Hafiz merapikan pakaiannya kedalam koper yang berukuran cukup besar sekitar dua puluh delapan inci. Untuk pertama kalinya ia bersemangat pergi ke kampus untuk menyekesaikan Skripsi yang sudah beberapa bukan ia abaikan.
Sementara Azura tengah sibuk menonton televisi yang menampilkan drama korea favoritenya,Ia tak memperdulikan Hafiz yang tengah sibuk dengan berbagai persiapannya
Tak
Tak
Tak
Suara langkah kaki yang menuruni tangga terdengar hingga telinga Azura,Namun ia tak menghiraukan dan tetap fokus menatap layar televisi yang menampilkan adegan seorang karakter pria tengah mandi di bawah guyuran air, ia memamerkan bentuk ototnya yang terlihat begitu indah.
"Titip rumah ya,Pastikan semua rumah dalam keadaan aman dan bersih"Ucap Hafiz
"Satu lagi, Dilarang pulang diatas jam sepuluh malam,itu aturan di rt sini"Ucap Hafiz kembali
"Hmm yaa"Sahut Azura tanpa menatap Hafiz
"Oh satu lagi...Pastikan rumah selalu bersih"Ucap Hafiz
"IYA BAWEL"Jawab Azura dengan nada nyolot
"kamu tuh ganggu konsentrasi ku tau, Sudah sana pergi sekolah yang bener"Ucap Azura kembali
"Dasar mesum"Ucap Hafiz ketika melihat apa yang di lihat Azura,Sebuah adegan laki-laki dan perempuan yabg sedang berciuman dengan mesra
"Dasar pria impoten"Gumam Azura
Hafiz tak mendengar ucapan Azura,Ia tetap berjalan keluar dan masuk kedalam taksi online yang sudah ia pesan.
Didalam mobil Hafiz menelpon seseorang yang entah siapa, Terdengar cukup serius.
"Oke"Ucap Hafiz menutup panggilan
Sesampainya di bandara Hafiz segera menuju ruang tunggu Penumpang, pesawat yang ditumpangi Hafiz akan lepas landas tiga puluh menit lagi.
Hafiz menyempatkan membaca Kembali skripsi yang ia kerjakan.
"Aku rasa ini udah sesuai semua"Gumam Hafiz
Sementara Azura masih sama seperti satu jam yang lalu, menonton drama dengan setoples kripik singkong.
Sesekali ia menguap karna mengantuk, Libur kerja seperti ini memang hal yang tidak di sukai Azura, Ia lebih suka bekerja dan menghabiskan waktu didepan komputer.
hal itu sudah Azura lakukan sejak sembilan tahun yang lalu, Bekerja bekerja dan bekerja, Namun ia semakin gila bekerja setelah mengalami luka batin yang membuatnya menutup hati hingga saat ini. Mungkin sejak empat tahun lalu, saat usianya masih dua puluh lima tahun.
Dan saat ini ia harus terjepak didalam pernikahan yang tidak sama sekali ia inginkan, benar-benar hidup yang tidak diharapkan Azura.
Azura beralih berdiri di depan jendela Yang memperlihatkan pemandangan taman di samping rumah dengan kolam ikan yang begitu bersih dan rapi.
"Aku rasa rumah ini ada yang mengurus"Gumam Azura
"Dan sekarang semuanya harus aku yang urus, Benar-benar menyebalkan"Gumamnya kembali
"Lihat rumah sebesar ini cuma aku sendirian"
"Aku tau apa yang harus ku lakukan"Ucap Azura kembali
Ia menekan ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang.
"Party malam ini, Aku kirim alamat rumah ku yang baru"Ucap Azura mengakhiri panggilan
"Hidup itu selain untuk bekerja ya untuk party"Ucap Azura
"Okeyy sekarang aku belanja keperluan buat Party"Ucap Azura
menggunakan motor matic kesayangannya Azura pergi ke sebuah minimarket dan berbelanja apa saja yang ia butuhkan untuk Partynya malam ini.
Meski pun ia terlihat seperti wanita yang tak pernah mengenal Party,Nyatanya Azura sosok wanita yang sangat menyukai Party. Wajah polos memang menutupi semua kebiasaannya.
Belanja Snack,buah dan berbagai macam minuman bersoda dan non soda sudah masuk kedalam keranjang belanjaan Azura, Ia pun membayar dengan jumlah yang cukup menguras dompetnya.
