Alfi dan Maudy

"Apa kamu masih penasaran dengan keadaan dua temanmu yang tidak ketemu sampai saat ini setelah kecelakaan itu?" tanyanya.

Hito kembali terperanjat tak percaya lagi-lagi pak Wikoh bisa mengerti apa yang dia pikirkan.

"Apa bisa saya bertemu mereka pak?" tanya Hito ragu-ragu mengucapkannya pada orang yang baru dia kenal.

"Tentu saja aku bisa membawamu melihat mereka, tapi-" ucapan pak Wikoh terhenti.

"Tapi kenapa pak?" tanya Hito semakin penasaran dan sedikit berharap bisa bertemu dengan Maudy dan Alfi.

"Tapi ada syaratnya," ucap apk Wikoh singkat.

"Apa itu pak?" tanya Hito.

"Kamu harus bisa menerima apapun yang akan kau lihat nanti," ucap pak Wikoh.

Hito berfikir sejenak tentang ucapan pak Wikoh itu, entah apapun yang akan dia lihat nanti yang saat ini dia inginkan adalah bisa bertemu dengan kedua temannya itu.

"Saya bisa pak," ucap Hito sedikit ragu-ragu dengan dirinya sendiri.

"Berhenti lah dulu di sini," ucap pak Wikoh meminta Hito memberhentikan mobilnya, Hito perlahan menghentikan mobilnya.

Pak Wikoh kemudian turun dari mobil diikuti oleh Hito di belakangnya, mereka berjalan ke arah dimana dahulu mobil Hito masuk ke jurang, pak Wikoh menuntun Hito ke tempat dimana mereka terbangun hari itu setelah kecelakaan yang mereka alami.

"Apakah disini?" tanya pak Wikoh sambil menunjuk tempat itu.

"Benar pak kami terbangun disini namun kedua teman saya tak ada," ucap Hito membenarkan.

"Mendekatlah!" perintah pak Wikoh seperti hipnotis bagi Hito, pria tua itu kemudian menutup kedua mata Hito dengan telapak tangannya, beberapa saat kemudian dia melepaskan tangannya.

"Bukalah," pinta pak Wikoh pada Hito untuk membuka matanya.

Pelan-pelan Hito membuka matanya, seketika dia terperanjat dengan apa yang dia lihat saat ini, Hito melihat dua temannya sedang duduk bersama di atas hamparan rumput dimana mereka dahulu terdampar, di samping keduanya terdapat bangkai mobil yang sudah tak lagi berbentuk, Hito perlahan mendekati mereka.

"Alfi! Maudy?" panggil Hito, keduanya tak merespon panggilan Hito membuat pria itu sekali lagi memanggilnya.

"Alfi! Maudi! apa kalian tak mengingatku, ini aku Hito," ucap Hito namun masih sama seperti sebelumnya keduanya tak menatap ataupun mendengarkan Hito, hanya ada tatapan kosong di mata mereka berdua.

Hito menatap pak Wikoh meminta penjelasan kenapa kedua temannya tak meresponnya.

"Tenanglah ikuti bapak," pinta pak Wikoh sambil berjalan ke arah yang berlawanan dari mereka berdiri saat ini, Hito mengikutinya, sepanjang perjalanan Hito melihat banyak orang sedang berlalu lalang dengan wajah yang sama dengan kedua temannya, serta banyaknya bangkai mobil dan motor di sekitar mereka.

"Lihat!" perintah pak Wikoh sambil menunjuk ke arah semak-semak.

Hito membelalakkan matanya tak percaya dengan apa yang dia lihat.

"Alfi dan Maudi? lalu siapa yang tadi kita temui pak?" tanya Hito semakin bingung dengan apa yang dia lihat barusan.

"Ini adalah jasad kedua temanmu, dan yang tadi adalah arwah mereka yang belum tenang," ucap pak Wikoh.

Hito seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar barusan, dia yakin ini hanya mimpi, dengan keras Hito menampar kedua pipinya, memastikan bahwa dia sedang tidur, namun dia merasakan sakit saat kedua tangan itu menampar pipinya.

"Auw," desisnya mengaduh.

"Ini bukan mimpi, semua yang kamu lihat adalah nyata, mereka semua terperangkap di dimensi berbeda yang tak bisa di lihat oleh manusia biasa, termasuk jasad mereka tak akan membusuk disini, jiwa-jiwa mereka terikat oleh iblis yang saat ini kita cari," jelas pak Wikoh, Hito kembali menelan ludahnya mendengar penjelasan yang secara logika tak bisa dia terima, entahlah semua itu membuatnya semakin pusing.

Tiba-tiba penglihatannya kembali ke semula yang hanya bisa melihat hamparan rumput di depannya, Hito menatap ke arah pak Wikoh berharap ada penjelasan tentang ini.

"Penglihatan tadi hanya bisa bertahan dua puluh menit saja Hito," jelas pak Wikoh seolah mengerti dengan apa yang ada di wajah Hito.

Mereka kemudian melanjutkan lagi perjalanannya setelah satu jam menatap tempat kecelakaan itu, Hito merasa sangat kehilangan dengan apa yang dia lihat tadi, dua temannya harus meninggal dengan cara yang tragis.

Terpopuler

Comments

HeniNurr (IG_heninurr88)

HeniNurr (IG_heninurr88)

Lanjut kk...cemumut....keren..keren😍

2020-08-24

0

@ind_sychd

@ind_sychd

semangat kak aku mampir ya

2020-08-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!