~ Aku Kecewa

"Perasaan kemarin baik-baik aja deh." Sekar masih berusaha membuka gagang pintu toilet.

Saat mendengar suara Sekar di depan. Andre panik bukan main. Dia berbisik di telinga Pingkan untuk memakai pakaian dal@m dan merapikan roknya. Lalu menyuruh Pingkan untuk berbohong.

"Aku mau keluar lewat jendela itu, setelah aku keluar, kamu langsung buka pintunya dan bilang Sekar sama kayak tadi aku bilang sama kamu, udah cepatan gih," ucap Andre dengan pelan.

Pingkan mengangguk cepat. Lalu merapikan bajunya.

Andre dan Pingkan terkejut kala mendengar suara tendangan dari luar sangat deras.

Brak! Brak!

Tanpa banyak kata Andre berlarian mendekati jendela lalu keluar dari toilet.

Brak!!!

Pingkan terpaku di tempat kala Sekar menatapnya dengan sangat tajam saat ini.

"Ngapain kamu di sini Pingkan?" Sekar mengedarkan pandangan di ruangan sambil merapikan dressnya sejenak akibat terangkat sedikit tadi ketika mendobrak pintu.

"Maaf Bu tadi saya sakit perut jadi saya buang air besar sebentar," ucap Pingkan cepat sesuai perkataan Andre tadi.

"Katanya toilet ini rusak, tuh di pasang tanda rusak, kamu nggak bohong kan?" tanya Sekar menyipitkan mata.

"Hehe, saya nggak bohong Bu. Saya sengaja Bu, nggak mau orang masuk ke dalam, takutnya dengar saya buang air besar," ucap Pingkan kemudian cekikikan.

Sekar tak langsung menyahut. Dia menelisik penampilan Pingkan dari atas sampai bawah.

Saat ini sebisa mungkin, Pingkan bersikap biasa saja. Meski dirinya ingin sekali memberitahu Sekar, kalau dia sudah berselingkuh bersama Andre, suami bosnya itu. Akan tetapi, Pingkan tak mau bertindak gegabah. Ia akan membeberkan semuanya pada Sekar saat menunggu waktunya tepat.

"Hm, oke, kembalilah berkerja," ucap Sekar sambil melipat tangan di dada.

"Iya Bu, saya permisi dulu." Pingkan membungkuk sedikit sebelum pergi keluar dari toilet.

"Pingkan!"

Belum sampai lima langkah, Sekar memanggil namanya tiba-tiba.

Gerakan kaki Pingkan pun terhenti. Dia memutar kepala ke belakang. "Iya Bu."

"Kalau pakai baju jangan yang ketat ya, Pingkan. Di sini bukan tempat clubing, kalau besok kamu masih pakai baju kayak gitu, kamu boleh angkat kaki dari butik aku." Sekar mengancam dengan mimik muka serius.

Si@lan! Sok kaya banget sih! Butik ini kan uang suami dia! Argh! Awas saja kamu!

Pingkan berucap di dalam hati sambil tersenyum hambar pada Sekar sekarang. "Iya Bu, saya minta maaf, besok saya pakai yang lebih tertutup."

"Hm iya, sekarang kembalilah berkerja."

Pingkan mengangguk cepat lalu keluar dari toilet. Meninggalkan Sekar dengan menatap curiga Pingkan saat ini.

***

Waktu menunjukan pukul tiga sore, Andre keheranan, melihat Sekar sedari tadi lebih banyak terdiam. Setelah tadi hampir ketahuan, Andre langsung bergegas naik ke lantai dua menuju ruangan pribadi Sekar dan menemani Rena yang sedang bermain barbie.

Saat Sekar naik ke atas. Istrinya itu hanya melontarkan sepatah duakata saja padanya. Selebihnya Sekar memilih duduk di kursi kerja dan sibuk menggambar sketsa pakaian. Meskipun istrinya jurusan akuntansi tapi Sekar memiliki hobi menggambar sejak kecil.

"Sayang tumben nggak bawel?" Dari atas sofa Andre memberanikan diri membuka suara.

"Kenapa? Ada masalah?" tanya Sekar tanpa menatap lawan bicara. Kedua matanya fokus dengan layar i-pad. Wanita itu tengah membuka sebuah pesan lagi dari nomor tak di kenal.

Dahi Andre berkerut samar, melihat sikap Sekar tak seperti biasanya. Dia menoleh sejenak ke arah Rena yang masih sibuk dengan dunianya.

