Kisah Avril

"Bapak mengerti tapi sebaiknya kamu memikirkan dirimu sendiri, teman-temanmu sudah di bawah kendalinya," ucap pak Kamsi sambil memandang jauh ke depan, entah apa yang di pikirkan oleh pria paruh baya itu.

"Maksud bapak apa?" tanya Hito tidak mengerti dengan apa yang dia dengar saat ini.

"Nak kamu tahu kenapa sosok iblis wanita itu mirip dengan temanmu?" tanya pak Kamsi sambil menepuk pundak Hito, pria itu seketika menggelengkan kepala.

"Mereka adalah saudara kembar, namun terpisah sejak bayi," ucapan pak Kamsi seketika membuat Hito terkejut.

"Saudara kembar?" tanya Hito memastikan bahwa pendengarannya masih baik.

"Ya mereka adalah adik dan kakak yang terlahir dari satu ibu, dulu bapak adalah teman ibu dari mereka, namun sekarang sejak kejadian itu entah dimana ibu mereka tinggal," jelas pak Kamsi seperti menyembunyikan sesuatu.

"Bisakah bapak menjelaskan kejadian apa itu pak?" tanya Hito.

"Tentu saja, kamu berhak tahu, semoga setelah kamu mengetahui ini kamu bisa menyelamatkan temanmu," ucap pak Kamsi sambil menatap dalam ke arah mata Hito.

Flashback on

"Sadarlah kamu tega mengorbankan anak kita untuk keinginan anehmu itu!" bentak seorang wanita berusia empat puluh tahun itu, kedua matanya meneteskan air mata yang tak mau berhenti dari tadi, hatinya sungguh terluka dengan keputusan suami yang berada di depannya itu, dia tidak bisa mengerti bagaimana pikiran pria itu.

"Memangnya siapa yang mau dia menjadi korban hah!" ucapan pria itu tak kalah kencang, api amarah bergejolak di mata dan dadanya.

"Lalu kenapa kamu mengirimnya ke rumah itu? hiks hiks" si wanita tak kuasa menahan linangan air matanya, dadanya sesak mendengar anak yang dia besarkan sejak kecil harus menjadi tumbal kemusrikan suaminya.

"Dia akan baik-baik saja di sana, dia bukan anak kecil lagi!" setelah mengucapkan itu si pria pergi begitu saja dari hadapan istrinya, seolah-olah tak ada masalah lagi yang perlu di bicarakan, pak Kamsi yang tak sengaja melihat keduanya bertengkar hebat hanya bisa termenung di tempatnya berdiri, dia sangat iba dengan nasib sahabatnya itu, yang memiliki suami yang sangat ingin menyekutukan Sang Maha Esa.

Di sisi lain di waktu yang sama, seorang perempuan yang masih berumur belasan terbangun dari pingsannya, dia mengingat seseorang membiusnya dan membawanya ke sebuah tempat yang dia tidak pernah datangi sebelumnya.

"Avril dimana?" tanyanya pada diri sendiri.

Tak ada jawaban hingga larut malam dirinya baru bisa keluar dari rumah itu, alih-alih keluar dari rumah angker namun naas sebelum benar-benar keluar dari rumah itu dua orang pria berbadan tegap menarik tubuhnya, kedua pria itu terpesona dengan kemolekan tubuh wanita di depannya ini.

"Kalian siapa? lepaskan saya!" teriak Avril sambil mencoba melepaskan diri.

"Tenanglah kita akan bersenang-senang malam ini," ucap si pria itu sambil menarik baju Avril, membuat tubuh polosnya seketika terpampang begitu saja.

"Jangan lepaskan saya," pinta Avril namun kedua pria ******* itu tak memperdulikannya, mereka terlalu di belenggu oleh nafsu yang tak bisa lagi di redam, hingga kesucian seorang gadis harus direnggut paksa oleh mereka, hanya ada tangis di antara kedua matanya dan rasa sakit yang luar biasa pada tubuh gadis itu.

Setelah selesai menuntaskan gairah mereka dengan sadis membunuh Avril dengan sebilah pisau yang sengaja mereka bawa sebelumnya, hingga akhirnya keduanya mengubur mayat gadis itu di pekarangan rumah tua itu.

