~ Khilaf

Andre sangat terkejut ketika Sekar melayangkan tamparan di kedua pipinya dengan sangat kuat. Sedari tadi dia mengira Sekar akan menampar Pingkan namun ternyata tidak. Kini sorot mata Sekar terlihat amat tajam dan menusuk ke relung hatinya saat ini. Andre dapat melihat kedua mata Sekar menyiratkan amarah yang meledak-ledak.

Pingkan juga terkejut melihat sikap Sekar.

"Sekar..." lirih Andre sambil memegang pipinya yang terasa panas sekarang.

"Apa?" Sekar melebarkan mata. "Bodoh sekali aku selama ini, selama tujuh bulan kamu berselingkuh di belakangku Mas! Aku pikir kamu pria yang setia, pria yang bisa menepati janjinya! Tapi apa? Kamu sama seperti yang lainnya! Aku kecewa sama kamu, Mas!" serunya berapi-api. Dada Sekar nampak naik dan turun menahan amarah di dalam hatinya.

"Sekar, aku bisa menjelaskannya, dengarkan aku dulu, aku minta maaf Sayang. Aku khilaf. Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Pingkan." Andre melirik Pingkan sekilas.

Pingkan mencebikkan bibir. "Aku nggak mau! Andre mencintaimu! Kamu tidak berhak memutus hubungan kita secara sepihak!"

"Pingkan! Hubungan kita hanya sebatas nafsu saja!" seru Andre seketika. Dia jengkel dengan sikap Pingkan barusan. Sebab sejak awal dia sudah mengatakan pada Pingkan bahwa hubungan mereka selama ini tak lebih dari pemuas nafsu.

"Diam!!!" teriak Sekar dengan melototkan mata."Kalian tidak perlu putus! Lanjutkan saja hubungan kalian!"

"Apa? Jadi kamu mengizinkan aku memiliki pacar?" tanya Andre sedikit heran dan senang sebab Sekar mengizinkan dia untuk memiliki simpanan.

"Iya! Silakan lanjutkan! Tapi aku mundur Andre Baskara dari pernikahan tak sehat ini! Mari kita bercerai!"

Sekar sudah tak dapat menahan dirinya lagi. Dia sangat kecewa dengan suaminya yang selalu ia kagumi itu. Bertahun-tahun biduk rumah tangga yang sudah ia jalani bersama Andre dengan suka dan duka. Namun, nyatanya hancur seketika kala mendapati suaminya bermain di belakangnya.

Beberapa jam yang lalu, Sekar mendapat sebuah pesan lagi dari nomor tak di kenal. Entah siapa pengirim tersebut. Tapi Sekar tak peduli dan berterima kasih pada si pengirim. Si pengirim mengirim foto-foto Andre dan Pingkan keluar dari hotel berduaan. Tidak hanya satu foto, melainkan puluhan foto-foto.

Deg

Andre terkejut. Tak menyangka Sekar meminta bercerai. "Tidak! Aku tidak mau bercerai denganmu, Sekar! Aku mencintaimu, sampai sekarang kamu pemilik hatiku, aku minta maaf Sekar," ucapnya sambil bersimpuh di kaki Sekar.

Pingkan sampai melonggo, melihat sikap Andre sekarang.

Sekar berdecak sebal kemudian mengibas tangan Andre. "Cinta katamu? Kalau kamu mencintaiku mengapa kamu berselingkuh Andre? Apa kurangnya aku ha?!"

Andre tertegun sejenak. Dia masih bergeming di tempat. Menatap seksama wajah Sekar yang sangat cantik dan memiliki body tak kalah bahenolnya dari Pingkan. Kalau di pikir-pikir, balutan dress yang menempel di tubuh Sekar juga lebih mahal. Istrinya juga mandiri, baik, pandai mengurus anak dan mempunyai usaha sendiri.

Andre tampak berpikir keras. Sedang mencari kata-kata untuk pembelaannya. Iya, dia berselingkuh karena ingin mencoba hal baru, tidak lebih.

"Sayang, kamu sangat sempurna dan tidak ada kekurangannya, maafkan aku, sungguh aku khilaf, karena Pingkan lah selama ini yang menggodaku, jika aku ke toko dia selalu memakai pakaian ketat, aku pria normal Sekar, pasti akan terpancing juga, jadi itu hal yang wajar bukan, Pingkan lah yang menawarkan diri padaku," jelas Andre panjang lebar.

"Apa-apaan kamu Andre! Jelas-jelas kamu yang menggodaku, dan membawaku ke hotel malam itu, jangan hanya menyalahkan aku ha!" teriak Pingkan tak terima sebab kenyataanya Andre lah yang terlebih dahulu mengodanya.

Kala itu hujan sangat deras, Pingkan sedang menunggu jemputan di depan toko butik. Secara kebetulan sekali Andre melintas di sekitar situ dan memberinya tumpangan. Pingkan yang sudah lama menyimpan rasa sika pada Andre akhirnya menerima tawaran tersebut. Tanpa melemparkan pancingan, Andre ternyata memiliki perasaan yang sama padanya. Bukannya pulang ke rumah, ia dan Andre pergi ke hotel, melakukan hubungan badan selayaknya pasangan suami istri.

"Pingkan! Jangan bicara sembarangan kamu ha! Kamu hanya pegawai rendahan! Untuk apa aku menggodamu!" Andre bangkit berdiri. Melototkan mata ke arah Pingkan. Sebab simpanannya itu memperumit segalanya. Jikalau Pingkan berbohong tadi, mungkin saja Sekar tak akan meminta bercerai.

Kedua tangan Pingkan terkepal kuat sekarang.

"Cukup! Aku tidak peduli, siapa yang salah di sini! Selesaikan masalah kalian! Kita akan tetap bercerai, Andre!" sahut Sekar dengan nada bergetar.

Andre menoleh lalu melangkah cepat, mendekati Sekar. "Nggak! Aku nggak mau Sekar, aku cinta sama kamu, aku minta maaf, aku janji nggak akan mengulanginya lagi, mari kita perbaiki hubungan ini, Sekar. Apa kamu tidak kasihan dengan Rena, dia masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya, aku mohon Sekar," sahutnya sambil meraih tangan Sekar.

Sekar mengigit kecil bibir bawahnya. Menahan sesuatu dari balik bola matanya untuk keluar.

"Tidak ada kata maaf untuk perselingkuhan, tujuh bulan bukan waktu yang sebentar, Mas. Aku sudah terlanjur kecewa denganmu, seharusnya sebelum bertindak kamu berpikir dulu, hatiku hancur Mas, suami yang selama ini aku cintai berselingkuh di belakangku, sudah tidak ada lagi yang harus diperbaiki!" serunya sambil mengibas tangan Andre kemudian melenggang pergi dari ruangan dengan cepat.

Pikiran Andre langsung kacau. Dia hendak mengejar Sekar namun tangannya di tahan Pingkan seketika.

"Andre mau kemana?" tanya Pingkan sambil mencengkram kuat pergelangan tangan Andre.

"Tentu saja aku mau mengejar istriku," ucap Andre sambil mengibaskan cepat tangan Pingkan.

"Untuk apa? Sebentar lagi dia bukan istrimu, kalian akan bercerai, Andre. Kamu tuli atau apa?" Sekar menggeram rendah sejenak.

"Aku tidak tuli! Ini semua gara-gara dirimu seandainya saja kamu berbohong tadi, pasti semua ini tidak akan terjadi, aku dan Sekar tidak akan bercerai, mulai detik ini kita tak ada lagi hubungan!" seru Andre. Lalu mulai mengayunkan kakinya menuju ambang pintu.

"Tidak semudah itu Andre. Kamu harus menikahiku secepatnya, aku tengah hamil anakmu!"

Perkataan Pingkan membuat langkah kaki Andre terhenti. Secepat kilat ia membalikkan badan.

"Apa katamu tadi?"

"Aku hamil anakmu Andre! Kamu harus bertanggungjawab!"

"Tidak! Kamu pasti berbohong! Bukankah kamu selalu memakai pengaman ha!?" bentak Andre.

"Mana aku tahu, kemarin aku periksa ke puskesmas, kalau janin di dalam perutku sudah dua minggu."

"Gugurkan sekarang!" Andre berkata tanpa beban sekalipun. Dia meminta Pingkan mengugurkan anaknya.

Pingkan tersentak.

"Tidak! Aku tidak akan mengugurkan anak kita, Andre. Kamu harus menikahiku, aku mohon Andre," ucap Pingkan dengan berderai air mata.

"Cih! Aku tidak peduli, sudahlah, terserah kamu mau mengugurkan atau tidak, aku tidak akan mau menikahimu!" seru Andre sambil melangkah cepat mendekati pintu.

Meninggalkan Pingkan berteriak-teriak di ruangan pribadi Sekar.

"Argh! Awas saja kamu Sekar! Aku akan menghancurkanmu!" raung Pingkan sembari menghentak-hentakkan kaki ke lantai.

Terpopuler

Comments

Qorie Izraini

Qorie Izraini

pelakor yg di rindu kan Neraka...

2023-10-05

0

Pikat Irzam

Pikat Irzam

sukrin

2023-09-29

0

Erlinda

Erlinda

hei Pinkan kau memang wanita jalang yg ga tau diuntung..kau yg selingkuh dgn suami orang kenapa menyalahkan istri nya. kau goblok apa goblok..dasar jalang

2023-09-26

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!