Andre pun mulai mendekati Sekar.

"Sayang, ini kan hari minggu, jangan di porsir kerjanya, aku nggak mau kamu sampai kecapean, nanti malam kamu jadinya nggak bisa layani aku," ucap Andre sambil mengalungkan tangan di leher Sekar.

Sekar sama sekali tak menggubris ucapan Andre.

Andre kebingungan dibuatnya. Dia mengecup pelan pipi Sekar. "Sayang, jangan cuekin aku dong, nanti aku selingkuh nih?" ucapnya asal-asalan.

"Bukannya kamu udah selingkuh."

Andre tertegun kala mendengar tanggapan Sekar. "Astaga Sayang, aku nggak mungkin selingkuh, kamu satu-satunya wanita di hidup aku."

"Masa? Kemarin aku lihat kamu jalan sama cewek." Tanpa menatap lawan bicara, Sekar melontarkan sebuah kalimat yang membuat Andre panik.

"Ha? Di mana kamu lihatnya? Pasti kamu salah lihat. Ada-ada aja kamu, kemarin aku di kantor seharian Sayang."

Andre terkejut saat tangannya tiba-tiba diturunkan Sekar.

Sekar membalikan badan lalu melayangkan tatapan dingin. "Aku kecewa sama kamu Mas..." ucapnya dengan nada bergetar.

"Kecewa? Maksudnya apa Sekar?"

"Permisi Bu, ini saya Pingkan."

Bunyi ketukan pintu dari luar mengalihkan atensi Sekar dan Andre.

Sekar beranjak dari tempat duduk dan mengalihkan pandangan ke ambang pintu. "Masuk!"

Dengan sopan Pingkan masuk ke dalam ruangan sambil melengkungkan senyum tipis. Dan berdiri tepat di hadapan Sekar dan Andre.

Andre merasakan ada sesuatu yang tidak beres sekarang.

"Rena," panggil Sekar seketika.

"Iya Bunda." Rena menghentikan gerakan tangan.

"Bunda ada urusan sebentar sama Ayah , kamu keluar ya, main di bawah saja," titah Sekar.

"Oke Bunda." Rena tak membantah sama sekali. Dia langsung berlarian keluar dari ruangan.

"Maaf Bu sebelumnya, kenapa saya di panggil ke sini ya, saya belum ganti baju Bu. Nggak enak ada suami Ibu," ucap Pingkan menundukkan muka seketika sambil curi-curi pandang ke arah Andre.

Sekar tak langsung menjawab. Dia malah menatap Pingkan dan Andre secara bergantian sejenak.

"Aku sudah tahu semuanya. Sudah berapa lama kalian bermain di belakangku?" kata Sekar sambil melipat tangan di dada. Dengan raut muka yang tak bisa terbaca saat ini.

Deg.

Andre panik. Secepat kilat ia menghampiri Pingkan berusaha melindungi selingkuhannya. Takut jika Sekar akan menampar Pingkan atau apa.

"Apa maksud kamu Sayang? " tanya Andre berdiri di samping Pingkan sekarang.

"Tidak usah berkilah Andre Baskara! Aku bertanya pada Pingkan, bukan padamu! Cepat katakan Pingkan sudah berapa lama, kamu menjadi simpanan suamiku?" ucap Sekar dingin.

Pingkan mengangkat dagu lalu tersenyum sinis. "Akhirnya kamu tahu juga Nyonya, sudah tujuh bulan, lama bukan, haha, kami sudah sering berhubungan badan, bahkan tadi saat di toilet kami sempat berhubungan, bodoh sekali dirimu Nyonya," ucapnya cepat.

Andre melebarkan mata seketika mendengar kejujuran Pingkan. Tanpa pikir panjang ia membawa Pingkan ke belakang tubuhnya kala melihat sorot mata yang tajam terpancar dari kedua mata Sekar dan wanita itu kini melangkah cepat mendekati mereka.

"Sekar, aku bisa menjelaskannya–"

Plak!! Plak!!!

Terpopuler

Comments

Lusiana Karangan

Lusiana Karangan

sudah sering di selingkuhi masak nggak ada feling ya

2025-02-15

0

Zia_Lin

Zia_Lin

si Sekar main gampar-gampar aja, harusnya langsung bakar aja sih suami kek gtu mah😂

2024-01-01

2

Fajar Ayu Kurniawati

Fajar Ayu Kurniawati

.

2023-10-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!