Melahirkan

Di butik SEE, tepatnya di ruangan pribadi.

Setelah mendapat kabar pernikahan Andre. Sekar menaruh ponselnya di atas meja. Kemudian mengalihkan pandangan ke arah Rena yang tengah bermain barbie. Sekar mengulum senyum karena sekarang Rena tidak pernah melamun dan murung lagi. Setelah mendapatkan saran dari guru BK. Sekar langsung membawa Rena ke psikiater bermaksud mengatasi trauma yang dialami anaknya itu.

Beruntung Rena anak penurut, apalagi ada teman baru anaknya yang bernama Shakila. Yang terkadang bermain ke rumahnya kadangkala. Sekarang Rena lebih banyak tertawa. Berkat Shakila, yang di kenal Sekar sebagai anak yang pintar, periang dan ramah. Sekar merasa pernah melihat Shakila di suatu tempat, akan tetapi dia lupa-lupa ingat. Sekar amat senang dengan kehadiran Shakila.

Setiap kali datang ke rumah, Shakila selalu di antar Flores, anak buah orangtua Shakila. Tentu saja Sekar mendapati informasi tersebut dari Shakila sendiri. Terkadang Sekar penasaran siapa orangtua Shakila tapi dia tak mau terlalu kepo akan kehidupan Shakila. Yang terpenting Shakila bisa menjadi teman baik untuk Rena.

"Bunda, kok senyum-senyum sendiri kayak orang gila kata Shakila," celetuk Rena membuyarkan lamunan Sekar.

Sekar menggeleng pelan lalu mengulas senyum. "Waduh, Bunda nggak gila Sayang, ada-ada saja Shakila, oh ya tumben Shakila nggak ke sini Sayang?" tanyanya heran mengapa Shakila tak berkunjung ke butik seperti biasanya.

Rena menggedikkan bahu sedikit. "Nggak tahu Bunda, kayaknya Shakila sakit deh, soalnya tadi di sekolah, badan Shakila hangat terus dia di suruh pulang sama Bu guru."

"Sakit?"

Sekar mencemaskan Shakila. Mungkin karena naluri seorang ibu, membuat dirinya mudah iba, ditambah lagi dia tahu kalau Shakila sudah tak memiliki Ibu lagi. Shakila mengatakan padanya kalau Daddy dan Mommynya sudah bercerai. Dan Daddynya sekarang juga sedang sibuk dengan perkerjaannya. Jadi dapat dipastikan yang mengurus Shakila sekarang hanya pengasuhnya.

"Iya Bunda, kasihan kan, semoga saja Shakila baik-baik saja," ucap Rena dengan raut wajah muram.

"Iya Sayang, Rena tahu tidak di mana rumah Shakila?" tanya Sekar.

Rena cenggengesan. "Tahu, tapi Rena nggak hapal jalannya Bunda hehe," sahutnya, dulu sempat pernah bertandang ke rumah Shakila tapi hanya sebentar saja.

Sekar menghela napas pelan kemudian menggembangkan senyuman. "Baiklah, Sayang, tidak apa-apa, lain kali kita main ke rumah Shakila ya."

"Yei! Iya Bunda!" sahut Rena kegirangan sambil melompat-lompat kecil.

"Rena sudah selesai bermainnya? Kita pulang yuk, hari sudah malam." Sekar beranjak dari tempat duduknya lalu mengambil tas di atas meja.

"Sudah Bunda, ayo! Oh ya, Rena mau makan nasi goreng buatan Bunda ya nanti sebelum tidur!" sahut Rena dengan semangat sambil mengambil barbie miliknya di atas lantai.

"Oke, ayo Sayang." Sekar mulai menggerakan kaki.

"Bunda! Stop! Jangan bergerak!" teriak Rena tiba-tiba.

Sekar menghentikan langkah dengan kening berkerut kuat. "Ada apa Sayang?"

"Bunda, hii apa tuh? Ada air keluar dari kaki Bunda?" tanya Rena sambil menunjuk ke bawah.

Sekar terhenyak. Secepat kilat menatap ke arah yang di tunjuk Rena. Matanya membulat sempurna kala melihat air ketuban mengalir dari sela-sela kakinya. Sepertinya malam ini dia akan melahirkan.

Sekar menarik dan menghembuskan napas."Rena, Bunda minta tolong turun ke bawah panggilan karyawan Bunda untuk naik ke atas sekarang,"ucapnya dengan tenang.

"Oke Bunda." Rena bergegas turun ke lantai satu.

***

Sesampainya di rumah sakit, Sekar langsung masuk ke ruangan UGD. Karyawan yang dipercayanya begitu panik, melihat Sekar sebentar lagi akan melahirkan. Sembari menunggu prosedur lahiran, ia dan Rena menunggu di luar bilik tirai.

Rena pun tak kalah paniknya. Dia takut Bundanya kenapa-kenapa. Selagi menunggu Bundanya di luar, mata Rena tiba-tiba berkedip cepat, melihat di ujung sana Shakila sedang duduk di kursi roda dan di dorong oleh Daddynya.

"Shakila!" seru Rena sambil berlarian menghampiri Shakila.

Shakila dan Michael menoleh.

"Rena, kenapa kamu ada di sini?" tanya Shakila langsung sambil melirik Michael sekilas.

"Bundaku akan melahirkan Shakila, kalau kamu kenapa ada di sini? Apa dia Daddymu?" Rena melemparkan pandangan sekilas ke arah Michael.

Michael tengah memakai kacamata hitam. Benda tersebut selalu bertengker dihidungnya.

"Wah selamat ya, tadi aku jatuh di wc, Rena. Daddyku tuh lebay banget, dia malah langsung membawaku ke rumah sakit," jawab Shakila sedikit ketus.

"Lebay?" Michael langsung membuka kacamatanya seketika. "Hm?"

Rena menyipitkan mata seperti pernah bertemu Daddy Shakila tapi tak tahu di mana. Begitupula dengan Michael. Keduanya saling bersitatap satu sama lain sekarang.

"Ya lebay, apa Daddy tahu kalau Rena memiliki Mommy seperti wonder woman," ucap Shakila kemudian. Membuat pikiran Michael di penuhi tanda tanya sekarang.

"Uh, Daddy sangatlah pikun dan tidak peka, Mommy Rena pemilik butik SEE." Sambung Shakila.

"Sekar?" gumam Michael.

Michael baru saja teringat dengan Sekar, pujaan hatinya. Sejak pertemuan waktu itu, Michael susah sekali bertemu Sekar. Ditambahlagi perkerjaannya sebagai pengacara, membuat Michael begitu sibuk.

"Iya, nama Bundaku, Sekar, ayo kita ke sana Shakila, lihat adikku." Rena tiba-tiba mengajak Shakila untuk melihat adiknya.

"Ayo, Daddy." Shakila mendongakkan kepala ke atas.

Tanpa banyak kata, Michael mendorong kursi roda Shakila dan mengekori Rena yang sudah lebih dulu berjalan.

"Apa anda suami Nyonya Sekar? Ayo cepat masuk ke dalam," ucap salah seorang perawat yang baru saja keluar dari balik tirai kepada Michael.

Michael, Shakila dan Rena baru saja sampai di dekat tirai.

Sementara karyawan yang menunggu di luar sedari tadi mengerutkan dahi.

Michael terlihat kebingungan. "Saya–"

"Iya betul sekali, ini suami Nyonya Sekar, eh maksudku, Mommyku namanya Sekar, hehe, ayo Daddy cepatlah masuk ke dalam," potong Shakila dengan cepat sambil mendorong tubuh Michael.

Michael ingin membantah namun, sang perawat malah langsung menarik cepat tangganya. Meninggalkan Rena dan karyawan perempuan yang melonggo di tempat.

"Shakila itukan Bundaku," celetuk Rena tiba-tiba dengan mimik muka cemberut.

"Hehe, pinjam bentar ya," kata Shakila sambil menyengir kuda.

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

Shakila ada ada saja

2025-03-18

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

Shakila ini bikin masalah aja ....
masalah yg menyenangkan buat Daddy nya .... 😅😅😅😅

2023-09-09

2

Alanna Th

Alanna Th

🤣🤣🤣 sebegitu pinginnya mnjadikn sekar jadi momynya 😘😍💗😂👍

2023-08-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!