Tak ada yang mengetahui kejadian itu kecuali keduanya, bahkan kedua orang tua Avril pun tak tahu hal itu.

Lalu apakah semuanya selesai begitu saja?" Tidak arwah Avril bergentayangan menghantui siapa saja yang berada di sekitar rumah tua itu, hingga arwah Avril bertemu dengan sosok misterius penunggu rumah itu.

"Hahaha hantu kecil yang malang, apa kamu hanya akan menangis seperti itu menunggui jasadmu?" tanya sosok yang tak lain adalah iblis penunggu rumah tua.

"Lalu apa yang harus aku lakukan agar bisa membalas dendamku, aku tidak punya kekuatan apapun saat ini," ucap Avril terisak dia tidak percaya bahwa hidupnya harus berakhir mengenaskan seperti ini.

"Jadilah abdi setiaku maka kamu akan mendapatkan apa saja yang kamu inginkan, kekuatan yang tak tertandingi juga para pengikut yang setia kepadamu," ucap iblis itu.

"Bagaimana caranya?" tanya Avril.

"Carilah manusia-manusia hina yang haus akan harta dan kekuasaan, tawarkan kepada mereka semua itu dan biarkan mereka mencari tumbal untuk mu, minumlah darah para tumbal itu agar kekuatanmu semakin bertambah," jelas iblis itu kepada Avril.

"Baiklah aku akan laksanakan perintahmu," sejak saat itu Avril yang telah meninggal tak wajar menjadi iblis yang menakutkan bagi siapapun yang menentangnya namun menjadi sekutu yang baik saat orang-orang yang haus akan harta dan kekuasaan di dunia ini.

****

"Sudah seratus hari pak tapi kenapa Avril tak kembali?" tanya wanita itu kepada suaminya.

"Diam kamu!" teriak si pria itu dengan mata berapi-api.

"Bapak tega ya, anak kita entah dimana tapi bapak tidak sedikitpun berusaha mencarinya," lagi-lagi wanita itu menangis terisak mengingat anaknya yang belum pulang selama seratus hari.

"Bapak juga tidak tahu bu, leluhur bilang hanya selama seratus hari dia di kurung dan akan kembali pada kita," jelas si pria.

"Ibu gak habis pikir dimana hati dan pikiran bapak membiarkan anak gadis kita menjadi tumbal kemusrikkan bapak!" tak lagi bisa menahannya wanita itu akhirnya memutuskan mengeluarkan semua apa yang telah dia tahan sebelumnya, rasa kecewa dan kesal yang telah memuncak membuatnya hilang kendali.

"Kalau bapak tidak mau mencarinya, biar ibu saja yang pergi mencarinya," ucap tegas wanita itu sambil berjalan keluar rumah tanpa memperdulikan lagi suaminya.

"Ibu jangan pergi mencarinya!" teriakan si pria tak membuat langkahnya berhenti begitu saja, tekadnya sudah bulat, meskipun jika nyawanya menjadi taruhan dia tidak akan perduli itu.

"Dimana kamu nak, ibu sangat merindukanmu?" batin wanita itu.

Flashback off

Pak Kamsi menghela napas dalam, setelah menceritakan hal itu kepada Hito dia menjadi lega, namun ada satu hal yang sampai saat ini tak bisa dia tahu adalah keberadaan ibu dari Avril dan juga jasad Avril yang belum di temukan, para warga tidak berani mendekati rumah tua itu sedikitpun.

"Lalu kenapa dia mencoba membawa Evril mengikuti jejaknya pak?" tanya Hito.

"Saya juga tidak tahu tentang itu, sepertinya dia memiliki dendam yang belum terbalaskan kepada seseorang," ucap pak Kamsi.

"Dimana orang tua Avril saat ini pak?" tanya Hito.

"Maafkan bapak nak, sampai saat ini bapak tidak tahu dimana lagi mereka berdua, sejak kejadian itu keduanya menghilang bagai di telan bumi, tak seorangpun mengetahuinya," ada nada sedih dari bibir pria tua di depannya, Hito ikut menghela napas dalam.

Terpopuler

Comments

HeniNurr (IG_heninurr88)

HeniNurr (IG_heninurr88)

Next up kk... cemumuuutt😍😍

2020-08-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!