Hari mulai gelap pak Kamsi dan Hito masih bercengkrama di depan rumah milik pak Kamsi, keduanya tampak serius membahas tentang Avril.
Hingga suara-suara aneh mulai terdengar dari arah hutan, membuat siapa saja yang mendengarnya menjadi merinding seketika, pak Kamsi mendadak panik dengan apa yang barusan dia ingat.
"Ya Alloh kamu harus kembali ke kota nak Hito!" perintah pak Kamsi membuat Hito kebingungan.
"Kenapa pak tiba-tiba saya harus kembali?" tanya Hito, kedua pasang mata mereka bertemu namun tersirat sebuah ketakutan di wajah pria tua itu.
"Malam ini malam bulan purnama, kekuatan kedua iblis itu akan meningkat, bisa jadi mereka mengincarmu, kembalilah sekarang!" jelas pak Kamsi.
"Tapi pak?" belum sempat Hito melanjutkan ucapannya tiba-tiba pintu dan jendela rumah itu terbuka dengan sendirinya kemudian tertutup kembali.
Jantung Hito dan pak Kamsi terpompa begitu cepat, peluh berceceran di tubuh mereka berdua.
Prang!
Prang!
Prang!
Suara dari dapur membuat keduanya bergegas berlari ke sana, kedua pasang mata itu terlihat sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat, istri pak Kamsi jatuh tersungkur dengan tubuh berlumuran darah.
"Ibu kenapa?" tanya pak Kamsi pada istrinya sambil membaringkan tubuh wanita itu di pangkuannya.
"I-ibu su-sudah ga-gak ku-at lagi pak," ucap wanita paruh baya itu dengan suara terbata-bata.
"Siapa yang melakukan ini bu?" tanya pak Kamsi panik.
Belum sempat mengatakan siapa pelakunya, istri pak Kamsi menutup matanya, deru nafasnya tak lagi terasa, begitu pula denyut nadi wanita itu, dia telah pergi selamanya.
"Innalillahi wainailahi roji'un," ucap pak Kamsi, terlihat di kedua sudut matanya sebuah cairan bening yang siap jatuh ke pipinya, namun dengan segera pak Kamsi menghapus dengan punggung tangannya.
"Pak sabarlah," Hito tak tega melihat pak Kamsi begitu.
Belum selesai kesedihan yang di rasakan pak Kamsi, tiba-tiba lampu rumahnya padam dan hidup dengan tiba-tiba.
"Hahahaha matilah kalian!"suara itu menggaung di penjuru rumah pak Kamsi membuat keduanya bergidik ngeri.
"Kamu siapa keluarlah!" teriak Hito sambil mengedarkan pandangannya ke segala penjuru rumah itu.
Sosok yang pernah Hito lihat di rumah tua itu kini berdiri di depan mereka, keringat dingin bercucuran di seluruh tubuh Hito, berharap pagi cepat datang namun malam ini terasa begitu panjang. Sosok itu mendekat ke arah keduanya.
"Cepat pergi nak Hito dari sini!" perintah pak Kamsi.
"Tapi bapak harus ikut," ucap Hito.
"Jangan pedulikan bapak," tiba-tiba pak Kamsi di serang oleh sosok iblis wanita itu, satu serangan membuat tubuh pria paruh baya itu terbentur oleh kerasnya tembok rumahnya, darah keluar dari kepalanya yang terbentur terlebih dahulu.
"Ce-pat per-gi!" teriaknya yang sudah tidak begitu keras terdengar, Hito menurut meski berat meninggalkan pria itu dia segera menghampiri mobilnya yang berada beberapa meter dari tempatnya sekarang, dengan sekuat tenaga dia berlari, berharap bisa segera melewati malam ini dengan keadaan baik.
Dia segera masuk ke dalam mobil dan menghidupkannya, sialnya mobil itu tak bisa dengan mudah hidup.
"Sial kenapa sih saat-saat penting seperti ini mobil ini mogok!" Hito memukul kemudi mobilnya.
"Gue harus gimana lagi ini, sial banget sih," batinnya.
Hito mencoba menghidupkan kembali mobilnya, dan dia sangat bersyukur akhirnya mobilnya bisa menyala, dengan cepat dia melajukan mobil ke arah jalan kota.
Dalam perjalanan sosok iblis itu tiba-tiba muncul di depan mobil Hito, membuat pria itu sedikit terkejut namun tetap menabrak sosok itu.
"Ya Alloh lindungilah hamba-Mu ini," Hito berdoa sambil mengemudikan mobilnya.
Namun sosok iblis itu tak sedikitpun berhenti mengejarnya, Hito benar-benar ketakutan setengah mati, pasalnya dia kini berada di samping kemudi, dengan wajah penuh nanah dan bola mata yang hampir lepas.
"Kamu harus mati!" teriak iblis itu sambil mendekat ke arah Hito.
"Jangan-jangan mendekat!" Hito ingin sekali melawan namun tak ada sedikitpun keberaniannya, perlahan kedua tangan iblis itu hendak mencekik Hito namun tak bisa menggapai Hito.
Mobil yang Hito kemudi tak lagi berjalan seimbang,Hito kehilangan kendali dan membuat mobilnya menabrak sebuah pohon besar, pria itu pingsan karena benturan yang cukup keras mengenai kepalanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 29 Episodes
Comments
🍒⃞⃟🦅Lilit Volos•§¢•𝐀⃝🥀
dag dig dug bacanya.. serasa ada di dalam cerita
2020-11-08
0
🦖 Aniedaa
Boomlike mendarat kembali!! Up next!! Selalu hadir untuk mendukung mu .. Semangat 🌻
2020-09-03
1
HeniNurr (IG_heninurr88)
Next up akak....😗
2020-09-02
1