9. Fiting Baju

Azura kembali keruangan dengan bibir yang menekuk ke bawah. Beberapa rekan kerjanya pun tampak bertanya-tanya, siapa yang ditemui Azura sampai membuat Wanita dinginnya itu terlihat begitu kesal. Bahkan jika Kepalanya Azura bisa mengeluarkan api pasti saat ini api itu sudah berkobar tinggi.

Hafiz masih setia menunggu Azura, beberapa pegawai wanita tampak memperhatikan dirinya,Tak jarang ada yang menyapanya dan mencoba menggodanya namun Hafiz tak menghiraukan mereka ,Ia justru sibuk menonton Acara kartun.

Jam terus berputar sudah dua jam lamanya ia menunggu Azura namun wanita yang ditunggu itu tak kunjung keluar, Beberapa pegawai pun tampak sudah mulai meninggalkan kantor.

Untuk menelpon Azura pun tak mungkin ia lakukan mengingat dirinya tak menyimpan nomor Azura, Satu-satunya cara adalah tetap bersabar menunggu Azura hingga yang ditunggu menampak diri.

"Ra dibawah masih ada temannya Bagas tuh"Ucap Dayat ia berdiri diambang pintu

"Oh iya Pak"Jawab Azura

"Makasih ya pak Infonya"Ucapnya kembali dibalaa anggukan kepala oleh Dayat

"benar-benar merepotkan"Gumam Azura

Azura pun mematikan layar komputernya dan bergegas turun menemui Hafiz.

ia melihat Hafiz yang tengah tertidur disofa.

"Ehem...Ehem..."Ucap Azura yang membuat Hafiz terbangun

"Sudah pulang"Ucap Hafiz

"Kenapa masih disini?"Tanya Azura

"Ka Raisa yang minta aku disini"Jawab Hafiz

"Ngapaian aja sih kamu disini yang lain udah pulang kamu aja yang gak muncul-muncul"Protes Hafiz

"Setelah kamu kerja kamu akan tau apa yang dilakukan orang-orang disini"Jawab Azura

Hafiz hanya menatap Azura dengan tatapan kesal, Bagaimana tidak kesal wanita ini selalu saja membuatnya merasa direndahkan, Memangnya apa salahnya jadi mahasiswa abadi, Tih setelah lulus ia akan jadi manusia tersibuk di indonesia setelah presiden.

"Ka Raisa...Oh Ica maksud kamu?"Tanya Azura

"Kenal?"Tanya Hafiz kembali

"Ya kenal lah, dia seumuran sama aku tentu saja aku kenal"Jawab Azura

"Sejak kecil cara bicara mu masih sama ya,Ketus dan menyebalkan"Ucap Hafiz

Azura tak menjawab ucapan Hafiz, Ia malas mambahas masa kecilnya. Seperti tidak ada yang lain saja untuk dibahas, Membahas masa kecil hal yang sangat dihindari oleh Azura.

"Sekarang kita mau kemana"Tanya Azura

"Fiting baju"Jawab Hafiz

"Dimana?"Tanya Azura

"Di Butik Sandra"Jawab Hafiz

"Hm oke"Jawab Azura ia melangkah lebih dulu meninggalkan Hafiz

"Mobilnya disebelah sini"Ucap Hafiz

"Siapa juga yang mau naik mobil, Aku naik motor kota ketemu disana aja"Ucap Azura yang berhasil membuat Hafiz Kesal

"YA...AKU NUNGGU KAMU TIGA JAM KITA PERGI BARENG"Ucap Hafiz yang memiliki kesabaran setipis tissue yang di bagi dua

"Pantas kamu masih muda tapi udah keriputan, Kerjaan mu selain menghabiskan uang orangtua pasti marah-marah ya"Ucap Azura

"Sialan"Umpat Hafiz

"Oke kita pergi masing-masing, Aku juga gak sudi satu mobil sama wanita tua seperti mu"Ucap Hafiz

"Bodo amat"Sahut Azura

Keduanya sama-sama pergi meninggalkan Kantor tempat Azura bekerja, Azura pergi kearah kanan sementara Hafiz pergi kearah kiri.

"Kalau saja gak demi Perusahaan aku gak akan mau menikah sama wanita tua dan gak punya hati itu"Gumam Hafiz ia membuka dan menutup pintu mobil cukup keras.

Hafiz melihat Azura lebih dulu oergi menggunakan Motor Vario.