Tepat pukul tujuh malam, Azura tlah selesai menyusun semua hidangan diatas meja, Jika dilihat dari menu yang tersaji sepertinya ia megundang Banyak orang.
Ditempat yang berbeda, Hafiz begitu menikmati waktunya bersama dengan dua sahabatnya, Dika dan Angga.
Ketiganya menikmati waktu di sebuah club malam, Dika terlihat begitu lihai berdansa dengan seorang wanita dan sesekali keduanya saling memberikan sentuhan mesra.
"gimana malam pertama mu bro?"Tanya Angga
Plak
Satu pukulan ringan mendarat di bahu Angga
"Santai Bro, Kan penasaran aku diantara kita bertiga cuma kamu doang yang gak pernah sewa wanita malam, Wajar dong kalau aku tanya"Ucap Angga
"Gua ga tertarik"Ucap Hafiz
"Gak tertarik sama Azura maksud mu, gila gadis cantik begitu kamu gak tertarik"Ucap Angga
"Begitu kamu bilang cantik"Ucap Hafiz
"Memang cantik istri mu Fiz, Kalau aja dia mau sama aku"Ucap Angga belum selesai ia berbicara Hafiz lebih dulu menatapnya yang membuatnya sedikit merinding
"Gak tertarik tapi sinis banget natapnya"Gumam Angga
"Teman mu udah mulai mabuk tuh"Ucap Hafiz menunjuk Dika yang mulai melakukan aksi diluar dugaan
Dika saat ini Menari di atas panggung dengan sesekali bernyanyi, Angga pun bergegas menarik Dika turun dengan paksaan yang luar biasa.
"Dik sadar"Ucap Angga
"Hei ladies, I love you"Teriak Dika yang segera mendapatka tepukan tangan dari para pengunjung lain
"See next time Beb"Ucap Wanita yang berdansa dengan Dika
"Dia gak kuat minum"Ucap Angga memberitahukan keadaan Dika sebenarnya
"It's okay"
Angga dan Hafiz membawa Dika meninggalkan Club, Sementara suara bising terdengar dari kediaman Azura. Suara tawa para gadis begitu terdengar jelas.
Azura, Basti dan Ifa terlihat begitu enjoy bernyanyi dan menari menikmati lantunan musik dengan lampu yang kelap-kelip layaknya disebuah club malam.
Hidangan yang disajikan begitu banyaknya oleh Azura rupanya untuk kedua sahabatnya.
"GOYANG RA"Teriak Ifa ia menggoyangkan pinggulnya begitu lihai
"TARIK MANG"Teriak Basti
"ASIKKK"Teriak Azura ia menggoyangkan tubuhnyaa begitu lihai
"Ra suami mu gak papa kita party gini?"Tanya Basti
"Suami?"Ucap Azura
"HAHAHAHAHA"Azura tertawa begitu puas hingga membuat Basti dan Ifa menatap heran
"Aku sama nikah kontrak"Ucap Azura yang tentu saja membuat kedua sahabatnya ini terkejut tak percaya
"Raa kamu bercanda kan?"Tanya Ifa mencoba memastikan
Canda dan tawa ketiganya pun hilang setelah Azura buka suara, Kini Ifa dan Basti menatap Azura yang tengah merenung memikirkan nasib hidupnya.
"Aku serius"Ucap Azura
"Ra, Dosa tau mempermainkan pernikahan"Ucap Basti
"Aku terpaksa nikah sama Bocil itu, Orangtua ku terlilit hutang dan cara satu-satunya aku menikah sama Dia"Ucap Azura
"Ini cuma status,Kita hidup masing-masing"Ucap Azura
"Tapi Ra....Kamu perempuan kalau pernikahan kalian udah selesai kamu yang paling dirugikan sebagai perempuan"Ucap Ifa
"Aku tau itu"Ucap Azura dengan nada kesalnya
"makanya dalam satu tahun ini aku harus pasangan jadi setelah bercerai dari Bocil itu aku bisa menjalankan hidup ku kembali dengan tenang"Ucap Azura
"Gak semudah itu Ra, Kenapa kamu gak jalanin pernikahan ini pakai hati"Ucap Basti
"Aku gak suka sama brondong, Apalagi itu Hafiz, Iyyuhhh"Ucap Azura
"Setidaknya selama satu tahun kamu harus patuh sama dia, Bagaimana pun dia suami mu"Ucap Basti
"Jangan mau disentuh dia"Ucap Ifa
"ini cuma status doang hati dan cinta ku tetap buat jodoh ku"Ucap Azura
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments