Salah Lawan

Pingkan bergerak cepat hendak melindungi Sekar dari amukan wanita tak dikenalnya itu. Dia berdiri di depan Sekar dengan merentangkan tangan. Takut jika wanita itu menyakiti bosnya.

"Pingkan, sudahlah, aku tidak apa-apa, layanilah pelanggan kita, wanita gila ini ada urusan denganku," ucap Sekar kemudian sambil menepuk pundak Pingkan.

Pingkan memutar kepala. "Tapi Nyonya–"

"Sudahlah, itu ada pelanggan yang baru masuk, layanilah," perintah Sekar, menunjuk dengan bibirnya kala melihat di depan pintu, ada seorang pria berperawakan tinggi dan besar, memakai jas berwarna hitam dan berkacamata hitam. Serta di belakangnya ada seorang anak perempuan sepantaran Rena tengah menggandeng tangan si pria.

Pingkan mengganguk pelan. Dengan terpaksa menuruti permintaan Sekar. Walau hatinya gamang dan takut jika Sekar disakiti wanita itu.

Selepas kepergian Pingkan, Sekar menaikan satu alis mata, menatap datar ke arah Melani. "Siapa? Ada keperluan apa?" tanya Sekar berpura-pura tak mengenal Melani.

Padahal Sekar tahu siapa wanita di hadapannya, berkat bantuan dari orang asing pastinya. Yang secara diam-diam memotret wanita-wanita yang dekat dengan Andre. Sekar jadi tahu siapa saja selingkuhan Andre.

"Aku Melani, teman masa kecil Andre! Aku harus memberi kamu perhitungan karena melukai perasaan Tante Rika tadi!" seru Melani berapi-api.

"Oh teman masa kecil? Atau teman ranjang?"

Perkataan Sekar barusan membuat Melani kebingungan."Apa maksudmu?!"

"Tidak ada maksud apa-apa, untuk urusan Mama mertuaku, kamu tidak perlu ikut campur, sebaiknya kamu pergi dari sini, sebelum aku mengusirmu," ucap Sekar dengan tenang.

"Cih! Benar kata Tante Rika, kamu memang wanita yang tidak tahu diri! Tentu saja itu menjadi urusanku, karena Tante Rika sudah aku anggap sebagai Mamaku sendiri." Dengan napas memburu Melani berkata sambil melayangkan tatapan tajam.

"Apa kamu tidak bisa berkaca dulu, bukannya kamu tidak tahu diri, sekolah tinggi-tinggi tapi malah tidur dengan suami orang."

Melani mengangkat sudut bibir sedikit. Sepertinya Sekar sudah mengetahui hubungannya dengan Andre. "Suka-suka aku, lagipula kami melakukan atas dasar suka sama suka, menangis lah kamu sebentar lagi akan diceraikan Andre!"

"Haha, wow, menangis? Untuk apa aku menangis, tidak ada gunanya. Cerai? Kamu yakin Andre mau menceraikan aku? Kasihan sekali kamu, Mel, asal kamu tahu Andre tidak hanya tidur denganmu, tapi dengan wanita yang lainnya juga."

Melani murka sebab nada suara Sekar terkesan mengejek di indera pendengarannya. Tanpa banyak kata dia mendekati Sekar lalu mengangkat tangan ke udara.

Plak!!!

Melani tersentak kala gerakan Sekar sangat gesit sehingga dialah yang mendapatkan tamparan.

"Berani kamu denganku ha!!!" teriak Sekar sambil menurunkan tangan, melayangkan tatapan tajam.

Mulut Melani terbuka sedikit sambil memegangi pipinya yang terasa panas sekarang. Tak mau mengalah, dia malah menarik kuat rambut Sekar. Namun, Sekar mendorong kuat dada Melani. Sehingga wanita berambut pirang itu terjembab ke atas lantai. Tanpa banyak kata Sekar menjambak rambut Melani.

"Argh! Lepaskan aku wanita gila!" Melani mengaduh kesakitan kala rambutnya di tarik amat kuat oleh Sekar. Sampai-sampai rambutnya pun berguguran.

"Aku sudah cukup bersabar denganmu ha! Kamu pikir aku tidak tahu, isi pikiranmu itu! Tidak akan, aku tidak akan melepaskanmu, kamulah wanita gila sesungguhnya, berselingkuh dengan suamiku dan tidur dengannya semalam! Jangan kamu pikir aku diam begini, aku tidak berani melawanmu!" murka Sekar berapi-api.

