Hito tampak lesu menunggu ustad Maiz untuk siuman, setelah kejadian kemarin sekalipun beliau belum sadarkan diri, hanya doa yang bisa Hito panjatkan untuknya, apapun yang terjadi karena dia yang membawa beliau untuk masuk ke dalam masalah ini.
Rasa lelah bercampur dengan takut merambat ke tubuh dan hatinya, Hito bingung harus bagaimana menyelesaikan masalah ini, orang yang dia pikir bisa membantunya malah harus celaka karena melawan iblis itu.
"Ya Alloh bantulah kami keluar dari masalah ini," ucap Hito dalam ruang perawatan ustad Maiz.
Perlahan di lihatnya jemari tangan beliau mulai bergerak dan matanya perlahan mulai terbuka, satu kata yang terucap saat beliau sadar.
"Hito kamu harus berhati-hati melawan iblis itu," ucap ustad Maiz sedikit bergetar.
"Ustad jangan memikirkan masalah itu dahulu, yang paling penting sekarang ustad harus sembuh dahulu," ucap Hito.
Ustad Maiz mengangguk, beliau pasti merasakan sakit yang luar biasa di tubuhnya, namun sebisa mungkin dia tidak mengeluh karena itu, masih dalam keadaan lemah beliau tak henti-hentinya bertasbih mengagungkan nama Alloh.
Fero kembali mencari mangsa wanita untuk tumbal sang iblis, dia menyetubuhi dan membunuh wanita-wanita yang mendekatinya, semakin hari semakin banyak kasus kehilangan dan kematian wanita serta pria, korban pria kemungkinan di lakukan oleh Evril, dan semenjak kejadian malam itu Kiki tak bisa bertemu dengan ketiga temannya itu, ada hal yang seolah menguncinya untuk tetap di dalam rumah dan kamarnya, dia tidak bisa melewati pintu-pintu rumahnya sendiri.
"Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa kaki dan tubuhku sakit saat mencoba melewati pintu-pintu itu," ucap Kiki pada dirinya sendiri, dan sejak saat itu kedua orang tuannya tak pernah pulang ke rumah lagi, Kiki merasa sangat terpukul dengan semua yang terjadi ini.
Bagaimana dengan Hito?
Hito akhirnya membawa ustad Maiz kembali ke pesantren setelah beliau sembuh, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada ustad Maiz itu.
Setelah mengantarkan beliau Hito kembali ke kota untuk mencari ketiga temannya, namun tak sedikitpun dia bisa menemukan mereka, saat di rumah Kiki pun dia tidak menemukan keberadaanya, meski saat itu Kiki bisa melihat Hito yang sedang mencarinya di rumah tapi entah kenapa Hito tak bisa melihatnya dan mendengarnya.
"Kemana sih kalian kok ngilang gini?" tanya Hito pada dirinya sendiri saat berada di tempat favorit mereka, cafe tempat nongkrong mereka berenam sebelum kejadian tragis memisahkan mereka.
Sekilas pandangannya tertuju pada seorang wanita yang mirip dengan Evril dengan langkah cepat Hito mengejarnya, dan benar saja saat lengan wanita itu di tarik oleh Hito wanita itu berbalik badan dan menampakkan wajahnya.
"Evril," ucap Hito saat melihat wajah wanita itu.
Namun wanita itu tak merespon apapun, dia hanya terdiam dengan mata merah menyala, Hito mundur perlahan sedikit menjauh dari Evril, dia bukan lagi Evril yang Hito kenal, sepertinya sosok iblis itu masih merasukinya.
Tiba-tiba dari arah depan seorang pria atletis merangkul tubuh Evril, pria itu terlihat sangat senang bisa menggodanya, begitu pula Evril yang menjadi seperti gadis biasa, semua yang Hito lihat pada wajah Evril berubah 180 derajat.
Mereka berdua keluar dari cafe itu, diam-diam Hito mengikuti mereka dari kejauhan, hingga mereka sampai pada sebuah penginapan kecil dengan lampu penerangan ya remang.
Hito memberanikan dirinya untuk semakin mendekat, dia sangat penasaran kenapa Evril dengan mudah bisa berganti pria dan mau diajak ke tempat terlarang seperti itu.
