Membujuk

Tampak seorang wanita tengah menghirup udara segar di balkon kamarnya, dia tengah menikmati kebebasan dirinya dari rumah sakit yang beberapa hari telah mengurungnya, meski banyak hal yang terjadi di rumah sakit itu dia tak mau memikirkannya untuk saat ini.

Riku menutup matanya dan merasakan udara pagi itu dengan sangat tenang, suasana yang benar-benar dia rindukan saat-saat berada jauh dari rumahnya, dia terbiasa hidup mandiri dan sedikit kesepian karena kedua orang tuanya berada jauh darinya.

"Uh segarnya," ucap Riku masih dengan mata terpejam, saat dia mencoba membuka matanya dengan perlahan tiba-tiba dia dikagetkan dengan sesosok yang familiar beberapa hari ini.

"Hah ngapain kamu kesini!?" tanya Riku pada roh Hito yang hanya beberapa langkah saja di depan wajah Riku, membuat gadis itu harus secepat kilat memundurkan langkahnya.

"Aku ingin meminta bantuanmu," ucap Hito memelas.

"Bantuan?" tanya Riku bingung.

"Kamu kan udah janji setelah kamu keluar dari rumah sakit bakal bantu aku," Hito mengingatkan kembali tentang percakapan mereka beberapa malam yang lalu.

"Hei tapi aku gak tahu gimana cara bantuin kamu?" ucap Riku.

"Please cuma kamu yang bisa bantu aku!" sekali lagi Hito mendekat dan memegang tangan Riku dia memohon agar wanita itu mau membantunya.

"Eh lepasin dulu tanganmu!" Riku mencoba melepaskan tangannya dari Hito namun pria itu masih tetap erat memegang tangan Riku.

"Iya-iya aku bantuin tapi lepasin dulu deh!" ucap Riku risih.

"Eh tapi kok bisa dia muncul di pagi hari gini? biasanya hantu kan keluar malem?" batin Riku.

"Aku bisa mendengar ucapanmu loh," goda Hito sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Hah!" Riku terkejut hingga tak bisa mengontrol ekspresi wajahnya.

"Aku kan bukan hantu,lagian jantung di ragaku masih berdetak kok," ucap Hito menjelaskan kebingungan Riku.

Selama ini Riku hanya bisa melihat para hantu di malam hari tapi dia baru menyadari bisa melihat Hito di siang hari, mungkin penjelasan pria itu masuk akal juga, cahaya dan panas tak mempengaruhi rohnya karena dia masih terikat dengan raga yang saat ini berbaring di salah satu ruang di rumah sakit.

"Oke-oke, tapi gimana aku bisa membantumu?" Riku tak mau berbasa-basi lagi.

"Aku mau kamu menemui salah satu temanku yang sekarang mungkin berada di rumahnya," ucap Hito dengan wajah serius.

"Baiklah, lalu apa yang harus aku lakukan saat bertemu dia nanti?" tanya Riku kembali, dia masih sedikit bingung dengan rencana yang Hito ucapkan kepadanya.

"Aku ingin kamu meminta pada iblis yang merasuki tubuh temanku untuk keluar dan melenyapkannya," ucap Hito.

"Hah aku hanya manusia biasa mana mungkin bisa melakukan itu!" Riku menolak apa keinginan Hito, dia tak pernah berurusan dengan iblis sebelumnya, dan juga dia tak merasa memiliki kekuatan yang sebanding dengan para iblis di luar sana.

"Kamu bisa, aku tahu ada sesuatu yang terpendam di dalam tubuhmu, seperti kekuatan," ucap Hito yakin setelah beberapa hari mengawasi Riku, bahkan di saat tidurpun Riku tak lepas dari pengawasan Hito.

Hingga suatu malam Hito tanpa sengaja melihat aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Riku, sebuah aura positif yang pasti menyimpan sesuatu yang besar nantinya.

"Kekuatan?" tanya Riku heran dengan apa yang Hito ucapkan.

"Entahlah tapi aku sangat berharap kamu bisa membantuku, atau mungkin aku harus benar-benar mati sebentar lagi," ucap Hito putus asa.

Melihat itu Riku menjadi merasa iba dengan apa yang di alami Hito, tapi dia juga bingung harus berbuat apa untuk melenyapkan iblis itu.

Siangnya sesuai janji Riku pada Hito dia pergi ke alamat yang telah di berikan oleh pria itu,dia bilang itu adalah alamat temannya, Evril, dengan perasaan was-was dia pun harus pergi kesana.

Sebuah rumah minimalis yang terlihat asri bagi orang biasa yang memandangnya, namun tidak bagi Riku, rumah di depannya itu penuh dengan hawa membunuh bagi para orang yang berusaha mengusik penghuninya, lebih tepatnya penghuni makhluk tak kasat mata.

Riku memberanikan diri mengetuk pintu rumah itu, dua kali ketukan seseorang sudah membukanya, terlihat wanita cantik tengah berdiri di balik pintu, dari keadaannya Riku sudah melihat dia tidak sedang baik-baik saja, seperti sedang menahan sakit.

"Hai kamu Evril ya? aku Riku" tanya Riku memulai perkenalan.

"Pergi!" ucap Evril dengan mata yang mulai berubah memerah,Riku tahu itu bukan lagi diri wanita bernama Evril lagi, namun iblis yang di maksud oleh Hito.

"Keluarlah tunjukkan wujud aslimu!" perintah Riku pada sosok di depannya.

"Siapa kamu berani ikut campur?" ucap Evril yang bersuara Avril.

"Aku hanya orang biasa, tapi bisakah kita berbicara sesuatu, barangkali aku bisa membantumu," ucap Riku tegas, meski suaranya lantang sebenarnya dia sedikit ketakutan karena baru pertama kali ini dia menantang iblis.

"Aku tak butuh bantuanmu!" ucap Avril kemudian suara pintu di tutup dengan lumayan keras.

Riku tahu usaha pertamanya gagal, dia belum bisa membujuk iblis itu untuk menceritakan apa keinginannya, seseorang yang pernah mati dalam keadaan tak biasa arwahnya akan mengalami ketidaktenangan hingga apa yang dia inginkan terpenuhi.

Riku yakin ada sebuah rahasia di balik semua ini, dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya dan memikirkan cara kembali untuk membujuk Evril.

Terpopuler

Comments

Nana Khansa Alhusna

Nana Khansa Alhusna

cemangaaattt 45 ya thooorrrr 💪🏻💪🏻💪🏻😁😁

2020-11-07

0

HeniNurr (IG_heninurr88)

HeniNurr (IG_heninurr88)

Kuereeen...semangat truz bwt up..😗😗

2020-09-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!