Hafiz mengirimkan pesan singkat untuk Azura dan kembali menatap layar laptopnya. segelas kopi dan sepotong cake strawberry menjadi pendamping.
Angga dan Dika pun tampak sibuk dengan layar laptopnya masing-masing, Ketiga serangkai ini tampak begitu serius tak seperti biasanya yang gemar tertawa dan bercanda.
Sesekali Hafiz melirik layar ponselnya yang sejak terakhir ia buka masih dalam kondisi sama.
Beberapa wanita begitu menikmati wajah tampan Hafiz, Angga dan Dika bahkan tak jarang para wanita itu mengirimkan catatan kecil yang beriai nomor ponsel mereka. Buka Dika jika tidak membalas pesan-pesan para gadis dengan cepat Dika segera menyimpan nomor para wanita itu dan tak lupa Dika sedikit menggoda .
"Gila kamu Dik mereka masih Remaja SMA"Ucap Angga
"yang muda masih seger"Jawab Dika
"Kalian bisa diam gak"ucap Hafiz
"sssttttt....Bos muda lagi serius"Ucap Dika
Angga dan Dika pun kembali serius dan mengabaikan para Wanita muda.
Azura yang baru saja menyelesaikan Meeting dengan Managerial segera menuju kantin Kantor untuk makan siang, Menu makan siang kali ini cukup menarik ada sapi lada hitam dan capcay dimana kedua menu ini favoritenya Azura.
Menikmati makan siang dengan para rekan kerja sudah menjadi kebiasaan Azura. Ia tidak pernah memilih akan makan siang dengan siapa, Namun Azura biasanya akan makan siang bersama Afni, Dan Oby yang merupakan Rekan kerjanya.
Tak jarang ia akan makan siang bersama Lili rekan kerjanya dari divisi Produksi dan Design.
"Kamu cuti kemarin kemana Ra?"Tanya Afni
"Dirumah aja mba bantuin Ibu lagi banyak catring masuk"Jawab Azura untungnya saja ia sudah menyiapkan jawaban yang tak menimbulkan kecurigaan
"Mba Aku mau tanya boleh gak?"Tanya Azura yang membuat Afni dan Oby menatap dirinya
"Menurut mba pernikahan itu seperti apa sih, Apalagi kalau misalkan Mba nikah sama Orang yang gak mba cintai"Ucap Azura
"Lah kenapa tiba-tiba kamu tanya begitu, Kamu emangnya mau nikah"Ucap Afni
"Enggak sih eh belum maksudnya...Cuma penasaran aja"Jawab Azura
"Karna aku sudah nikah, pendapat ku menikah itu enak, Bahagia dan penuh warna kalau kita menjalaninnya sama orang yang kita cintai, tapi pernikahan bisa jadi mala petaka kalau kita menikah atas dasar keterpaksaan, Tapi semua kembali ke diri sendiri lagi gimana, Karna setiap orang punya cerita yang berbeda"Jelas Oby
"Kalau Mba Afni?"Tanya Azura
"Sama kaya Oby"Jawab Afni
"hmm gitu"Ucap Azura
"ASTAGAAAAA"Ucap Azura dengan suara sedikit keras hingga membuat Afni dan Oby cukup terkejut.
"Kenapa Ra?"Tanya Oby
"Ngagetin aja eh"Ucap Afni
"Gak papa Mba, Sorry... Aku cuma lupa balas chatnya PIC rekanan kok"Jawab Azura
Azura segera membuka pesan yang sejak pagi tadi dikirim Hafiz.
"Iya gak papa"Tulis Azura membalas pesan Hafiz
Jam terus berputar pagi berganti siang dan siang berganti sore, Hingga tiba waktunya Azura pulang setelah delapan jam bekerja dan menghabiskan waktu di depan layar komputer.
Azura pulang kerumah setelah di jemput Bayu yang ditugaskan oleh Handoko untuk menjadi supir prinadi Azura selama Hafiz diluar kota.
Azura meminta Bayu untuk dijemput di salah satu cafe yang terletak tak terlalu jauh dari kantor.
"Kenapa gak mau dijemput di kantor mba"Tanya Bayu
"Gak mau dilihat orang kantor, Kamu kan tau aku nikah sama Hafiz gimana"Jawab Azura
"Oh iya ini Kopi buat kamu"sambung Azura memberikan satu cup ice kopi untuk Bayu
"makasih mba"Jawab Bayu
"Hm sama-sama"Jawab Azura
"Oh iya Mba tadi Hafiz wa saya, Tolong mba diam dulu biar aku ambil foto"Ucap Bayu yang langsung mengambil foto Azura dengan wajah Azura yang sedikit bingung
"mau aku kirim ke Hafiz"Ucap Bayu
"Terserah"Jawab Azura
"Ehhh Dikirim ke siapa?Hafiz buat apa?"Tanya Azura yang tersadar dengan ucapan Bayu
"Dia tanya kondisinya mba biar lebih jelas ya aku kirim foto aja"Ucap Bayu
"Hahaha gitu oke"Ucap Azura yang tertawa penuh paksaan karna bingung harus menjawab apa
Bayu pun menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan Cafe, Sepanjang jalan Keduanya hanya saling diam. Hanya butuh waktu empat puluh menit untuk tiba di kediaman Azura, Mungkin karna kondisi jalan yang macet jadi membutuhkan waktu yang lebih lama.