Mereka sudah check in dan masuk ke dalam salah satu kamar, untuk bisa lebih dekat Hito juga memesan satu kamar di samping mereka, sengaja ingin mencari tahu apa yang terjadi.
Satu jam berlalu hanya ada suara peperangan antara pria dan wanita di kamar samping kamar Hito, tepatnya Evril dan pria yang tak di kenal olehnya, dengan dada bergemuruh Hito tak lagi bisa menahan kemarahannya, sahabatnya mendapatkan perlakuan seperti itu, dia memberanikan diri mendobrak pintu kamar itu.
Mata Hito melotot sempurna, pria yang bersama Evril tanpa menggunakan sehelai pakaian sama sekali, namun hal yang lebih mengejutkan lagi Evril mencekik leher pria itu dengan kuku jarinya yang tajam, menusukkannya ke nadi leher pria itu, darah segar tak bisa berhenti keluar dari luka yang di buat oleh Evril, Hito tahu itu adalah perbuatan iblis yang merasuki tubuh Evril.
"Vril tolong lepasin, lo harus bisa lawan iblis itu," ucap Hito membuat mata merah menyala milik Evril menatapnya tajam, dengan gerakan sekali tangannya Evril menghempaskan Hito dengan kekuatan iblis yang merasukinya.
Hito terpental ke dinding dan lantai kamar itu, membuatnya merasakan keretakan tulang-tulang punggungnya, namun dia masih bisa sadar dan melihat Evril sedang menjilati darah pria yang barusan dia bunuh.
"Vril jangan lakukan itu," ucap Hito lirih menahan sakit darah segar keluar dari mulutnya menandakan ada luka dalam yang mungkin serius terjadi.
Evril yang telah selesai menghisap darah pria itu hingga habis mendekati Hito, saat dirinya ingin menusuk pria itu tiba-tiba dia merasakan panas, dia tidak bisa menyentuh Hito sedikitpun, dia kemudian meninggalkan pria itu begitu saja dengan luka di tubuhnya, Hito mencoba keluar dari kamar itu untuk mengejar Evril meski langkahnya tertatih menahan sakit pada dadanya.
"Evril tunggu!" ucap Hito yang semakin lemah.
Wanita itu tak berhenti sama sekali, Hito tak lagi bisa mengejarnya hingga suara sepatu terdengar nyaring melangkah di dekatnya, seorang pria paruh baya dengan berbagai atribut paranormal melekat pada tubuhnya.
"Percuma kamu mengejarnya, dia bukan manusia tandinganmu," ucap pria paruh baya itu.
Pandangan Hito perlahan menjadi kabur dan kemudian menjadi gelap, dia jatuh tersungkur di lantai koridor penginapan itu karena merasakan sakit yang luar biasa.
Pertolongan pertama segera di lakukan, Hito kini telah berada di rumah sakit sedangkan pria yang menjadi korban keganasan Evril telah diselidiki kematiannya, para polisi sampai kewalahan akibat banyaknya korban yang mati seperti yang terjadi pada pria itu, yang membuat mereka janggal adalah bekas-bekas luka yang berada pada tubuh mereka, seperti bukan ulah manusia saja.
"Dimana gue?" tanya Hito saat sadar berada di ruangan yang tak pernah dia kenal.
"Kamu sekarang berada di rumah sakit, wanita iblis itu hampir membunuhmu," ucap pria yang tadi Hito temui di koridor penginapan.
"Anda siapa kenapa bisa mengetahui tentang wanita itu?" tanya Hito heran.
"Perkenalkan nama saya pak Wikoh paranormal di daerah ini, sudah lama saya mengincar iblis yang merasuki wanita itu, namun keberadaannya sulit untuk di temukan, apa kamu mengenal wanita itu?' tanya pak Wikoh pada Hito.
Hito sejenak menghela napas dalam, ada sejuta rasa di dadanya yang ingin menyembul keluar dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
Sari Istiqomah
Assalamualaikum semangat berkarya thor
aku sudah boom like ya, mampir yuk keceritaku
Dia Untukku, Terimah Kasih.
2020-11-06
1
muhammad daffa.
lanjuuut kaka jgn lupa mampir.
2020-08-21
0
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut kk...kereenn😍
2020-08-17
0