Riku merasa risih karena sedari tadi roh Hito menatapnya dan tak berhenti sedikitpun, entah apa yang pria itu pikirkan tentangnya.
"Em bisakah kamu tidak menatapku seperti itu?" pinta Riku pada Hito.
"Kenapa memangnya?" Hito malah balik bertanya.
"Hufth aku merasa risih dengan tatapanmu itu? kenapa kamu tidak kembali ke ruang perawatanmu saja?" ucap Riku mengusir Hito secara halus.
"Aku tidak bisa mendekati tubuhku," ucap Hito pasrah, beberapa kali mendekati raganya dia seperti tertolak kembali, entah kenapa dia bisa mengalami itu.
"Lalu kenapa harus di sini?" tanya Riku.
"Entahlah hanya kamu yang bisa melihatku, setidaknya ada teman yang bisa ku ajak berbicara."
Riku merasa kasihan dengan Hito yang seperti kehilangan semangatnya kembali.
Tapi dia juga tidak bisa membantunya untuk saat ini, dia sendiri sedang lemas di ranjang rumah sakit itu akibat kecelakaan motor empat hari yang lalu, untung saja nyawanya masih tertolong, meski di beberapa bagian tubuhnya terdapat lecet-lecet akibat menghantam aspal jalan raya.
"Hei kenapa kamu melamun?" kali ini suara Hito terdengar sangat dekat dengan Riku, gadis itu terlonjak saat wajah Hito berada tepat di depan wajahnya.
"Ah ngapain di depanku seperti itu!" teriak Riku sambil memundurkan tubuhnya agar tak terlalu dekat dengan Hito.
Tanpa Riku ketahui seorang perawat tengah berdiri depan pintu ruangan dengan wajah terkejut menyaksikan Riku yang berbicara dan teriak-teriak sendiri, perawat wanita itu segera berbalik badan untuk memanggil dokter karena merasa aneh dengan pasien yabg di rawatnya.
"Astaga pasti perawat itu mikir kalau aku gila ngomong sendiri?" keluh Riku.
"Hahahaha," Hito malah tertawa bahagia melihat ekspresi wajah gadis di depannya itu.
Sedangkan Riku hanya memanyunkan bibirnya melihat Hito menertawakannya.
"Hei hantu jadi-jadian sebaiknya kamu kembali keruanganmu saja sana! menyebalkan!" ucap Riku.
Sekilas Hito merasa terhibur dengan adanya Riku,dia sejenak melupakan kejadian-kejadian yang dia alami bersama dengan teman-temannya.
Riku yang kesal akhirnya memutuskan untuk menonton televisi di ruangan yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit, saat televisi menyala terdapat berita tentang seorang pria yang bunuh diri di pinggir tebing yang curam, mengakibatkan nyawanya seketika meninggal di tempat.
"Kok pendek amat sih pikirannya sampai harus bunuh diri gitu!" ucap Riku sambil memperhatikan televisi dengan seksama.
Hito pun mengalihkan perhatiannya ke televisi itu, dia memelototkan kedua matanya saat melihat keterangan nama pria yang ada di berita tersebut.
"Fero? gak mungkin kan itu kamu?" ucap Hito.
Riku mendengar apa yang di ucapkan oleh Hito.
"Kamu kenal orang itu?" tanya Riku dengan wajah serius.
"Gak mungkin dia bunuh diri, ya Tuhan apa yang terjadi dengannya?" ucap Hito tanpa memperdulikan pertanyaan Riku, dia mengacak rambutnya yang mulai frustasi.
"Kamu baik-baik aja kan?" tanya Riku melihat keanehan makhluk di depannya itu.
"Dia sahabatku tapi karena suatu hal kami mengalami kegilaan ini," ucap Hito akhirnya.
Seperti film yang kembali di putarkan, kenangan-kenangan buruk tentang teman-temannya Hito ceritakan pada Riku, hingga akhirnya pria itu tak kuasa menahan kesedihannya, dia tidak menangis tapi dari raut wajah Hito Riku bisa menangkap kesedihan yang luar biasa.
"Jadi karena dua iblis itu yang membuat kalian seperti ini sekarang," ucap Riku mencoba menyimpulkan apa yang di alami Hito. Pria itu mengangguk dan kemudian menatap ke arah Riku.
"Tolong bantu aku?" ucapnya memelas.
Riku gagap seketika karena Hito tiba-tiba mendekatinya dan memegang kedua telapak tangannya.
"Hei aku bisa memegang tanganmu, tapi kenapa ke raga dan orang lain aku tidak bisa?" ucap Hito tiba-tiba, bibirnya tersungging seulas senyuman.
"Em bisa lepaskan tanganku gak?" pinta Riku agak risih dengan perlakuan Hito barusan.
"Eh maaf ya?" Hito menjadi sedikit canggung dengan apa yang dia lakukan, segera dia melepaskan kedua telapak tangan milik Riku.
"Aku tidak tahu apakah bisa membantumu atau tidak tapi, lebih baik sekarang aku harus memikirkan cara agar bisa secepatnya keluar dari rumah sakit ini," jelas Riku yang sudah merasa bosan berada di ranjang rumah sakit itu.
Sebelum mengalami kecelakaan Riku adalah gadis periang dengan jiwa yang bebas, dia memang anak orang kaya tapi kehidupannya sangat sederhana, di tinggal kedua orang tua bekerja ke luar negeri membuat Riku harus belajar mandiri di rumah.
Karena sebuah kesialan membuatnya harus jatuh dari motor dan mengalami beberapa penglihatan yang aneh, dia bisa melihat benda-benda tak kasat mata, dan juga bisa mengerti isi pikiran orang yang sedang berada dekat dengannya, kecuali roh seperti Hito dia tidak bisa membaca pikirannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Nana Khansa Alhusna
semangaaatttt💪🏻💪🏻😍😍
2020-11-07
0
HeniNurr (IG_heninurr88)
Kereeeen....up lg kk😉😉
2020-09-12
0
@ind_sychd
2 like untuk u kak
2020-09-11
0