Azura tak mengerti dengan tatapan semua orang, Hafiz yang menyadari kebingungan Azura pun menariknya untuk segera duduk dan Sarapan bersama.
"Rileks bisa gak, jangan sampai mereka semua curiga"Bisik Hafiz
"Iya tau"Jawab Azura dengan nada kesalnya yang khas.
"Ibu udah buatkan kamu jamu subur sering-sering diminum ya biar cepat cucu Ibu Launcing"Ucap Lastri yang tentu saja membuat Azura dan Hafiz terkejut secara bersamaan bahkan hingga membuat Azura tersedak dan tak henti batuk-batuk
"Minum"Ucap Hafiz memberikan segelas air putih untuk Azura
"Ibu...."ucap Azura
"Kenapa kamu gak mau cepat-cepat kasih kami semua ini cucu dan Keponakan"Ucap Lastri
"Aku sama Azura sepakat buat nunda momongan dulu Bu"Ucap Hafiz membantu Azura
"Nunda....Berani Sentuh Azura aja gak"Gumam Raisa yang tentunya hanya dirinya yang mendengar
"ASTAGA....Kenapa Ditunda"Ucap Handoko yang tampak begitu terkejut
"Mau pacaran dulu"Jawab Hafiz
"Kita makan di kamar aja"Ucap Hafiz menarik Azura pergi sementara sarapannya baru saja ia makan tiga sendok
"Ciyeeee yang mau ngelanjuti olahraga"Ejek Windy
Hafiz tak menggubris ucapan sang Kaka Ipar, Sementara Azura meratapi nasi gorengnya dengan puppy eyesnya yang malang.
"kamu kenapa sih main tarik, Aku tuh lagi makan"Protes Azura ketika keduanya berada didalam lift
"Kamu mau makan bareng mereka sementara mereka selalu membahas cucu"Ucap Hafiz
"hmmm iya juga sih, Tapi itu nasi gorengnya enak Hafiz"Ucap Azura
"Nanti aku belikan satu ton biar kamu puas"Ucap Hafiz ia keluar lebih dulu dan di susul Azura
Kini keduanya didalam kamar hotel, Hafiz masih dengan sikapnya yang cool, Cuek dan tak memperdulikan ocehan Azura yang sejak tadi tak henti menggerutu perihal dirinya.
"Okey Azura kamu tenang, 364 hari lagi semua ini akan berakhir kok, Rileks bidadari gak boleh marah-marah"Ucap Azura
"Bidadari apaan"Ucap Hafiz yang akhirnya mengeluarkan suara setelah sekian menit hanya mendengarkan ocehan Azura
"Bocil diam"Ucap Azura
"Apa kamu bilang tadi"Ucap Hafiz yang kini menatap Azura
"Bocil.....Kamu..."
"Memang bocil, Ingat usia mu empat tahun di bawah ku jadi harus hormat sama yang lebih tua"Ucap Azura memotong ucapan Hafiz
"Umur mu memang tua tapi otak mu jauh di bawah ku"Ucap Hafiz
"Kamu...."Ucap Azura yang memberikan tatapan kesalnya
"Dari pada kamu marah-marah mending duduk di depan ku sini"Ucap Hafiz
"Mau ngapain kamu,awas macam-macam"Ucap Azura
"Aku gak nafsu lihat kamu sekali pun kamu telanjang"Ucap Hafiz
"bagus deh, Mungkin memang betul kalau kamu cowo impoten"Ucap Azura
"Apa kamu bilang"Ucap Hafiz memberikan tatapan tajamnya
"Memang kan"Ucap Azura
Hafiz menarik nafasnya untuk meringankan rasa kesalnya yang menumpuk di ujung kepala.
"Ini apaan"Ucap Azura melihat beberapa foto rumah yang di jejer Hafiz diatas Meja
"Itu rumah yang harus kita tempati"Ucap Hafiz
"Ini semua, Atau pilih salah satu jadi mau tinggal dimana"Ucap Azura
"Tunggu....Kalau kita tinggal satu rumah kita beda kamar kan?"Tanya Azura mencoba mencari tau jawaban melalui sorot mata Hafiz
"Hm"
"Aku suka sama rumah yang ini, Kecil tapi terlihat elegan"Ucap Azura memperlihatkan foto rumah dengan nuansa putih yang terlihat begitu elegan
Hafiz pun menyetujui pilihan Azura,Keduanya pun sepakat untuk pindah siang ini. Setelah selesai bersiap Hafiz mengantarkan Azura untuk kembali kerumah Bambang, hanya untuk berpamitan dan membawa beberapa barang yang harus Azura bawa.
