baik penawaran ini berlaku satu kali dua puluh empat jam"Ucap Raisa

"Satu lagi kalau Mami datang menemui mu, Temui dia aku rasa Itu akan jadi obat trauma"Ucap Raisa sebelum menutup pintu dan membiarkan Hafiz seorang diri di kamar

"Aku tidak peduli, Wanita hanya akan menyusahkan Laki-laki, Dan Wanita hanya bisa menyakiti laki-laki, Mereka kaum yang sulit di tebak, Tindakannya diluar akal semua"Gumam Hafiz ja memijat keningnya yang terasa pusing

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!