"Kamu mengusir Mama mertuamu sendiri ha?!" balas Rika berapi-api.
"Entahlah, dari tadi aku kan bertanya ada keperluan apa ke sini, tapi Mama malah mengatai-gatai aku. Jadi keluarlah dari ruanganku, sebelum aku memanggil satpam untuk mengusir Mama sekarang!" seru Sekar tak mau kalah.
Sudah habis kesabaran Sekar. Entah karena faktor dirinya hamil atau tidak. Tapi Rima selalu saja membuat dia tak bisa dihargai sebagai seorang menantu. Masih teringat dengan jelas dulu ketika Sekar tengah berbadan dua, hamil Rena. Dia bertandang ke rumah Rika, sekadar bersilahturami dengan mertuanya. Namun, perlakuan dari Rika membuat Sekar menahan diri untuk tidak melontarkan kata-kata kasar. Bagaimana tidak' waktu itu saat ada makanan di rumah mertuanya, Rika malah menyembunyikan makanan tersebut dari Sekar. Dan memberikan makanan itu kepada para tetangga.
Sekar hampir saja stres. Dia pun memilih untuk tidak berkunjung lagi ke rumah Rika.
"Pergilah Ma, sebelum aku mengusirmu dengan kasar. Aku ada banyak urusan," ucap Sekar kala melihat Rika hanya diam saja dengan sorot mata berkilat menyala.
"Ck! Dasar perempuan kampungan!" Sebelum Rika membalikan badan. Wanita itu melotot ke arah Sekar kemudian melenggang pergi dari ruangan.
"Hah... ada-ada saja, bisa stres aku, maafkan Bunda ya Nak." Sekar mengelus pelan perut datarnya sejenak.
*
*
*
Rika keluar dari butik dengan raut wajah masam. Pegawai-pegawai di butik, menggelengkan kepala mereka, melihat kelakuan mertua bos mereka. Sudah menjadi rahasia umum, jikalau Sekar dan Rika tak akur sedari dulu. Sebab Rika acapkali membuat keributan di butik. Tidak sekali, dua kali, tapi berkali-kali. Para pegawai sampai bingung, apakah Andre tidak mengetahui sikap Mamanya yang kelewatan batas itu.
"Cih! Dasar butik jelek!" Rika masuk ke dalam mobil. Sembari mengumpat kesal.
Rencana Rika pergi ke butik untuk membuat Sekar kesal dan marah ternyata gagal total. Rika memang berniat jahat hendak membuat janin di perut Sekar keguguran atau apa. Karena dia tak mau memiliki cucu lagi dari Sekar. Besar harapan Rika agar Andre dapat menceraikan Sekar. Apalagi sekarang rumahtangga Andre sudah tak seharmonis dulu.
"Andre! Sekar keterlaluan sekali! Dia memarahi Mama tadi di depan umum! Asal kamu tahu dia menghina kamu, dia bilang kamu pria miskin! Cepat ceraikan Sekar secepatnya, Mama tak sudi memiliki menantu seperti Sekar!"
Sesampainya di rumah, Rika langsung berkata di hadapan Andre.
Andre tersedak makanan saat mendengar ucapan Rika. Secepat kilat ia meneguk air putih dan menatap heran ke arah Rika.
"Jangan gila, Ma! Sekar sedang hamil anakku! Sekar tidak mungkin berkata seperti itu, sampai kapanpun aku tidak akan menceraikan Sekar. Aku mencintainya Ma!" sergah Andre.
Rika membelakakan mata. Tak mengerti dengan jalan pikiran Andre sekarang.
"Jadi kamu bilang Mama bohong begitu sama kamu! Sekar mempermalukan Mama tadi, dia mengatai Mama tidak becus mendidik kamu, saat dia tahu kalau kamu berselingkuh, padahal niat Mama baik tadi datang ke butik ingin menenangkannya pasti dia kepikiran terus pas tahu kamu ketahuan berselingkuh, hiks, hiks, hiks... Mama tak menyangka Sekar malah memarahi Mama dan parahnya lagi sekarang anak Mama sendiri tak mau menuruti perkataan Mama, hiks..." Dengan sekuat tenaga Rika mengeluarkan air matanya. Berharap Andre berada di pihaknya dan segera menuruti permintaannya.
Andre terdiam seketika.
"Ada apa ini?" Melani menyelenong masuk ke dalam rumah saat mendengar di depan pintu utama tadi, Rima menangis tersedu-sedu.