Azura Tiba lebih dulu di Butik Sandra, ia melihat Raisa yang tampak begitu sibuk melihat gaun-gaun pengantin, Sampai tidak menyadari kehadiran Azura.

"Ica"Ucap Azura yang membuat Pandangan Raisa beralih kearahnya

"Azura"Ucap Raisa ia segera memeluk Raisa

"Ya Ampun Ra udah lama banget kita gak ketemu, Udah ada Ada sekitar lima tahun lalu ya,Kamu makin cantik banget tau gak sih"Ucap Raisa yang tampal begitu takjub dengan perubahan sang Sahabat

"kamu juga makin cantik kok,Udah jadi Dokter Model juga lagi"Ucap Azura

"Bisa aja kamu Ra"Ucap Raisa

"Oh iya dimana Hafiz?"Tanya Raisa

"Oh adik mu...Ada dibelakang mungkin kejebak macet"Jawab Azura

"Hah Macet...Kalian pergi masing-masing?"Tanya Raisa yang tampak begitu keget

"Iya"Jawab Azura

"Astaga Ra...Kalian itu kan mau nikah kenapa malah pergi masing-masing sih"Ucap Raisa yang tak habis pikir dengan adik dan juga Sahabatnya

"Dia yang mau pergi sendiri"Sahut Hafiz yang entah sejak kapan ia berdiri di ambang Pintu

Azura hanya menileh sekilas lalu

"oke aku maklumin, Sekarang kalian coba ini baju"Ucap Raisa

"San, Tadi yang mana yang paling mahal?"Tanya Raisa

"Ini"Ucap Sandra memberikan gaun pengantin yang terkesan elegan dengan harga yang cukup fantastis

"Ingat ya Mba wanita tua ini yang mau pergi sendiri-sendiri"Ucap Hafiz

TAK

Satu jitakan mendarat di kepala Hafiz hingga membuatnya meringis kesakitan.

"Sakit Mba"Protes Hafiz

"Itu akibatnya kalau suka ngomong sembarangan"Ucap Raisa

"Ra udah belum?"Tanya Raisa

"Bentar lagi"Ucap Azura

Beberapa saat kemudian Azura pun keluar Dari ruang ganti,Ia tampak begitu cantik dengan balutan gaun pengantin yang begitu pas dengan tubuhnya yabg ideal.

Raisa tak henti memuji dan takjub dengan penampilan Azura yang benar-benar sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Hafiz yang melihat pun untuk beberapa detik ia terpesona namun setelah itu ia kembali sadar dan mencoba mengabaikan dua wanita yang tengah sibuk didepannya.

"Cantik banget Ra,sumpah cantik banget Aaaaa suka bangett lihatnya"Ucap Raisa

"Makasih"Jawab Azura

"Udah boleh dilepaskan?"Tanya Azura

"No... Kita tunggu Hafiz dulu, Soalnya aku harus buat laporan ke Papa"Ucap Raisa

"Duhh ribet ah"Ucap Azura

"Sudah puas?"Tanya Hafiz yang muncul dari belakang Raisa lengkap dengan setelan Jas berwarna Abu-abu yang membuatnya terlihat snagat berbeda.

"Ganteng banget Adek aku"Ucap Raisa

"Kita foto dulu ya"ucap Raisa ia mengambil beberapa Foto Azura dan Hafiz, Keduanya sama-sama menampilankan Wajah datar tanpa senyuman namun tetap terlihat cantik dan tampan

Setelah selesai fiting Baju, Azura pun memutuskan untuk pergi lebih dulu dan meninggalkan Hafiz serta Raisa.

"Ingat ya kalian ini nikah secara agama dan hukum kalau masih kaku kaya tadi awas aja"Ancam Raisa

"Hm"Jawab Hafiz

"Kamu mau kemana"?"Tanya Raisa

"Nongkrong apalagi"Jawab Hafiz

"Kamu Lupa hari ini harus ke rumahsakit ketemu para pemegang saham"Ucap Raisa

"Astaga... Bisa nanti kan Mba,Aku masih mau senang-senang"Ucap Hafiz tak mempedulikan teriakan Raisa ia terus berjalan keluar dan meninggalkan Butik Sandra.

"Benar-benar susah diatur"Ucap Raisa

"Sabar Sa,Aku yakin kok setelah nikah adik mu akan berubah"Ucap Sandra

"Aku juga berharap gitu San"Jawab Raisa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!