Rumah yang dipilih Azura dan Hafiz terletak di tengah kota,Disalah satu perumahan mewah yang terletak di Balikpapan.
Didalam perjalanan keduanya saling diam tak ada satu kata pun yang keluar, Hanya suara radio yang membuat suasana didalam mobil ini sedikit berisik.
Butuh waktu sekitar tiga puluh menit hingga keduanya tiba di Rumah yang akan mereka tempati selama satu tahun.
"Wahhhh"Ucap Azura yang terlihat cukup terpesona dengan penampakan rumah yang benar-benar terlihat mewah dan elegan.
"Aku sengaja gak pakai asisten rumah tangga"Ucap Hafiz
"Maksud kamu...Aku semua yang bersihkan ini?"Tanya Azura
"Oh jelas"Ucap Hafiz
"Ingat Kamu nikah sama aku karna ada timbal balik yang harus di bayar, Hutang orangtua kamu lunas karna aku nikahin kamu"Ucap Hafiz
"Sialan"Gumam Azura yang tak bisa berkata-kata lagi dirinya merasa tertampar dengan ucapan Hafiz
"Kamar kamu dilantai satu"Ucap Hafiz ia berjalan meninggalkan Azura
"Kamar ku dilantai dua, Dan jangan coba-coba naik keatas tanpa izin diri ku"Ucap Hafiz
"Oh satu lagi, aku butuh bantuan kamu buat menyelesaikan Skripsi ku"Ucap Hafiz
"YAK"Teriak Azura yang tak tahan lagi dengan sikap Hafiz
"Dilarang teriak-teriak ini bukan hutan"Sahut Hafiz yang hanya suaranya saja yang terdengar
"sabar sabar sabar"Ucap Azura mengelus-elua dadanya yang terasa begitu membara
Azura pun mencari letak kamar yang disediakan untuk dirinya, Ia menemukan satu kamar kosong dengan nuansa putih lengkap dengan Isinkamar yang begitu lengkap, Ukuran kamarnya pun cukup besar berbeda dengan kamar yang ia tempati di rumah.
Azura pun merebahkan tubuhnya diatas kasur dan mencoba beristirahat sejenak.
Azura tak mau membayangkan bagaimana kehidupan dirinya selama satu tahun kedepan, Yang terpenting saat ini ia harus merilekskan tubuhnya yang terasa begitu letih.
Sementara Hafiz masih sibuk dengan gedgetnya ia tak henti mengumpat setiap kali bidikan yang dia keluarkan tak sesuai dan tak tepat sasaran. Bermain Game memang menjadi rutinas Hafiz setiap kali senggang.
Suara perutnya yang tak henti berteriak meminta untuk diisi, Membuat Hafiz menghentikan aktifitas bermain gamenya,ia turun ke lantai satu untukencari sesuatu yang bisa mengganjal perutnya yang kosong.
Membuka isi kulkas yang masih kosong membuatnya merasa geram,Sementara tanda-tanda keberadaan Azura tak kunjung terlihat.
"Kemana perginya wanita tua itu"Ucap Hafiz
"Aku pesan makan satu porsi saja lah, Lagian kalau dia lapar bisa beli sendiri"Ucap Hafiz menekan Aplikasu Jofood yang berada di layar ponselnya.
Azura yang mencium aroma ayam goreng membuat cacing-cacing diperutnya terbangun dan mengeluarkan suara yang begitu menyiksa dirinya.
Ia pun bangun dari tidurnya dan mencari sumber Aroma.
Azura melihat Hafiz yang tengah menikmati ayam goreng seorang diri sembari menonton Berita.
"Kamu cuma beli satu?"Tanya Azura
"Iyaa"Jawab Hafiz
"Jahat banget sih"Ucap Azura
"Kamu kan tau kita sekarang tinggal berdua, harusnya beli makan untuk dua orang"Ucap Azura kembali
"kamu kalau lapar kan bisa cari makan sendiri"Jawab Hafiz
Mensengar ucapan Hafiz yang sangat tidak manusia membuat Azura merasa kesal,Ia pun memilih meninggalkan hafiz dan mencari makan seorang diri.
***
Maaf ya baru update
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments