Avril

Kiki sudah tak sadarkan diri saat melihat sosok yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka, sedangkan Evril dia hanya terdiam saat sosok itu masuk ke raganya, seolah dikendalikan Evril berjalan ke luar rumah untuk mencari seseorang yang mau bersamanya malam ini, sosok yang merasukinya menginginkan darah seorang pria untuk makanan lezatnya.

Saat keluar rumah Evril hanya memakai piyama tidurnya, menampakkan lekuk tubuhnya yang indah, dengan tatapan tajam dia menatap ke sekelilingnya mencari mangsa.

Dua orang pria sedang berjalan ke arah Evril, mereka adalah laki-laki hidung belang yang haus akan belaian wanita, mereka mencoba menggoda Evril tanpa tahu bahwa yang mereka goda bukanlah manusia biasa.

"Eh ada non cantik, mau nggak abang godain?" ucap salah satu pria bertubuh tambun itu, sedangkan satu pria lagi mencoba menyentuh dagu Evril.

Evril tersenyum menyetujui.

"Boleh kok bang, main pun boleh," ucap Evril.

"Beneran boleh ya, wah rejeki numpuk nih," ucap pria itu, mata mereka sudah tak bisa di kendalikan lagi karena godaan di depannya.

"Iya tapi jangan disini, kita cari tempat sepi ya bang," ucap Evril sambil berjalan berlenggak-lenggok menggoda kedua pria itu, tanpa di aba-aba keduanya mengekor Evril sampai di tempat sepi, keduanya mencoba meraba tubuh mulus Evril hingga mereka bertiga saling berpelukan mesra.

Hanya tiga menit sebuah tusukan mengenai jantung mereka berdua, darah segar keluar dari luka itu, Evril yang telah dirasuki sosok hantu telah membunuh kedua pria itu dengan kuku panjangnya.

Kemudian dia menghisap darah mereka, hingga habis tak tersisa, membuat kedua jasad itu mengkerut seperti mumi.

Evril meninggalkan kedua jasad itu setelah puas dengan apa yang telah dilakukannya, dia kembali ke rumah dan tiba-tiba pandangannya kabur, sosok yang menguasainya telah keluar dari raganya, meninggalkan bercak darah di kedua tangan Evril serta baju tidurnya.

Hingga pagi menjelang Evril masih tergeletak di depan pintu kamarnya, sedangkan Kiki masih tergeletak di ruang tamu, sebelum Kiki bangun Evril terlebih dahulu bangun, dia terkejut melihat tangan dan piyamanya penuh dengan darah yang baunya sangat anyir.

"Apa yang terjadi denganku?" tanya Evril bingung kenapa bisa banyak darah sedangkan tidak ada satupun luka yang tergores di tubuhnya.

Dengan langkah gontai dia masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan tubuhnya serta membuang baju yang dia kenakan sebelumnya.

Saat memandang kaca di dalam kamar mandi, Evril tidak sengaja melihat wajahnya berubah menjadi wajah sosok perempuan yang pernah dia lihat di rumah tua angker itu, kedua kakinya lemas namun tak bisa bergerak dari posisinya berdiri, penampakan makhluk itu semakin jelas, dia ingin mengatakan sesuatu kepada Evril.

"Tenanglah saudaraku, aku adalah dirimu di masa lalu, jadilah pengikutku maka kamu akan mendapatkan kenikmatan yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya," ucap sosok misterius itu, wajahnya yang terlihat pucat dengan beberapa darah mengalir di kedua pipinya membuat Evril setengah mati menahan takutnya.

"Aku tidak mau," ucap Evril dengan suara berat, seolah tertahan di kerongkongannya.

"Tapi kamu sudah terikat denganku dan itu tidak akan bisa lepas begitu saja," ucapnya sambil memelototkan kedua matanya hingga terlihat akan keluar.

Evril merasa jijik sekaligus takut melihat wajah hantu di depannya yang kemudian berubah wujud menjadi mirip dirinya hanya saja rambutnya lebih panjang dari yang dimiliki Evril.

"Ini lah sosokku sebenarnya, seharusnya kamu tahu siapa aku," ucap si hantu.

"Kamu kenapa bisa mirip aku?" tanya Evril.

"Aku adalah saudara kandungmu, kita adalah kembar namaku Avril," jelas sosok bernama Avril.

Evril tak percaya dengan apa yang di ucapkanya, mana mungkin dia memiliki saudara kembar sedangkan dia adalah anak tunggal di keluarganya.

"Kamu tidak percaya?" tanya Avril seolah bisa membaca pikiran Evril.

"Aku tidak percaya dengan apa yang kamu ucapkan," ucap Evril.

"Jika kamu tidak percaya kembalilah ke rumah tua di dalam hutan itu, maka kamu akan menemukan apa yang sebenarnya terjadi padaku, hingga aku menjadi seperti sekarang, tapi sebelumnya aku harus meminjam tubuhmu untuk mengambil para tumbal pria," pinta Avril.

"Jangan! aku tidak mau kamu menggunakan ku untuk membunuh seperti semalam," tolak Evril namun Avril tak mau tahu, dia langsung masuk ke dalam raga Evril, kedua roh menyatu di dalam satu raga, Avril merasa cocok di raga Evril karena mereka mempunyai ikatan darah di dunia.

Demi membalaskan dendam Avril harus menggunakan tubuh Evril untuk membunuh para lelaki biadab, serta mencari pembunuhnya, Avril tak peduli jika itu menjadi hal yang membahayakan bagi Evril.

Kiki mengetuk pintu kamar mandi Evril, sedari tadi dia sudah terbangun dan mendengar suara air dari dalam kamar mandi, dia mengira Evril ada di dalam.

"Evril lo di dalam kan?" tanya Kiki memastikan.

"Iya Ki, bentar!" ucap Evril menyahut.

Kemudian Evril keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk, dia bergegas mengambil dan memakai bajunya, namun Kiki merasa ada yang aneh dari Evril yang tiba-tiba semakin pendiam.

"Apa lo sakit Vril?" tanya Kiki.

Evril menoleh ke arah Kiki, namun tatapannya kali ini membuat Kiki sedikit ketakutan, itu seperti bukan tatapan mata milik Evril.

"Gue gak papa kok Ki," ucap Evril menyembunyikan apa yang barusan dia alami, alam bawah sadarnya telah di kontrol oleh Avril sehingga dia tidak bisa mengatakan apapun tentang Avril yang berada pada dirinya.

"Ya udah gue mandi dulu ya, tunggu gue nanti kita ke kampus bersama, oya tentang semalam gue mimpi ada hantu menampakkan diri di depan kita, semoga hanya mimpi tapi kepala gue sedikit sakit," ucap Kiki menceritakan apa yang dia rasakan tadi malam.

"Mungin itu hanya mimpi Ki, cepetan mandi nanti kita bisa terlambat nih," ucap Evril mencoba mengalihkan pembicaraan.

Kiki mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya, namun dia merasa kamar mandi itu sedikit berbau anyir.

"Mungkin perasaan gue aja," gumam Kiki.

Usai rutinitas pagi tadi mereka telah pergi ke kampus bersama, namun dari tadi Kiki duduk sambil gelisah, perasaannya benar-benar tidak enak saat menatap ke arah Evril, namun saat Evril menatap ke arahnya Kiki menjadi ketakutan, seperti bukan diri Evril sendiri.

Hingga sampai di kampus keduanya memilih berjalan beriringan dengan Evril terlebih dahulu, Kiki sengaja berjalan lambat agar bisa mencari Hito.

Barangkali Hito bisa membantunya mengawasi keanehan pada Evril kali ini, meski Kiki belum yakin sepenuhnya bahwa apa yang dia alami tadi malam bukanlah mimpi, siapa tahu bila hantu yang dia lihat semalam masuk ke raga Evril.

Terpopuler

Comments

baesalis

baesalis

lanjut baca ya Thor, cemungut always nulisnya

2020-08-12

0

Nienol

Nienol

2 like ku tinggal untuk mu Tor

salam semangat dari takdir cahaya cinta

2020-08-12

0

🦖 Aniedaa

🦖 Aniedaa

Lanjutkan thor Semangat 🌻

2020-08-06

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!