Andre dan Rika menoleh ke sumber suara.
"Mel, kamu nggak kerja?" Bukannya menjawab pertanyaan Melani, Rima malah mengajukan pertanyaan.
"Nggak, ngapain kerja Tante, kan Papa aku orang kaya," jawab Melani dengan dahi berkerut kuat. "Kenapa Tante nangis?" Melani melemparkan pandangan ke arah Rima dan Andre bergantian.
"Ini semua gara-gara Sekar, Mel. Dia mempermalukan Tante tadi di butik dan mengatakan Andre, pria miskin, Tante sakit hati Mel. Tadi Tante meminta Andre menceraikan Sekar, tapi Andre tidak mau katanya," jelas Rika sambil menitihkan air mata.
"Apa!?" Melani tersulut emosi. "Andre, istrimu itu sangat keterlaluan, seharusnya kamu menceraikannya!" serunya berapi-api.
"Nggak mau! Aku mencintai Sekar, Mel! Aku tidak akan menceraikannya! Dia tengah hamil, ah sudahlah, kalian membuat kepalaku pusing!" Andre mulai jenggah. Secepat kilat berlalu pergi dari hadapan Rima dan Melani.
Melani berdecak kesal kala mendengar ucapan Andre yang ternyata mencintai Sekar.
"Tante, sudahlah jangan menangis, Melani akan memberi Sekar pelajaran, awas saja dia!" seru Melani sambil mengusap cepat air mata Rika.
Rika berhenti menangis seketika. "Benarkah? Bagaimana caranya Mel, Sekar itu bukan wanita yang lemah dan tidak mudah di gertak, dia sangat keras kepala!"
"Tante, tenang saja, serahkan semuanya sama Melani. Melani tak mau lagi melihat Tante terluka," ucapnya sambil tersenyum hangat.
"Oh ya ampun, kamu memang menantu idaman Mel, seandainya saja kamu yang menjadi menantu Tante, pasti Tante bahagia," ucap Rima.
"Anggap saja Melani menantu Tante, walaupun bukan, siapa tahu saja nanti ada keajaiban, Melani akan menjadi istri Andre." Melani berencana akan merebut Andre dari Sekar.
"Amin," ucap Rika cepat.
"Sekarang Melani mau ke butik Sekar dulu, Tante istirahat ya di rumah, berikan saja alamat butik Sekar." Melani sangat tak sabar ingin bertemu Sekar.
"Kamu yakin, Mel? Sudah mau sore ini, kasihan kamu, butik Sekar lumayan jauh dari sini."
"Tenanglah Tante, demi Tante semua akan Melani lakukan, pergi dulu ya Tante."
Sebelum keluar dari rumah, Melani cipika cipiki dulu dengan Rika.
*
*
*
"Di mana Bos kalian?!" Setelah masuk ke butik, Sekar langsung bertanya pada salah seorang pegawai yaitu Pingkan.
Pingkan menoleh dengan dahi berkerut kuat. "Nyonya Sekar ada di atas sedang beristirahat ada keperluan apa ya?" tanyanya. Sekarang Pingkan berada di pihak Sekar. Berkat ketulusan dan kebaikan Sekar. Dia merasa berhutang budi dengan Sekar dan tak mau Sekar sampai stres.
"Panggil dia! Suruh turun ke bawah!" bentak Melani.
"Maaf Nona, Nyonya Sekar sedang beristirahat, sampaikan pesan saja sama saya kalau ada komplain mengenai pakaian atau apa," ucap Pingkan dengan tenang.
"Cih! Pegawai sama bosnya benar-benar menyebalkan ya!" Melani langsung menarik rambut Pingkan seketika.
"Ahk! Lepaskan saya Nona, salah saya apa?" Tubuh Pingkan sampai condong ke depan. Menahan tubuhnya agar tak terjatuh ke bawah.
"Ada apa ini ribut-ribut?" Sekar menuruni anak tangga dengan perlahan sambil melayangkan tatapan datar kepada Melani sekarang.
Melani menurunkan tangannya lalu melayangkan tatapan tajam ke arah Sekar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️
Sekar udah dpt foto Melani sbg salah satu dj4l4ng nya Andre kan ?
kesempatan bikin malu dia, Sekar ... 😁😁😁
2023-09-09
2
Yunerty Blessa
Melani tidak tau malu..
2023-08-15
0
SEPTi
cwo kaya gitu kok di rebutin
2023-08-07
1