"Hoek, hoek, hoek!" Melani menyemburkan semua isi perutnya seketika.
"Mel, kenapa kamu?" tanya Andre.
Setengah jam yang lalu Andre joging mengitari halaman komplek. Sesampainya di rumah, Andrre langsung pergi ke dapur hendak minum air putih. Dia melihat Melani sedang muntah-muntah di wastafel.
Melani membasuh mulutnya lalu menoleh ke arah Andre. "Entahlah Ndre, kepala aku pusing dan perutku mual-mual dari kemarin, mungkin aku terlalu sering begadang jadinya kurang tidur."
"Oh gitu, aku pikir apa?" Andre menyambar gelas di atas meja lalu menekan tombol di dispenser.
"Memangnya, kamu pikir apa?" tanya Melani penasaran.
"Aku pikir kamu hamil," ucap Andre kemudian meneguk air putih hingga tandas.
"Kalau aku hamil, memangnya kenapa? Kamu nggak mau tanggungjawab gitu?" tanya Melani mulai tersulut emosi. Dia teringat jika bulan ini belum menstruasi. Kalaupun hamil, tentu saja Melani senang. Jadi dia memiliki alasan agar Andre dapat menikahinya.
"Loh kenapa kamu marah? Tanggungjawab katamu? Haha! Gila kamu, Mel! Dari awal kan aku sudah bilang, kalau kamu hanya pemuas nafsuku saja, lagipula aku masih menjadi suami Sekar, walaupun hubunganku dan Sekar tidak harmonis tapi aku masih mencintainya."
Mendengar perkataan Andre barusan, kedua tangan Melani terkepal kuat. Menahan amarah yang membuncah di relung hatinya saat ini.
"Tapi Andre bagaimana kalau aku hamil?" tanyanya.
"Ya gugurkan saja," ucap Andre tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Melani melebarkan mata seketika. Tak menyangka Andre akan memiliki pemikiran seperti itu. Padahal dia berharap Andre mau menerima anaknya. Walaupun dia belum bisa mendapatkan hati Andre sekarang. "Gila kamu!"
"Aneh banget kamu! Kamu pun juga gila kan? Mau aja berhubungan denganku, padahal sudah-. jelas kalau aku memiliki istri, jadi bukankah kita sama gilanya, sudahlah Mel. Tidak usah kamu pikirkan, bagaimana kalau kita bermain di toilet nanti, aku mau mencoba hal baru, mumpung Mama belum pulang dari pasar," kata Andre sambil menggesekkan badannya di tubuh Melani.
"Nggak! Aku nggak mau lagi!" seru Melani sambil menjauhi Andre.
"Yakin Mel? Ya udah kalau nggak mau, aku bisa cari wanita lain saja," ucap Andre sambil menggerakan kaki.
Dada Melani terbakar cemburu seketika.
"Jangan Andre! Iya, iya aku mau, sekarang kita ke wc!" Melani menarik tangan Andre lalu menuntunya ke kamar mandi.
Andre senyam-senyum sendiri sebab Melani mudah sekali di gertak.
Selang beberapa menit, di dalam toilet, keduanya sudah selesai berhubungan. Andre dan Melani tampak mandi bersama-sama. Mereka tak menyadari sama sekali kedatangan Rika. Yang saat ini sedang berada di dapur, membereskan belanjaannya..
Saat keluar dari kamar mandi, Andre dan Melani tersentak melihat Rika ada di dapur.
"Andre! Melani! Apa yang kalian lakukan?!" teriak Rika sambil melangkah cepat, menghampiri mereka.
Andre tampak salah tingkah. "Ma, aku bisa menjelaskan, sebenarnya–"
"Tante, sebenarnya aku dan Andre sudah lama memiliki hubungan, dan memang kami melakukan atas dasar suka sama suka, maaf Tante, kami wanita dan pria dewasa jadi wajar saja kan tergoda oleh godaan setan, lagipula kasihan Andre, sejak di usir Sekar, dia begitu sedih dan terpukul, aku berusaha mengisi kekosongan di hati Andre, Tante," ucap Melani tanpa rasa malu sedikitpun.