Sekar tak mampu lagi membendung luapan emosinya yang memuncak-muncak. Dia tak mau kalah dari Melani, pasti wanita itu berniat mencelakainya. Jadi, sebelum dia terluka. Sekar akan melawan balik. Dia tak mau bayi di dalam perutnya kenapa-kenapa. Bohong, jika Sekar tak tertekan. Tentu saja dia stres dengan permasalahan rumahtangganya sekarang. Dalam sehari saja, sudah dua orang yang mencari masalah dengannya.

Sekar menyeret paksa Melani menuju pintu utama. Para pengunjung butik memusatkan perhatian ke arah Sekar dan Melani. Sedari tadi mereka mendengar perbincangan keduanya. Menggeleng-geleng pelan, karena si pelakor malah mencari perkara dengan istri sah.

"Argh! Lepaskan aku! Wanita psyco!" teriak Melani seraya berusaha menggengam tangan Sekar yang sekarang tengah di cakar-cakarnya.

Enggan menanggapi, Sekar melayangkan tamparan kuat di pipi kanan Melani.

Plak!!!

"Ahk!" Melani menatap tajam Sekar. Menahan geram karena sikap Sekar berbanding terbalik dengan wajahnya yang terlihat teduh itu.

Sekar malah menyeringai tipis.

Tak jauh dari Sekar dan Melani, seorang pria bersama anak kecil memperhatikan perkelahian di hadapan mereka sedari tadi.

"Siapa nama wanita itu?" tanya si pria sambil membuka cepat kacamata. Dengan mata tak berkedip memandangi Sekar sedari tadi.

Pingkan mengedipkan mata dengan cepat. "Nyonya Sekar, Mister. Dia bos kami, maaf atas keributan yang terjadi ini," ucapnya tak enak hati.

"Sekar? Pemilik butik ini?" Si pria langsung menatap Pingkan.

"Anjir! Ganteng banget, kalah nih Zayn Malik," gumam Pingkan pelan, menatap kagum sejenak pada sosok di hadapannya. Sampai-sampai air liurnya keluar sedikit.

"Bilang apa?" Si pria kebingungan apa yang dibicarakan pegawai butik tersebut.

"Astaga Pingkan, sadarlah, sekarang ingat anakmu, pria ini sudah punya anak dan pastinya berkeluarga." Pingkan memalingkan muka ke samping sambil mengusap cepat air liurnya.

Si pria menarik napas panjang. Saat tak dapat mendengar dengan jelas perkataan Pingkan karena suara teriakan Melani sangat nyaring sekarang.

Saat ini Sekar sedang mendorong Melani untuk keluar dari butik.

"Daddy, ada wonder woman, keren," ucap anak perempuan berambut coklat itu sambil mendongakkan kepala ke atas.

Si pria menoleh. "Iya wonder woman, ayo Shakila mau pilih yang mana lagi, biar kita cepat pulang."

"Oke Daddy."

Tak sampai semenit, Sekar masuk lagi ke dalam butik lalu membungkukan badan pada para pengunjung. "Maaf atas keributan tadi, yang membeli baju sekarang, saya gratis kan," ucapnya sambil mengedarkan pandangan.

Para pembeli tampak kegirangan seketika.

"Daddy, selain wonder woman, malaikat juga, hehe." Dari kejauhan anak kecil yang di sapa Shakila itu, memperhatikan Sekar.

Si pria mengulas senyum tipis lalu mengelus pelan rambut panjang Shakila "Iya, Sweety, ayo cepatlah pilih, Daddy mau bertemu klien sebentar lagi."

Shakila mengangguk cepat.

Terpopuler

Comments

Fhebrie

Fhebrie

itu pingkan kariyaean sekar bukannya selingkuhan Andre ya

2024-05-02

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

🤣🤣🤣🤣🤣

2023-09-09

1

Nuraini Aini

Nuraini Aini

good...aku suka cerita yg karakter peran utamanya yg seperti sekar ini g mdh ditindas berani tegas g kelemak kelemek nangis aja bsnya yg ada capek bacanya bosan lg hmmm..

2023-08-26

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!