"Makasih ya Yu"Ucap Azura
"Sama-sama Mba,Saya pamit pulang dulu"Ucap Bayu yang dibalas anggukan kepala oleh Azura
Azura segera masuk kedalam rumah dan merebahkan tubuhnya di atas sofa, baru saja merebahkan tubuhnya beberapa menit Azura kembali teringat dengan pesan Hafiz untuk selalu membersihkan rumah.
Azura pun menggulung lengan kemejanya dan menjedai rambutnya yang panjang, Ia segera mengambil sapu dan alat pel, Pertama-tama Azura akan membersihkan ruang tamu dan ruang tengah yang memang sangat berantakan akibat pesta semalam.
Setelah membersihkan seluruh ruangan, Azura menjatuhkan tubuhnya yang terasa begitu lelah diatas sofa,Hanya bersantai sekitar lima menit Azura kembali ke kamar dan mandi mengingat jam sudah jam tujuh malam.
"Kenapa pintunya susah sibuka sih"Ucap Azura yang masih berusaha membuka
Azura mengerahkan seluruh sisa tenaganya untuk menarik Knop Pintu dan pintu pun terbuka meskipun harus merusak pintu.
"Sial"Ucap Azura
"Aku gak sengaja, Tapi kalau begini pintunya terus privasi ku gimana dong"Gumam Azura
"Bodo amat lah yang penting aku mandi lagian dirumah ini cuma ada aku"Ucap Azura yang mengabaikan pintu yang rusak, Dengan pintu kamar mandi yang tidak bisa ditutup ia tetap bisa mandi dengan tenang.
Azura yang sudah tiga puluh mandi tak kunjung selesai pun tak menyadari sudah berapa kali ponselnya berbunyi.
Ia baru menyadari setelan selesai mandi.
"sepuluh panggilan tak terjawab"Ucap Azura yang begitu terkejut melihat daftar panggilan tak terjawab
"Hafiz"Ucapnya
"Ihh mau ngapain dia nelpon aku"Ucap Azura
ponselnya kembali berdering dan menampilkan nama Hafiz. Ia pun segera menerima panggilan
"Apa"Ucap Azura
"Apa kamu bisa mandi tutup pintu"Ucap Hafiz yang sontak saja membuat Azura terkejut, Bagaimana bisa Hafiz tau ia mandi dengan pintu yang ***terbuka
"Arah angka du belas"Ucap Hafiz kembali***
Azura pun memutar tubuhnya mengikuti arahan Hafiz dan betapa terkejutnya Azura saat melihat CCTV yang menyorot tepat kearah kamar mandi yang ia gunakan beberapa saat lalu.
"Sialan, Kamu mata-matain aku ya"Ucap Azura
"Itu CCTV sudah ada sebelum kamu tinggal dirumah ku"Ucap Hafiz
"Sialan jadi kamu melihat ku"Ucap Azura
"Sedikit"
"HAFIZZZZZ"teriak Azura
"ngapain juga kamu mandi diluar bukannya di kamar"
"AIR MATI YANG ADA AIR CUMA DI KAMAR MANDI INI"Ucap Azura yang benar-benar marah
"Bukan salah ku, Lagian aku gak nafsu juga"
"Oh jelasss kamu kan Pria impoten"
"Hapus videonya atau aku rusakin CCTV dirumah ini"Ancam Azura
"Rusak aja aku bisa pasang yang baru, Ahh satu lagi jangan pernah membawa orang asing kerumah ku, kemarin yang pertama dan terakhir"Ucap Hafiz sebelum ia mengakhiri panggilan
"BOCIL"PANGGIL Azura
"HAFIZ"Teriaknya frustasi
"Sialan, AAAAAAA Bodoh kamu Azura"Ucap Azura yang benar-benar frustasi dengan sikapnya yang kurang teliti
"Dasar kamar mandi sialan"Umpat Azura
Azura yang masih mengenakan handuk pun bergegas masuk kedalam kamar dan tak henti berteriak mengutuk dirinya sendiri.
Berbeda dengan Hafiz yang bersikap biasa saja. Ia pun menutup tampilan CCTV yang menampilkan kondisi rumahnya.
"Dasar wanita bodoh"Ucap Hafiz
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments