Jam makan siang tlah tiba, Seperti biasa kantin perusahaan akan dipenuhi oleh para karyawan atau pun karyawati yang menyerbu kudapan hari ini.
Azura dan beberapa rekan tampak sedang mengantri menunggu giliran.
"Ra, are yoh okay?"Tanya Seorang petugas yang bertugas di dapur biasa dipanggil Sony, Sang asisten Chef yang sudah lama menaruh hati pada Azura
"Oke"Jawab Azura
"Spesial buat kamu aku buatkan Perkedel kemtang bentuk hati"Ucap Sony dengan senyumnya yang begitu lebar
"Hahaha"Ucap Azura yang terkesan dipaksa
"Makasih"Jawab Azura
Hari ini mood Azura memang sedang tidak baik, meladenin hal-hal yang kurang penting seperti ini membuat moodnya semakin rusak.
"Son, Punya ku mana?"Tanya Sintia dengan puppy eyes
"Ambil sendiri, Ini masih banyak"Jawab Sony dengan ciri khasnya yang jutek dan menyebalkan
"Giliran Azura aja dikasih yang spesial"Protes Sintia
"Iyalah, Azura selalu yang spesial"Sahut Sony
Azura mengabaikan perdebatan kedua rekan kerjanya dan memilih segera menyantap makan siangnya, Meski pun makan siang ini terkenal sangat lezat namun Bagi Azura makan siang hari ini terasa begitu hambar.
Rekan kerja Azura tampak begitu ribut bercerita sembari menyantap makan siang, Namun Azura hanya diam saja tanpa mempedulikan yang lain, Ia hanya fokus mengaduk-aduk makan siangnya dengan pikiran yang entah kemana, Hal itu menjadi pusat perhatian Sony yang tak henti memperhatikan Azura, Terbesit dihati Sony kekhawatiran, Ingin rasanya ia menghampiri Azura dan menghiburnya namun pekerjaannya yang belum rampung terpaksa semua keinginannya ia tahan.
Siang ini Hafiz begitu sibuk mengerjakan Skripsinya, ia tak henti membolak-balik beberapa jurnal yang dijadikan patokan untuk menyusun skripsinya.
***Tak
Tak
Tak***
Suara ketikan Laptop yang hanya mengisi ruangan rahasia milik Hafiz.
Setelah berkutik selama tiga jam, Membuat Hafiz merasa jenuh dan bosan, Ia pun merebahkan tubuhnya diatas sofa, Memikirkan hal apa yang harus ia lakukan untuk menghusir rasa bosannya.
"Ini membosankan"Gumamnya
"Hm..Seperti aku harus menyelesaikan satu pekerjaan ku dulu"Ucap Hafiz ia bangkit dari sofa, Mengambil jaket kulit berwarna hitam dan menuju keluar entah kemana, Bahkan Beberapa pengawal memanggil dirinya tak ia hiraukan.
Hafiz melajukan mobil mini cooper miliknya membelah kota Balikpapan, Dengan gayanya yang urak-urakan namun terkesan begitu sexy dan maskulin membuatnya tetap menawan dimata para wanita.
Hafiz tiba disalah satu perusahaan yang memiliki gedung tak terlalu tinggi hanya lima tingga namun memiliki luar yang cukup lumayan, Ia menatap bangunan gedung itu dengan senyumnya yang misterius.
Dengan langkah percaya diri ia memasuki gedung itu, beberapa pegawai wanita perusahaan itu tampak begitu terpanah dengan ketampanan Hafiz.
"Muda dan sexy"
"Penampilannya seperti preman"
"Ganteng banget"
"Saya mau ketemu Azura"Ucap Hafiz kepada salah satu pegawai Customer Service
"Mba Azura, Mohon ditunggu"Ucapnya dengan name tag bertuliskan Farah
Farah pun menghubungi divisi Azura, Beberapa saat kemudia Azura tiba dengan wajah dinginnya.
"Siapa yang mau bertemu ku di jam kerja seperti ini?"Tanya Azura
"Itu mba"Ucap Farah menunjuk Hafiz yang sedang menunggu di sofa tunggu
"Ganteng loh mba, Adeknya mba ya"Tanya Farah
"Bukan"Jawab Azura
Azura memghampiri Hafiz dengan sikapnya yang dingin.
"Ehem"Ucap Azura
"Hai calon istri"Ucap Hafiz dengan senyumnya yang terkesan mengejek
"Mau apa kamu kesini?"Tanya Azura
"mau menjemput calon istri ku dong mau apalagi"Jawab Hafiz
"Tutup mulut mu"Ucap Azura ia melihat sekelilingnya untuk memastikan tidak ada yang mendengar ucapan Hafiz
"Aku udah dengar persyaratan mu, Aku harap kita bisa bekerjasama dengan baik, setelah satu tahun kita cerai dan hidup masing-masing"Ucap Hafiz
"Cuma mau bilang itu aja?"Tanya Azura
"Kamu harus tanda tangan disini sebagai bentuk persetujuan"Ucap Hafiz ia mengeluarkan selembar kertas yang ia simpan didalam kantong jaket
Azura yang malas berurusan terlalu lama dengan Hafiz pun memilih segera menandatangani kertas sesuai arahan Hafiz.
"Silahkan pulang, Aku sibuk tidak seperti mu pengangguran yang malas"Ucap Azura
"pengangguran? Hei aku ini mahasiswa"Ucap Hafiz yang merasa kesal dengan ucapan Azura
"Mahasiswa abadi yang siap di DO"Ucap Azura
"Yaaa..."Ucap Hafiz dengan nada yang cukup tinggi hingga membaut beberapa pegawai menatap keduanya
"Kecilkan suara mu"Ucap Azura penuh penekanan
"Pantas aja kamu jadi perawan tua, Wanita ketus seperti mu memang gak ada laki-laki yang mau"Ucap Hafiz yang berhasil membuat Azura naik darah
"Oh...Gitu ya"Ucap Azura dengan sorot matanya menatap lurus ke bola mata Hafiz
"Pantas aja ya kamu kuliah gak lulus-lulus soalnya gak ada otak buat mikir, Bahkan gaya bicara mu aja seperti laki-laki bodoh"Ucap Azura
"Ya..."Ucap Hafiz
Keduanya saling memberikan tatapan tajam, Bendera perang pun terlihat berkibaran diantara keduanya.
"Adik kakak emang selalu gak akur, Sabar ya Ra"Ucap Sang Manager yang tak sengaja bertemu dengan keduanya
"Dia bukan adik ku Pak"Ucap Azura
"Terus siapa?Gak mungkin kan dia Pacar mu kelihatannya usianya jauh dibawah mu"Ucap Dayat sang Manager yang terkenal dengan ucapannya ya g ceplas ceplos
Hafiz yang mendengar tampak menahan tawa. Sementara azura tak dapat menjawab ucapan Dayat.
"Pergi darisini"Ucap Azura
"Adeknya Azura ya Mas?"Tanya Dayat
"Oh bukan Pak, Saya...."
"Dia temannya Bagas Pak"Potong Azura
"Ohh oke lanjutkan aja saya pikir adik mu"Ucap Dayat ia meninggalkan Azura dan Hafiz kembali berdua
"Jangan pernah kamu Bilang ke orang-orang terutama sama teman kantor ku perihal hubungan kita"Ucap Azura
"Why ...?"Tanya Hafiz
"Kita nikah karna terpaksa, satu tahun setelah itu cerai buat apa orang-orang harus tau"Ucap Azura
"Satu lagi kita nikah secara private, cuma para pemegang saham yang tau media gak perlu tau"Sambungnya kembali
"Hm...Disurat perjanjian sudah tertuang sih"Ucap Hafiz ia membaca kertas yang baru saja ditanda tangani oleh Azura
"Oke setuju"Ucap Hafiz yang rupanya pemikiran dirinya dan Azura satu pemikiran
"Sudah selesai kan urusan mu, sekarang bisa pergi"Ucap Azura dengan senyuman paksanya dan matanya yang membulat
"Aku kam sudah bilang mau menjemput calon istri ku,Jadi aku mau nunggu disini"Ucap Hafiz
"Aku bisa pulang sendiri, Silahkan pergi"Ucap Azura
Namun Hafiz justru tak mendengarkan ucapan Azura.
"HAFIZ..."Ucap Azura penuh penekanan
"Kamu bisa lanjut kerja, Aku gak akan ngerusuh"Ucap Hafiz
"Kamu lihat teman-teman kantor mu suka aku ada disini,Melihat wajah ku yang tampan ku"Ucapnya kembali dengan mode percaya diri penuh membuat Azura merasa mual
"Terserah kamu"Ucap Azura ia memilih pergi meninggalkan Hafiz
Hafiz memandangi punggung Azura yang menghilang dibalik Lift
"Enak juga ngerjain wanita tua itu"Gumam Hafiz
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 51 Episodes
Comments