10. Hari Pernikahan

Setelah beberapa hari, melalui proses persiapan yang begitu mendadak tiba saatnya Azura dan Hafiz melangsungkan pernikahan, Keduanya melangsungkan pernikahan di salah satu Hotel yang cukup ternama di kota Balikpapan, Pernikahan yang hanya dihadiri oleh sanak saudara,Sahabat dan juga orang-orang terdekat. Keduanya sepakat untuk tidak mengundang Para pemegang saham, rekan bisnis atau pun media dengan alasan tidak ingin Private Azura terbaca oleh Banyak orang.

Hafiz hanya dengan satu kali tarikan nafas berhasil membaca Ijab Qobul dengan lantang.

"Saya terima nikah dan Kawinnya Azura Zahra Binti Bambang, dengan mas kawin seperangkat alat sholat, Logam mulia seberat dua puluh Gram, Dan uang tunai sebesar sembilan puluh sembilan ribu di bayar Tunai"Ucap Hafiz dengan suaranya yang lantang

"Bagaimana Saksi,Sah?"Tanya Penghulu

"Sah"Sahut Para Saksi dan juga para tamu yang turut hadir

"alhamdulillah"

Perasaan Azura kini campur aduk, Setelah mendengar suara lantang Hafiz dan ucapan sah dari para saksi dan tamu membuat Hatinya bergejolak. Bagaimana Tidak bergejolak Pernikahan Yang dilakukan karna terpaksa ini terasa begitu khidmat, Hingga membuat Azura terharu dan sejenak melupakan Perjanjian nikah antara dirinya dan Hafiz.

Setelah melakukan Ijab Qobul, tiba saatnya kedua mempelai melakukan sungkem kepada para orangtua, Moment yang biasanya diisi isak tangis ini pun terjadi di pernikahan Azura dan Hafiz.

Untuk pertama kalinya Azura menangis di hadapan sang Ibu dan Ayah, Hanya Azura yang mengetahui ia menangis karna terharu dengan moment seperti ini, Atau ia justru menangisi hidupnya selama satu tahun kedepan yang tidak bisa Azura bayangkan Akan seperti apa nasibnya kelak.

Yang Azura ingat ia akan menjadi janda tepat satu tahun pernikahan, Janda dengan status perawan.

Hafiz yang melihat Azura menangis hanya bisa menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.

Pernikahan Azura dan Hafiz dilangsungkan dengan adat Jawa terasa begitu khidmat dan penuh haru.

Hafiz yang tampak gagah dengan setelan Jas berwarna abu-abu, Sementara Azura tampak begitu cantik dan angun dengn balutan Gaun pengantin yang sangat pas ditubuh idealnya.

Keduanya kini duduk di atas pelaminan yang begitu megah.

"Kenapa kamu nangis?"tanya Hafiz yang menyimpan penasaran sejak tadi

"Entahlah, Aku hanya menangis saja tanpa sebab"Jawab Azura

"Oh"

"Bro selamat, Gila....Kuliah belum lulus tau-tau nikah aja"Ucap Haris sang sahabat yang sengaja kembali ke Balikpapan setelah mendapatkan kabar mengenai pernikahan sang Sahabat.

"Aah Bac*t kamu Ris, Lu ngurus Skripsi diam-diam"Ucap Hafiz

"Hahahha Sorry Bro, Om Handoko menghubungi Papi ku dimalam terakhir kita party"Bisik Haris agar tak didengar oleh Handoko

"Pria tua itu"Gumam Hafiz melirik Handoko yang tengah sibuk menyapa para tamu

"Dika mana?"Tanya Hafiz

"Lo gak lihat tuh"Ucap Haris menunjuk Dika yang tengah bercandaan dengan Azura membuat kedua sahabat ini merasa heran, Bagaimana bisa Dika begitu akrab dengan Azura padahal baru saja bertemu.

"Eh Sorry Bro keasikan cerita sampai lupa"Ucap Dika

"Kalian kenal?"Tanya Haris

"Kenal dong, Azura kan temannya mantannya kakak sepupu ku"Ucap Dika

"Aaauchh Sakit ra"Ucap Dika kembali setelah mendapatkan injakan pada Kakinya

Hafiz hanya menatap Azura sekilas,setelah itu mereka pun melakukan sesi foto.

"Ra...Jangan lupa balas DM ku"Ucap Dika sebelum meninggalkan Pelaminan, Azura hanya membalas dengan anggukan kepala

"Balikpapa ternyata sempit ya"Ucap Hafiz

"Hm"Jawab Azura

"AZURA..."Teriak Basti dan Ifa sang sahabat yang naik ke panggung pelaminan dengan air mata yang tak henti mengalir

"Akhirnya sahabat ku nikah"ucap Ifa

"Kalian lebay banget sih"Ucap Azura

"Kita senang tau bukan lebay"Ucap Basti

"Ngapain nangis? Aku belum mati ngapain kalian tangisin"Ucap Azura

"Ya kan kamu cewe ...." Azura segera membungkam mulut Basti

"Jagain Azura ya, Brondong ganteng"Ucap Ifa

"Iya"Jawab Hafiz yang tampak begitu syok dengan tingkah teman-teman Azura

"Udah ah jangan nangis"Ucap Azura

"Foto dulu"Ucap Basti

"Kalian yang mesra dong, Masa pengantin baru Jauh-jauhan gak mesra banget"Ucap Ifa

Hafiz dan Azura hanya menarik nafas panjang, Dan keduanya merapatkan diri dan tersenyum kearah kamera.

"Rangkul dong istrinya Mas masa kaku banget"Ucap Sang Fotografer

"Ribet"Gumam Hafiz namun ia tetap menuruti permintaa sang Fotografer

Hafiz menarik pinggang ramping hingga membuat Azura mendekat kearahnya.

"eh..."Ucap Azura yang begitu kaget dengan tindakan Hafiz

"Senyum"Ucap Hafiz dengan pandangannya kearah Kamera sementara Azura menatap Hafiz dengan tatapan syok

sesi foto pun telah selesai, foto bersama keluarga, Sahabat dan para tamu undangan semuanya berjalan lancar, Azura dan Hafiz berhasil menampilkan akting terbaik hingga tak ada satu pun orang yang menyadari keterpaksaan keduanya.

Hingga tiba saatnya Azura dan Hafiz beristirahat, Secara spesial Handoko menyiapkan Kamar Hotel dengan fasilitas VVIP untuk Azura dan Hafiz beristirahat, Dibalik ini semua tersimpan harapan Besar agar ia segera menimang Cucu.

Azura dan Hafiz tampak begitu syok melihat kamar yang dipenuhi dengan bunga-bunga layaknya kamar pengantin baru.

"Ini kamar kita?"Tanya Azura

"Hahahaha"Hafiz tertawa pasrah melihat keadaan Kamar yang benar-benar diluar bayangannya.

"Aku harap Drama ini segera berakhir"Gumam Azura ia berjalan menuju kasur dan membeesihkan mawar-mawar

"Kenapa diam aja, Bantuin"Ucap Azura yang terdengar seperti perintah dan harus di terima oleh Hafiz, Keduanya pun kini membersihkan mawar-mawar dan membuangnya kedalam bak sampah mini.

"Untuk malam ini aku maklumin kita tidur satu kamar tapi besok sampai satu tahun kedepan hal kaya gini gak bisa terulang lagi"Ucap Azura penuh penekanan

"Aah Satu lagi selama kita tidur satu kamar, Silahkan kamu tidur di sofa dan aku di kasur"Ucap Azura ia memberikan tatapan sedikit membulatkan matanya kepada Hafiz

"Gak...Aku gak mau tidur di sofa" tolak Hafiz

"yang tua harus mengalah sama yang muda"Sambungnya kembali

"Laki-laki harus mengalah sama perempuan"Ucap Azura kembali

"Gak mau"Tolak Hafis ia justru merebahkan tubuhnya dikasur dan menarik selimut hingga menutupi sebagian tubuhnya

"AAGHHH"Ucap Azura yang tampak begitu kesal

Mau tak mau keduanya pun menghabiskan waktu didalam kamar yang sama.

"Aku mau ganti baju, Bisa gak kamu keluar kamar dulu"Ucap Azura

"Gak mau, Kalau kamu ganti baju ganti aja di kamar mandi"Ucap Hafiz

malas bedebat dengan Hafiz, Azura pun memutuskan pergi ke kamar mandi dan melepaskan gaun pengantin di dalam kamar mandi, Namun saat ia hendak melepas gaunnya, Justru hal yang dibencinya terjadi.

Resleting itu tersangkit hingga membuatnya kesulitan membuka. Lima menit ia berkutik dengan resleting namun tak kunjung terbuka.

"Gak ada jalan lain"Ucap Azura

Ia keluar kamar lengkap dengan gaunnya yang menjuntai kelantai, Hafiz yang melihat tampak bingung dengan tingkah Azura

"Mau kemana?"Tanya Hafiz

"Mau minta tolong sama Ibu buat bukain gaun ku"Ucap Azura ia hendak keluar kamar namun Suara Hafiz membuatnya berhenti

"Kamu mau buat Ibu mu curiga sama hubungan kita?"Ucap Hafiz, Azura menatap Hafiz dengan tatapan yang bingung dengan ucapan Hafiz

"Biar aku aja yang bantu"Ucap Hafiz

"KAMU GILA"ucap Azura setengah berteriak ia segera menutupi dadanya dan menatap tajam kearah Hafiz yang masih diatas kasur

"Yaudah sana minta tolong Ibu mu, Awas aja kalau sampai ketahuan"Ucap Hafiz

Azura mengabaikan ucapan Hafiz ia segera keluar kamar dan mencari Keberadaan sang Ibu.

"Dasar Lemot"Ucap Hafiz

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!