Semua Pria Sama Saja

"Andre, sepertinya Sekar sudah tahu hubungan kita," ucap Melani dengan napas tersengal-sengal.

Melani dan Andre baru saja melakukan olahraga malam, di rumah Rika. Ya, rumah Mama Andre, yang sekarang tampak sepi karena Rika sedang pergi arisan bersama teman-temannya. Sudah berapa ronde, mereka bermain di atas tempat tidur. Andre dan Melani sampai lupa waktu. Benih-benih kecebong juga sudah di semburkan berkali-kali juga di dalam rahim Melani. Dan tak lupa Andre meminta Melani, meminum obat pencegah kehamilan nantinya.

Andre beranjak dari tempat tidur lalu mengambil cepat handuk dan melilit handuk tersebut di pinggangnya. "Maksudmu, Sekar sudah tahu perselingkuhan kita?"

"Iya, tadi saat aku ke butik, dia mengatakan sudah tahu kalau aku tidur denganmu! Mengapa kamu seakan tak percaya dengan aku, Ndre?! Dari tadi kamu menyangkal terus ceritaku dan malah membela Sekar. Lihat pipiku ini, babak belur karena ulah istrimu itu!" sembur Melani.

Karena saat bercerita tentang perkelahiannya tadi dengan Sekar, Andre malah menerkamnya tiba-tiba. Andre beralasan tak tahan jika melihat Melani selalu membuat adiknya menegang. Jadi, Melani melupakan kekesalannya terhadap Andre, memilih untuk melayani Andre.

"Hm, gawat, pantas saja dia marah denganku, sudahlah aku mau pulang ke rumah," ucap Andre pelan lalu pergi meninggalkan Melani tengah berteriak histeris memanggil-manggil namanya.

"Andre! Sialan! Mau pergi kemana dia?! Aku seperti pel@curnya saja!" Melani bergegas memakai pakaiannya.

"Kalau Sekar sudah tahu tentang perselingkuhanku, mengapa dia tak marah denganku semalam?"

Saat ini Andre di mobil dalam perjalanan menuju rumahnya. Bertanya-tanya mengapa Sekar tak berang padanya. Perasaan gelisah mulai menyelimuti Andre. Apa Sekar tak cemburu? Pikir Andre sejenak.

Kurang lebih setengah jam, Andre sudah sampai rumah. Dia mengerutkan dahi, melihat tak ada tanda-tanda ada orang di rumah, meski semua lampu menyala tapi rumahnya tak kedengaran suara televisi tayangan kesukaan Rena. Yang biasanya di tonton Rena menjelang tidur malam.

Tanpa banyak kata, Andre masuk ke rumah menggunakan kunci serepnya. Mendapati rumah dalam keadaan kosong.

"Ck! Kemana Sekar dan Rena?" tanya Andre sambil melirik arloji di pergelangan tangan, menunjukan pukul delapan malam.

"Tidak mungkin di butik kan? Eh tapi siapa tahu saja Sekar ramai pengunjung, ah lebih baik aku ke sana saja!"

Andre memutar badan namun kedua mata terbelalak saat melihat Melani ada di belakangnya sekarang. "Melani! Ngapain kamu ikutin aku!"

"Ish! Ini semua salahmu, Ndre! Tidak ada istrimu kan, hehe, ayo kita bermain lagi, Ndre." Melani langsung menempelkan bibirnya ke bibir Andre lalu melepas semua pakaian Andre.

Andre terbuai seketika. Semula ingin marah namun sentuhan yang diberikan Melani, mampu membuat birahinya naik.

"Ndre, ke kamarmu yuk, aku udah nggak tahan nih, sekali-sekali kita main di kamar kamu dan Sekar," ucap Melani dengan suara manja.

"Jangan Mel, di kamar tamu saja!" Andre takut jika Sekar memasang CCTV di kamar.

"Ish, ayolah!"

Melani menarik kuat tangan Andre dan meminta pria itu menunjukan jalan ke kamar miliknya.

*

*

*

Sementara itu di sisi lain.

Tepatnya di butik SEE (bacanya si) butik milik Sekar.

Di dekat pintu utama butik, Sekar sedang berdiri sambil melihat-lihat keadaan butiknya. Yang kebetulan malam ini ramai pengunjung. Dia sedang melihat Andre dan Melani tengah berhubungan badan dari CCTV yang sengaja diletakannya di kamar. Mendidih darah Sekar, melihat kelakuan Andre saat ini.

"Ckck! Dasar binatang!" seru Sekar sambil mematikan handphone.

"Ha? Kamu mengatai aku binatang?"

Sekar tersentak saat mendengar suara yang tak asing berdengung di telinganya. Secepat kilat ia menoleh. "Siapa ya?"

"Lihatlah dirimu, tidak mengenaliku yang pernah membantumu waktu itu." Michael membuka cepat kacamata. Setelah mendapatkan informasi seputar Sekar tadi dari Flores. Entah mengapa Michael ingin melihat wajah Sekar.

Sekar berusaha mengingat-ingat dan akhirnya ingatan beberapa hari yang lalu berputar-putar dibenaknya sekarang. "Maaf, aku nggak ngatain kamu binatang kok, em ada keperluan apa ya?" Sekar mengalihkan pembicaraan.

Michael tersenyum tipis. "Baguslah, kamu mengingatku, aku hanya mau melihat wajahmu," ucapnya jujur..

Belum sempat Sekar menanggapi perkataan Michael. Kedatangan Shakila dari belakang membuat bibir Sekar tidak bergerak.

"Daddy!" panggil Shakila sambil mengucek-ucek mata bulatnya.

Michael melirik Shakila dengan kening berkerut kuat. "Iya?"

Sementara Sekar langsung mendengus kasar dan berlalu cepat dari hadapan Michael. "Dasar pria binal. Mengapa semua pria sama saja, tidak cukup dengan satu wanita," gumamnya pelan sambil melangkahkan kaki hendak ke ruangan pribadinya karena butik sudah tampak sepi.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Andre ini hyper

2023-09-29

1

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

emang keleeuuss ....

2023-09-09

0

Memyr 67

Memyr 67

melani begok banged. pelacur dan pelakor itu beda tipis. pelacur melayani segala jenis cowok, demi kenikmatan dunia, pelakor melayani suami orang demi kenikmatan dunia.

2023-08-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!