Keesokan harinya Hito meminta ketiga temannya untuk datang ke rumah miliknya, mereka harus bertemu dengan ustad Maiz untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi akhir-akhir ini pada mereka bertiga, serta menguak kemana perginya dua teman mereka yang tak pernah ketemu sampai saat ini.
Bahkan jika mereka mati sekalipun jasadnya tak pernah ditemukan, Hito menjadi sangat heran kenapa mereka harus mengalami ini semua, sebelumnya mereka juga pernah meliput hal-hal yang berbau horor namun baru kali ini mengalami hal yang seaneh ini.
Satu jam setelah Hito meminta mereka bertiga datang ke rumahnya, Fero Evril dan juga Kiki akhirnya tiba di rumah Hito, mereka saling bertanya apa yang sedang Hito rencanakan hingga meminta mereka untuk ke rumahnya.
"Ada apa sih bro lo manggil kita, tumben banget?" tanya Fero memulai pembicaraan saat mereka di ruang tamu, Evril sedari tadi hanya diam dan juga Kiki yang tengah menerka-nerka apa yang ada di pikiran Hito.
"Gak ada apa-apa kok, gue cuma mau ngenalin seseorang ke kalian," jawab Hito serius membuat ketiganya bertanya-tanya siapa orang yang di maksud oleh Hito.
"Bentar ya gue panggilin dulu," ucap Hito sambil berlalu ke sebuah kamar.
Dia kemudian mengetuk pintu kamar dan memberi salam kepada ustad Maiz,terlihat beliau sedang selesai menunaikan shalat sunah Dhuha.
"Maaf ustad mereka sudah berada di sini," ucap Hito, ustad Maiz mengangguk dan mengajak Hito ke ruang tamu kembali.
Saat pandangan ketiga teman Hito bertemu dengan ustad Maiz terlihat aneh, mereka seperti enggan melihat ke arah beliau, terlihat sekali pada Evril dan Fero, yang sebelumnya telah terasuki oleh sosok hantu yang menjerat mereka berdua, sedangkan Kiki hanya menatap heran kepada beliau.
"Siapa ini Hit?" tanya Kiki memecah suasana yang canggung di antara mereka, entah itu hanya perasaan Kiki atau memang ada hal yang janggal di antara mereka.
"Oh iya kenalin ini ustad Maiz guru di pesantren gue dulu," ucap Hito memperkenalkan ustad Maiz kepada teman-temannya.
Fero dan Kiki tersenyum kaku, hanya Kiki yang tersenyum senang.
"Saya Fero, ini Evril dan itu Kiki," ucap Fero memperkenalkan diri mereka, sejenak dia menatap mata ustad Maiz namun buru-buru dia membuang muka kembali,sedangkan ustad Maiz hanya tersenyum melihat mereka dia telah yakin bahwa sesuatu telah terjadi kepada ketiga sahabat Hito tersebut.
Dari penglihatannya Fero dan Evril yang ada di depannya bukan lagi jiwa mereka yang sebenarnya, ada jiwa lain yang merasuki tubuh mereka, sedangkan Kiki baru menjadi incaran dari sosok itu.
Mendapat tatapan tajam dari ustad Maiz ketiganya seolah teraliri api yang panas, membuat mereka ingin segera pergi dari rumah Hito.
Tiba-tiba Fero meraung saat menatap ustad Maiz terlalu lama, bibir ustad Maiz telah membacakan ayat-ayat suci Al-Quran untuk membuat iblis di dalam tubuh mereka keluar dari raga tersebut, alhasil Fero lah orang pertama yang merasakannya, di sekujur tubuhnya merasakan panas yang luar biasa.
Dia mencoba menyerang Hito dan ustad Maiz dengan tatapan mata yang sudah bukan lagi seperti manusia, Fero seperti tak terkendali lagi dia mengamuk dan membanting apapun yang ada di sekitarnya, sambil menutup telinganya dengan tangan kanan dan kiri.
Evril yang merasa tak mampu menahan lagi dia berhambur keluar dari rumah Hito di ikuti Kiki yang masih bingung dengan apa yang terjadi, ustad Maiz memberi kode untuk mengejar dua wanita itu, Hito mengikuti perintah beliau, dia segera mungkin berlari ke luar rumah untuk mencari Evril dan Kiki.
Kedua perempuan itu berlari ke ujung jalan seolah ingin menjauh sejauh mungkin dari rumah Hito.
"Kiki! Evril!" panggil Hito kepada kedua wanita itu namun mereka tak menghiraukannya.
Braakkk!
Terdengar suara keras dari dalam rumah Hito, seperti sesuatu terbanting dengan keras, Hito berhenti mengejar Kiki dan Evril, kemudian berbalik lagi ke arah rumahnya.
Mata Hito melotot tak percaya dengan apa yang dia lihat kali ini, ustad Maiz terbaring di lantai dengan darah menyembur dari mulutnya, sedangkan Fero telah menerobos jendela pergi meninggalkan mereka.
"Ustad Maiz apa yang terjadi?" tanya Hito sambil memangku kepala ustad Maiz, tak ada jawaban dari beliau, dengan segera Hito menggendong tubuhnya dan membawa beliau ke rumah sakit.
Entah apa yang di lakukan oleh Fero kepada ustad Maiz hingga membuatnya begitu menyedihkan, dalam hati Hito tak berhenti berdoa agar ustad Maiz selamat, dia menyesal membawa ustad Maiz ke dalam masalahnya.
"Ustad bertahanlah!" ucap Hito sambil mengemudi dengan kecepatan tinggi.
Hanya butuh beberapa menit dia sampai ke rumah sakit terdekat, dengan cepat beliau mendapat pertolongan medis, Hito tampak berjalan kesana kemari menunggu di depan pintu operasi.
Sedangkan di sisi lain Fero tampak tersengal-sengal mengatur napasnya, dia menatap kedua tangannya yang berlumuran darah dengan wajah yang masih tak percaya bahwa apa yang dia lakukan tadi adalah nyata.
" Apa yang aku lakukan, kenapa aku menyerang orang itu?" tanya Fero pada dirinya sendiri saat kesadarannya kembali, sosok yang merasukinya sedang tak mengendalikan dirinya saat ini.
"Aaarrghh!" teriak Fero sambil berlutut, di kedua telapak tangannya penuh dengan darah segar milik ustad Maiz dengan segera dia menuju ke tepi sungai yang berada dekat dengannya saat itu dan mencuci kedua tangannya.
Evril kini tengah berada di sebuah taman tak jauh dari rumah Hito di ikuti Kiki yang sengaja mengejarnya tadi, Kiki merasa ada hal aneh saat melihat Evril meninggalkan Hito dan ustad tadi.
"Vril lo gak apa-apa?" tanya Kiki dari belakang punggung Evril yang sedang duduk di kursi taman, saat tubuh itu berbalik dan menghadap ke arah Kiki betapa terkejutnya dia bahwa yang di hadapannya bukan lagi sosok Evril yang Kiki kenal namun wajah menyeramkan yang pernah dia lihat di rumah Evril beberapa malam yang lalu.
"Ka- kamu siapa?" tanya Kiki mencoba menguatkan dirinya agar tetap sadar, tubuhnya sudah gemetar ketakutan melihat wajah yang sangat menyeramkan itu dengan jari-jemarinya yang begitu panjang dan tajam.
Tiba-tiba semuanya menjadi gelap, Kiki tak lagi melihat Evril di hadapannya, hingga sesuatu terdengar seperti isapan, entah apa yang terjadi Kiki terbangun di keesokan paginya.
"Loh kenapa gue di sini?" tanya Kiki heran karena dia sudah berada di kamarnya sendiri dengan pakaian yang semalam dia pakai, dia mengingat kejadian kemarin siang hingga malam yang tengah terjadi, namun dia tidak bisa mengingat bagaimana dia berada di kamarnya sendiri saat ini.
"Ini terlalu membingungkan untuk di jelaskan," batin Kiki.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
HeniNurr (IG_heninurr88)
Up lg kk...😉😉
2020-08-15
0