17. Kunci Ruangan Rahasia

Azura tak menyangka segala aktivitasnya didalam rumah terpantau cctv, Membuatnya tak nyaman ingin melakukan aktivitas lebih, Terlebih Hafiz tak henti mengirimin dirinya pesan setiap kali dirinya melakukan pergerakan.

Contohnya saja saat ini, Hafiz terus mengirim pesan yang membuat Azura merasa benar-benar seperti di permainkan.

Bocil :Jangan sentuh Patung Kelinci ku

Bocil :Jangan tutup jendela nanti udara gak masuk kedalam rumah

Bocil : Hei apa yang kamu lakukan, Aku sudah bilang jangan sentuh patung kelinci ku

Bocil :Azura

"AAAAAAAA DASAR PSIKOPAT"Teriak Azura

"Patung kelinci sialan"Ucap Azura ia dengan sengaja menjatuhkan Patung kelinci kelantai yang menimbulkan suara cukup keras, Untungnya saja Tidak sampai rusak

Apa yang dilakukan Azura diawasi oleh Hafiz, Hafiz yang melihat patung kayu kesayanganya mendapat perlakuan tak enak dari Azura membuatnya naik darah.

Dengan rasa kesal yang begitu dalam Hafiz menelpon Azura namun selalu diabaikan oleh Azura, Berkali-kali Hafiz menelpon hingga akhirnya Azura pun menerima panggilannya.

"Apa yang kamu lakukan, Itu patung mahal"Ucap Hafiz

"Patung kaya gitu kamu bilang mahal"Jawab Azura

"Buka link yang aku kirim, Kamu harus mengganti tiga puluh persen dari harga itu"Ucap Hafiz

"Apa ganti...hei patung mu bahkan gak rusak"

"Aku gak peduli, kamu harus ganti"

"Sudah tau kan berapa yang harus kamu ganti"Ucap Hafiz kembali

Azura pun membuka pesan yang di kirimkan Hafiz.

"Patung begitu paling juga harga lima ratus ribu"Gumam Azura

"APAAAA"Ucapnya kembali setelah melihat harga dari patung kayu tersebut, Ia yang tak percaya pun mencoba membaca berkali-kali hingga suara Hafiz menyadarkan dirinya

"Kenapa kaget,Makanya tangan jangan gratil"Ucap Hafiz

"Maaf maaf tapi patungnya gak lecet dan gak rusak kok"Ucap Azura ia berlari menghampiri Patung kelinci milik Hafiz dan mengecek keadaannya

"Aku gak peduli kamu harus ganti"Ucap Hafiz yang tak peduli dengan penjelasan Azura

"Aku cicil tiap bulan boleh"Ucap Azura

"Hm"

"Lima ratus ribu tiap bulan selama satu tahun"Ucap Azura kembali

"Hei kamu harus ganti itu dua belas juta, Jadi tiap bulan kamu bayar satu juta"Ucap Hafiz

"Enggak enam juta aja kah, Kamu gak kasian sama aku, Aku ini cuma karyawan swasta dengan gaji masih di bawah sepuluh juta"Ucap Azura

"Aku gak peduli"

"Sialan"Umpat Azura

"Dasar medit"Ucapnya sebelun menutup panggilan

"Brengsek Hafiz benar-benar bukan sembarang bocil, Satu tahun bukan waktu yang sebentar baru berapa hari aja aku udah mau gila apalagi satu tahun"Ucap Azura

Azura melirik kearah Cctv, Ia pun berdiri tepat di bawah cctv dan menjulukan jari tengah, Hal itu dapat di lihat oleh Hafiz, Namun Hafiz memilih mengabaikan tindakan Azura.

Hari terus berganti, Azura selalu setia menjalanka segala perintah Hafiz, Membersihkan rumah, Memberi makan ikan kesayangannya, Rasanya sudah satu minggu berlalu dan Azura dapat menjalankannya dengan baik.

Namun selama ia membersihkan rumah Hafiz, ada satu ruangan yang sangat membuatnya penasaran, Ruangan yang terletak di belakang rumah, Hafiz selalu memberinya perintah untuk tidak menyentuh atau pun memasuki ruangan itu.

"Kira-kira didalam ada apa ya kenapa dia melarang ku"Gumam Azura ia terus berjalan mendekati ruangan tersebut.

