Aku Janji Akan Berubah

"Sekar! Jawab aku? Kamu hamil?" tanya Andre seketika sambil menyentuh pundak Sekar.

Sekar tak langsung menjawab. Dia tergugu, lidahnya kelu. Seharusnya dia senang akan kehadiran anak keduanya. Namun, anaknya hadir di waktu yang tidak tepat.

"Bukan urusanmu aku hamil atau tidak!" seru Sekar kemudian sambil mengibaskan tangan Andre dari pundaknya.

Andre menarik napas panjang lalu menatap lekat bola mata wanita yang ia cintai itu. "Sekar, aku minta maaf kalau aku berselingkuh darimu, bisakah kita memperbaiki lagi hubungan ini, aku janji akan berubah, dan tidak mengulangi perbuatanku," ucapnya dengan tulus.

Sekar malah memalingkan muka. Melihat Rima yang menatap sendu dirinya dan Andre secara bergantian.

"Selesaikan lah dulu masalah kalian, Ibu mau ke ruangan anak-anak panti asuhan," ucap Rima kemudian saat melihat Sekar hanya diam saja.

"Terima kasih Bu, silakan," ucap Andre tersenyum tipis.

Rima mengangguk pelan kemudian berlalu pergi dari hadapan pasangan suami istri yang masih bersitegang itu.

"Sekar, mari kita ke ruang depan sebentar, kita bicara empat mata," ucap Andre setelah melihat kepergian Rima.

"Bicara apa lagi Andre? Biarkan aku di sini, walaupun aku hamil, aku akan menunggu sampai aku melahirkan dan mengugat cerai kamu," Sekar berkata tanpa menatap lawan bicara.

Terdengar helaan napas kasar dari hidung Andre. Dia meraih tangan Sekar seketika lalu mengenggamnya dengan erat. "Aku benar-benar minta maaf Sekar, aku mencintaimu Sekar. Aku tidak mau pisah denganmu, apa kamu tidak mencintaiku lagi, Sekar?"

Sekar menoleh lalu tersenyum getir. "Cinta kamu bilang? Kalau kamu mencintaiku, kenapa kamu berkhianat dariku, Andre!" Sekar menarik tangannya dari tangan Andre lalu menatap tajam suaminya.

Andre terdiam.

"Kamu sudah membuatku kecewa, Ndre. Apa kurangnya aku? Kemarin kamu bilang aku tidak punya kekurangan kan? Lalu apa? Apa?! Apa yang membuat kamu menyakiti hatiku, Ndre!" teriak Sekar menggebu-gebu. Mungkin karena hormon kehamilan membuat emosinya meledak-ledak. "Belum lagi kamu kemarin menamparku! Apa kamu yakin masih mencintaiku ha!" Sekar kembali menambahkan.

Andre menarik panjang. "Aku tahu aku salah, Sekar. Aku minta maaf. Ya aku memang pria bodoh, memiliki istri yang cantik tapi masih saja berselingkuh, aku khilaf Sekar. Soal kemarin aku juga minta maaf, karena aku cemburu jika kamu berdekatan dengan pria lain selainku," ucapnya dengan tatapan memelas. "Apa kamu tidak bisa mempertimbangkan lagi Sekar, bagaimana dengan Rena dan anakku yang ada di dalam perutmu itu."

Andre tiba-tiba bersimpuh di hadapan Sekar kala melihat Sekar terdiam membisu dengan raut muka yang tak bisa ia baca sama sekali sekarang.

"Ayah! Itu Ayah kan?"

Belum sempat Sekar membalas perkataan Andre. Di pintu penghubung antara ruangan tengah dan dapur, Rena berlarian mendekati mereka.

Andre bangkit berdiri. Melayangkan tatapan rindu pada putrinya lalu merentangkan kedua tangannya tengah menyambut tubuh munggil Rena.

"Rena, maafin Ayah ya," ucap Andre kala Rena sudah di berada gendongannya sekarang.

Rena menatap sendu lalu menelusupkan wajah tembabnya ke ceruk leher Andre sejenak.

"Iya nggak apa-apa, lain kali jangan bentak Bunda ya Ayah, Rena nggak suka kalau Ayah bentak atau nampar Bunda, Rena rindu Ayah, katanya Ayah mau ajakin Rena liburan kapan?" tanyanya sambil menyentuh kedua pipi Andre.

Andre tak langsung menjawab. Dia melirik Sekar sekilas yang saat ini membisu di tempat.

"Ayah juga rindu Rena, bulan depan ya, minggu ini kita periksa dulu keadaan Bunda. Kayaknya Rena mau punya adik nih," ucap Andre sambil mencium kening Rena.

"Ha? Rena mau punya adik?" Rena melemparkan pandangan ke arah Sekar dan Andre sesaat.

"Iya Sayang," jawab Andre cepat kala Sekar lagi dan lagi hanya diam, memperhatikan interaksinya dan Rena.

"Yei! Rena sebentar lagi punya adik, jadi Bunda sama Ayah jangan marah-marah lagi. Rena rindu kumpul di rumah dan main barbie sama Ayah dan Bunda," ucap Rena dengan menitihkan air mata.

Deg.