Rika terhenyak sejenak. Tak menyangka Andre dan Melani melakukan hubungan badan di rumahnya.
"Dan sepertinya aku hamil Tante," sambung Melani lagi. Membuat Andre ketar-ketir seketika.
"Jangan sembarangan ngomong Mel!" seru Andre.
"Apa?" Rika terkejut. Meskipun dia lebih menyukai Melani ketimbang Sekar tapi tak mau nama Melani tercoreng karena hamil di luar nikah.
"Aku nggak bohong, bagaimana kalau kita ke rumah sakit sekarang!" Melani melemparkan pandangan ke arah Andre dan Rika secara bergantian.
*
*
*
Waktu menunjukan pukul sebelas siang. Kediaman Rika nampak ramai dan di dalamnya ada pak penghulu sedang menunggu kedatangan calon mempelai.
Setelah memeriksakan diri ke rumah sakit tadi. Dan mendapatkan hasil kalau ternyata Melani tengah berbadan dua. Tanpa pikir panjang, Rika meminta Andre menikah siri dengan Melani.
Andre terpaksa menuruti perkataan Mamanya. Meskipun hatinya gamang, apakah itu anaknya atau bukan. Sebab dia tahu betul kalau Melani juga terkadang bermain bersama pria di klub malam jika tak bersamanya.
Selesai acara akad nikah, Melani amat senang karena dia sudah menjadi istri Andre. Dia pun bertekad akan mengambil hati suaminya itu.
"Andre, foto yuk untuk kenangan-kenangan," sahut Melani sambil merangkul tangan Andre.
Andre mendengus pelan. Mau tak mau menuruti perkataan Melani.
"Oke, muach, terima kasih suamiku." Melani mengecup pelan pipi Andre lalu melihat-lihat foto di galeri handphonenya.
Andre hanya menatap datar Melani dan melangkah cepat, mendekati Mamanya.
"Aku harus kirim foto ini ke Sekar." Melani curi-curi pandang ke arah Andre dan Rika sejenak, sembari memilih-milih foto pernikahannya dengan Andre.
Gambar pun terkirim ke nomor Sekar seketika. Melani tersenyum sinis, menunggu centang biru dan dalam hitungan detik, tanda read menghiasi layar ponselnya, sepertinya Sekar sudah melihat foto mereka.
"Rasakan itu," gumam Melani.
Di sisi lain, Sekar memperhatikan dengan seksama foto yang dikirim Melani barusan. Dia malah tersenyum tipis. Sekar tak cemburu dan tak juga marah sekalipun. Dia sudah tak mempedulikan lagi apa yang dilakukan Andre.
Sebab Sekar sebentar lagi akan mengugat cerai Andre. Yaps, minggu depan adalah HPL kelahirannya. Dia sangat tak sabaran, ingin terlepas dari bayang-bayangan Andre. Kini perasaan cintanya untuk Andre telah terkikis perlahan-lahan.
...Selamat ya, semoga langgeng hingga maut memisahkan. ...
Sekar mengetik pesan tersebut untuk Melani dengan raut wajah bahagia.
Sementar itu, saat mendapatkan balasan pesan dari Sekar, Melani malah keheranan sekarang.
"Kenapa Sekar tidak marah ya?" Melani berbicara sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Maria Magdalena Indarti
ngapain Sekar marah. Andre sampah yg hrs dibuang. sampah jodoh dg sampah pelakor
2025-03-18
0
Qorie Izraini
ngapain hrs marah...
biasa ny hsl ngerebut bakalan kena rebut juga.
karma tuch gak pernah salah...😁😁😁
2023-10-05
0
Dewi Sariyanti
Ya ngapain sekar marah, wong dia bertahan cuma karna hamil, trus udah tahu kalo selingkuhan andre banyak, siap2 aja si melani makan ati jadi istri andre yg tukang selingkuh itu.
2023-09-17
0