Ruangan dengan pintu berwarna hitam dan beberapa tumbuhan gantung menghiasi sisi depannya yang membuatnya terlihat begitu asri namun menyimpan sejuta misteri.

"Apa didalam banyak potongan tubuh"Gumam Azura yang berpikir terlalu jauh

"Yang aku tau Hafiz besok baru pulang, Sebelum ia kembali aku bisa masuk kedalam ruangan itu, benar-benar bikin penasaran"Ucap Azura

Azura kembali kedalam rumah dan mencari sesuatu, Ia membuka semua laci nakas, namun apa yang ia cari tak kunjung ketemu. meski pun Azura sadari Hafiz memantau dirinya ia benar-benar tak peduli.

"Lagian di halaman belakanv cctvnya mati, Jadi aku harus menemukan kunci itu sebelum bocil kematian itu pulang"Gumam Azura

"Aku yakin pasti ada didalam kamarnya, Tapi gimana caranya aku masuk kedalam"Gumam Azura ia menatap pintu kamar Hafiz yang tertutup rapat

"Oh aku tau gimana caranya"Ucap Azura ketika mendapatkan sebuah ide cemerlang, Tanpa berpikir lama ia segera menelpon Hafiz.

"Kenapa?"Tanya Hafiz yang terdengar jutek

"kamar mu belum pernah aku bersihkan"Ucap Azura

"Gak usah nanti aku bersihkan sendiri"Jawab Hafiz

"Aku aja gak papa kok, Soalnya semua udah aku bersihkan sisa kamar kamu yang belum"Ucap Azura yang masing mencoba membujuk Hafiz

"kenapa baru sekarang, Kemarin-kemarin kemana aja"

"Ya kan kamu besok pulang, Jadi aku harus bersikap baik"Ucap Azura

"Aku janji habis bersihkan kamar mu ya sudah aku gak akan masuk lagi"Ucap Azura kembali

Setelah berpikir beberapa saat, Hafiz pun memberikan akses Azura untuk masuk kedalam kamarnya yang sudah selama seminggu lebih ia biarkan kosong.

"Ambil kuncinya di dalam guci yang ada di dekat tv"Ucap Hafiz

"Yess"gumam Azura tanpa didengar Hafiz

"Kalau udah kunci lagi dan kamu jangan coba-coba masuk lagi"Ucap Hafiz

"Siap"Jawab Azura penuh semangat

Azura pun segera mengambil kunci kamar Hafiz, Ia melihat didalam guci hanya ada satu buah kunci kamar, Memperkuat keyakinan Azura jika kunci ruangan misterius itu ada didalam kamarnya

Tanpa menunggu dan berpikir lama,Azura segera berlari ke kamar Hafiz dan membuka pintu kamar, untuk pertama kalinya Azura melihat Kamar Hafiz secara jelas, Kamar ini memang cukup luas, Terlebih hanya ada lemari pakaian, Meja TV dan sofa yang menghadap ke luar.

Ukuran ranjangnya pun terlihat begitu besar dan jauh lebih nyaman dari miliknya. Azura pertama-tama merapikan sepatu Hafiz yang berserakan dimana-dimana lalu ia tak lupa dengan tujuan awalnya, Azura membuka lemari pakaian milik Hafiz tak menemukan apa pun, Azura pun kembali membuka laci nakas namun hasilnya masih sama, Tak ada tanda-tanda kunci ruangan rahasia ada dikamar Hafiz. Namun bukan Azura namanya jika ia tak mencari dengan detail.

Azura menatap sekelilingnya dan melihat setiap sudut, Dan Ya Azura melihat dirinya yang terlihat begitu yakin dan penuh percaya diri.

"Sepatu, aku yakin kuncinya ada didalam sepatu yang belum berpenghuni"gumam Azura ia berjalan mendekat ke Sepatu futsal yang dengan sengaja diletakkan Hafiz di samping Sofa

Namun lagi dan lagi kunci yang di cari Azura tak ada, Azura pun kembali mencari didalam lemari, Azura cukup terkejut melihat isi lemari Hafiz yang begitu rapi berbeda dengan lemarinya yang sangat berantakab dan tak tertata.

"Aku dapat"Ucap Azura mendapatkan kunci yang beranda dibawah tumpukan baju

"Aku yakin ini kuncinya"Gumamnya yang terlihat begitu bahagia

Azura menyelesaikan pekerjaannya dan keluar kamar Hafiz dengan senyum yang mengembang.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!