Sekar terpaku di tempat. Tak mengira Rena berkata demikian. Dia memandangi Andre yang saat ini tengah memeluk putri kandungnya.

Sekar dilanda dilema seketika. Apakah keputusannya bercerai adalah tepat? Mengingat ada buah hati mereka di dalam rahimnya sekarang.

Ya Allah, apa yang harus aku lakukan sekarang? Apakah keputusanku benar? Apa ini petunjuk darimu agar aku tidak bercerai dari Andre?

Sekar mengusap perutnya yang masih datar.

"Sudah jangan menangis, Rena. Sekarang kita ke rumah sakit, periksa adiknya Rena," ucap Andre kemudian sambil mengusap jejak tangis Rena.

"Ya Ayah." Rena mengalihkan pandangan ke arah Sekar. "Bunda, kita ke rumah sakit yuk, setelah itu kita pulang ke rumah, Rena rindu rumah, Bunda sama Ayah jangan berkelahi lagi ya."

"Sayang, Bunda sama Ayah nggak akan kelahi lagi kok, sekarang Rena ke kamar dulu ya, Bunda mau ngomong sama Ayah," balas Sekar tersenyum tipis.

Rena mengganguk cepat, meminta Andre untuk menurunkannya. Kemudian melenggang pergi dari ruangan.

"Jadi kamu mau memaafkanku Sekar?" Setelah melihat punggung Rena menghilang, Andre langsung mengenggam tangan Sekar.

Sekar menghempas kasar tangan Andre. "Jangan senang dulu Andre. Kita ke ruang tamu, mari berbicara empat mata," ucapnya dengan nada dingin.

Raut wajah Andre muram seketika. "Baiklah, ayo," ucapnya sambil meraih tangan Sekar. Akan tetapi Sekar malah menjauhkan tangannya lalu melangkah cepat, meninggalkan Andre di dapur.

"Ampun dah si Sekar, keras kepala banget, tinggal bilang terima maaf aku aja susah banget dah," gumam Andre sejenak. Kemudian mengayunkan kaki menuju ruang tamu.

"Jangan dekat-dekat! Duduklah di depanku, Andre! seru Sekar ketika melihat Andre hendak mendarat bokong di sampingnya.

Andre menggaruk tengkuknya lalu berjalan pelan ke sofa depan.

"Aku tidak tahu, apa permintaan maafmu tulus atau tidak tadi, Ndre. Tapi yang jelas untuk saat ini aku memang tidak bisa bercerai denganmu karena aku sedang hamil, dan aku juga tidak tahu ke depannya rumah tangga kita seperti apa, kalau kamu memang mencintaiku, buktikanlah Andre. Jangan hanya di mulut saja, aku bisa saja memaafkanmu tapi aku tidak akan bisa melupakan apa yang telah kamu lakukan selama ini di belakangku dengan Pingkan," ucap Sekar dengan penuh penekanan.

Andre tersenyum sumringah. "Jadi kamu memberikanku kesempatan kedua?"

"Entahlah, untuk saat ini aku akan pulang ke rumah, jika di depan Rena, aku mohon bersikaplah lemah lembut padanya, apalagi kemarin kamu menamparku tiba-tiba. Sepertinya Rena trauma," ucap Sekar dengan raut muka datar.

Andre senang mendengar keputusan Sekar. Dia bangkit berdiri tiba-tiba, melangkah cepat dan memeluk Sekar tanpa sadar. "Terima kasih Sekar, aku janji akan berubah."

Sekar tak membalas pelukan. Dulu jika di peluk Andre hatinya akan berbunga-bunga namun sekarang biasa-biasa saja. "Sudahlah aku mau ke kamar, merapikan pakaian dan akan berpamitan dengan Ibu," ucapnya seketika sambil mendorong kuat dada Andre.

"Baiklah, aku akan menunggumu Sayang, kita akan pergi ke rumah sakit nanti, memeriksa keadaan anakku ini," ucap Andre sambil memegang perut datar Sekar.

Tak ada tanggapan. Sekar langsung melenggoskan muka dan melenggang pergi.

"Fiuh, untung Sekar hanya tahu tentang perselingkuhanku dengan Pingkan," gumam Andre pelan.

Drttt!

Getaran handphone di saku celana, mengagetkan Andre seketika. Secepat kilat ia mengambil handphone dan membaca pesan masuk dari nomor tak di kenal.

...Andre, ini aku Melani, maaf aku lancang meminta nomor handphone dengan Mamamu, di simpan ya, muach! Kecup manja teman masa kecil. ...

...❤ Melani ...

"Melani?"

Andre tak membalas pesan dari Melani. Karena dia bertekad akan berubah demi istri dan anaknya. Secepat kilat ia menghapus pesan dari Melani dan memblokir nomor wanita tersebut.

Terpopuler

Comments

Lusiana Karangan

Lusiana Karangan

jangan percaya deh sekar

2025-02-15

0

novi 99

novi 99

si Andre doyan celap Celup , apalagi Melani ganjen ... otomatis tinggal niatnya aja yang mau berubah

2023-10-02

1

Dewi Sariyanti

Dewi Sariyanti

Aq memang paling benci dgn perselingkuhan, apalagi kalo udah sampe hubungan badan, no no no.....

2023-09-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!